Karasteristik kepribadian berdasarkan urutan kelahiran
Penting bagi kita untuk mengetahui, adakah pengaruh urutan kelahiran terhadap karateristik kepribadian seseorang?. Adler mengemukakan ada pengaruhnya, karena faktor perhatian orang tua jadi penentu terutama Ibu.
1. Anak pertama
Anak Pertama biasanya disebut anak sulung,
-memperoleh perhatian yang tidak terbagi,kehilangan perhatian ketika adiknya lahir,
-harus rela melepas untuk adiknya, ini menyebabkan rasa melindungi dan perhatian
kejelekannya yaitu
-bermusuhan/memusuhi ,
- takut tidak nyaman,
-kurang bisa adaptasi,
-pesimis,
-konservatif,
- patuh pada aturan,
-sebagian besar anak membuat masalah.
Contoh :Veronika Yasinta Anak Sulung yg sukses jadi PM
2. Anak Tengah
Berapapun jumlah anak yang dilahirkan antara anak pertama dengan anak terakhir termasuk anak tengah.
-Dalam perhatian berebut dengan kakaknya seperti perlombaan ,
-harus berbagi dengan kakaknya, hal ini menyebabkkan punya sikap ambisius,
-bisa lebih punya sosial dan penyesuaian diri dari kakaknya.
Kejelakan
-suka memberontak,
-irihati,
-tidak mau kalah,
Anak terakhir biasanya juga disebut anak bungsu.
-banyak mendapat perhatian apalagi jika punya kelebihan fisik dari kakak kakaknya
,-banyak dilindungi, manja.
Kebaikannya
-jika banyak belajar dan melatih kecakapannya bisa lebih unggul dari kakak-kakaknya.
Kejelakan
-merasa inferior dari orang lain,
Anak Tunggal adalah Anak satu satunya yang tidak mempunyai saudara kandung.
- perhatian orang tua tidak terbagi,
-tidak mempunyai saingan Ayah sebagai saingannya,hal ini menyebabkan selalu ingin menjadi pusat perhatian
-malas
-selalu merasa benar dan susah menyesuaikan diri.
Manfaat bagi SDM adalah untuk menjadi pertimbangan dalam menempatkan pekerjaan yang cocok. Sebagai contoh Anak Pertama cocok menjadi Pemimpin karena sifat melindungi, namun membutuhkan staf yang membantu agar ada yang mengendalikan sifat yang tidak produktif seperti dorongan sifat bermusuhan.
Manfaat bagi SDM adalah untuk menjadi pertimbangan dalam menempatkan pekerjaan yang cocok. Sebagai contoh Anak Pertama cocok menjadi Pemimpin karena sifat melindungi, namun membutuhkan staf yang membantu agar ada yang mengendalikan sifat yang tidak produktif seperti dorongan sifat bermusuhan.
Sumber Pustaka: Alfred Adler, Kepribadian Karakter sebagai fungsi Urutan Kelahiran, 1950.










