Ciri pegawai nakal
Pegawai yang bermasalah atau “nakal” dalam lingkungan kerja dapat diketahui melalui beberapa indikasi sikap, integritas, dan kinerja yang berdampak negatif terhadap tim maupun perusahaan.
Sikap dan Etika Kerja
Sering Mangkir:
Sering terlambat, sering izin dengan alasan tidak jelas, atau menghilang saat jam kerja.
Tidak Bertanggung Jawab:
Menyalahkan orang lain saat terjadi kesalahan (mengkambinghitamkan) dan mengakui kekeliruan sendiri.
Suka Memprovokasi:
Menyebarkan gosip beracun, mengadu domba antarpekerja, atau menciptakan suasana kerja yang tidak kondusif.
Kinerja dan Integritas
Manipulasi Data atau Tugas:
Memalsukan laporan kinerja, nota keuangan (reimbursement), atau manipulasi absensi.
Hasil Kerja Asal-asalan:
Menyepelekan batas waktu ( batas waktu ) dan memberikan hasil kerja yang jauh di bawah standar secara konsisten.
Penyalahgunaan Fasilitas:
Penggunaan aset, anggaran, atau waktu perusahaan demi kepentingan pribadi secara berlebihan.
Ketidakjujuran:
Sering berbohong kepada atasan maupun rekan kerja mengenai status pekerjaan.
Penanganan terhadap pegawai dengan ciri-ciri ini umumnya memerlukan pendekatan bertahap, mulai dari teguran lisan, pemberian Surat Peringatan (SP), hingga evaluasi tindakan disipliner sesuai aturan ketenagakerjaan yang berlaku.
Alat Psikotes yang digunakan
Alat psikotes yang digunakan untuk mendeteksi pegawai yang “nakal”, bermasalah secara perilaku, atau memiliki potensi pelanggaran etika dan hukum di tempat kerja adalah MMPI (Minnesota Multiphasic Personality Inventory).
Tes MMPI sangat diandalkan dalam dunia kerja dan klinis karena dilengkapi dengan skala validitas yang mampu mendeteksi apakah seseorang berbohong, mencoba terlihat baik (berpura-pura baik), atau menyembunyikan sifat aslinya.
Jenis Alat Tes Pendukung Lainnya
Selain MMPI, HR atau psikolog perusahaan sering menggunakan kombinasi alat tes kepribadian dan integritas berikut untuk menilai potensi perilaku negatif pegawai:
EPPS (Edwards Personal Preference Schedule):
Mengukur motivasi, kebutuhan dasar, serta potensi kecenderungan manipulatif atau dominasi yang berlebihan.
PAPI Kostick:
Memetakan peran dan gaya perilaku dalam bekerja, termasuk tingkat kepatuhan terhadap aturan dan pengawasan.
Uji DISC:
Melihat pola perilaku dominan, pengaruh, kestabilan, dan tingkat kepatuhan terhadap prosedur standar perusahaan.
Daftar Pustaka:
James D Ogdon, Psikodiagnostik dan Penilaian Personel di Tempat Kerja.