ilmu2hrd.blogspot.com

Pages

Monday, September 7, 2026

Pegawai Tipe Manusia Sosial

 Manusia Sosial 

Menurut Spanger manusia tipe Sosial adalah kebutuhan besar akan adanya resonansi dari sesama manusia yang membutuhkan hidup diantara manusia lain, dan ingin mengabdi pada kepentingan umum.


Ciri-Ciri Utama


Empati dan Kepedulian Tinggi: 

Empati dan Kepedulian Tinggi: Mudah merasakan perasaan orang lain, peka terhadap kebutuhan sekitar, dan suka mendengarkan.


Berorientasi pada Pelayanan: 

Berorientasi pada Pelayanan: Lebih puas ketika bisa membantu, mengajar, menyembuhkan, atau membimbing orang lain daripada mengurus barang/data.


Kemampuan Komunikasi yang Baik:

Pandai membina hubungan, menyampaikan pesan secara ramah, dan menjadi penengah saat terjadi konflik.


Menyyukai Tim Kerja:

 Lebih produktif saat bekerja bersama orang lain dibandingkan bekerja sendirian di belakang meja.


Sabar dan Kooperatif: 

Cenderung menghindari persaingan ketat dan lebih mengutamakan kolaborasi serta keharmonisan kelompok.


Lingkungan dan Karakteristik Kerja


Gaya Kerja:

 Mengarahan, membina, mengonseling, atau memberikan perawatan medis/psikologis.


Kelemahan Potensial: 

Terkadang sulit untuk mengatakan "tidak", terlalu mempertimbangkan perasaan orang lain hingga mengabaikan diri sendiri, atau menghindari konflik dengan tegas yang sebenarnya diperlukan.


Contoh Profesi: 

Guru/Pendidik, Konselor, Psikolog, Perawat, Pekerja Sosial, Trainer, dan HRD.

BAGIAN OTAK UTAMA MANUSIA SOSIAL


Ini disebut juga "Jaringan Otak Sosial"

No Bagian Otak Fungsi untuk Manusia Sosial Ciri Kalau Kuat

1 Sistem Neuron Cermin

`Lobus Parietal + Premotor` `Meniru & Merasakan apa yang orang lain rasakan` Gampang ikut nangis/ketawa. "Nular" emosinya

2. Persimpangan Temporo-Parietal

 Teori Pikiran / Teori Pikiran` Bisa nebak “Dia mikir apa ya?”. Paham niat orang

3. Sulkus Temporal Unggul STS

 `Baca Ekspresi Wajah + Nada Suara` 1 detik lihat muka langsung tau orang bohong/sedih

4. Amigdala

 `Deteksi Emosi + Bahaya Sosial` Peka sama suasana. Tau kapan harus diem/kode

5. Korteks Prefrontal Ventromedial

 `Empati + Nilai Moral Sosial` Ngerti "ini sopan/tidak sopan". Jago jaga perasaan

6. Insula Anterior

 `Empati Rasa Sakit + Kasih` Ikut ngerasain sakitnya orang. Makanya suka nolong

Sistem Oksitosin

`Hipotalamus` `Ikatan, Kepercayaan, Cinta` Gampang akrab, setia, suka peluk/komunitas

8. PFC Dorsomedial

`Memmahami Hubungan & Status Sosial` Jago baca "siapa bos, siapa sekutu, siapa saingan"

9. Sistem Penghargaan / Nucleus Accumbens** `Senang Saat Puji & Diterima` Motivasi utama: disukai, diakui kelompok

Rumus Otak Sosial : `Mirror + TPJ untuk membaca orang + Oksitosin untuk ikatan + VMPFC untuk empati`


Alat Psikotes (Alat Psikometri)

Alat tes berikut sangat efektif untuk memetakan kepribadian sosial, preferensi interpersonal, serta gaya komunikasi seseorang dalam kelompok. 

1. Tes Kepribadian Non-Proyektif (Kuesioner/Inventori)

Big Five Personality (OCEAN): Fokus pada dimensi Extraversion (tingkat kenyamanan berinteraksi) dan Agreeableness (tingkat kepedulian, empati, dan kerja sama dengan orang lain). 

Halodoc

Penilaian DISC: Memetakan gaya bersosialisasi melalui tipe Influence (antusiasme, persuasif, suka membangun relasi) dan Steadiness (pendengaran yang baik, kooperatif, penuh empati). 

PAPI Kostick: Mengukur aspek Need for Affiliation (kebutuhan berteman dan diterima) serta Role of Relater (kemampuan menjalin hubungan sosial di tempat kerja). 

solutivacademy.com

EPPS (Edwards Personal Preference Schedule): Mengukur kebutuhan spesifik seperti Affiliation (berteman), Succorance (menerima simpati), dan Nuturance (membantu orang lain). 

Universitas Ahmad Dahlan +1







Sunday, September 6, 2026

Tipe Manusia Seni

 Manusia Seni

Manusia Seni menghayati kehidupan seolah-olah tidak akan menjadi pemain, tetapi sebagai penonton, dia selalu seorang impresionis yang menghadapi kehidupan secara pasif.namun juga seorang ekpresionis dimana menghayati kehidupan menurut jiwa subyektif nya.

Berikut rincian ciri-ciri tipe manusia seni:
  • Imajinasi dan Kreativitas Tinggi:Memiliki cara berpikir yang orisinal, kaya ide, dan sering melihat dunia dari sudut pandang yang unik. 
  • Peka terhadap Emosi:Sangat sensitif terhadap perasaan diri sendiri maupun orang lain, serta sering menyalurkan emosi tersebut melalui media seni. 
  • Menghindari Rutinitas:Cenderung tidak menyukai aktivitas yang kaku, monoton, teratur secara ketat, atau berulang-ulang.[ 
  • Menyukai Kebebasan: Lebih nyaman bekerja dalam lingkungan atau kelompok yang memberi keleluasaan penuh untuk berekspresi tanpa banyak aturan yang mengikat. 
  • Intuisi yang Kuat:Dalam Mengenal Lebih Dekat 6 Jenis kepribadian RIASEC
  • Disebutkan bahwa individu dapat mengandalkan intuisi, ekspresi diri, dan imajinasi dalam menjalani keseharian maupun pekerjaan. 
  • Fleksibel namun Bisa Menjadi Idealis:Terbuka pada hal-hal baru, tetapi juga memiliki pendirian atau nilai-nilai pribadi yang kuat mengenai karya dan hal yang mereka anggap  

Friday, September 4, 2026

Tipe Manusia Ilmuwan

 

Tipe Manusia Ilmuwan / Manusia Teori.

Profesi Peneliti,Dosen adalah membutuhkan Pegawai yg bertipe Ilmuwan.Ilmuwan manusia Merujuk pada pola pikir, karakter, dan kebiasaan yang fokus pada pencarian kebenaran berdasarkan bukti dan logika. Karakteristiknya diuraikan dalam beberapa aspek berikut:


Sikap Mental dan Intelektual


1. Rasa Ingin Tahu Tinggi ( Keingintahuan ): 

Selalu berinteraksi dengan mekanisme di balik suatu fenomena dan tidak mudah puas dengan penjelasan yang rumit.


2. Skeptisisme Sehat: 

Tidak mudah percaya pada klaim, asumsi, atau opini tanpa adanya bukti empiris yang mendukung.


3. Objektif dan Bebas Bias: 

Berusaha melihat data dan fakta apa adanya, bukan berdasarkan perasaan, keyakinan pribadi, atau prasangka.


4. Keterbukaan Pikiran :

 Siap menerima ide baru atau mengubah pandangan jika ditunjukkan bukti yang lebih kuat dan valid.


Pola Mikir dan Metode Kerja


1. Berpikir Analitis dan Sistematis:

 Memecahkan masalah rumit menjadi bagian-bagian kecil yang terstruktur menggunakan logika mendalam.


2. Berbasis Bukti (Berbasis Data):

 Mengandalkan observasi, eksperimen, dan data diukur sebelum mengambil kesimpulan.


3. Kritik Terhadap Informasi: 

Selalu menguji kesahihan sumber, metodologi, dan konsistensi logistik dari suatu informasi.


4. Jujur secara Intelektual (Kejujuran Intelektual): 

Mengakui keterbatasan pengetahuan, kesalahan hipotesis, serta tidak memanipulasi data demi kepentingan tertentu.


Sifat dan Kebiasaan Kerja


1. Tekun dan Tahan Uji: 

Memiliki daya tahan tinggi terhadap kegagalan eksperimen atau proses penelitian yang panjang.


2. Teliti dan Presisi: 

Memperhatikan detail terkecil karena ukuran terkecil pun deviasi data dapat mempengaruhi hasil akhir.


3. Rendah Hati (Renda Hati):

 Menyadari diketahui bahwa ilmu pengetahuan sangat luas dan apa yang hanya sebagian kecil dari kenyataan.

Otak ilmuwan bukan "paling hafal". Tapi paling `sistematis + kritis + tahan dengan izin`


BAGIAN OTAK UTAMA ILMUWAN + FUNGSINYA

No Bagian Otak Nama Latin Fungsi untuk Ilmuwan Ciri Kalau Aktif

Korteks Prefrontal Dorsolateral

DLPFC `Berpikir Logis, Analisis, Pemecahan Masalah` Bisa memecahkan masalah besar jadi kecil. "Oke kita uji hipotesis A dulu"

Ventromedial Prefrontal Korteks

 VMPFC `Pengambilan Keputusan berdasarkan Data` Tidak mengambil keputusan karena “perasaan”. Harus ada bukti

Lobus Parietal

Lobus Parietal `Logika Matematika, Pola, Angka, Ruang` Jago statistik, grafik, baca data, model

Lobus Temporal

Lobus Temporal `Bahasa + Memori Fakta` Teori Hafal, baca jurnal, ingat nama rumus

Hipokampus

 Hippocampus `Memori Jangka Panjang + Belajar` Cepat nyimpen hasil eksperimen & sastra

Korteks Cingulata Anterior

ACC `Deteksi Kesalahan + Fleksibilitas` Saat hipotesis salah: "Menarik, revisi teori" bukan defensif

Pulau

 Insula `Intuisi Ilmiah / "Aha Momen"` Ngerasa "ada yang aneh di data ini" sebelum kebukti

Nukleus Akumbens

Sistem Hadiah `Rasa Penasaran & Dopamin` Senang saat nemu jawaban baru. "Eureka"

Rumus Otak Ilmuwan: `DLPFC untuk Logika + Parietal untuk Angka + ACC untuk Revisi + Reward untuk Penasaran`

Kesimpulan 

Manusia Teori tidak mengejar keindahan,tidak mengejar faedah, tidak mengejar kekuasaan, tidak mengejar keagamaan, tidak mengejar moralitas, tujuannya adalah pengetahuan yang obyektif.

Daftar Pustaka:

Sumardi Suryabrata,Drs.,MA.,pH.D, Psikologi kepribadian,Penerbit CV Rajawali Jakarta,1982.

Thursday, September 3, 2026

Tipe manusia agama adalah seseorang yang memusatkan seluruh hidup, pikiran, dan jiwa untuk mengabdi serta menjalankan perintah Tuhan Yang Maha Kuasa.Dalam tipologi kepribadian (seperti teori Eduard Spranger) dan sosiologi agama, berikut adalah ciri-ciri utama dari tipe manusia agama:Pengabdian Total: Menghabiskan sebagian besar hidup atau mendedikasikan diri untuk nilai-nilai ketuhanan.Ketaatan Tinggi: Disiplin dalam menjalankan ritual ibadah dan aturan agama secara konsisten.Orientasi Spiritual: Menjadikan keyakinan agama sebagai pusat dari setiap keputusan moral dan pola pikir.Sikap Keberagamaan: Memiliki corak pandangan tertentu terhadap pemeluk agama lain, seperti eksklusivisme, inklusivisme, atau pluralisme.

 

Tipe Manusia Agama 

Menurut Spranger inti dalam hal keagamaan itu terletak dalam pencarian terhadap nilai tertinggi dari pada keberadaan ini; siapa yang belum mantap hal ini belumlah mencapai apa yang dikejarnya, belum memiliki nilai dasar yg kuat dalam hidupnya 

Tipe beragam manusiaa adalah seseorang yang memusatkan seluruh hidup, pikiran, dan jiwa untuk mengabdi serta menjalankan perintah Tuhan Yang Maha Kuasa.

Dalam tipologi kepribadian (seperti teori Eduard Spranger) dan sosiologi agama, berikut adalah ciri-ciri utama dari tipe manusia agama:

Pengabdian Total:

 Menghabiskan sebagian besar hidup atau mendedikasikan diri untuk nilai-nilai ketuhanan.

Ketaatan Tinggi: 

Disiplin dalam menjalankan ritual ibadah dan aturan agama secara konsisten.

Orientasi Spiritual: 

Menjadikan keyakinan agama sebagai pusat dari setiap keputusan moral dan pola pikir.

Sikap Keberagamaan :

 Memiliki corak pandangan tertentu terhadap pemeluk agama lain, seperti eksklusivisme, inklusivisme, atau pluralisme.

CIRI OTAK / PSIKOLOGI "MANUSIA AGAMA"*


Berdasarkan penelitian neurosains spiritualitas

Bagian Fungsi Ciri

1. Korteks Prefrontal

`Kontrol diri, Moral` Bisa tahan hawa nafsu, disiplin beribadah

2. Lobus Parietal

 `Rasa menyatu, Transenden` Mudah khusyuk, berpikir, doa

3. Sistem Oksitosin

 `Empati, Kasih` Mudah membantu, welas asih

4. Amigdala Teratur

`Tenang saat tekanan` Tidak mudah marah/panik

5. Mode Jaringan Default

 Renungan, Makna` Suka mikir "untuk apa saya hidup"

Kesimpulan 

Manusia Agama segala sesuatu ini diukur dari segi artinya bagi kehidupan rohaniah kepribadian, yang ingin mencapai keselarasan antara pengalaman batin dengan arti dari pada hidup ini. Jadi Manusia yg nilai kebudayaan yang dominan Keagamaan itulah tipe Manusia Agama dengan tingkah laku dasar Memuja 

Daftar Pustaka:a

Sumardi Suryabrata,Drs.,MA.,pH.D, Psikologi kepribadian,Penerbit CV Rajawali Jakarta,1982.

Monday, August 31, 2026

Pedoman Tes Interview

 Tes Wawancara 

Dalam hal rekrutmen pegawai ada tahapan tes wawancara, yaitu tahapan terjadinya komunikasi antara Pewawancara dengan calon Pegawai atau Kandidat.

Jenis tes wawancara dibedakan menjadi:

a. Tes wawancara awal 

Tes ini merupakan langkah penyaringan awal kandidat berupa penyaringan awal atau penyaringan awal yang menjelaskan apakah kandidat mempunyai kapabilitas dan pengalaman terhadap posisi. Dokumen yang ditelaah berasal dari Curiculum Vitae dan Surat lamaran Kandidat, Selain itu mungkin juga mengetahui minat kerja atau motivasi dan rekomendasi yang bisa dipercaya dari Calon.

b. Tes Wawancara Akhir 

Untuk tes wawancara akhir berbeda dari tes wawancara awal karena ada penambahan materi yang digali berupa hasil tahap tes tes selanjutnya.

1. Tes Penilaian Komputer.

Tes ini menggali teori atau pengetahuan yang berperan dalam pekerjaan yang akan dilakukan Kandidat.

2. Psikotes.

Utuk mengetahui bakat dan minat dari Kandidat selain karakter yang bisa membantu Pegawai bisa bekerja secara profesional.

Sebagai langkah langkah  STRUKTUR WAWANCARA 45 MENIT - SIAP PAKAI


TAHAP 1: PEMBUKAAN 5 Menit - Bangun Rapport

Tujuan: Bikin nyaman biar jawab jujur

1. "Perkenalkan diri singkat + posisi yang dilamar"

2. "Apa kabar? Perjalanan ke sini lancar?"


TAHAP 2: PENGGALIAN PENGALAMAN 15 Menit - Pakai Metode STAR 

`S = Kondisi, T = Tugas, A = Tindakan, R = Hasil`

3. Ceritakan 3 pencapaian terbesar Anda di kerjaan sebelumnya

4. Ceritakan 1 kegagalan terbesar dan apa pelajarannya

5. Kenapa Anda keluar dari kantor terakhir?


TAHAP 3 : PENGGALIAN KOMPETENSI 15 Menit

Pilih 3 kompetensi sesuai jobdesk

6. Tim kerja: "Ceritakan saat harus bekerja sama dengan orang yang tidak Anda suka"

7. Pemecahan Masalah: "Kasih contoh masalah rumit yang Anda pecahkan"

8. Leadership/Integritas: "Pernah ditanya melanggar aturan demi target. Bagaimana?"

9.Komunikasi: "Jelaskan pekerjaan Anda ke saya seolah-olah saya anak SD"

10. Manajemen Stres: "Saat tekanan tinggi, Anda ngatasinya bagaimana?"


TAHAP 4 : SIMULASI / KASUS 5 Menit

11. Roleplay: "Coba jual produk ini ke saya dalam 2 menit"

12. Dilema: "Ada 2 pilihan: cepat tapi jelek, atau lambat tapi bagus. Pilih?"


TAHAP 5: PENUTUP 5 Menit

13. Apa pertanyaan untuk kami?`Lihat rasa ingin tahu`

14. Gaji yang diharapkan + Kapan bisa mulai?

15. Skala 1-10, seberapa yakin Anda cocok di posisi ini? Kenapa?

Komposisi untuk menentukan bobot persetujuan sebagai berikut:

1. Perilaku wawancara masa lalu 60%

Wawancara ini menggali pengalaman masa lalu dan diprediksi akan sukses di masa depan.

2. Wawancara situasi 30%

wawancara untuk gali pemecahan masalah dalam situasi tertentu.

3. Keterampilan Wawancara 10%

Wawancara untuk menggali kemampuan teknis dalam bekerja.

Kesimpulan :

Tujuannya tes wawancara adalah untuk menggali skill teknis,humanis dan konsep.Untuk profesi manajerial skill ketiganya wajib dimiliki, sedangkan untuk profesi non manajerial maka tidak perlu skill konsep, karena tidak bertanggung jawab kelangsungan hidup organisasi secara global.



Sumber Pustaka:

Dale S Beach, Psikodianostik dan Assessment The People at Work, 1968