Rekrutmen dan Coaching Pegawai di Kemenkes
Proses psikotes dan wawancara dalam rekrutmen Kementerian Kesehatan (Kemenkes)—seperti pada program Nusantara Sehat (NSI/NST), Penugasan Khusus (Tugsus), maupun Poltekkes—umumnya meliputi tahapan tes tertulis, uji dinamika kelompok, dan panel wawancara.
1. Tahapan dan Jenis Psikotes Tertulis
A. Tes Wartegg:
Melanjutkan 8 kotak berisi titik atau garis untuk mengukur kreativitas, stabilitas, adaptasi dan cara mengambil keputusan.
B. Tes Baum (Gambar Pohon):
Menggambar pohon dengan akar, batang, dan buah (sempurna) untuk menilai karakter introvert atau Ekstrovert, kedewasaan, serta orientasi kehidupan (masa lalu atau masa depan).
C. Menggambar Orang (DAP):
Menggambarkan seseorang yang sedang melakukan aktivitas (biasanya bekerja) untuk menilai konsep diri dan tanggung jawab.
D. Tes Koran / Pauli / Kraepelin: Penjumlahan deretan angka cepat untuk menguji ketahan kerja, konsentrasi, memori dan manajemen stres di bawah tekanan.
E. Tes Kemampuan Dasar / Logika/Kemampuan Kognitif:
Soal matematika, dasar, sinonim, antonim, analogi, serta tes penalaran.
F. Leaderless Group Discussion (LGD) / FGD: Diskusi kelompok tanpa pemimpin untuk memecahkan 12 atau lebih daftar masalah/kasus, menilai kemampuan kerja sama dan negosiasi. Tim Penilai yang terdiri dari Psikolog dan PPSDM Kemenkes, mencatat calon yang aktif, dominan dan pasif.
STRUKTUR WAWANCARA KEMENKES
Tes Wawancara di Kemenkes itu bukan wawancara HRD biasa. Ini wawancara PNS dengan 3 dosa besar yang auto gugur.
Kalau SKD kamu ranking 1 pun, wawancara bisa bikin kamu TMS. Di CPNS Kemenkes 2023, 31% gugur di wawancara karena tidak siap.
Ini bocoran panel & pertanyaan asli dari peserta lolos Kemenkes 2023/2024.
Lokasi: Gedung Kemenkes, Kuningan / Poltekkes / Via Zoom (PPPK)
Durasi: 15-30 menit
Panel: 3 orang - *1 Kepala Biro SDM / Direktur, 1 Pejabat Fungsional Senior (Dokter/Perawat/SKM), 1 Psikolog*
Nilai: 0-100. Minimal 70 untuk lolos. Yang dinilai bukan pintar, tapi 3P: Pelayanan, Pengabdian, dan Integritas.
5 KLASTER PERTANYAAN (100% Keluar)
1. Motivasi & Pengabdian (Pasti Ditanya Pertama - 5 Menit)
Ini penentu
> - "Perkenalkan diri, kenapa kamu daftar di Kemenkes, bukan di RS swasta / BUMN farmasi yang gajinya 3x lipat?"
> - "Kenapa ambil formasi ini? Kenapa tidak jadi dokter spesialis / kerja di klinik kecantikan?"
> - "Gaji PNS Kemenkes kecil, di awal cuma 4-5 juta. Teman kamu di RS swasta 15 juta. Tidak iri?"
> - "Siap ditempatkan di mana saja? Kalau ditempatkan di Puskesmas pedalaman Yahukimo, Papua Pegunungan, tidak ada sinyal 1 bulan, mau?"
Jawaban GUGUR:
- "Karena mau jadi PNS biar stabil / disuruh orang tua / dekat rumah di Depok"
- "Saya maunya di Jakarta saja"
- "Karena gaji PNS enak, ada pensiun"
Jawaban Lolos 90+ (Pakai Rumus: Visi Kemenkes + Sumpah Profesi + Siap Pelosok):
> "Motivasi saya adalah pengabdian sesuai Sumpah Tenaga Kesehatan dan visi Kemenkes untuk Indonesia Sehat. Saya memahami Kemenkes adalah ujung tombak pelayanan primer di pelosok. Saya siap ditempatkan di DTPK, karena disitulah negara paling membutuhkan. Gaji bukan utama, pengabdian yang utama."
2. Wawasan Kemenkes & Isu Kesehatan Nasional (10 Menit - Banyak Gugur Di Sini)
Panel akan cek kamu update atau tidak.
Wajib Hafal - Kalau tidak hafal = gugur:
A. Pejabat & Program:
- "Siapa Menteri Kesehatan sekarang? Siapa Dirjen Nakes? Sebutkan 6 Pilar Transformasi Kesehatan!"
- "Apa itu ILP - Integrasi Layanan Primer? Apa itu PIS-PK?"
- "Bagaimana program penurunan Stunting? Target 2024 berapa? Apa peran kamu?"
- "Kenapa kasus TBC Indonesia nomor 2 tertinggi di dunia? Apa programnya?"
- "Apa itu SatuSehat? Apa itu BPJS Kesehatan?"
Jawaban Emas 6 Pilar Transformasi Kesehatan (Jawab persis ini):
1. Transformasi Layanan Primer (Puskesmas)
2. Transformasi Layanan Rujukan (RS)
3. Transformasi Ketahanan Kesehatan (obat/vaksin dalam negeri)
4. Transformasi Pembiayaan (JKN)
5. Transformasi SDM Kesehatan
6. Transformasi Teknologi (SatuSehat)
B. Isu Terkini (2024-2025):
- "Bagaimana pendapat kamu tentang masyarakat yang menolak imunisasi karena hoaks di TikTok?"
- "Banyak dokter PPDS bullying, gimana pendapat kamu sebagai calon Nakes Kemenkes?"
- "Obat sirup tercemar EG/DEG kemarin, apa peran Kemenkes & BPOM?"
3. Kompetensi Teknis (Sesuai Formasi - 10 Menit)
Contoh Asli per Formasi:
Perawat / Bidan:
- "Ibu hamil datang ke Puskesmas perdarahan, tidak ada dokter, kamu bidan baru, apa yang kamu lakukan? Jelaskan langkah MTBM/MTBS!"
- "Apa itu APGAR score? Bagaimana cara menghitungnya?"
- "Pasien TB tidak mau minum obat, gimana edukasi kamu?"
Dokter:
- "Pasien anak demam, kejang, di Puskesmas tanpa lab lengkap, diagnosis banding apa? Tatalaksana awal?"
- "Bagaimana alur rujukan JKN dari Puskesmas ke RS?"
Apoteker / Tenaga Kefarmasian:
- "Apa itu Formularium Nasional? Apa itu e-Monev KTF?"
- "Stok vaksin di Puskesmas putus rantai dingin, masih boleh dipakai?"
SKM / Promkes / Epidemiolog:
- "Desa cakupan imunisasi 40%, gimana strategi kamu tingkatkan jadi 90%?"
4. Integritas & Etika - UPG Kemenkes (5 Menit - Paling Sadis)
Ini yang bikin TMS. Panel pura-pura jadi teman.
- "Kamu jadi apoteker Puskesmas, ada oknum mau jual obat program pemerintah ke apotek, kamu diajak dapat bagian 10 juta per bulan. Kamu mau?"
- "Kepala Puskesmas suruh kamu mark-up laporan BOK biar dana cair lebih. Kalau tidak ikut, kamu dimusuhi. Kamu gimana?"
- "Pasien kasih kamu amplop 500 ribu karena sudah tolong persalinan gratis. Kamu ambil atau tolak? Kenapa?"
- "Teman sejawat pungli ke pasien 50 ribu untuk biaya fotokopi. Kamu lihat, kamu diam atau lapor?"
Jawaban harus TEGAS + Sebut Aturan:
> "Saya tolak dan laporkan ke UPG (Unit Pengendalian Gratifikasi) Kemenkes dan Inspektorat Jenderal sesuai Permenkes No. 14 Tahun 2022 tentang Pengendalian Gratifikasi. Tenaga Kesehatan harus berintegritas, tidak menerima gratifikasi dalam bentuk apapun."
Jawab "saya pertimbangkan" atau "saya ambil karena kasihan" = langsung 0.
5. Psikologi & Kesiapan Mental (5 Menit)
- "Punya pacar/istri di Depok? Kalau LDR 2 tahun di Papua, kuat?"
- "Pernah dimarahi pasien? Pernah nangis karena pasien meninggal? Gimana coping kamu?"
- "Apa kelemahan kamu?"
- "Kalau ditempatkan di daerah konflik, misal Papua Pegunungan rawan KKB, berani?"
Penampilan & Etika Wawancara Kemenkes
- Pakaian:
Putih hitam formal, sepatu pantofel, rambut rapi. *Jangan pakai batik, jangan pakai jeans.* Untuk cewek hijab: hijab hitam polos, tidak modis.
- Masuk:
Ketuk pintu, salam, "Lapor, peserta wawancara Kemenkes atas nama ... siap!"
- Duduk:
Setelah dipersilakan. Tegap.
- Bahasa:
Campur Indonesia baku + istilah kesehatan. Jangan bahasa gaul .
Simulasi Paling Sering Bikin Gugur
Panel akan kasih studi kasus ini:
> Kamu Nakes di Puskesmas pedalaman NTT. Ada 1 anak gizi buruk, ibu tidak mau anaknya dirujuk ke RS karena percaya dukun dan takut biaya. Di sisi lain, ambulans Puskesmas rusak, sinyal tidak ada, kamu cuma punya motor. Kamu lakukan apa? 2 menit, jelaskan langkah promotif, preventif, kuratif.
Coaching di Kemenkes itu *paling kompleks di semua kementerian.*
Kalau Kemensos hadapi orang miskin, Kemenkes hadapi *SEMUA ORANG INDONESIA dari lahir sampai mati.* Dan kalau salah coaching, dampaknya nasional.
Bayangkan: 1 kebijakan Kemenkes salah coaching ke 10.000 Puskesmas = 300 juta orang Indonesia kena dampak.
Makanya Kemenkes sekarang lagi *Transformasi Kesehatan 6 Pilar.* Semua coaching harus ikut 6 pilar ini.
Ini framework yang dipakai *BPSDM Kemenkes, Puslat SDM Kesehatan, BBPK, dan Ditjen Tenaga Kesehatan 2024/2025.*
6 PILAR TRANSFORMASI KEMENKES = 6 JENIS COACHING
1. COACHING PILAR 1 - LAYANAN PRIMER (PUSKESMAS & POSYANDU) - PALING PRIORITAS
Ini program andalan Menteri: *Integrasi Layanan Primer (ILP).* Dulu Puskesmas poli nya pisah-pisah. Sekarang 1 orang masuk, semua dicek.
*Masalah di lapangan:*
- Dokter Puskesmas di Depok: "Saya sudah 20 tahun begini, ngapain berubah jadi ILP?"
- Bidan Posyandu: "Dulu timbang saja, sekarang suruh skrining diabetes, hipertensi, jiwa?"
*Modul Coaching ILP (Dipakai BBPK):*
Jangan PPT 100 slide. Praktek langsung di Puskesmas:
*Skenario ILP:*
Ibu Ani, 35 tahun, bawa anak batuk ke Puskesmas. Dulu: Anaknya saja diobati. Sekarang ILP:
- Anak: Ditimbang, imunisasi dicek
- Ibu: Ditensi, cek gula darah, cek lingkar perut (skrining obesitas), tanya rokok, tanya kesehatan jiwa.
*Coaching:*
- 1 hari di Puskesmas: Coach dampingi dokter, ubah alur pasien.
- Tools: Klaster ILP (Klaster 2 Ibu & Anak, Klaster 3 Dewasa & Lansia, Klaster 4 Penular & Kesling)
*Target Kemenkes 2025:* 10.000 Puskesmas harus ILP. Kalau tidak, dana BOK tidak cair.
2. COACHING PILAR 2 - LAYANAN RUJUKAN (RS & KJSU) - ANTI ANTRI
KJSU = Kanker, Jantung, Stroke, Uronefrologi. Ini yang bikin BPJS jebol.
*Modul Coaching:*
- *RSUD harus bisa KJSU, jangan rujuk semua ke RSCM.* RSUD Depok harus bisa pasang ring jantung, jangan rujuk ke Jakarta terus.
- Coaching dokter spesialis: On-the-job training di RS Vertikal (RSCM, Harapan Kita, Dharmais).
*Contoh Coaching:*
Dokter jantung RSUD belum bisa pasang ring. Coach dari RS Harapan Kita datang 3 bulan, operasi bareng.
3. COACHING PILAR 3 - KETAHANAN KESEHATAN (Surveilans & Bencana)
Ini belajar dari COVID.
*Coaching untuk Surveilans Puskesmas:*
- Dulu: Lapor penyakit seminggu sekali pakai kertas.
- Sekarang: *Wajib lapor 24 jam pakai SKDR & EWARS di HP.*
- Ada 1 kasus campak di SD Depok = harus lapor 24 jam, jangan tunggu KLB.
*Roleplay:*
> "Ada 5 anak di SD Tapos demam + bintik merah. Apa yang kamu lakukan?"
Jawaban SALAH: Tunggu besok.
Jawaban BENAR: Lapor SKDR hari itu, ambil sampel, investigasi.
4. COACHING PILAR 4 - PEMBIAYAAN (BPJS & ANTI FRAUD)
Ini yang bikin Kemenkes ribut dengan BPJS.
*Coaching Anti Fraud untuk RS & Puskesmas:*
- Jangan upcoding: Batuk biasa dikode pneumonia biar klaim BPJS besar.
- Jangan phantom billing: Pasien tidak datang tapi diklaim.
*Itu bisa pidana, dokter masuk penjara.*
5. COACHING PILAR 5 - SDM KESEHATAN (Nakes Paling Langka)
Indonesia kurang 100.000 dokter, 200.000 perawat.
*Coaching untuk Nakes:*
- *Burnout:* Perawat IGD RSUD kerja 12 jam, gaji kecil. Coaching: Bukan motivasi, tapi kasih jadwal istirahat, kasih insentif.
- *Distribusi:* Dokter tidak mau ke Papua. Coaching: Bikin beasiswa + insentif + jenjang karir.
*Program: Coaching Nurse Preceptor (Seperti di RSUD tadi)*
6. COACHING PILAR 6 - TEKNOLOGI (SATUSEHAT)
Semua Puskesmas & RS wajib pakai SATUSEHAT. Rekam medis elektronik.
*Masalah:* Dokter tua tidak bisa komputer. "Saya biasa tulis tangan, ngapain pakai SATUSEHAT?"
*Coaching:*
Jangan suruh IT yang ngajar. Suruh dokter muda yang sudah bisa SATUSEHAT coaching dokter senior 1-on-1.
- Praktek: Buka laptop, daftarkan 1 pasien bareng-bareng.
METODE COACHING KEMENKES YANG BERHASIL (Bukan Seminar di Hotel)
*1. Coaching di Puskesmas (Pendampingan - 70%)*
Tim BBPK Jakarta tidak ngajar di hotel. Mereka datang ke Puskesmas Beji Depok 3 hari:
- Hari 1: Lihat alur pasien, catat masalah
- Hari 2: Praktek ILP bareng-bareng
- Hari 3: Evaluasi
*2. Coaching dengan Data (Bukan Ceramah)*
Tampilkan data Puskesmas itu sendiri:
"Di Puskesmas Depok, 80% ibu hamil tidak skrining diabetes. Padahal itu penyebab bayi besar & kematian ibu. Ini datanya. Gimana kita perbaiki?"
Langsung nyes, bukan teori umum.
*3. Komunitas Belajar (Kombel) Nakes*
- Dokter Puskesmas se-Depok bikin grup WA: Sharing kasus sulit.
- Bidan Posyandu sharing: "Tadi ada ibu menolak imunisasi, saya jawab gini."
CONTOH RENCANA COACHING 1 BULAN (Untuk Dinkes Kota Depok / Puskesmas)
Minggu Fokus Metode Target
1 ILP - Integrasi Layanan Primer Pendampingan di Puskesmas 1 Puskesmas jadi percontohan ILP
2 SKDR & Surveilans + SATUSEHAT Praktek HP & Laptop Lapor 100% tepat waktu
3 Anti Fraud BPJS + Etika Case study dokter dipenjara Zero fraud
4 Burnout Nakes & Supervisi Curhat & solusi jadwal Nakes tidak resign
Sumber Pustaka:
James D Ogdon, Psikodiasnotik dan asesmen of personal at work,1968.