Sifat Introvert Dan Ekstrovert
Sikap jiwa ada 2 jenis yaitu sikap Tipe Ekstrovert dan sikap Tipe Introvert.
Sikap jiwa ada 2 jenis yaitu sikap Tipe Ekstrovert dan sikap Tipe Introvert.
a. Tipe Ekstrovert
Orang yang Ekstravert terutama dipengaruhi oleh Dunia Objektif atau dunia lingkungan luar dari dirinya. Orientasi dan pandangan sekilas di luar. Misalnya fikiran berorientasi pada ke luar menerima pendapat orang lain meskipun mungkin bertentangan dengan pendapatnya sendiri. Akhirnya tindakan jarang mempertahan pendapat dan lebih mempertahankan pendapat jika berselisih.
1. Sikap Positif
Selalu berpikiran positif terhadap masyarakatnya, tidak pernah curiga terhadap orang lain, terbuka dalam permasalahan dan mudah menyesuaikan diri dengan orang lain. Orang Ekstrovert mudah termotivasi sangat cocok sebagai Sales atau pekerjaan humas, hadapan orang baik perorangan atau umum.
2. Kelemahan
Apabila ikatan dengan dunia luar terlalu kuat, maka akan kehilangan dirinya sendiri atau tenggelam dalam pengaruh luar, misalnya anak lebih percaya kepada teman temannya untuk nongkrong di luar pada malam hari meskipun suhu malam mengganggu kesehatannya.
b. Sikap Tipe Introvert.
Orang yang Introvert adalah orang yang dipengaruhi Subjektif atau dirinya sendiri semua diperhitungkan dengan kepentingan, kenyamanan dirinya sendiri. Tindakan, fikiran dan perasaan selalu berorientasi ke dalam meskipun mungkin tidak lazim menurut pandangan masyarakatnya. Orang Introvert misalnya dia tahu bahwa saluran yang ada dipan rumahnya sudah menjadi milik umum, tetapi tetap dibangun dan ditutup untuk menambah area parkir pribadi mobilnya, bahkan disertai atap yang digabung dengan bangunan rumah.
1. Kebaikannya
Orang Introvert selalu hati hati dalam bertindak selalu memperhitungkan untung dan ruginya dengan dirinya sendiri atau pengaruh subyektifnya. Fikiran perasaan, tindakan mempengaruhi faktor subjektif meskipun tidak masuk diakal lazimnya di masyarakatnya.
2. Kelemahan
Orang Introvert susah bergaul karena susah menyesuaikan diri, tertutup jiwa sehingga susah untuk diajak diskusi, susah berhubungan dengan orang lain. Apabila terlalu tenggelam dalam subyektifitasnya sehingga lepas dari dunia obyektifitasnya tentu akan merugikan masyarakatnya, dan kemungkinan terjadinya depresi yang lebih besar.
Orang Introvert lebih cocok bekerja sendiri tanpa libatkan orang lain seperti ahli IT, Peneliti atau Laborat.
Respon: Perbedaan antara ekstrovert dan introvert tidak disebabkan oleh satu bagian otak tunggal,
melainkan perbedaan aktivitas, struktur, dan jalur kimiawi (neurotransmiter) di beberapa area otak
tertentu.
Berikut adalah bagian-bagian otak dan sistem saraf utama yang paling berperan dalam menentukan sifat
ekstrovert dan introvert:
1. Sistem Aktivasi Retikuler (RAS)
RAS adalah bagian di batang otak yang mengatur tingkat kesadaran, fokus, dan stimulasi (rangsangan)
yang diterima otak. Menurut teori psikologi kepribadian Hans Eysenck:
● Introvert memiliki tingkat stimulasi basal (cortical arousal) yang lebih tinggi secara alami. Otak
mereka mudah terstimulasi, sehingga mereka cenderung menghindari keramaian atau lingkungan
yang terlalu bising agar tidak merasa penasaran (overstimulated).
● Ekstrovert memiliki tingkat stimulasi basal yang lebih rendah. Otak mereka membutuhkan lebih banyak
banyak rangsangan dari luar (seperti bersosialisasi, petualangan, atau keramaian) untuk mencapai
tingkat stimulasi yang nyaman.
2. Korteks Prefrontal (Prefrontal Cortex)
Korteks prefrontal terletak di bagian depan otak dan bertanggung jawab atas perencanaan, pemikiran
mendalam, analisis, dan pengambilan keputusan.
● Penelitian menunjukkan bahwa orang introvert memiliki aliran darah dan volume neuron yang lebih
tinggi di area korteks prefrontal. Ini menjelaskan mengapa introvert lebih suka berpikir secara
mendalam sebelum berbicara dan memproses informasi secara internal.
● Pada orang ekstrovert, aktivitas di area ini relatif lebih rendah saat beristirahat dibandingkan
introvert, karena otak mereka lebih berorientasi pada penerjemahan sensorik luar secara cepat.
3. Ventral Striatum & Amigdala (Sistem Imbalan Otak)
Area ini merupakan bagian penting dari sistem reward (imbalan) dan pemrosesan emosi di dalam otak.
● Ekstrovert memiliki respon yang jauh lebih kuat di ventral striatum dan amigdala ketika
mendapatkan rangsangan sosial atau hadiah eksternal (seperti pujian, lingkungan.
Sumber Pustaka : Sumadi Suryabroto, Psikologi Perkembangan cetakan IV oleh Rake Sarasin PO Box 83 Yogyakarta, 1990