Psikotes rekrutmen dan wawancara di BPOM
BPOM adalah badan negara yang berwenang dalam pengawasan obat dan makanan,produk komestik di Indonesia.
Psikotes & Wawancara di BPOM itu paling beda dari TNI/Polri/Kejaksaan/Freeport.
Kalau Freeport cari Safety, BPOM cari 2 hal: Integritas + Ketelitian. Karena kamu pegang izin obat, makanan, kosmetik - 1 salah loloskan = 270 juta rakyat keracunan.
Ini contoh format terbaru CPNS BPOM 2023/2024 & PPPK BPOM 2024 - untuk Pengawas Farmasi & Makanan (PFM), Apoteker, Analis, PFM Ahli.
ALUR SELEKSI BPOM
SKD (TWK, TIU, TKP) -> SKB (CAT BPOM + Psikotes + Wawancara + Praktek) -> Pemberkasan
Bobot terbaru: SKD 40% + SKB 60% SKB BPOM = Psikotes 30% + Wawancara 30% + CAT Kompetensi Teknis 40% - jadi psikotes & wawancara penentu.
Lokasi: Pusdiklat BPOM, Jl. Percetakan Negara, Jakarta + UPT Balai BPOM di daerah (Medan, Surabaya, ).
1. PSIKOTES BPOM (Sehari Full)
Vendor: HIMPSI + Psikologi UI. Tesnya mirip BUMN Farmasi tapi lebih ke ketelitian.
A. Tes Kecerdasan (90 Menit)
1. CEFit / TIKI-T: 50 soal logika gambar. IQ min 110 untuk PFM Ahli.Tes ini berupa analog gambar untuk menggali persepsi spasial.
2. Kraepelin / Pauli (Tes Koran): 30 menit.
- Bedanya BPOM: Yang dilihat bukan kecepatan, tapi *KETELITIAN.* Salah hitung 10x = gugur. Karena kerja BPOM audit dokumen registrasi obat 500 halaman - tidak boleh salah 1 angka.
- Pola lolos: Grafik STABIL, error <5%. Total 1800-2200 sudah aman. Tes ini menggali daya tahan, ketelitian, memori dan tanggung jawab.
B. Tes Kepribadian (Ini Kuncinya - 120 Menit)
1. PAPI Kostick + EPPS + Big 5:
Profil yang dicari BPOM:
- Teliti / Detail / Conscientiousness: HARUS TINGGI - ini nomor 1
- Integritas / Compliance: TINGGI - tidak bisa disuap pabrik obat
- Emosi Stabil: TINGGI
- Keraguan / Need for Order: TINGGI
- Risk Taker / Agresif: RENDAH
Soal jebakan BPOM:
> "Pabrik kosmetik teman dekat kamu mau daftar izin, tapi data uji lab kurang. Dia minta kamu bantu loloskan, nanti dia kasih fee 10 juta. Apa yang kamu lakukan?"
> "Atasan suruh kamu percepat izin obat yang data klinisnya belum lengkap karena pabriknya sudah lobbying ke Kepala BPOM"
Jawaban harus: Tolak, sesuai kode etik + UU.
2. Warteg + BAUM + DAP: 30 menit
- Pohon: Gambar pohon mangga/beringin yang rimbun, akar kuat, detail. Jangan pohon pisang. Karena diintepretasi adalah jenis pohon lengkap yang ada akar, batang dan daun.
- Orang: Gambar apoteker / analis pakai jas lab - tunjukkan kamu paham profesi.
Yang utama gambar lengkap ada kepala, badan,tangan dan kaki .
- Wartegg: Jangan gambar aneh. Gambar lab, mikroskop, obat, timbangan analitik = nilai plus.
C. Tes Integritas & Anti Suap (Khusus BPOM)
Soal cerita 20 soal, ini yang bikin banyak apoteker gugur:
- "Kamu inspeksi pabrik jamu di Solo, pemilik kasih amplop 5 juta biar tidak usah cek gudang. Kamu butuh uang untuk biaya kuliah S2. Apa tindakan kamu?"
- "Kosmetik mengandung merkuri, tapi pabrik itu punya backing pejabat. Kamu ditekan untuk loloskan."
2. WAWANCARA BPOM (2 Panel - 30-45 Menit)
Ini yang paling menentukan. Panel: Kepala Balai + Kabag SDM + Pejabat Fungsional PFM Senior + Psikolog.
A. Wawancara Kompetensi Teknis (20 Menit)*
Ditanya sesuai jabatan. Wajib hafal kalau tidak mau malu.
Untuk Pengawas Farmasi & Makanan (PFM) / Apoteker:
- "Apa itu CPOB? Sebutkan 12 aspek CPOB!"
- "Apa bedanya Obat Generik dan Obat Paten? Apa itu NIE?"
- "Bagaimana alur registrasi obat di BPOM? Apa itu e-Registrasi?"
- "Apa itu 4K: Keamanan, Khasiat, Mutu, Label? Jelaskan!"
- "Kosmetik mengandung hidrokuinon >2%, tindakan kamu?"
- "Apa itu CPKB? CPPB-IRT? Cara sampling makanan?"
- "Apa itu Farmakovigilans / MESO?"
*Untuk Analis Kimia / Pangan:*
- "Sebutkan metode analisis Rhodamin B di kerupuk!"
- "Apa itu KLT, HPLC, GC-MS? Kapan dipakai?"
- "Bagaimana validasi metode analisis?"
*Jawaban gugur:* Tidak hafal CPOB/CPKB, jawab "saya belum baca" - padahal itu dasar BPOM.
- "Apa itu Farmakovigilans / MESO?"
*Untuk Analis Kimia / Pangan:*
- "Sebutkan metode analisis Rhodamin B di kerupuk!"
- "Apa itu KLT, HPLC, GC-MS? Kapan dipakai?"
- "Bagaimana validasi metode analisis?"
*Jawaban gugur:* Tidak hafal CPOB/CPKB, jawab "saya belum baca" - padahal itu dasar BPOM.
B. Wawancara Integritas & Wawasan BPOM (15 Menit)
- "Kenapa mau di BPOM? Kenapa tidak di industri farmasi yang gaji 3x lipat?"
- "Siapa Kepala BPOM sekarang? Apa program prioritas BPOM 2024-2025? Apa itu BPOM Mobile?"
- "Apa itu Obat Ilegal / Palsu? Bagaimana cara berantasnya?"
- "Pabrik tempat kamu magang dulu kasih kamu hadiah, kamu jadi PFM yang audit pabrik itu. Kamu ambil atau tolak?"
- "Siap ditempatkan di Balai BPOM di perbatasan, Papua, atau pulau terpencil?"
Jawaban Emas BPOM (harus sebut):
> "Motivasi saya adalah perlindungan masyarakat sesuai visi BPOM: Obat dan Makanan Aman, Bermutu, dan Berdaya Saing. Saya siap menegakkan 3 pilar BPOM: Pengawasan Before-Market, During-Market, dan After-Market, serta menolak segala bentuk gratifikasi sesuai UU Tipikor dan Kode Etik PFM."
Triks Sebut *Tri Dharma Pengawasan Obat dan Makanan, SAKTI BPOM, dan Jargon: Profesional, Integritas, Kredibel.*
3 Kesalahan Fatal yang Bikin Gugur di BPOM
1. Kraepelin banyak salah hitung:
Dianggap tidak teliti = tidak cocok jadi pengawas obat.
2. Tidak hafal CPOB/CPKB & Alur Registrasi: Dianggap tidak kompeten.
3. Jawaban integritas abu-abu:
"Saya pertimbangkan dulu kalau disuap" - langsung TMS. Harus tegas TOLAK + LAPOR ke UPG (Unit Pengendalian Gratifikasi).
Simulasi Wawancara BPOM - Aku Jadi Kepala Balai BPOM
Aku sidang kamu sekarang:
> "Saudara dari A , sarjana Farmasi. Saudara audit pabrik kosmetik besar di Jakarta. Pabrik itu penyumbang PAD besar, backing-nya kuat. Hasil lab saudara temukan merkuri 10x lipat batas. Owner pabrik datang ke rumah saudara malam-malam bawa koper 200 juta, bilang 'ini buat anak sekolah, tolong lab-nya direvisi saja'. Atasan saudara juga telepon 'tolong dibantu ya'. Apa tindakan saudara dalam 2 menit? Sebutkan dasar hukum, kode etik, dan langkahnya!"*
Ini soal asli yang bikin 50% calon PFM gugur. Jawab "saya tolak" saja tidak cukup.
Sumber Pustaka:
James D Ogdon, Psikodiasnotik dan asesmen of personal at work,1968.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar