Tuesday, July 28, 2026
Cara Seleksi Pegawai Avoidant/Penakut
Monday, July 27, 2026
Cara atasi pegawai Hiperaktif
Pegawai Hiperaktif
Dalam rekrutmen Pegawai HRD atau Pansel Pegawai kurang jauh menggali calon Pegawai apakah punya kelainan psikologis atau tidak, karena jarang menyertakan Psikolog klinis atau Psikiater sebagai anggota tim seleksi.
Nama resminya di DSM-5-TR: *ADHD - Attention Deficit Hyperactivity Disorder*
Singkatnya: `Otaknya punya mesin Ferrari, tapi rem-nya rem sepeda`
A. APA ITU HIPERAKTIF?
Hiperaktif itu bukan "nakal" atau "kurang ajar".
Ini kondisi otak dimana 3 hal utama bermasalah:
3 Ciri Utama Artinya di Kehidupan Nyata
1. HIPERAKTIF
Energi berlebih. Susah diam. Banyak gerak. Banyak ngomong
2. IMPULSIF
Ngomong/bertindak dulu, mikir belakangan. Susah nunggu giliran
3. INATENSI
Susah fokus lama. Gampang terdistraksi. Lupa. Berantakan
`Catatan`: Ada 3 tipe ADHD. Ada yg cuma Inatensi, ada yg gabungan.
B. CIRI HIPERAKTIF PADA DEWASA
Orang dewasa jarang "lari2 di kelas". Cirinya lebih halus:
1. DI OTAK / PIKIRAN
a. *Pikiran balap* - 100 ide muncul bersamaan. Susah milih 1
b. *Gampang bosan* - Kerjaan rutin 2 minggu = siksaan
c. *Lupa* - Lupa rapat, lupa nama, lupa naruh HP
d. *Time Blind* - Tidak ngerti waktu. "5 menit lagi" = 1 jam
2 DI TUBUH / PERILAKU
a. *Gelisah* - Main pulpen, goyang kaki, jalan muter2 saat telpon
b. *Banyak ngomong* - Motong pembicaraan. Jawab sebelum pertanyaan selesai
c. *Impulsif* - Beli barang, mutusin resign, ngomong nyelkit tanpa filter
d. *Meledak* - Emosi naik turun cepat. 5 menit marah, 5 menit kemudian baik
3. DI KERJA / ORGANISASI
a. *Jago mulai, jelek nerusin* - Proyek baru semangat. Bulan ke-2 mati
b. *Multitasking kacau* - Buka 20 tab. Tidak ada yg kelar
c. *Kreatif tapi berantakan* - Ide bagus. File + meja + jadwal acak2an
d. *Kerja kebut semalam* - Baru jalan kalau deadline mepet karena butuh adrenalin
*ALAT PSIKOTES UNTUK MENGGALI PEGAWAI HIPERAKTIF / ADHD*
Khusus untuk seleksi rekrutmen seperti KPU, BUMN, ASN
`Catatan`: Tidak ada 1 tes yg bisa "memvonis ADHD". Kita pakai "Baterai Tes" = gabungan tes kepribadian + kognitif + observasi.
*BAGIAN 1: 5 PAKET ALAT TES YG PALING EFEKTIF*
No Nama Alat Tes Digali Apa Waktu Cocok untuk Pansel KPU
**1** **16PF - 16 Personality Factors**
`Raymond Cattell` **Ciri Hiperaktif**: Skor tinggi di C=Emosi Labil, F=Antusias, H=Pemberani, Q3=Kontrol Diri Rendah 45 menit `WAJIB`. Standar BKN & TNI
**2** **PAPI KOSTICK** **Gaya Kerja**: Skor tinggi di G=Energik, R=Banyak bicara, D=Impulsif, V=Tidak sabar 30 menit `WAJIB`. Paling dipakai BUMN
**3** **MBAI - Millon Behavioral** **Gangguan Kepribadian**: Skala Impulsif, Energik, Hiperaktif 25 menit Buat deteksi gangguan klinis
**4** **CFIT - Culture Fair Intelligence** **Fokus & Ketelitian**: Lihat pola salah di soal terakhir. Orang ADHD sering "kebut" jadi banyak salah di akhir 30 menit Lihat daya tahan fokus
**5** **Tes EPPS - Edwards** **Motivasi**: Skor tinggi di A=Achievement + L=Play + N=Aggression = energi tinggi tapi tidak terarah 40 menit Lihat dorongan & disiplin
`Rekomendasi Paket KPU`: 16PF + PAPI + CFIT + Wawancara Terstruktur
---
*BAGIAN 2: INDIKATOR RED FLAG DI HASIL TES*
Ini yg harus SDM lihat, bukan cuma "IQ berapa"
*A. DARI 16PF*
Faktor Skor Tinggi = Hiperaktif Skor Rendah = Risiko
**C: Stabilitas Emosi** 1-3 = Gampang meledak, stres
**F: Lincah** 8-10 = Banyak bicara, antusias berlebihan
**G: Aturan** 1-3 = Tidak patuh aturan, "aturan fleksibel"
**Q3: Kontrol Diri** 1-3 = Impulsif, berantakan, tidak terorganisir
**Q4: Ketegangan** 8-10 = Gelisah, tidak bisa santai
*B. DARI PAPI KOSTICK*
`Red Flag 4 Besar ADHD`
1. *G+ : Sangat Energik* - Tidak bisa diam, butuh gerak terus
2. *R+ : Sangat Sosial* - Banyak ngomong, motong pembicaraan
3. *D- : Tidak Sabar* - Mau hasil cepat, tidak teliti
4. *V- : Tidak Teratur* - Meja berantakan, tidak suka prosedur
*C. DARI CFIT / TES KOGNITIF*
1. *Pola "Kebut"* - 20 soal pertama benar semua, 20 soal terakhir salah semua = tidak tahan fokus lama
2. *Impulsif* - Banyak jawaban yg ditukar coret2
3. *Kecepatan > Akurasi* - Cepat tapi ceroboh
*BAGIAN 3: ALAT TAMBAHAN SELAIN TES KERTAS*
Psikotes saja tidak cukup. Wajib tambah:
Alat Cara Pakai untuk Gali Hiperaktif
**1. WAWANCARA BEI** "Ceritakan saat Anda telat deadline. Kenapa?" Lihat: menyalahkan, tidak ada sistem, kebut semalam
**2. GROUP DISCUSSION** Amati: motong omongan, ganti topik, tidak dengerin orang, gelisah
**3. INBASKET / SIMULASI** Kasih 10 email + deadline 1 jam. Lihat: bisa prioritas atau kerjain semua setengah2
**4. ASRS v1.1 - WHO** Kuesioner 6 pertanyaan skrining ADHD. Skor 4+ = lanjut asesmen klinis
*BAGIAN 4: CARA INTERPRETASI & KEPUTUSAN*
Hasil Tes Rekomendasi untuk Perusahaan
**HIJAU** Semua normal. Bisa ditempatkan di semua divisi
**KUNING** Ada ciri hiperaktif ringan. `Bisa diterima` tapi jangan taruh di Keuangan/Hukum/Logistik.
**MERAH** Skor sangat tinggi + tidak ada insight. `Pertimbangkan Gugur` untuk posisi yg butuh ketelitian & kepatuhan tinggi
`Kunci`: Hiperaktif bukan auto gugur. Kalau dia sadar diri + mau pakai sistem = bisa jadi aset.
*KESIMPULAN 1 KALIMAT*
`Alat terbaik = 16PF + PAPI + Observasi. Cari 3 hal: Kontrol Diri Rendah + Energi Tinggi + Tidak Sabar.`
3. APA PENYEBABNYA?
Bukan karena "kurang disiplin" atau "kurang doa"
a. *60-80% GENETIK* - Diturunkan. Otak dopaminnya beda
b. *STRUKTUR OTAK* - Area `Prefrontal Cortex` + `Basal Ganglia` lebih kecil. Ini bagian "rem" dan "fokus"
c. *LINGKUNGAN* - Stres, kurang tidur, main HP 10 jam memperparah
4. HIPERAKTIF = BURUK SEMUA? TIDAK
Ini pedang bermata 2. Kalau di tempat yg salah = bencana. Kalau di tempat yg benar = aset.
Sisi Negatif Sisi Positif Kalau Diarahkan
Tidak bisa fokus lama Hyperfocus saat suka = bisa kerja 12 jam nonstop
Impulsif Spontan, kreatif, jago ide dadakan
Gelisah Energi tinggi, tidak kenal capek
Berantakan Out of the box, tidak kaku aturan
Makanya banyak CEO, pengusaha, content creator ADHD.
5. BEDA HIPERAKTIF vs RAJIN vs STRES
HIPERAKTIF
- Berperan Otak
- Tidak bisa fokus meski mau
- Sejak kecil <12
- Obatnya Struktur, terapi.
ORANG RAJIN
- Berperan karena Motivasi
- Bisa Fokus kalau penting
- Obatnya Apresiasi.
ORANG STRES
- Penyebabnya Tekanan sementara
-Bisa fokus kalau stres hilang
-Sejak Kapan?SejakSetelah ada masalah
-Obatnya Istirahat
BISA DISEMBUHKAN?
`Tidak "sembuh"`. Tapi `bisa dikelola 90%` dengan:
1. *STRUKTUR* - Checklist, alarm, kalender, 1 tugas 1 waktu
2. *SALURKAN ENERGI* - Taruh di posisi lapangan, event, sosialisasi. Jangan taruh di pembukuan
3. *TERAPI* - CBT untuk latih kontrol impuls
4. *OBAT* - Ritalin/Concerta. Hanya dgn resep Psikiater
5. *OLAHRAGA + TIDUR* - Wajib. Ini "obat alami" ADHD
SUMBER PUSTAKA:
1. *DSM-5-TR. APA 2022* - Kriteria ADHD 314.01
2. *Buku: "ADHD 2.0" - Dr. Hallowell & Ratey 2021*
*KESIMPULAN 1 KALIMAT*
`Hiperaktif = Otaknya ngebut terus. Bukan salah, tapi butuh "jalan tol" dan "rambu" yg jelas biar tidak kecelakaan.`
APAKAH HIPERAKTIF CIRI PEGAWAI CERDAS?
Secara singkat: tidak selalu, tetapi ada irisannya.
Anggapan bahwa anak atau orang hiperaktif pasti cerdas adalah sebuah mitos yang populer, meskipun keduanya bisa saling berkaitan dalam kondisi tertentu.
Untuk memahami hubungannya dengan lebih jernih, mari kita lihat dari beberapa sudut pandang:
1. Hiperaktif vs. Giftedness (Kecerdasan Di Atas Rata-rata)
Banyak orang sering tertukar antara ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) dan kecerdasan tinggi (giftedness) karena gejala luar mereka terlihat sangat mirip:
Rasa Ingin Tahu Tinggi: Anak yang sangat cerdas sering cepat bosan di kelas biasa, sehingga mereka gelisah, sering jalan-jalan, atau terkesan "tidak bisa diam".
Energi Berpikir: Pikiran mereka bergerak sangat cepat, sehingga fisik mereka pun terlihat aktif bergerak untuk mengimbangi pemikirannya.
Fokus Selektif: Anak cerdas bisa terlihat "cuek" atau aba-aba terhadap perintah jika menurut mereka hal itu tidak menarik, persis seperti gejala sulit fokus pada ADHD.
2. Apakah Penderita ADHD Otomatis Cerdas?
Tingkat kecerdasan (IQ) orang dengan ADHD terdistribusi secara normal, sama seperti populasi umum pada umumnya. ada yang ber-IQ rata-rata, di bawah rata-rata, dan ada juga yang di atas rata-rata (genius).
Hiperaktif sendiri bukanlah tanda bahwa seseorang cerdas atau tidak. Hiperaktif adalah kondisi terkait regulasi energi, fungsi eksekutif, dan kontrol diri di otak, bukan ukuran kapasitas intelektual.
3. Sisi "Keunggulan" dari Sifat Hiperaktif
Meskipun hiperaktif bukan ukuran IQ, gaya berpikir orang yang hiperaktif/ADHD sering kali membawa kelebihan tertentu jika diarahkan dengan benar:
Kreativitas Tinggi: Cara berpikir yang meloncat-loncat (divergent thinking) sering menghasilkan ide-ide yang unik dan out-of-the-box.
Hyperfocus:* Saat menemukan hal yang disukai, mereka bisa sangat fokus dan produktif hingga melupakan waktu dan sekitar.
Energi & Antusiasme: Memiliki dorongan energi yang luar biasa untuk mencoba hal-hal baru.
Ringkasan
Orang yang hiperaktif bisa jadi sangat cerdas, tetapi keberadaan sifat hiperaktif itu sendiri bukan bukti pasti bahwa seseorang itu cerdas.
Jika seseorang terlihat sangat aktif dan gelisah, penting untuk melihat apakah itu karena ia bosan karena tidak terfasilitasi kecerdasannya, atau memang ada kesulitan dalam mengontrol fokus dan impulsif (seperti ADHD).
Menghadapi pegawai yang sangat aktif, punya energi berlebih, atau "hiperaktif" di tempat kerja sebenarnya bisa menjadi keuntungan besar jika energinya diarahkan ke tempat yang tepat. Pegawai seperti ini biasanya punya antusiasme tinggi, cepat bekerja, tetapi kadang sulit fokus, sering memotong pembicaraan, atau mudah bosan.
Berikut adalah beberapa langkah praktis dan efektif untuk mengelola pegawai yang sangat aktif:
1. Salurkan Energinya ke Tugas yang Tepat
Orang dengan tingkat energi tinggi sering kali stres jika diberi pekerjaan yang monoton, repetitif, atau menuntut mereka duduk diam seharian.
Beri Tugas Berorientasi Lapangan/Aksi: Libatkan mereka dalam proyek yang butuh mobilitas tinggi, seperti client meeting, event organizer, atau quality control di lapangan.
Tanggung Jawab Pemecahan Masalah: Beri mereka tugas berjangka pendek (fast-paced) yang membutuhkan eksekusi cepat.
2. Pecah Proyek Menjadi Micro-Tasks
Pegawai yang hiperaktif cenderung mudah kehilangan fokus jika melihat proyek besar yang rumit dan panjang.
Bagi Tugas: Pecah proyek besar menjadi target harian atau mingguan yang jelas.
Gunakan Deadline Pendek: Deadline yang dekat membantu menjaga tingkat urgensi dan fokus mereka agar tidak mudah terdistraksi.
3. Tetapkan Batasan dan Struktur yang Jelas
Inisiatif mereka yang tinggi kadang membuat mereka keluar dari jalur atau menabrak aturan.
Buat SOP Singkat dan Padat: Jangan beri dokumen aturan yang terlalu tebal. Buat poin-poin penting (checklist) tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan.
Tegaskan Prioritas: Bantu mereka menentukan mana tugas yang Penting & Mendesak agar mereka tidak mengerjakan semua hal sekaligus tanpa ada yang selesai.
4. Fasilitasi Gaya Kerja Mereka (Gaya Komunikasi)
Beri Ruang Bergerak: Jika memungkinkan secara budaya kantor, biarkan mereka bekerja sambil berdiri, mengoperasikan standing desk, atau mengambil jeda istirahat singkat (micro-breaks) untuk sekadar berjalan sebentar.
Komunikasi Singkat & To the Point: Saat memberikan instruksi atau feedback, langsung pada intinya. Diskusi yang terlalu panjang dan bertele-tele akan membuat fokus mereka hilang.
5. Berikan Feedback Rutin dan Konstruktif
Sesi Check-in Singkat: Lakukan evaluasi singkat secara berkala (misal: 5-10 menit di awal atau akhir hari) untuk memastikan pekerjaan mereka tetap di jalur yang benar.
Apresiasi Antusiasmenya: Puji kelebihan mereka (kecepatan kerja, antusiasme, ide-ide kreatif) sebelum memberikan masukan tentang hal yang perlu diperbaiki (seperti kerapian, fokus, atau ketelitian).
Catatan Penting: Pastikan fokus Anda adalah pada manajemen perilaku dan hasil kerja, bukan mengubah kepribadian mereka. Selama hasil kerjanya mencapai target dan tidak mengganggu kenyamanan tim lain, energi tinggi mereka justru merupakan aset besar bagi perusahaan.
SUMBER PUSTAKA:
1. *DSM-5-TR. APA 2022* - Kriteria ADHD 314.01
2. *Buku: "ADHD 2.0" - Dr. Hallowell & Ratey 2021*
Tuesday, July 21, 2026
Cara Atasi Pegawai Psikopat
*CARA IDENTIFIKASI KARYAWAN DENGAN CENDERUNG "PSIKOPAT" DI TEMPAT KERJA & CARA MENGATASINYA*
Penting banget:
Kita bukan dokter. *Kita tidak boleh mendiagnosis "Psikopat"*.
Itu ranah Psikolog Klinis & Psikiater Forensik.
Yang bisa kita lakukan di HR/Pemimpin: mengidentifikasi `pola perilaku merusak` di tempat kerja.
Dalam psikologi industri istilahnya: *"Dark Triad Traits" - khususnya Manipulatif, Tidak Punya Empati, Berani Ambil Risiko*
Tujuan kita: Lindungi organisasi & tim.
*1. 10 CIRI PERILAKU KERJA "RED FLAG" PSIKOPATIS*
Muncul berulang selama 6-12 bulan. 1-2 ciri saja belum tentu.
Ciri 10 berkarakter Psikopat.
**a. PESONA PALSU**
Sangat charming ke atasan. Manis di depan, nusuk di belakang Puji pimpinan di rapat. 1 jam kemudian jelek2in tim di grup lain
**b. TIDAK PUNYA EMPATI**
Bawahan nangis/kesulitan = "itu urusan dia". Tidak ada rasa bersalah meninggal, dia fokus "gimana ganti orangnya cepat" tanpa empati
**c. MANIPULATIF**
Pinter memutarbalikkan fakta. Korban jadi kelihatan salah "Lho bukannya kmrn kamu yg setuju? Ada WA nya?" padahal tidak ada
**d. BERBOHONG PATHOLOGIS**
Bohong untuk hal kecil yg tidak perlu. Cerita dilebih2kan Klaim "saya yg selesaikan SIREKAP" padahal tim yg kerja
**e. TIDAK BERTANGGUNG JAWAB**
Salah = lempar ke orang lain. Berhasil = ngaku punya dia Audit temuan → "itu staf saya yg salah"
**f. TIDAK PUNYA RASA TAKUT/RESIKO**
Berani langgar aturan, main belakang "Titipan 10 orang ah, aman. Saya yg backup"
**g. SOMBONG & HAUS KEKUASAAN**
Merasa paling pintar. Merendahkan orang "Kalau bukan saya, Kantor ini sudah bubar dari dulu"
**h. HUBUNGAN DATAR**
Tidak punya teman dekat. Relasi = alat untuk naik Dekat hanya saat butuh, Setelah itu dibuang
**i. DENDAM & TIDAK MAAF**
Diingat 3 tahun. Balas lebih kejam "Ingat kan kamu pernah kritik saya 2022?"
**j. BOSAN CEPAT**
Suka bikin drama/konflik biar "hidup" Kerja lancar → dia yg bikin keributan baru
*Kunci pembeda dengan "Tegas"*:
`Tegas` = Tujuan organisasi + Ada empati + Mau disalahkan
`Pola Psikopat= Tujuan diri sendiri + Tidak ada empati + Tidak pernah salah
*2. EFEK BAGI ORGANISASI - SANGAT MERUSAK*
Ini paling berbahaya di posisi pimpinan seperti Manajer atau Direktur.
1. *Toxic Culture*: Tim takut, saling sikut, tidak percaya
2. *Turnover Tinggi*: Orang bagus resign duluan
3. *Keputusan Korup*: Gampang terima "titipan" karena tidak ada rasa bersalah
4. *Krisis Reputasi*: 1 skandal bisa hancurkan lembaga
5. *Bunuh Karakter*: Pinter cari kambing hitam saat ada masalah
`Data`: 1 orang dengan ciri ini di posisi pimpinan bisa merusak 20 orang tim dalam 1 tahun.
*3. TEKNIK MENGGALI SAAT WAWANCARA / ASSESSMENT*
Jangan tanya langsung "kamu psikopat?". Pakai teknik BEI + SJT
Contoh Pertanyaan.
"Bawahan kamu buat kesalahan fatal dan dia nangis. Kamu?"*
`Red Flag`: "Saya pecat. Biar jadi pelajaran" → Tidak ada empati
*TES SJT CONTOH*
"Situasi: Ada anggaran sisa. Tidak diaudit. Tim minta dibagi. Kamu?"
`Red Flag`: "Bagi aja. Rezeki"
*4. CARA MENGATASI / MENANGANI*
Tergantung sudah menjabat atau belum.
*A. KALAU BELUM DIANGKAT*
1. *Gagalkan*. Jangan naikkan ke posisi pimpinan
2. *Validasi dengan Psikotes*: Pakai alat PPI-R, B-Scan 360,Tes Grafis, IQ
3. *Panel Interview*: Jangan 1 lawan 1. Minimal 3 pewawancara
*B. KALAU SUDAH MENJABAT*
Ini paling sulit. Tujuannya: `Minimalisir kerusakan`
Langkah Caranya
**1. BATASI KUASA**
Jangan beri akses uang, rekrutmen, data rahasia sendirian. Wajib 2 tanda tangan
**2. DOKUMENTASI SEMUA**
Semua perintah harus tertulis WA/Surat. Verbal = bahaya
**3. BUAT SISTEM CHECK & BALANCE**
Ada Pengawas internal, audit, whistleblowing
**4. JANGAN KONFRONTASI EMOSI**
Dia ahli debat. Pakai data, aturan, fakta.
**5. LINDUNGI TIM**
Rotasi timnya. Jangan biarkan 1 tim kena terus
**6. BERI JALUR KELUAR YG AMAN**
"Promosi" ke staf ahli tanpa anak buah. Atau pensiun dini
*YANG JANGAN DILAKUKAN:*
1. Curhat ke dia. Dia akan pakai untuk menyerangmu
2. Berharap dia "berubah karena dinasehati"
3. Kasih dia kendali HR, Keuangan, Rekrutmen
*C. KALAU SUDAH MERUSAK PARAH*
A *Kumpulkan Bukti*: Email, WA, BA, saksi
B. *Libatkan Atasan + Legal + HR*
C. *Proses sesuai Aturan*: SP, Non Job, Copot.
*5. RINGKASAN: ATURAN 3D*
D Arti Tindakan
a.DETEKSI
Amati 10 ciri di atas Saat seleksi + 90 hari pertama kerja
b. DINGINKAN
Batasi kuasa, dokumentasi Kalau sudah menjabat
c. DEPLOY
Pindahkan / Copot sesuai aturan Kalau merusak
*PERINGATAN TERAKHIR*
1. *Jangan labeli orang*. Kita nilai perilaku, bukan orangnya
2. *Banyak orang "tegas" dikira "psikopat"*. Bedanya ada di Empati + Tanggung Jawab
3. *Kalau kamu korban*: Simpan bukti, cari sekutu, lapor ke atasan/Inspektorat
Kalau kamu benar2 curiga ada pimpinan dengan pola ini, paling aman libatkan *Psikolog Industri + Inspektorat* untuk assessment 360,pemeriksaan psikotes.
Sumber Pustaka :Millon, Personality of Carracteristic, 1956
Saturday, January 4, 2020
Personality Tipe Introvert dan Ekstravert
Sikap jiwa ada 2 jenis yakni sikap Tipe Ekstrovert dan sikap Tipe Introvert.
1. Sikap Positif
2. Kelemahan
b. Sikap Tipe Instrovert.
Saturday, December 21, 2019
Ciri ciri Technical Expertise
Dalam rekrutmen ahli teknis kadang salah mendapat pegawai yang benar dibutuhkan. Apakah seseorang punya kapasistas penguasaan tehnis dilihat sbb :
1. Sangat Terampil dlm bidangnya
2. Menguasai keahliaannya
3. Tidak tergantung arahan atasnya
4. Menyadari kebutuhan mengembangkan keahliannya
Sumber Pustaka : Dale S Beach, Psikodiasnotic and assesment the people at work, 1968.
Saturday, December 14, 2019
Jenjang Tingkatan Kapasitas Kinerja
Sebagai HRD/ SDM untuk memudahkan penempatan harus tahu kerangka perjenjangan karir
Ada 6 level yg bisa dinilai :
Level 1 : dalam aktivitas Pasif, action belum afa tindakan
Level 2 : Sudah realtif. Bertindak sesuai standar
Level 3 : Proaktif, berusaha melampau standar jenjang seksi.
Monday, December 2, 2019
Ciri - ciri bisa komunikasi efektif
Sebagai professional mesti memiliki kapasitas komunikasi efektif, adapun ciri - cirinya sbb :
1. Bicara jelas dapat dipahami lawan
2. Mampu menjelaskan ide
3. Dapat membahas kerja kepada rekan maupun atasan
4. Mampu menyampaikan pendapat dgn bahasa tubuh yg tepat
5. Terbuka pada perbedaan pendapat
6. Bersedia mengerti sudut pandang orang pain
7. Mampu menegosiasikan kesepakatan me arah kepentingan organisasi
8. Tidak pasif dalam komunikasi
9. Membangun budaya organisasi yang mengakomodasi keterbukaan komunikasi
10. Mampu menyeimbangkan percepatan dan kepentingan antar level dalam organisasi
Tuesday, November 26, 2019
Ilmu Ciri -Ciri bisa kerjasama
Tuesday, November 19, 2019
Ciri Ciri Orang punya team Leadership
1. Tidak menghindari sebagai Pemimpin
2. Mendelegasikan tugas
3. Mengarahkan kelompok terhadap visi Dan misi organisasi.
4 Mengidentifikasi kemampuan anggota
5. Menetapkan target yg terukur.
6. Tegas dalam memberi koreksi Dan teguran terhadap
7. Menggunakan analisa tentang kinerja sebelumnya sebagai bahan arahan tugas
8. Mempersiapkan kaderisasi
Wednesday, November 13, 2019
Ciri- ciri Pemimpin Visioner dan bagian otak yg berperan
Pemimpin merupakan tugas yang tidak ringan, apalagi jaman modern, harus tidak hanya memikirkan bagaimana organisasi bekerja saat ini, tetapi menjaga kelangsungan hidup organisasi tidak berhenti atau bangkrut jika perusahaan. Beberapa ciri-ciri Pemimpin yg punya visi ke depan
1. Selalu membuka kesempatan terhadap perubahan.
2. Mengidentifikasi adanya kebutuhan untuk berubah.
3. Berdikusi dengan orang lain mengenahi pendapat mereka tentang perubahan
4. Dapat mendifinisikan visi Dan misi organisasi
5. Berpikiran terbuka terhadap pandangan, usulan, kritikan, yang mengarah pada perubahan situasi.
6. Mengidentifikasi area yg perlu perubahan.
7. Mengkomunikasikan arah yg hendak dicapai kelompok.
8.Mempelopori,mempengaruhi,dan mengarahkan pandangan serta perilaku orang lain untuk mewujudkan visi organisasi
Tidak ada satu "pusat kepemimpinan" tunggal di otak. Kepemimpinan (leadership) adalah fungsi kognitif dan sosial yang sangat kompleks, sehingga melibatkan kerja sama dari beberapa bagian otak sekaligus.
Namun, jika harus menunjuk satu wilayah utama yang paling berperan, jawabannya adalah Korteks Prefrontal (Prefrontal Cortex / PFC).
1. Korteks Prefrontal (PFC) – "Ruang Kendali / CEO Otak"
Terletak tepat di belakang dahi, bagian ini adalah pusat fungsi eksekutif (executive functions). Dalam konteks kepemimpinan, PFC bertanggung jawab atas:
Pengambilan Keinginan & Keputusan (Decision Making): Menimbang risiko, menganalisis data, dan memilih strategi terbaik.
Pengendalian Diri (Impulse Control): Menjaga ketenangan di bawah tekanan dan tidak mengambil keputusan emosional secara gegabah.
Perencanaan Jangka Panjang (Strategic Thinking): Memvisualisasikan masa depan dan merancang langkah-langkah untuk mencapainya.
2. Bagian Otak Pendukung Kepemimpinan Lainnya
Kepemimpinan bukan hanya tentang logika, tetapi juga tentang hubungan antarmanusia dan emosi. Bagian otak lain yang turut berperan meliputi:
A. Sistem Limbik (Khususnya Amigdala & Insula)
Amigdala: Pusat pemrosesan emosi dan respons ancaman. Pemimpin yang baik mampu mengelola amigdala mereka agar tidak cepat panik (amygdala hijack).
Insula & Korteks Singulet Anterior (ACC): Berperan penting dalam empati dan kecerdasan emosional (EQ). Bagian ini membantu seorang pemimpin memahami perasaan dan kebutuhan anggotanya.
B. Network Otak Terkait Social Cognition (Jaringan Sosial)
Temporoparietal Junction (TPJ): Membantu dalam Theory of Mind—kemampuan untuk memahami sudut pandang, niat, atau pemikiran orang lain yang berbeda dari diri sendiri.
Ringkasan Fungsi Kimiawi Otak (Neurotransmiter)
Selain struktur fisik otak, hormon dan zat kimia juga memengaruhi gaya kepemimpinan:
Dopamin: Memicu dorongan pencapaian target, motivasi, dan inovasi.
Oksitosin: Mendorong rasa percaya (trust), kolaborasi, dan loyalitas dalam tim.
Serotonin: Berkaitan dengan status sosial, rasa percaya diri, dan kepemimpinan yang mengayomi.
Kortisol: Hormon stres; jika terlalu tinggi, dapat memperburuk fungsi Korteks Prefrontal (membuat pemimpin sulit berpikir jernih).
Kesimpulan: Korteks Prefrontal adalah "otot" utama kepemimpinan untuk strategi dan logika, sementara interaksinya dengan Sistem Limbik memberikan aspek empati dan kecerdasan emosional yang dibutuhkan seorang pemimpin efektif.
Wednesday, October 30, 2019
Ciri ciri personal Team Work
Baru saja kabinet Merah Putih atau cabinet kerja terbentuk, Dan Bapak Presiden berpesan anggota cabinet bekerja secara Tim.
Ciri ciri seseorang punya kapasitas teamwork diantaranya ;
1. Tidak pernah bersitegang dengan rekan kerja
2. Berkontribusi terhadap organisasi
3. Lebih senang berkerja berkelompok Dan percaya anggota kelompok yg lain
4. Mampu mengerjakan tugas mandiri
5. Menjalankan tugas Dan fungsi peran dalam kelompok dengan baik.
6. Menerima Dan mendukung keputusan kelompok
7. Membagi informasi yang berguna Dan relevant bagi kelimpok
Tuesday, July 23, 2019
On The Job Training
Ada 3 jenis umum dalam praktek on the job training :
a. coaching / understudy
c. Special assignments
Langkah langkah OJT.
a. Buat Peserta santai tidak tertekan
Monday, July 22, 2019
Soal Soal Gaya Manajer/ MSDT
Soal
INSTRUKSI: Pilihlah jawaban “A” atau “B” pada pasangan pernyataan-pernyataan berikut dan tulislah pada lembar jawaban yang telah disediakan. Dilarang membuat coretan apapun di dalam buku persoalan.
1. A. Saya mengabaikan pelanggar-pelanggar peraturan bila saya merasa pasti bahwa tidak ada satu orangpun yang mengetahui tentang pelanggar-pelanggar tersebut.
B. Bila saya mengumumkan suatu keputusan yang kurang menyenangkan, saya akan menjelaskan kepada bawahan saya bahwa keputusan ini dibuat oleh Direktur.
2. A. Bila ada seorang karyawan yang hasil kerjanya selalu tidak memuaskan saya, saya akan menunggu suatu kesempatan untuk memindahkannya dan bukan untuk memecatnya.
B. Bila ada bawahan saya yang dikucilkan dari kelompok kerjanya, saya akan mencarikan cara-cara agar supaya orang lain dapat berteman dengannya.
3. A. Bila Direktur memberikan perintah yang kurang menyenangkan, saya pikir adalah cukup bijaksana bila saya menyebutkan namanya dan bukan nama saya.
B. Saya biasanya membuat keputusan-keputusan saya sendiri dan menyampaikannya kepada bawahan saya.
4. A. Bila saya ditegur oleh atasan saya, saya akan memanggil semua bawahan saya dan mengatakan semua teguran tersebut kepada mereka.
”. B. Saya percaya bahwa suatu penerapan disiplin adalah merupakan seperangkat contoh untuk karyawan-karyawan lainnya.
5. A. Saya selalu melakukan diskusi-diskusi untuk mencapai kata sepakat.
B. Saya selalu menganjurkan kepada bawahan saya untuk memberikan usul-usul, tetapi kadang-kadang juga saya langsung membuat suatu tindakan tertentu.
6. A. Kadang-kadang saya berpikir bahwa perasaan-perasaan saya dan sikap-sikap saya adalah mementingkan tugas saya.
B. Saya mengijinkan bawahan-bawahan saya untuk ikut serta mengambil keputusan yang dibuat berdasarkan atas suara terbanyak.
7. A. Bila jumlah dan mutu hasil kerja bagian saya tidak memuaskan, saya menjelaskan kepada bawahan-bawahan saya bahwa Direktur merasa kecewa dan oleh karena itu mereka harus memperbaiki kerja mereka.
B. Saya membuat keputusan-keputusan sendiri dan kemudian saya mencoba untuk menjual keputusan-keputusan itu kepada bawahan saya.
8. A. Bila saya mengumumkan suatu keputusan yang kurang menyenangkan, saya akan menjelaskan kepada bawahan saya bahwa keputusan ini dibuat oleh Direktur.
B. Saya mengijinkan bawahan-bawahan saya untuk ikut serta di dalam pengambilan keputusan, tetapi sayapun menyediakan sesuatu keputusan terakhir.
9. A. Saya akan memberikan tugas-tugas yang sulit kepada bawahan saya yang belum berpengalaman, tetapi bila mereka memperoleh kesukaran, saya akan mengambil alih tanggung jawab mereka.
B. Bila jumlah dan mutu hasil kerja bagian saya tidak memuaskan, saya menjelaskan kepada bawahan-bawahan saya bahwa Direktur merasa kecewa dan oleh karena itu mereka harus memperbaiki mutu kerja mereka itu.
10. A. Saya merasa bahwa adalah penting agar bawahan-bawahan menyukai saya apabila saya bekerja keras untuk mereka.
B. Saya membiarkan orang-orang lain menangani tugas-tugas mereka masing-masing, walaupun mereka membuat banyak kesalahan.
11. A. Saya menunjukkan minat saya terhadap kehidupan pribadi bawahan-bawahan saya, sebab saya merasa bahwa saya mengerti mengapa mereka mengerjakan sesuatu hal sejauh mereka mengerjakan hal tersebut.
B. Saya saya merasa bahwa adalah tidak terlalu perlu untuk bawahan-bawahan saya mengerti mengapa mereka mengerjakan sesuatu hal sejauh mereka mengerjakan hal tersebut.
12. A. Saya percaya bahwa bawahan-bawahan yang disiplin tidak akan memperbaiki jumlah atau mutu kerja mereka di dalam jangka waktu yang panjang.
B. Bila menghadapi masalah yang sulit, saya berusaha untuk mencapai pemecahan yang paling sedikit bisa diterima oleh sebagian besar orang-orang yang bersangkutan.
13. A. Saya berpikir bahwa bila beberapa bawahan saya merasa tidak berbahagia, saya akan mencoba melakukan sesuatu mengenai hal tersebut.
B. Saya mengurusi pekerjaan saya sendiri dan saya merasa bahwa pekerjaan saya itu bisa mencapai “Dewan Direksi” untuk mengembangkan ide-ide baru.
14. A. Saya menyetujui kenaikan tunjangan-tunjangan untuk staf dan karyawan.
B. Saya menunjukkan persetujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang pekerjaan dan perusahaan dari bawahanbawahan saya, walaupun hal itu sebenarnya belum diperlukan untuk kedudukan mereka sekarang.
15. A. Saya membiarkan orang-orang lain menangani tugas-tugas mereka masing-masing, walaupun mereka membuat banyak kesalahan.
B. Saya membuat keputusan-keputusan sendiri tetapi saya akan mempertimbangkan usul-usul yang masuk di akal dari bawahanbawahan saya yang untuk memperbaiki keputusan tersebut apabila saya bertanya kepada mereka.
16. A. Bila ada bawahan saya yang dikucilkan dari kelompok kerjanya, saya akan mencarikan cara-cara agar supaya orang lain dapat berteman dengannya.
B. Bila seorang karyawan tidak sanggup menyelesaikan tugasnya, saya akan membantu dia untuk menyelesaikan tugas tersebut.
17. A. Saya percaya bahwa suatu penerapan disiplin adalah merupakan seperangkat contoh untuk karyawan-karyawan lainnya.
B. Kadang-kadang saya berpikir bahwa perasaan-perasaan saya dan sikap-sikap saya adalah mementingkan tugas saya.
18. A. Saya mencela pembicaraan-pembicaraan yang tidak perlu di antara bawahan-bawahan saya selama mereka bekerja.
19. A. Saya selalu memperhatikan mengenai keterlambatan dan kemangkiran.
B. Saya percaya bahwa Serikat-Serikat Buruh akan mencoba untuk meruntuhkan kewibawaan pimpinan perusahaan.
20. A. Kadang-kadang saya menentang keluhan-keluhan serikat buruh sebagai suatu perkara yang prinsipil.
B. Saya merasa bahwa keluhan-keluhan tidak dapat dicegah dan saya mencoba sebaik mungkin untuk dapat dilenyapkan.
21. A. Adalah penting bagi saya untuk memperoleh nilai kredit bagi ideide saya yang baik.
B. Saya menyuarakan pendapat-pendapat saya di muka umum hanya bila saya merasa bahwa orang lain akan setuju dengan saya.
22. A. Saya percaya bahwa Serikat-Serikat Buruh akan mencoba meruntuhkan kewibawaan pimpinan perusahaan.
B. Saya percaya bahwa pertemuan-pertemuan yang sering dengan karyawan secara pribadi adalah membantu pengembangan diri mereka.
23. A. Saya merasa bahwa tidak terlalu perlu untuk bawahan-bawahan saya mengerti mengapa mereka mengerjakan seuatu hal sejauh mereka mengerjakan hal tersebut.
B. Saya merasa bahwa jam pencatat waktu datang dan pulangnya para pegawai, mengurangi keterlambatan.
24. A. Saya biasanya membuat keputusan-keputusan saya sendiri dan menyampaikannya kepada bawahan saya.
B. Saya merasa bahwa Serikat-Serikat Buruh dan pimpinan perusahaan adalah bekerja untuk mencapai tujuan-tujuan yang sama
B. Saya menyetujui tunjangan-tunjangan untuk staf dan karyawankaryawan
25. A. Saya menyukai penggunaan dari skala penggajian karyawan.
B. Saya selalu melakukan diskusi-diskusi untuk mencapai kata sepakat.
26. A. Saya merasa bangga di dalam kenyataannya bahwa saya biasanya tidak akan menanyakan kepada seseorang untuk mengerjakan suatu tugas yang kalau untuk saya sendiri, tidak akan saya kerjakan.
B. Saya berpikir bahwa bila beberapa bawahan saya merasa tidak berbahagia, saya akan mencoba melakukan sesuatu mengenai hal tersebut.
27. A. Bila ada suatu tugas yang mendesak, walaupun semua peralatannya sudah disediakan saya akan membiarkannya saja, dan mengatakan kepada salah seorang bawahan saya untuk mengerjakan sesuatu tugas tersebut.
B. Adalah penting bagi saya untuk memperoleh nilai kredit bagi ideide saya yang baik.
28. A. Tujuan saya adalah mencapai bagaimana tugas-tugas dapat dikerjakan, tanpa saya merasa lebih benci daripada siapapun yang mengerjakan.
B. Saya mungkin menentukan tugas-tugas tanpa banyak mempertimbangkan pengalaman atau kemampuan, tetapi saya lebih menuntut pada pencapaian hasil-hasilnya saja.
29. A. Saya mungkin menentukan tugas-tugas tanpa banyak mempertimbangkan pengalaman atau kemampuan, tetapi saya lebih menuntut pada pencapaian hasil-hasilnya saja.
B. Saya dengan sabar mendengarkan keluhan-keluhan dan ketidakpuasan-ketidakpuasan dari bawahan saya tetapi seringkali saya meralat apa yang mereka katakan.
30. A. Saya merasa bahwa keluhan-keluhan tidak dapat dicegah dan saya mencoba sebaik mungkin untuk dapat dilenyapkan.
B. Saya percaya bahwa bawahan-bawahan saya akan merasakan kepuasan kerja mereka tanpa merasakan tekanan apapun dari saya.
31. A. Bila menghadapi masalah yang sulit, saya berusaha untuk mencapai pemecahan yang paling sedikit bisa diterima oleh sebagian besar orang-orang yang bersangkutan.
B. Saya percaya bahwa latihan melalui pengalaman bekerja, adalah lebih bermanfaat daripada pendidikan teoritis.
32. A. Saya selalu memberikan tugas-tugas yang sangat sulit kepada karyawan-karyawan yang paling berpengalaman.
B. Saya percaya bahwa kenaikan jabatan adalah semata-mata berdasarkan kemampuan yang ada.
33. A. Saya merasa bahwa masalah-masalah yang timbul di antara para karyawan biasanya akan dapat diselesaikan di antara mereka sendiri, tanpa campur tangan dari saya.
B. Bila saya ditegur oleh atasan saya, saya akan memanggil semua bawahan saya dan mengatakan semua teguran tersebut kepada mereka.
34. A. Saya tidak peduli dengan apa yang dikerjakan oleh karyawan saya di luar jam kerja kantornya. B. Saya percaya bahwa bawahan-bawahan yang disiplin tidak akan memperbaiki jumlah atau mutu kerja mereka di dalam jangka waktu panjang.
35. A. Saya memberikan informasi kepada “Dewan Direksi” tidak lebih dari pada apa yang mereka tanyakan.
B. Kadang-kadang saya menentang keluhan-keluhan Serikat Buruh sebagai sesuatu perkara yang prinsipil.
36. A. Saya kadang-kadang merasa ragu-ragu untuk membuat suatu keputusan yang akan tidak disukai oleh bawahan-bawahan saya.
B. Tujuan saya adalah mencapai bagaimana tugas-tugas dapat dikerjakan, tanpa saya merasa lebih benci daripada siapapun yang mengerjakannya.
37. A. Saya dengan sabar mendengarkan keluhan-keluhan dan ketidakpuasan–ketidakpuasan dari bawahan saya, tetapi seringkali saya meralat apa yang mereka katakan.
B. Saya kadang-kadang merasa ragu-ragu untuk membuat keputusan-keputusan yang akan tidak disukai oleh bawahanbawahan saya.
38. A. Saya menyuarakan pendapat-pendapat saya di muka umum hanya bila saya merasa bahwa orang lain akan setuju dengan saya.
B. Sebagian besar dari bawahan-bawahan saya dapat menyelesaikan tugas-tugas mereka, bila perlu, tanpa kehadiran saya.
39. A. Saya mengurusi pekerjaan saya sendiri, dan saya merasa bahwa pekerjaan saya itu bisa mencapai “Dewan Direksi” untuk mengembangkan ide-ide baru.
B. Bila saya memberikan perintah kepada bawahan-bawahan saya, saya menentukan batas waktu untuk mereka menyelesaikannya
40. A. Saya selalu menganjurkan kepada bawahan saya untuk memberikan usul-usul, tetapi kadang-kadang juga saya langsung membuat suatu tindakan tertentu.
B. Saya mencoba untuk membuat bawahan-bawahan saya merasa senang hatinya apabila mereka berbicara dengan saya.
41. A. Di dalam diskusi, saya memberikan fakta-fakta seperti apa yang mereka pahami, dan membiarkan mereka melukiskan kesimpulankesimpulan mereka sendiri.
B. Bila Direktur memberikan perintah yang kurang menyenangkan, saya pikir adalah cukup bijaksana bila saya menyebutkan namanya dan bukan nama saya.
42. A. Bila ada tugas-tugas yang tidak dikehendaki yang harus dikerjakan, sebelumnya saya akan menanyakan kepada beberapa sukarelawan yang mau mengerjakan tugas tersebut.
B. Saya menunjukkan minat saya terhadap kehidupan pribadi bawahan-bawahan saya, sebab saya merasa bahwa sayapun mengharapkan mereka berbuat seperti itu kepada saya.
43. A. Saya adalah seorang yang sangat memperhatikan kebahagiaan karyawan-karyawan saya di dalam mereka mengerjakan tugastugas mereka.
B. Saya selalu memperhatikan mengenai keterlambatan dan kemangkiran.
44. A. Sebagian besar dari bawahan-bawahan saya dapat menyelesaikan tugas-tugas mereka, bila perlu tanpa kehadiran saya.
B. Bila ada sesuatu tugas yang mendesak, walaupun semua peralatannya sesudah disediakan, saya akan membiarkannya saja dan mengatakan kepada salah seorang bawahan saya untuk mengerjakan tugas tersebut.
45. A. Saya percaya bahwa bawahan-bawahan saya akan merasakan kepuasan kerja mereka tanpa merasakan tekanan apapun dari saya.
B. Saya memberikan informasi kepada “Dewan Direksi” tidak lebih daripada apa yang mereka tanyakan.
46. A. Saya percaya bahwa pertemuan-pertemuan yang sering dengan karyawan secara pribadi adalah membantu pengembangan diri mereka.
B. Saya adalah seorang yang sangat memperhatikan karyawankaryawan saya di dalam mereka mengerjakan tugas-tugas mereka.
47. A. Saya menunjukkan persetujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang pekerjaan dan perusahaan dari bawahanbawahan saya, walaupun hal itu sebenarnya belum diperlukan untuk kedudukan mereka sekarang.
B. Saya mengawasi benar bawahan-bawahan saya yang kurang mahir di dalam bekerjanya atau bawahan-bawahan saya yang hasil kerjanya kurang memuaskan.
48. A. Saya mengijinkan bawahan-bawahan saya untuk ikut serta mengambil keputusan dan saya selalu mematuhi keputusan yang dibuat berdasarkan atas suara terbanyak.
B. Saya membuat bawahan-bawahan saya bekerja keras, dan saya berusaha menyakinkan mereka bahwa biasanya mereka mendapat perlakukan yang adil dari “Dewan Direksi”.
49. A. Saya merasa bahwa semua karyawan pada jabatan yang sama seharusnya memperoleh gaji yang sama.
B. Bila ada seorang karyawan yang hasil kerjanya selalu tidak memuaskan saya, saya akan menunggu suatu kesempatan untuk memindahkannya dan bukan untuk memecatnya.
50. A. Saya merasa bahwa tujuan-tujuan Serikat Buruh dan tujuantujuan perusahaan adalah saling berbeda dan saya mencoba untuk tidak membuat pandangan saya secara jelas.
B. Saya merasa bahwa adalah penting agar bawahan saya menyukai saya apabila saya bekerja keras untuk mereka.
51. A. Saya mengawasi benar bawahan-bawahan saya yang kurang mahir di dalam bekerjanya atau bawahan-bawahan saya yang hasil kerjanya kurang memuaskan.
B. Saya mencela pembicaraan-pembicaraan yang tidak perlu di antara bawahan-bawahan saya selama mereka bekerja.
52. A. Bila saya memberikan perintah kepada bawahan-bawahan saya, saya menentukan batas waktu untuk mereka menyelesaikannya.
B. Saya merasa bangga di dalam kenyataannya bahwa saya biasanya tidak akan menanyakan kepada seseorang untuk mengerjakan suatu tugas yang kalau saya sendiri tidak akan saya kerjakan.
53. A. Saya percaya bahwa latihan melalui pengalaman bekerja, adalah lebih bermanfaat daripada pendidikan teoritis.
B. Saya tidak peduli dengan apa yang dikerjakan oleh para pegawai saya di luar jam kantornya.
54. A. Saya merasa bahwa jam pencatat waktu datang dan pulangnya para pegawai, mengurangi keterlambatan.
B. Saya mengijinkan bawahan-bawahan saya untuk ikut serta mengambil keputusan dan saya selalu mematuhi keputusan yang dibuat berdasarkan atas suara terbanyak. tujuan-tujuan yang sama.
55. A. Saya mengambil keputusan-keputusan saya sendiri, tetapi saya dapat mempertimbangkan saran-saran yang wajar dari bawahanbawahan saya untuk saya manfaatkan, bilamana saya bertanya kepada mereka.
B. Saya merasa bahwa tujuan-tujuan Serikat Buruh dan tujuantujuan perusahaan adalah saling berbeda, dan saya mencoba untuk tidak membuat pandangan saya secara jelas.
56. A. Saya membuat keputusan-keputusan sendiri dan kemudian saya mencoba untuk “menjual” keputusan-keputusan itu kepada bawahan saya.
B. Apabila mungkin saya membentuk kelompok-kelompok kerja yang terdiri dari orang-orang yang sudah menjadi teman-teman baik saya.
57. A. Saya tidak akan ragu-ragu untuk mempekerjakan pegawaipegawai yang cacat jasmaninya, bilamana saya merasa pasti bahwa dia dapat mempelajari pekerjannya.
B. Saya mengabaikan pelanggar-pelanggar peraturan bila saya merasa pasti bahwa tidak ada satu orangpun yang mengetahui tentang pelanggaran-pelanggaran tersebut.
58. A. Apabila mungkin saya membentuk kelompok-kelompok kerja yang terdiri dari orang-orang yang sudah menjadi teman-teman baik saya.
B. Saya akan memberikan tugas-tugas yang sulit kepada bawahanbawahan saya yang berpengalaman, tetapi bila mereka memperoleh kesukaran, saya akan mengambil alih tanggung jawab mereka.
59 A Saya membuat bawahan-bawahan saya bekerja keras, dan saya
berusaha meyakinkan mereka bahwa biasanya mereka mendapat
perlakuan yang adil dari “Dewan Direksi”.
B. Saya percaya bahwa suatu penerapan disiplin adalah merupakan
seperangkat contoh untuk karyawan-karyawan lainnya
60. A. Saya mencoba untuk membuat bawahan-bawahan saya merasa senang hatinya apabila mereka berbicara dengan saya.
B. Saya menyukai penggunaan dari skala penggajian karyawan.
61. A. Saya percaya bahwa kenaikan jabatan adalah semata-mata berdasarkan kemampuan yang ada. B. Saya merasa bahwa masalah-masalah yang timbul di antara mereka sendiri, tanpa campur tangan dari saya.
62. A. Saya merasa bahwa Serikat-Serikat Buruh dan pimpinan perusahaan adalah bekerja untuk mencapai tujuan-tujuan yang sama.
B. Di dalam diskusi, saya memberikan fakta-fakta seperti apa yang mereka pahami, dan membiarkan mereka melukiskan kesimpulan-kesimpulan mereka sendiri.
63. A. Bila seorang karyawan tidak sanggup menyelesaikan tugasnya, saya akan membantu dia untuk menyelesaikan tugas tersebut.
B. Saya merasa bahwa semua karyawan pada jabatan yang sama seharusnya memperoleh gaji yang sama.
64. A. Saya mengijinkan bawahan-bawahan saya untuk ikut serta di dalam pengambilan keputusan, tetapi sayapun menyediakan sesuatu yang jitu untuk membuat keputusan terakhir.
B. Saya tidak akan ragu-ragu untuk mempekerjakan pegawaipegawai yang cacat jasmaninya, bilamana saya merasa bahwa dia dapat mempelajari pekerjaannya.
Friday, May 17, 2019
Karakter Narsistik
1. Karakter Kognitif
2. Karakter Emosi Kararakter sikap bangga diri dan ekspansif .Sikapnya menganggap dirinya punya nilai lebih, dan Orang lain dianggap tidak bernilai.





