ilmu2hrd.blogspot.com

Pages

Sunday, August 23, 2026

Seleksi Pegawai nakal


Ciri pegawai nakal


Pegawai yang bermasalah atau “nakal” dalam lingkungan kerja dapat diketahui melalui beberapa indikasi sikap, integritas, dan kinerja yang berdampak negatif terhadap tim maupun perusahaan.


Sikap dan Etika Kerja


Sering Mangkir: 

Sering terlambat, sering izin dengan alasan tidak jelas, atau menghilang saat jam kerja.


Tidak Bertanggung Jawab: 

Menyalahkan orang lain saat terjadi kesalahan (mengkambinghitamkan) dan mengakui kekeliruan sendiri.


Suka Memprovokasi: 

Menyebarkan gosip beracun, mengadu domba antarpekerja, atau menciptakan suasana kerja yang tidak kondusif.


Kinerja dan Integritas


Manipulasi Data atau Tugas:

 Memalsukan laporan kinerja, nota keuangan (reimbursement), atau manipulasi absensi.


Hasil Kerja Asal-asalan: 

Menyepelekan batas waktu ( batas waktu ) dan memberikan hasil kerja yang jauh di bawah standar secara konsisten.


Penyalahgunaan Fasilitas: 

Penggunaan aset, anggaran, atau waktu perusahaan demi kepentingan pribadi secara berlebihan.


Ketidakjujuran: 

Sering berbohong kepada atasan maupun rekan kerja mengenai status pekerjaan.


Penanganan terhadap pegawai dengan ciri-ciri ini umumnya memerlukan pendekatan bertahap, mulai dari teguran lisan, pemberian Surat Peringatan (SP), hingga evaluasi tindakan disipliner sesuai aturan ketenagakerjaan yang berlaku.

Alat Psikotes yang digunakan 

Alat psikotes yang digunakan untuk mendeteksi pegawai yang “nakal”, bermasalah secara perilaku, atau memiliki potensi pelanggaran etika dan hukum di tempat kerja adalah MMPI (Minnesota Multiphasic Personality Inventory).

Tes MMPI sangat diandalkan dalam dunia kerja dan klinis karena dilengkapi dengan skala validitas yang mampu mendeteksi apakah seseorang berbohong, mencoba terlihat baik (berpura-pura baik), atau menyembunyikan sifat aslinya. 


Jenis Alat Tes Pendukung Lainnya

Selain MMPI, HR atau psikolog perusahaan sering menggunakan kombinasi alat tes kepribadian dan integritas berikut untuk menilai potensi perilaku negatif pegawai:

EPPS (Edwards Personal Preference Schedule): 

Mengukur motivasi, kebutuhan dasar, serta potensi kecenderungan manipulatif atau dominasi yang berlebihan.

PAPI Kostick: 

Memetakan peran dan gaya perilaku dalam bekerja, termasuk tingkat kepatuhan terhadap aturan dan pengawasan.

Uji DISC: 

Melihat pola perilaku dominan, pengaruh, kestabilan, dan tingkat kepatuhan terhadap prosedur standar perusahaan. 


Daftar Pustaka:

James D Ogdon, Psikodiagnostik dan Penilaian Personel di Tempat Kerja.





 



 







Saturday, August 22, 2026

Seleksi Pegawai Disiplin

 

Disiplin 

Kedisiplinan = Konsisten taat aturan, tepat waktu, tanggung jawab, bisa mengendalikan diri*  

Kalau tidak digali dari awal → telat, mangkir, kerja asal2an, susah diatur.

Ciri utama disiplin pegawai adalah konsistensi dalam menghargai waktu, menuntaskan tanggung jawab sesuai sasaran, serta patuh pada kode etik tanpa perlu berlebihan secara ketat.

Karakteristik Utama

Tepat waktu: 

Tepat waktu: Hadir dan memulai rapat sesuai jadwal.

Manajemen kerja: 

Manajemen kerja: Menyelesaikan tugas sebelum batas waktu.

Fokus penuh: 

Meminimalkan gangguan pribadi saat jam kerja.

SOP Taat: 

mengikuti prosedur kerja secara konsisten.

Mandiri: 

Bekerja produktif tanpa perlu pengawasan ketat.

Rapi: 

Mengelola dokumen dan area kerja dengan teratur.

Dampak Positif di Kantor

Kepercayaan: 

Menjadi waktu Anda untuk proyek penting.

Efisiensi: 

Mengurangi waktu yang terbuang sia-sia.

Karier: 

Membuka peluang promosi jabatan lebih cepat.


ALAT PSIKOTES UNTUK UKUR KEDISIPLINAN*

No Nama Tes Yang Diukur / Bendera Merah Kenapa Penting Waktu

**1** **PAPI Kostick** `Tinggi R = Aturan` + `Tinggi C = Ketelitian` + `Tinggi D = Disiplin` Taat aturan, teratur, kepatuhan prosedur 45 menit

**2** **Lima Besar / NEO PI-R** `C = Kehati-hatian Tinggi` + `N = Neuroticism Rendah` Kunci disiplin: rapi, tanggung jawab, kontrol diri 30 menit

**3** **Kraepelin / Pauli** `Grafik stabil + Error rendah + Tidak drop` Daya tahan, teliti, tidak ceroboh 30 menit

**4** **EPPS** `Tinggi Ord = Order` + `Tinggi Ach = Achievement` + `Rendah Play` Suka keteraturan, suka target, tidak main2 30 menit

**5** **Ujian D2** `Kecepatan tinggi + Konsentrasi tinggi + Sedikit salah` Fokus, tidak ceroboh, disiplin detail 15 menit

**6** **Army Alpha / IST** `Bagian "Aturan & Logika" skor tinggi` Paham aturan & bisa ikut sistem 40 menit

*Paket Wajib HR*: `PAPI + Kraepelin + Lima Besar C`  

*Paket Pabrik/Operasional*: Tambah `Ujian D2


DAFTAR PUSTAKA*

1. *Manual PAPI*  

    Kostick, M. (2003). _PAPI: Inventaris Kepribadian dan Preferensi_. Psikodaya.

2. *Lima Besar & Ketelitian*  

    Barrick, MR, & Mount, MK (1991). _Lima Dimensi Kepribadian Besar dan Kinerja Pekerjaan_. Psikologi Personalia.

3. *Tes Kraepelin*  

    Kraepelin, E. (1895). _Über Ermüdungsmessungen_. Arsipkan untuk Psikologi.




Seleksi Pegawai Demotivasi

 



Ciri Pegawai yang menyesal diri atau kera

Manusia adalah makhluk yang selalu punya tujuan dan keinginan,dan juga punya keinginan untuk menjalankan tugas hidupnya yakni melanjutkan dari generasi ke generasi,namun kadang salah antisipasi dalam kesempatan untuk meraih cita cita sehingga bayangan kebahagiaan hidupnya lepas dari genggaman,dan menjadikan perasaan menyesal,dan mengeluh merasa gagal atau kera nasibnya.

Demotivasi = Faktor yang membuat semangat kerja turun: bosan, burnout, tidak bersemangat, konflik. Kalau tidak digali dari awal, yang terjadi: mangkir, kinerja turun, resign, toxic.

Dalam dunia kerja, pegawai yang merasa menyesal (misalnya karena salah memilih karir atau tempat kerja) dan pegawai yang terkesan “apes” (kurang beruntung) sering menunjukkan ciri-ciri khas melalui pola pikir, sikap, dan kinerja mereka.


Ciri Pegawai yang Menyesal


Sering Mengeluh dan Membandingkan:

 Mengagungkan perusahaan/pekerjaan sebelumnya atau tempat kerja teman, serta menganggap pekerjaan saat ini sebagai keputusan yang buruk.


Demotivasi dan Berhenti Tenang :

 Hanya melakukan tugas minimal sesuai kualifikasi dasar tanpa inisiatif, semangat, atau keinginan untuk belajar hal baru.


Fokus pada Dampak Negatif: 

Memandang setiap perubahan, tugas, atau kebijakan baru sebagai beban tambahan daripada peluang untuk berkembang.


Menarik Diri dari Lingkungan Sosial: 

Jarang berinteraksi aktif dengan rekan kerja dalam kegiatan di luar tugas utama dan terkesan menutup diri.


Ciri Pegawai yang Terkesan "Kera" (Sial)


Manajemen Waktu yang Buruk: 

Sering kali terjebak dalam situasi darurat (batas waktu mepet, salah jadwal) karena perencanaan yang kurang matang, bukan semata-mata faktor nasib.


Komunikasi Kurang Cermat: 

Sering mengalami salah paham ( miscommunication ) dengan atasan atau tim, yang berujung pada kesalahan kerja atau pelimpahan tanggung jawab.


Kurang Antisipatif:

 Jarang menyiapkan rencana cadangan (Plan B), sehingga ketika terjadi kendala teknis atau perubahan mendadak, hasilnya berdampak langsung pada kinerja mereka.


Sering Menjadi "Korban" Keadaan:

 Cenderung memiliki locus of control eksternal , yaitu menyalahkan faktor luar (nasib, sistem, atau orang lain) atas kegagalan yang dialami.


ALAT PSIKOTES UNTUK DETEKSI DEMOTIVASI

No Nama Tes Yang Diukur / Red Flag Demotivasi Kenapa Penting Waktu

1 **PAPI Kostick** `

Rendah N = Perlu Berprestasi` + `Rendah E = Kekuatan Ego` + `Tinggi D = Butuh Dukungan` Gampang nyerah, butuh disuapin terus 45 menit

2 **MMPI-2 / PAI**

`Skor Tinggi Skala Depresi, Kelelahan, Sinisme` Tanda awal burnout & sinis ke perusahaan 60 menit

3 **MBI - Inventarisasi Burnout Maslach**

3 Aspek: Kelelahan Emosional + Depersonalisasi + Prestasi Pribadi Rendah` Alat emas untuk mengukur burnout` 15 menit

4 **JDS - Survei Diagnostik Pekerjaan**

5 Faktor: Keanekaragaman Keterampilan, Otonomi, Umpan Balik. Kalau rendah = Bosan`Periksa apakah pekerjaan yang bikin demotivasi 20 menit

5 **EPPS** `

Def Tinggi = Rasa Hormat` + `Rendah Ach, Dom` Penurut, tidak berani, tidak ada permulaan 30 menit

6 **Tes D2 / Kraepelin**

`Grafik turun drastis + Banyak error` Tidak ada daya tahan. Mudah capek mental 30 menit

7 **WMS - Skala Motivasi Kerja**

`Motivasi Ekstrinsik saja. Intrinsik = 0` "Kalau tidak ada bonus saya tidak kerja" 15 menit

*Paket HR Wajib*: `MBI + PAPI + JDS`  

*Paket Deep*: Tambah `MMPI-2` untuk kritik posisial

30 menit

DAFTAR PUSTAKA


1. *Manual Inventarisasi Burnout Maslach*  

    Maslach, C., & Jackson, SE (1986). _MBI: Maslach Burnout Inventory_. Consulting Psychologists Press.

2. *Survei Diagnostik Pekerjaan*  

    Hackman, JR, & Oldham, GR (1980). _Perancangan Ulang Pekerjaan_. Addison-Wesley.

3. *Manual PAPI*  

    Kostick, M. (2003). _PAPI: Inventaris Kepribadian dan Preferensi_. Psikodaya.

4. *Demotivasi di Tempat Kerja*  

    Herzberg, F. (2003). _Sekali Lagi: Bagaimana Anda Memotivasi Karyawan?_. Harvard Business Review.





Thursday, August 20, 2026

Seleksi Berdaya Echievment tinggi

 

Daya Motivasi Pegawai 

Orang yang memiliki motivasi tinggi umumnya menunjukkan dorongan internal yang kuat untuk mencapai tujuan dan tidak mudah menyerah. Berikut adalah ciri-ciri utamanya:

**Perilaku & Pola Pikir Utama**

 * **Orientasi pada Target (Goal-Oriented):** Memiliki tujuan hidup atau kerja yang spesifik, terukur, dan realistis, serta fokus menyusun langkah-langkah untuk mencapainya.

 * **Proaktif dan Inisiatif:** Tidak menunggu perintah atau kesempatan datang; mereka aktif mencari peluang dan menyelesaikan masalah sebelum membesar.

 * **Ketahanan Tinggi (Resilience):** Memandang kegagalan atau tantangan sebagai pelajaran, bukan akhir dari segalanya, sehingga cepat bangkit (*bangkit kembali*).

 * **Disiplin dan Konsisten:** Tetap bekerja dan berkomitmen pada tujuan bahkan ketika rasa malas datang atau antusiasme awal mulai mereda.

 * **Haus Belajar & Pengembangan Diri:** Selalu ingin meningkatkan keterampilan, menerima kritik yang membangun dengan terbuka, dan tidak cepat puas dengan pencapaian saat ini.

**Ciri-Ciri Tambahan**

 * **Manajemen Waktu yang Baik:** Paham memprioritaskan dan mampu mengelola waktu secara efisien untuk hal-hal yang produktif.

 * **Energi dan Antusiasme Positif:** Menunjukkan fokus yang mendalam (*flow*) dan semangat saat mengerjakan tugas yang selaras dengan tujuan.

 * **Tanggung Jawab Penuh:** Memiliki *internal locus of control*—meyakini bahwa keberhasilan maupun kegagalan berada di bawah kendali dan usaha mereka sendiri, bukan menyalahkan keadaan atau orang lain.

ALAT PSIKOTES PALING EFEKTIF UNTUK MOTIVASI*

No Nama Tes Yang Diukur Red Flag Motivasi Waktu Rendah

**1** **PAPI Kostick** `Motivasi Berprestasi, Kekuasaan, Afiliasi` Rendah di: N = Perlu Berprestasi, L = Kepemimpinan, E = Ego 45 menit

**2** **TEP / Tes Apersepsi Tematik** `Motif Bawah Sadar: Prestasi, Afiliasi, Kekuasaan` Cerita pasif, tidak ada target, banyak tantangan 60 menit

**3** **EPPS - Preferensi Pribadi Edwards** `15 Kebutuhan McClelland` Rendah di Ach, Dom. Tinggi di Def, Ord 30 menit

**4** **MBTI** `Sumber Energi & Gairah Kerja` Tipe I + P tinggi = Mudah bosan, butuh dorongan 20 menit

**5** **Lima Besar** `Kehati-hatian + Ekstraversi` Rendah di C = Malas, tidak disiplin. Rendah E = Tidak Inisiasi 30 menit

**6** **Skala Motivasi Kerja / WMS** `Motivasi Intrinsik vs Ekstrinsik` Hanya mau kerja kalau ada bonus. Tidak ada gairah belajar 15 menit

**7** **Kraepelin / Pauli** `Ketahanan & Semangat Kerja` Grafik turun terus. Menyerah di tengah 30 menit

*Paket SDM Minimal*: `PAPI + WMS + Kraepelin`  

*Paket Dalam*: Tambah `TEP + EPPS` untuk Manajer posisi ke atas


DAFTAR PUSTAKA*

1. *PAPI Manual*  

    Kostik, M. (2003). _PAPI: Inventaris Kepribadian dan Preferensi_. Psikodaya.

2. *Teori McClelland*  

    McClelland, DC (1987). _Motivasi Manusia_. Cambridge University Press.

3. *Manual EPPS*  

    Edwards, AL (1959). _Jadwal Preferensi Pribadi Edwards_. Psychological Corporation.

4. *Skala Motivasi Kerja*  

    Gagné, M., dkk. (2015). _Skala Motivasi Ekstrinsik dan Intrinsik Kerja_. Jurnal Ilmu Perilaku Kanada.

5. *Buku HR Indonesia*  

    Robbins, SP, & Judge, TA (2019). _Perilaku Organisasi_. Pearson. Bab: Mo

tivasi