ilmu2hrd.blogspot.com

Pages

Saturday, January 4, 2020

Tipe Introvert dan Ekstravert

Sifat Introvert Dan Ekstrobert

Sikap jiwa ada 2 jenis yakni sikap Tipe Ekstrovert dan sikap Tipe Introvert. 

a.  Tipe Ekstrovert

Orang yang Ekstravert terutama dipengaruhi oleh Dunia Objektif atau dunia lingkungan luar dari dirinya. Orientasi dan pandangan tertuju pada luar. Misalnya fikiran berorientasi ke luar menerima pendapat orang lain walau mungkin bertentangan pendapat sendiri. Akhirnya tindakan jarang mempertahan pendapat dan lebih menahan pendapat jika berdebat. 

 1. Sikap Positif 

Selalu bersikap positif dengan masyarakatnya, tidak pernah curiga terhadap orang lain, terbuka dalam permasalahan dan mudah menyesuaikan diri dengan orang lain. Orang Ekstrovert mudah termotivasi sangat cocok sebagai Sales atau pekerjaan humas, berhadapan orang baik perorangan atau umum. 

  2. Kelemahan

Apabila ikatan terhadap dunia luar terlalu kuat,  maka akan kehilangan dirinya sendiri atau tenggelam kedalam pengaruh luar, sebagai contohnya anak lebih percaya kepada teman temannya untuk nongkrong di luar pada malam hari walau itu suhu malam mengganggu kesehatannya. 

 b. Sikap Tipe Instrovert. 

Orang yang Introvert adalah orang yang dipengaruhi Subjektif atau dirinya sendiri  semua diperhitungkan dengan kepentingan, kenyamanan dirinya sendiri. Tindakan, fikiran dan perasaan selalu berorientasi kedalam walau mungkin tidak lazim menurut pandangan masyarakatnya. Orang Introvert misalnya dia tahu bahwa saluran got didepan rumahnya itu sudah menjadi milik umum, tetapi tetap dibangun dan ditutup untuk menambah area parkir pribadi mobilnya, bahkan disertai atap yang digabung dgn bangunan rumah. 

1. Kebaikannya
Orang Introvert selalu hati hati dalam bertindak  selalu diperhitungkan untung dan ruginya dengan dirinya atau pengaruh subyektifnya. Fikiran perasaan, tindakan terutama dipengaruhi faktor faktor subyektif walau tidak masuk diakal lazimnya di masyarakatnya. 

2. Kelemahan
Orang Introvert susah bergaul karena itu susah menyesuaikan diri , jiwa tertutup sehingga susah untuk diajak diskusi, susah berhubungan dengan orang lain. Apabila terlalu tenggelam dalam subyektifitasnya sehingga lepas dari dunia obyektifitasnya tentu akan asing bagi masyarakatnya, dan kemungkinan menderita depresi lebih besar terjadi. 

Orang Introvert lebih cocok bekerja sendiri tanpa libatkan orang lain seperti ahli IT, Peneliti atau Laborat. 

Sumber Pustaka : Sumadi Suryabroto,  Psikologi Perkembangan cetakan IV oleh Rake Sarasin P. O. Box 83 Yogyakarta, 1990

Saturday, December 21, 2019

Ciri ciri Technical Expertise

Ciri ciri ahli teknis
Dalam rekrutmen ahli teknis kadang salah mendapat pegawai yang benar dibutuhkan. Apakah seseorang punya kapasistas penguasaan tehnis dilihat sbb :
1. Sangat Terampil dlm bidangnya
Hal ini tentunya bisa kita amati dengan kapasitas psikomotoriknya, akan nampak perpaduan antara kecepatan, ketepatan dan fleksibilitas gerakan dalam melakukan pekerjaannya. 

2. Menguasai keahliaannya
Penguasaan dimiliki berupa penguasaan aspek kognitif, yakni teori teori pengetahuan yg mendasari skill teknisnya. Sebagi misal ahli teknis mesin tentu menguasai teori fisika kinetik yang mendasari kinerja mesin. 

3. Tidak tergantung arahan atasnya
Apabila ada kendala dari kinerja teknis misal ada hambatan bisa berkreasi memecahkan dan menemukan solusi perbaikan sendiri. 

4. Menyadari kebutuhan mengembangkan keahliannya
Dalam menghadapi dinamika kemajuan teknologi, maka untuk bisa selalu survive dalam bidangnya aktif belajar mengikuti perkembangan zaman. Ini bisa mengikuti seminar seminar, atau mencari jurnal jurnal ilmiah yang berkaitan dengan keahlian yang menjadi bidangnya. 

Sumber Pustaka : Dale S Beach, Psikodiasnotic and assesment the people at work, 1968.

Saturday, December 14, 2019

Jenjang Tingkatan Kapasitas Kinerja

Kerangka Perjenjangan
Sebagai HRD/ SDM  untuk memudahkan penempatan harus tahu kerangka perjenjangan karir
Ada 6 level yg bisa dinilai :
Level 1 : dalam aktivitas Pasif, action belum afa tindakan
Kurang memiliki kapasitas untuk menghasilkan kinerja sesuai target. 

Level 2 : Sudah realtif. Bertindak sesuai standar
Sudah punya kapasitas kinerja yg bisa mencapai target yang ditetapkan. Cocok ditugaskan sebagai staff. 

Level 3 : Proaktif, berusaha melampau standar jenjang seksi.
Mempunyai kapasitas mampu melampaui target yang ditetapkan, bisa menetapkan target mandiri dan selalu lebih melampaui target standar. cocok supervisor.

Level 4 : Inisiatif terkait sistem, bertindak sistematis, struktur bagian 
Sudah punya kapasitas menggunakan pendekatan baru dan manfaatkan sumber daya, dan cocok sebagai Head

Level 5. Kebijakan yang  terkait antar lintas fungsi. 
Kemampuan bekerja secara komprehensif, mampu mengubah kinerja sistem dan memastikan kesiapan fungsi yang lain. Cocok jadi Group Head. 

Level 6. Berani membangun budaya
Kemampuan  membangun kinerja dilingkup organisasi untuk berkembang sesuai visi dan misi. Cocok sebagai Direktur. 

Monday, December 2, 2019

Ciri - ciri bisa komunikasi efektif

Komunikasi Efektif
Sebagai professional mesti memiliki kapasitas komunikasi efektif, adapun ciri - cirinya sbb :
1. Bicara jelas dapat dipahami lawan

2. Mampu menjelaskan ide

3. Dapat membahas kerja kepada rekan maupun atasan

4. Mampu menyampaikan pendapat dgn bahasa tubuh yg tepat

5. Terbuka pada perbedaan pendapat

6. Bersedia mengerti sudut pandang orang pain

7. Mampu menegosiasikan kesepakatan me arah kepentingan organisasi

8. Tidak pasif dalam komunikasi

9. Membangun budaya organisasi yang mengakomodasi keterbukaan komunikasi

10. Mampu menyeimbangkan percepatan dan kepentingan antar level dalam organisasi

Sumber Pustaka : Arno F.  Wittig, Ph. D., Psychology of learning,McCraw.Hill.Book Company.  

Tuesday, November 26, 2019

Ilmu Ciri -Ciri bisa kerjasama

Ciri -Ciri bisa kerjasama: Kerjasama Tim Baru saja kabinet Merah Putih  atau kabinet kerja terbentuk, Dan Bapak Presiden  berpesan anggota Kabinet bekerja secara Tim. Berikut tingkatan dari kemauan bekerja sama atau team work dari level terendah sampai tertinggi :
a. Level 1 Pasif Kerjasama. 
Level ini cirinya suka bersitegang dengan rekan kerja, lebih suka berkerja sendiri dan tidak mampu mengerjakan tugas secara mandiri. 

b.  Level 2 Cukup aktif berperan Kerjasama. 
Cirinya menjalankan peran dan fungsi kerjasama dengan baik, menerima dan mendukung keputusan kelompok, berkontribusi, membantu dan terlibat dalam target kelompok.

c.  Level 3. Peran aktif yang tinggi. 
Cirinya adalah membagi informasi yang berguna dan relevan pada kelompok, peka dan menindaklanjuti keobutuhan anggota atau unit kerja yang lain, menghargai masukan, kontribusi dan keahlian orang lain, memberdayakan anggota kelompok untuk mencapai hasil terbaik. 

d.  Level 4 adanya kemampuan sangat tinggi dalam kerjasama. 
Cirinya adalah memfasilitasi berbagai kepentingan berbeda beda pada masing masing anggota maupun unit kerja yang lain. 

e. Level 5 sangat ekspert dalam kerjasama. 
Mempunyai ciri mengelola konflik, menyelesaikan konflik lintas fungsi dalam organisasi. 

f. Level 6 level tertinggi dalam bekerjasama atau team work level. 
Kemampuan mengembangkan semangat kebersamaan, menciptakan suasana kooperatif antar lintas fungsi dalam organisasi, menciptakan dan mengembangkan identitas dalam menjaga kelangsungan hidup organisasi, mengembangkan citra positif organisasi dalam hubungan dan proses kegiatan. 


Sumber Pustaka  : Gerry Dessler, Management of Fundamental, 1982 

Tuesday, November 19, 2019

Ciri Ciri Orang punya team Leadership

Kadang orang malu jika diangkat jadi Ketua, tidak perlu heran karena kepemimpinan kelompok bisa sebagai bakat, diantara ciri-ciri adalah :
1. Tidak menghindari sebagai Pemimpin

2. Mendelegasikan tugas

3. Mengarahkan kelompok terhadap visi Dan misi organisasi.

4  Mengidentifikasi kemampuan anggota

5. Menetapkan target yg terukur.

6. Tegas dalam memberi koreksi Dan teguran terhadap
 ketidaksesuaian kinerja.

7. Menggunakan analisa tentang kinerja sebelumnya sebagai bahan arahan tugas

8. Mempersiapkan kaderisasi


Sumber Pustaka  : Garry Dessler, Fundamental Management, 1982.

Wednesday, November 13, 2019

Ciri- ciri Pemimpin Visioner

Visioner Leadership



Pemimpin merupakan tugas yang tidak ringan, apalagi jaman modern, harus tidak hanya memikirkan bagaimana organisasi bekerja saat ini,  tetapi menjaga kelangsungan hidup organisasi tidak berhenti  atau bangkrut jika perusahaan.  Beberapa ciri-ciri Pemimpin yg punya visi ke depan

1. Selalu membuka kesempatan terhadap perubahan.

2. Mengidentifikasi adanya kebutuhan untuk berubah.

3. Berdikusi dengan orang lain mengenahi pendapat mereka tentang perubahan

4. Dapat mendifinisikan visi Dan misi organisasi

5. Berpikiran terbuka terhadap pandangan, usulan, kritikan, yang mengarah pada perubahan situasi.

6. Mengidentifikasi area yg perlu perubahan.

7. Mengkomunikasikan arah yg hendak dicapai kelompok.

8.Mempelopori,mempengaruhi,dan mengarahkan pandangan serta perilaku orang lain untuk mewujudkan visi organisasi

Ada beberapa karakter yang berbakat jadi Pemimpin diantaranya :
a. Kuat terhadap tekanan atau under pressure. 
Hal ini berkaitan dengan fungsi Pemimpin yang simultan untuk melakukan planning, organising, staffing, leading dan controlling. 


b. Kemampuan berkomunikasi secara lesan atau Oral Communication. 
Jadi Pemimpin harus lancar berbicara karena harus berkomunikasi dengan yang dipimpin maupun pihak lain yang berhubungan dengan organisasinya, seperti mengadakan pembicaraan pembicaraan, melakukan pertemuan membahas program atau meeting dll.

c. Punya gaya pemimpin karena cara memimpin itu lebih bersifat Seni dari pada teori atau science. 
Memimpin itu lebih ke arah seni dari pada keilmuawan atau science .Walau Pemimpin selalu penuh perhitungan matematik, penuh berdasarkan data statistik namun apabila menghadapi situasi yang tidak pasti maka mampu menggunakan feeling, insting dan pengalaman dalam bertindak. 

Skill yang dikuasai seorang Pemimpin Visioner yakni :
a.  Skill Teknis 
Skill yang menjawab pertanyaan " How to do the organization can do to go ", ibarat Presiden adalah menetapkan peraturan peraturan sebagai dasar para menteri dan bawahannya bekerja. 
b. Skill Humanis
Skill kemampuan memotivasi ,mengembangkan para bawahannya , jika Presiden memberikan pengarahan saat sidang kabinet .
c. Skill Konsep
Skill dimana kemampuan memandang secara global keberadaan organisasi dengan lingkungan supaya tetap survive. Contoh jika Presiden ingin menyesejahterakan rakyatnya harus menghilangkan kendala yang menghambat baik dari luar negeri maupun domestik. Dari Luar negeri misalnya terjadinya hambatan eksport bagi bidang ekonomi sehingga tidak dapat mendapatkan pemasukan dana untuk apbn, dalam Domestik tingginya inflasi yang menyebabkan rakyat tidak punya daya beli, yang berakibat berhentinya roda perputaran uang dalam negeri. 


Sumber Pustaka  : Garry Dessler, Manajemen Fundamental, 1982.

Wednesday, October 30, 2019

Ciri ciri personal Team Work

Kerjasama Tim
Baru saja kabinet Merah Putih atau cabinet kerja terbentuk, Dan Bapak Presiden  berpesan anggota cabinet bekerja secara Tim.
Ciri ciri seseorang punya kapasitas teamwork diantaranya ;
1. Tidak pernah bersitegang dengan rekan kerja

2. Berkontribusi terhadap organisasi

3. Lebih senang berkerja berkelompok Dan percaya anggota kelompok yg lain

4. Mampu mengerjakan tugas mandiri

5. Menjalankan tugas Dan fungsi peran dalam kelompok dengan baik.

6. Menerima Dan mendukung keputusan kelompok

7. Membagi informasi yang berguna Dan relevant bagi kelimpok

8. Suka mengelola komflik dan menyelesaikan masalah dengan kooperatif lintas fungsi dalam organisasi. 

9. Menciptakan dan mengembangkan identitas organisasi demi menjaga kelangsungan hidup organisasi. 

Sumber Pustaka : Gerry Dessler, Fundamental Management Teori and Practice, 1982

Tuesday, July 23, 2019

On The Job Training

Jenis Training / learning by doing adalah on the job training, belajar sambil bekerja. Kepala regu dalam pabrik atau supervisor adalah ditugaskan sebagai pelatih bagi pegawai yg ditraining,

Ada 3 jenis umum dalam praktek on the job training :
a. coaching / understudy 
Pelatihan ini langsung ditempat kerja dimana pelatih adalah atasan langsung.

b. Job Rotation 
Pelatihan dimana pegawai dirotasi dari tugas atau pekerjaan berbeda, tujuan untuk efektifitas manajemen.


c. Special assignments 
Pelatihan ini adalah pelatihan excekutiv pertama untuk belajar mencari solusi bisnis.
Langkah langkah OJT.

a. Buat Peserta santai tidak tertekan
b. Jelaskan kenapa si pegawai di training
c. Tanyakan apakah pegawai tahu pekerjaan yg dihadapi
d. Posisikan pegawai ditempat kerja sesungguhnya dan kenalkan segala perlengkapan yg dibutuhkan dan pastikan cara kerja yg effektif dan detail.
f. Ajarkan pekerjaan beberapa kali dan diminta mengulangi sampai mencapai standar kinerja baik kwalitas dan kwantitas.
g. Kemudian minta pegawai mengerjakan sendiri sambil dikontrol pelatih
h. Arahkan kepada siapa minta jawaban permasalahan, di cek terus menerus sampai mencapai target


Sumber Pustaka : Dale S Beach, The Management of People at Work, 1968.


Monday, July 22, 2019

Soal Soal Gaya Manajer/ MSDT

Gaya gaya manajerial ada bermacam macam sesuai sifat dan sikap seseorang, ada yang Otoriter atau Autokratif ada yang democratic. Berikut soal soal yang sering muncul pada psikotes gaya kepemimpinan seseorang. 




Soal

INSTRUKSI: Pilihlah jawaban “A” atau “B” pada pasangan pernyataan-pernyataan berikut dan tulislah pada lembar jawaban yang telah disediakan. Dilarang membuat coretan apapun di dalam buku persoalan.

1. A. Saya mengabaikan pelanggar-pelanggar peraturan bila saya merasa pasti bahwa tidak ada satu orangpun yang mengetahui tentang pelanggar-pelanggar tersebut.
 B. Bila saya mengumumkan suatu keputusan yang kurang menyenangkan, saya akan menjelaskan kepada bawahan saya bahwa keputusan ini dibuat oleh Direktur.
2. A. Bila ada seorang karyawan yang hasil kerjanya selalu tidak memuaskan saya, saya akan menunggu suatu kesempatan untuk memindahkannya dan bukan untuk memecatnya.
B. Bila ada bawahan saya yang dikucilkan dari kelompok kerjanya, saya akan mencarikan cara-cara agar supaya orang lain dapat berteman dengannya.
3. A. Bila Direktur memberikan perintah yang kurang menyenangkan, saya pikir adalah cukup bijaksana bila saya menyebutkan namanya dan bukan nama saya.
B. Saya biasanya membuat keputusan-keputusan saya sendiri dan menyampaikannya kepada bawahan saya.
4. A. Bila saya ditegur oleh atasan saya, saya akan memanggil semua bawahan saya dan mengatakan semua teguran tersebut kepada mereka.
”. B. Saya percaya bahwa suatu penerapan disiplin adalah merupakan seperangkat contoh untuk karyawan-karyawan lainnya.
5. A. Saya selalu melakukan diskusi-diskusi untuk mencapai kata sepakat.
B. Saya selalu menganjurkan kepada bawahan saya untuk memberikan usul-usul, tetapi kadang-kadang juga saya langsung membuat suatu tindakan tertentu.
6. A. Kadang-kadang saya berpikir bahwa perasaan-perasaan saya dan sikap-sikap saya adalah mementingkan tugas saya.
B. Saya mengijinkan bawahan-bawahan saya untuk ikut serta mengambil keputusan yang dibuat berdasarkan atas suara terbanyak.
7. A. Bila jumlah dan mutu hasil kerja bagian saya tidak memuaskan, saya menjelaskan kepada bawahan-bawahan saya bahwa Direktur merasa kecewa dan oleh karena itu mereka harus memperbaiki kerja mereka.
B. Saya membuat keputusan-keputusan sendiri dan kemudian saya mencoba untuk menjual keputusan-keputusan itu kepada bawahan saya.
 8. A. Bila saya mengumumkan suatu keputusan yang kurang menyenangkan, saya akan menjelaskan kepada bawahan saya bahwa keputusan ini dibuat oleh Direktur.
 B. Saya mengijinkan bawahan-bawahan saya untuk ikut serta di dalam pengambilan keputusan, tetapi sayapun menyediakan sesuatu keputusan terakhir.
9. A. Saya akan memberikan tugas-tugas yang sulit kepada bawahan saya yang belum berpengalaman, tetapi bila mereka memperoleh kesukaran, saya akan mengambil alih tanggung jawab mereka.
 B. Bila jumlah dan mutu hasil kerja bagian saya tidak memuaskan, saya menjelaskan kepada bawahan-bawahan saya bahwa Direktur merasa kecewa dan oleh karena itu mereka harus memperbaiki mutu kerja mereka itu.
 10. A. Saya merasa bahwa adalah penting agar bawahan-bawahan menyukai saya apabila saya bekerja keras untuk mereka.
B. Saya membiarkan orang-orang lain menangani tugas-tugas mereka masing-masing, walaupun mereka membuat banyak kesalahan.
11. A. Saya menunjukkan minat saya terhadap kehidupan pribadi bawahan-bawahan saya, sebab saya merasa bahwa saya mengerti mengapa mereka mengerjakan sesuatu hal sejauh mereka mengerjakan hal tersebut.
 B. Saya saya merasa bahwa adalah tidak terlalu perlu untuk bawahan-bawahan saya mengerti mengapa mereka mengerjakan sesuatu hal sejauh mereka mengerjakan hal tersebut.
12. A. Saya percaya bahwa bawahan-bawahan yang disiplin tidak akan memperbaiki jumlah atau mutu kerja mereka di dalam jangka waktu yang panjang.
B. Bila menghadapi masalah yang sulit, saya berusaha untuk mencapai pemecahan yang paling sedikit bisa diterima oleh sebagian besar orang-orang yang bersangkutan.
13. A. Saya berpikir bahwa bila beberapa bawahan saya merasa tidak berbahagia, saya akan mencoba melakukan sesuatu mengenai hal tersebut.
B. Saya mengurusi pekerjaan saya sendiri dan saya merasa bahwa pekerjaan saya itu bisa mencapai “Dewan Direksi” untuk mengembangkan ide-ide baru.
14. A. Saya menyetujui kenaikan tunjangan-tunjangan untuk staf dan karyawan.
 B. Saya menunjukkan persetujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang pekerjaan dan perusahaan dari bawahanbawahan saya, walaupun hal itu sebenarnya belum diperlukan untuk kedudukan mereka sekarang.
15. A. Saya membiarkan orang-orang lain menangani tugas-tugas mereka masing-masing, walaupun mereka membuat banyak kesalahan.
B. Saya membuat keputusan-keputusan sendiri tetapi saya akan mempertimbangkan usul-usul yang masuk di akal dari bawahanbawahan saya yang untuk memperbaiki keputusan tersebut apabila saya bertanya kepada mereka.
16. A. Bila ada bawahan saya yang dikucilkan dari kelompok kerjanya, saya akan mencarikan cara-cara agar supaya orang lain dapat berteman dengannya.
B. Bila seorang karyawan tidak sanggup menyelesaikan tugasnya, saya akan membantu dia untuk menyelesaikan tugas tersebut.
17. A. Saya percaya bahwa suatu penerapan disiplin adalah merupakan seperangkat contoh untuk karyawan-karyawan lainnya.
B. Kadang-kadang saya berpikir bahwa perasaan-perasaan saya dan sikap-sikap saya adalah mementingkan tugas saya.
18. A. Saya mencela pembicaraan-pembicaraan yang tidak perlu di antara bawahan-bawahan saya selama mereka bekerja.
19. A. Saya selalu memperhatikan mengenai keterlambatan dan kemangkiran.
B. Saya percaya bahwa Serikat-Serikat Buruh akan mencoba untuk meruntuhkan kewibawaan pimpinan perusahaan.
20. A. Kadang-kadang saya menentang keluhan-keluhan serikat buruh sebagai suatu perkara yang prinsipil.
B. Saya merasa bahwa keluhan-keluhan tidak dapat dicegah dan saya mencoba sebaik mungkin untuk dapat dilenyapkan.
21. A. Adalah penting bagi saya untuk memperoleh nilai kredit bagi ideide saya yang baik.
B. Saya menyuarakan pendapat-pendapat saya di muka umum hanya bila saya merasa bahwa orang lain akan setuju dengan saya.
22. A. Saya percaya bahwa Serikat-Serikat Buruh akan mencoba meruntuhkan kewibawaan pimpinan perusahaan.
B. Saya percaya bahwa pertemuan-pertemuan yang sering dengan karyawan secara pribadi adalah membantu pengembangan diri mereka.
23. A. Saya merasa bahwa tidak terlalu perlu untuk bawahan-bawahan saya mengerti mengapa mereka mengerjakan seuatu hal sejauh mereka mengerjakan hal tersebut.
B. Saya merasa bahwa jam pencatat waktu datang dan pulangnya para pegawai, mengurangi keterlambatan.
24. A. Saya biasanya membuat keputusan-keputusan saya sendiri dan menyampaikannya kepada bawahan saya.
B. Saya merasa bahwa Serikat-Serikat Buruh dan pimpinan perusahaan adalah bekerja untuk mencapai tujuan-tujuan yang sama
B. Saya menyetujui tunjangan-tunjangan untuk staf dan karyawankaryawan
25. A. Saya menyukai penggunaan dari skala penggajian karyawan.
B. Saya selalu melakukan diskusi-diskusi untuk mencapai kata sepakat.
26. A. Saya merasa bangga di dalam kenyataannya bahwa saya biasanya tidak akan menanyakan kepada seseorang untuk mengerjakan suatu tugas yang kalau untuk saya sendiri, tidak akan saya kerjakan.
B. Saya berpikir bahwa bila beberapa bawahan saya merasa tidak berbahagia, saya akan mencoba melakukan sesuatu mengenai hal tersebut.
27. A. Bila ada suatu tugas yang mendesak, walaupun semua peralatannya sudah disediakan saya akan membiarkannya saja, dan mengatakan kepada salah seorang bawahan saya untuk mengerjakan sesuatu tugas tersebut.
B. Adalah penting bagi saya untuk memperoleh nilai kredit bagi ideide saya yang baik.
28. A. Tujuan saya adalah mencapai bagaimana tugas-tugas dapat dikerjakan, tanpa saya merasa lebih benci daripada siapapun yang mengerjakan.
B. Saya mungkin menentukan tugas-tugas tanpa banyak mempertimbangkan pengalaman atau kemampuan, tetapi saya lebih menuntut pada pencapaian hasil-hasilnya saja.
29. A. Saya mungkin menentukan tugas-tugas tanpa banyak mempertimbangkan pengalaman atau kemampuan, tetapi saya lebih menuntut pada pencapaian hasil-hasilnya saja.
B. Saya dengan sabar mendengarkan keluhan-keluhan dan ketidakpuasan-ketidakpuasan dari bawahan saya tetapi seringkali saya meralat apa yang mereka katakan.
30. A. Saya merasa bahwa keluhan-keluhan tidak dapat dicegah dan saya mencoba sebaik mungkin untuk dapat dilenyapkan.
B. Saya percaya bahwa bawahan-bawahan saya akan merasakan kepuasan kerja mereka tanpa merasakan tekanan apapun dari saya.
31. A. Bila menghadapi masalah yang sulit, saya berusaha untuk mencapai pemecahan yang paling sedikit bisa diterima oleh sebagian besar orang-orang yang bersangkutan.
B. Saya percaya bahwa latihan melalui pengalaman bekerja, adalah lebih bermanfaat daripada pendidikan teoritis.
32. A. Saya selalu memberikan tugas-tugas yang sangat sulit kepada karyawan-karyawan yang paling berpengalaman.
B. Saya percaya bahwa kenaikan jabatan adalah semata-mata berdasarkan kemampuan yang ada.
33. A. Saya merasa bahwa masalah-masalah yang timbul di antara para karyawan biasanya akan dapat diselesaikan di antara mereka sendiri, tanpa campur tangan dari saya.
B. Bila saya ditegur oleh atasan saya, saya akan memanggil semua bawahan saya dan mengatakan semua teguran tersebut kepada mereka.
34. A. Saya tidak peduli dengan apa yang dikerjakan oleh karyawan saya di luar jam kerja kantornya. B. Saya percaya bahwa bawahan-bawahan yang disiplin tidak akan memperbaiki jumlah atau mutu kerja mereka di dalam jangka waktu panjang.
35. A. Saya memberikan informasi kepada “Dewan Direksi” tidak lebih dari pada apa yang mereka tanyakan.
B. Kadang-kadang saya menentang keluhan-keluhan Serikat Buruh sebagai sesuatu perkara yang prinsipil.
36. A. Saya kadang-kadang merasa ragu-ragu untuk membuat suatu keputusan yang akan tidak disukai oleh bawahan-bawahan saya.
 B. Tujuan saya adalah mencapai bagaimana tugas-tugas dapat dikerjakan, tanpa saya merasa lebih benci daripada siapapun yang mengerjakannya.
37. A. Saya dengan sabar mendengarkan keluhan-keluhan dan ketidakpuasan–ketidakpuasan dari bawahan saya, tetapi seringkali saya meralat apa yang mereka katakan.
B. Saya kadang-kadang merasa ragu-ragu untuk membuat keputusan-keputusan yang akan tidak disukai oleh bawahanbawahan saya.
38. A. Saya menyuarakan pendapat-pendapat saya di muka umum hanya bila saya merasa bahwa orang lain akan setuju dengan saya.
B. Sebagian besar dari bawahan-bawahan saya dapat menyelesaikan tugas-tugas mereka, bila perlu, tanpa kehadiran saya.
39. A. Saya mengurusi pekerjaan saya sendiri, dan saya merasa bahwa pekerjaan saya itu bisa mencapai “Dewan Direksi” untuk mengembangkan ide-ide baru.
B. Bila saya memberikan perintah kepada bawahan-bawahan saya, saya menentukan batas waktu untuk mereka menyelesaikannya
40. A. Saya selalu menganjurkan kepada bawahan saya untuk memberikan usul-usul, tetapi kadang-kadang juga saya langsung membuat suatu tindakan tertentu.
B. Saya mencoba untuk membuat bawahan-bawahan saya merasa senang hatinya apabila mereka berbicara dengan saya.
 41. A. Di dalam diskusi, saya memberikan fakta-fakta seperti apa yang mereka pahami, dan membiarkan mereka melukiskan kesimpulankesimpulan mereka sendiri.
B. Bila Direktur memberikan perintah yang kurang menyenangkan, saya pikir adalah cukup bijaksana bila saya menyebutkan namanya dan bukan nama saya.
42. A. Bila ada tugas-tugas yang tidak dikehendaki yang harus dikerjakan, sebelumnya saya akan menanyakan kepada beberapa sukarelawan yang mau mengerjakan tugas tersebut.
B. Saya menunjukkan minat saya terhadap kehidupan pribadi bawahan-bawahan saya, sebab saya merasa bahwa sayapun mengharapkan mereka berbuat seperti itu kepada saya.
43. A. Saya adalah seorang yang sangat memperhatikan kebahagiaan karyawan-karyawan saya di dalam mereka mengerjakan tugastugas mereka.
B. Saya selalu memperhatikan mengenai keterlambatan dan kemangkiran.
44. A. Sebagian besar dari bawahan-bawahan saya dapat menyelesaikan tugas-tugas mereka, bila perlu tanpa kehadiran saya.
 B. Bila ada sesuatu tugas yang mendesak, walaupun semua peralatannya sesudah disediakan, saya akan membiarkannya saja dan mengatakan kepada salah seorang bawahan saya untuk mengerjakan tugas tersebut.
45. A. Saya percaya bahwa bawahan-bawahan saya akan merasakan kepuasan kerja mereka tanpa merasakan tekanan apapun dari saya.
B. Saya memberikan informasi kepada “Dewan Direksi” tidak lebih daripada apa yang mereka tanyakan.
 46. A. Saya percaya bahwa pertemuan-pertemuan yang sering dengan karyawan secara pribadi adalah membantu pengembangan diri mereka.
B. Saya adalah seorang yang sangat memperhatikan karyawankaryawan saya di dalam mereka mengerjakan tugas-tugas mereka.
47. A. Saya menunjukkan persetujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang pekerjaan dan perusahaan dari bawahanbawahan saya, walaupun hal itu sebenarnya belum diperlukan untuk kedudukan mereka sekarang.
B. Saya mengawasi benar bawahan-bawahan saya yang kurang mahir di dalam bekerjanya atau bawahan-bawahan saya yang hasil kerjanya kurang memuaskan.
48. A. Saya mengijinkan bawahan-bawahan saya untuk ikut serta mengambil keputusan dan saya selalu mematuhi keputusan yang dibuat berdasarkan atas suara terbanyak.
B. Saya membuat bawahan-bawahan saya bekerja keras, dan saya berusaha menyakinkan mereka bahwa biasanya mereka mendapat perlakukan yang adil dari “Dewan Direksi”.
49. A. Saya merasa bahwa semua karyawan pada jabatan yang sama seharusnya memperoleh gaji yang sama.
B. Bila ada seorang karyawan yang hasil kerjanya selalu tidak memuaskan saya, saya akan menunggu suatu kesempatan untuk memindahkannya dan bukan untuk memecatnya.
50. A. Saya merasa bahwa tujuan-tujuan Serikat Buruh dan tujuantujuan perusahaan adalah saling berbeda dan saya mencoba untuk tidak membuat pandangan saya secara jelas.
B. Saya merasa bahwa adalah penting agar bawahan saya menyukai saya apabila saya bekerja keras untuk mereka.
51. A. Saya mengawasi benar bawahan-bawahan saya yang kurang mahir di dalam bekerjanya atau bawahan-bawahan saya yang hasil kerjanya kurang memuaskan.
B. Saya mencela pembicaraan-pembicaraan yang tidak perlu di antara bawahan-bawahan saya selama mereka bekerja.
52. A. Bila saya memberikan perintah kepada bawahan-bawahan saya, saya menentukan batas waktu untuk mereka menyelesaikannya.
B. Saya merasa bangga di dalam kenyataannya bahwa saya biasanya tidak akan menanyakan kepada seseorang untuk mengerjakan suatu tugas yang kalau saya sendiri tidak akan saya kerjakan.
53. A. Saya percaya bahwa latihan melalui pengalaman bekerja, adalah lebih bermanfaat daripada pendidikan teoritis.
B. Saya tidak peduli dengan apa yang dikerjakan oleh para pegawai saya di luar jam kantornya.
54. A. Saya merasa bahwa jam pencatat waktu datang dan pulangnya para pegawai, mengurangi keterlambatan.
B. Saya mengijinkan bawahan-bawahan saya untuk ikut serta mengambil keputusan dan saya selalu mematuhi keputusan yang dibuat berdasarkan atas suara terbanyak. tujuan-tujuan yang sama.
 55. A. Saya mengambil keputusan-keputusan saya sendiri, tetapi saya dapat mempertimbangkan saran-saran yang wajar dari bawahanbawahan saya untuk saya manfaatkan, bilamana saya bertanya kepada mereka.
B. Saya merasa bahwa tujuan-tujuan Serikat Buruh dan tujuantujuan perusahaan adalah saling berbeda, dan saya mencoba untuk tidak membuat pandangan saya secara jelas.
56. A. Saya membuat keputusan-keputusan sendiri dan kemudian saya mencoba untuk “menjual” keputusan-keputusan itu kepada bawahan saya.
 B. Apabila mungkin saya membentuk kelompok-kelompok kerja yang terdiri dari orang-orang yang sudah menjadi teman-teman baik saya.
57. A. Saya tidak akan ragu-ragu untuk mempekerjakan pegawaipegawai yang cacat jasmaninya, bilamana saya merasa pasti bahwa dia dapat mempelajari pekerjannya.
B. Saya mengabaikan pelanggar-pelanggar peraturan bila saya merasa pasti bahwa tidak ada satu orangpun yang mengetahui tentang pelanggaran-pelanggaran tersebut.
58. A. Apabila mungkin saya membentuk kelompok-kelompok kerja yang terdiri dari orang-orang yang sudah menjadi teman-teman baik saya.
B. Saya akan memberikan tugas-tugas yang sulit kepada bawahanbawahan saya yang berpengalaman, tetapi bila mereka memperoleh kesukaran, saya akan mengambil alih tanggung jawab mereka.
59 A Saya membuat bawahan-bawahan saya bekerja keras, dan saya
berusaha meyakinkan mereka bahwa biasanya mereka mendapat
perlakuan yang adil dari “Dewan Direksi”.
B. Saya percaya bahwa suatu penerapan disiplin adalah merupakan
seperangkat contoh untuk karyawan-karyawan lainnya
 60. A. Saya mencoba untuk membuat bawahan-bawahan saya merasa senang hatinya apabila mereka berbicara dengan saya.
B. Saya menyukai penggunaan dari skala penggajian karyawan.
61. A. Saya percaya bahwa kenaikan jabatan adalah semata-mata berdasarkan kemampuan yang ada. B. Saya merasa bahwa masalah-masalah yang timbul di antara mereka sendiri, tanpa campur tangan dari saya.
 62. A. Saya merasa bahwa Serikat-Serikat Buruh dan pimpinan perusahaan adalah bekerja untuk mencapai tujuan-tujuan yang sama.
B. Di dalam diskusi, saya memberikan fakta-fakta seperti apa yang mereka pahami, dan membiarkan mereka melukiskan kesimpulan-kesimpulan mereka sendiri.
63. A. Bila seorang karyawan tidak sanggup menyelesaikan tugasnya, saya akan membantu dia untuk menyelesaikan tugas tersebut.
 B. Saya merasa bahwa semua karyawan pada jabatan yang sama seharusnya memperoleh gaji yang sama.
64. A. Saya mengijinkan bawahan-bawahan saya untuk ikut serta di dalam pengambilan keputusan, tetapi sayapun menyediakan sesuatu yang jitu untuk membuat keputusan terakhir.
B. Saya tidak akan ragu-ragu untuk mempekerjakan pegawaipegawai yang cacat jasmaninya, bilamana saya merasa bahwa dia dapat mempelajari pekerjaannya.
https://drive.google.com/file/d/1Lkr0jw-fan2d0pJc32wHD1de5oD3hpVq/view?usp=sharing

Friday, May 17, 2019

Karakter Narsistik

Ringkasan Karakter Personal Narsistik 
Ini gangguan kepribadian Cluster B di DSM-5-TR. Intinya: pola kebutuhan dikagumi + kurang empati yg berlangsung lama.

1. Karakter Kognitif
Karakter terhadap pengetahuan melihat diri sebagai superior, lebih mampu atau berharga daripada yang lain.Orang lain dianggap tidak tahu apa apa sedang dirinya merasa serba tahu segala hal.
Grandiose** Merasa paling hebat, paling pintar, paling penting. Cerita prestasi dilebih2kan.
2. Karakter Emosi Kararakter sikap bangga diri dan ekspansif .Sikapnya menganggap dirinya punya nilai lebih, dan Orang lain dianggap tidak bernilai.
Butuh Kaguman** Haus pujian. Kalau gak disorot = marah/tersinggung.
3. Karakter Relasi dgn Orang
Sikap Tegas dan dominan, mencari orang lain yang mengikuti jejaknya.Kalau Orang lain tidak penurut atau mengikuti kemauan dan pendapatnya, maka dia hindari dalam pergaulannya.
Eksploitatif** Manfaatin orang buat naik. Setelah dapat, ditinggal.
Empati** Gak bisa/ gak mau ngerti perasaan orang. "Lebay amat sih"
PENYEBAB & PENANGANAN SINGKAT*
*Penyebab:* Kombinasi genetik + pola asuh. Misal: dipuja berlebihan OR dihina sejak kecil  
*Penanganan:* Psikoterapi jangka panjang. Jenisnya: _Schema Therapy, TFP_. Obat hanya untuk gejala cemas/depresi penyerta.  
*Kunci:* Orang NPD jarang datang berobat karena "merasa gak ada masalah".

*LEMBAR SKRINING CEPAT 9 PERTANYAAN*

Skor 0=Tidak, 1=Kadang, 2=Sering. Skor >12 = perlu asesmen profesional
1.  Saya merasa saya lebih spesial dari kebanyakan orang
2.  Saya butuh orang lain mengagumi saya
3.  Saya pantas dapat perlakuan khusus
4.  Saya sering memanfaatkan orang untuk tujuan saya
5.  Saya sulit memahami perasaan orang lain
6.  Saya sering iri atau merasa orang iri pada saya
7.  Saya marah besar kalau dikritik
8.  Saya punya fantasi tentang sukses/kekuasaan luar biasa
9.  Saya merasa berhak dapat yg terbaik


*Total: ___ / 18*


Sumber Pustaka : Millon, Personality of Carracteristic, 1956

Thursday, May 16, 2019

Karakteristik Personel Histeria



Histrionic
*Histrionic* = Gangguan Kepribadian Histrionik / _Histrionic Personality Disorder_ HPD

Ini salah satu gangguan kepribadian cluster B. Ciri utamanya: *butuh jadi pusat perhatian + emosi yg dramatis + ekspresif banget*

1. Karakteristik Kognitif 
Seseorang yang berciri hidup menjadi membosankan tanpa stimulasi konstan.
Ganti kerjaan, ganti pacar, ganti hobi terus
- Butuh hal baru biar tetap "hidup"
2. Karakter Emosi Seseorang alami  gangguan tingkah laku/hiperemosional, dramatik/bersikap drama.EMOSI DRAMATIS & CEPAT BERUBAH*
- Hari ini nangis kejer, 10 menit lagi ketawa lepas
- Ekspresi berlebihan. "Ini Kiamat!" padahal masalah sepele

3. Karakter relasi 
Sikapnya mencari perhatian, memiliki hubungan sementara tetapi sangat terlibat
Istilahnya sok akrab padahal baru kenal sekali misalnya.
Harus jadi pusat perhatian di ruangan. Kalau gak, dia bikin cara biar diliat.
CARA MENGHADAPI TEMAN/KOLEGA HISTRIONIC*
1.*Kasih apresiasi spesifik*  "Presentasimu bagian data tadi bagus" bukan cuma "kamu keren"
2. *Kasih batasan* 
 "Oke ceritanya cukup, sekarang kita fokus kerja ya"
3. *Jangan diladenin dramanya* 
Tetap tenang, jangan ikut panik.
4. *Diberikan panggung yang positif *
Kalau lagi kumpul bareng dimintakan pendapat tentang masalah yang lagi dibicarakan misalnya politik atau olahraga yang lagi trending



Monday, May 13, 2019

Millon Carakteriistic Styles




Ciri-ciri karakter  berdasarkan Millon

Sebagai  HRD juga perlu tahu karakteristik kepribadian tidak melalui psikotes, dengan pengamatan sikap yg nampak.

1. Schizoid
    a. Karakter kognitif : kurangnya kemampuan dan minat dalam berkomunikasi dan memahami orang lain.
 b. Karakteriistik Emosi : apatis, tidak emosional ,tidak peduli


c. Karakteristik Interpersonal: tidak memiliki teman, berhubungan dengan cara yang jauh


/

Saturday, May 11, 2019

Tata Letak Tes Grafis lanjutan

Tata Letak Tes Grafis lanjutan



1. Kiri Atas
    - Kekanak-kanakan
    - kawatir
    - menyendiri
    - pasif



2. Kanan Atas

    - keinginan untuk menekan masa lalu yang tidak menyenangkan dengan optimisme berlebihan tentang masa depan
3. Pada sisi bawah kertas
- Ketergantungan/kurang mandiri
- menghindari pengalaman baru
- takut ambil keputusan secara independen


4. Sudut bawah
- rendah diri
5. Sudut kiri bawah
- depresi dengan selalu mengenang masa lalu

Sumber Pustaka :

Friday, May 10, 2019


Tata Letak Gambar Pohon Dan Orang

Dalam tulisan ini banyak bahas tes kepribadian, karena dengan prosedur seleksi yang benar akan mendapat pegawai yang disiplin.

Namun tinjauan interretasi gambar tidak selengkap Psikolog Klinis, karena hanya content yang ada sangkut pautnya Psikologi Industri, bukan bersifat klinis atau kelainan kepribadian.

1. Pas Ditengah : kaku, tidak aman dalam hubungan interpersonal



2. Arah Kekanan ; relative stabil
- Introvert/ tertutup
- Orientasi ke masa depan
- kontrol intelektual mungkin menghambat secara emosional



3. Arah Kekiri
- bertindak, kepuasan emosional langsung dari motif
- orientasi diri


- sikap tidak pasti


4. Arah keatas
- ingkat drive tinggi atau tingkat energi rendah dengan pertahanan kompensasi

optimisme
- mengawang
- fantasi
- tidak yakin dengan pembentukan reaksi

5. Arah Kebawah
-  pengalah
- fokus
- kalem/ stabil


Monday, May 6, 2019

Wawancara Behavioral Questionaire


Contoh Pertanyaan Behavior Quistionaire



Behavioral Quistionaire adalah interview menggali pengalaman kandidat dalam menghadapi situasi tertentu masa lalu yang akan dilakukan di masa akan datang dalam situasi yang sama. Performance seseorang masa lalu yang sukses juga akan bisa diterapkan terhadap pemecahan masalah yang akan datang. 

1. Ceritakan pengalaman paling sukses anda dalam bekerja ?

2. Ceritakan pengalaman kegagalan anda dalam bekerja ?

3..Ceritakan salah satu pengalaman anda ketika ada seseorang yang meminta untuk melakukan sesuatu yang bertentangan peraturan yang anda yakini ?


4. Ceritakan pengalaman anda keetika mengambil keputusan tersulit yang berdampak yang besar dalam pekerjaan anda ?

5.Ceritakan sasaran karir anda ?

6. Sebutkan motivasi anda untuk menjajagi peluang bergabung pada perusahaan ini ?.

7. Ceritakan lingkungan kerja yang anda harapkan ?

8. Ceritakan lingkungan terburuk yang pernah anda hadapi ?

Dalam wawancara behavioral yang digali sifat dan sikap yang bisa menghambat produktifitas seperti sikap Integritas, Tanggung Jawab dan Kejujuran. 

Sumber Pustaka : Gerry Dessler ,Management Fundamentals Modern and Practics  ,1982






Thursday, May 2, 2019








PAPI KOSTICK TEST








PAPI KOSTICK TEST

Alat Psikotes mengekplorasi  tentang sikap kerja,  bukan  hanya faktor kecerdasan saja dalam mencari pegawai dalam institusi supaya mendapat  the rigt man of the right  job.

Soal-soal dalam PAPI KOSTICK TEST
No Soal
1 a. Saya seorang pekerja keras
   b. Saya bukan seorang pemurung
2 a. Saya suka bekerja lebih baik dari orang lain
   b. Saya suka mengerjakan apa yang sedang saya kerjakan, sampai selesai
3 a. Saya suka menunjukkan caranya melaksanakan sesuatu hal
   b. Saya ingin bekerja sebaik mungkin
4 a. Saya suka berkelakar
   b. Saya senang mengatakan kepada orang lain, apa yang harus
dilakukannya
5 a. Saya suka menggabungkan diri dengan kelompok-kelompok
   b. Saya suka diperhatikan oleh kelompok-kelompok
6 a. Saya senang bersahabat intim dengan seseorang
   b. Saya senang bersahabat dengan sekelompok orang
7 a. Saya cepat berubah bila hal itu diperlukan
   b. Saya berusaha untuk intim dengan teman-teman
8 a. Saya suka membalas dendam bila saya benar-benar disakiti
   b. Saya suka melakukan hal-hal yang baru dan berbeda
9 a. Saya ingin atasan saya menyukai saya
   b. Saya suka mengatakan kepada orang lain, bila mereka salah
10 a. Saya suka mengikuti perintah-perintah yang diberikan kepada saya
   b. Saya suka menyenangkan hati orang yang memimpin saya
11 a. Saya mencoba sekuat tenaga
     b. Saya seorang yang tertib
12 a. Saya membuat orang lain melakukan apa yang saya inginkan
     b. Saya bukan seorang yang cepat gusar
13 a. Saya suka mengatakan kepada kelompok, apa yang harus dilakukan
     b. Saya menekuni satu pekerjaan sampai selesai
14 a. Saya ingin tampak bersemangat dan menarik
    b. Saya ingin menjadi sangat sukses
15 a. Saya suka menyelaraskan diri dengan kelompok
    b. Saya suka membantu orang lain menentukan pendapatnya
16 a. Saya cemas kalau orang lain tidak menyukai saya
     b. Saya senang kalau orang-orang memperhatikan saya
17 a. Saya suka mencoba sesuatu yang baru
     b. Saya lebih suka bekerja bersama orang-orang daripada bekerja sendiri
18 a. Kadang-kadang saya menyalahkan orang lain bila tejadi sesuatu
         kesalahan
      b. Saya cemas bila seseorang tidak menyukai saya
19 a. Saya suka menyenangkan hati orang yang memimpin saya
     b. Saya suka mencoba pekerjaan-pekerjaan yang baru dan berbeda
20 a. Saya menyukai petunjuk yang terinci untuk melakukan sesuatu
         pekerjaan
     b. Saya suka mengatakan kepada orang lain bila mengganggu saya
21 a. Saya selalu mencoba sekuat tenaga
     b. Saya senang bekerja dengan sangat cermat dan hati-hati
22 a. Saya adalah seorang pemimpin yang baik
     b. Saya mengorganisir tugas-tugas secara baik
23 a. Saya mudah menjadi gusar
     b. Saya seorang yang lambat dalam membuat keputusan
24 a. Saya senang mengerjakan beberapa pekerjaan pada waktu yang
         bersamaan
     b. Bila di dalam kelompok, saya lebih suka diam
25 a. Saya senang bila diundang
     b. Saya ingin melakukan sesuatu lebih baik dari orang lain
26 a. Saya suka berteman intim dengan teman-teman saya
     b. Saya suka memberi nasihat kepada orang lain
27 a. Saya suka melakukan hal-hal yang baru dan berbeda
b. Saya suka menceritakan keberhasilan saya dalam mengerjakan tugas
28 a. Bila saya benar, saya suka mempertahankannya mati-matian
b. Saya suka bergabung ke dalam suatu kelompok
29 a. Saya tidak mau berbeda dengan orang lain
b. Saya berusaha untuk sangat intim dengan orang-orang
30 a. Saya suka diajari mengenai caranya mengerjakan suatu pekerjaan
b. Saya mudah merasa jemu (bosan)
31 a. Saya bekerja keras
b. Saya banyak berpikir dan berencana
32 a. Saya memimpin kelompok
b. Hal-hal yang kecil (detail) menarik hati saya
33 a. Saya cepat dan mudah mengambil keputusan
b. Saya melakukan segala sesuatu secara rapih dan teratur
34 a. Tugas-tugas saya kerjakan secara cepat
b. Saya jarang marah atau sedih
35 a. Saya ingin menjadi bagian dari kelompok
b. Pada suatu waktu tertentu, saya hanya ingin mengerjakan satu tugas saja
36 a. Saya berusaha untuk intim dengan teman-teman saya
b. Saya berusaha keras untuk menjadi yang terbaik
37 a. Saya menyukai mode baju baru dan tipe-tipe mobil baru
b. Saya ingin menjadi penanggung jawab bagi orang-orang lain
38 a. Saya suka berdebat
b. Saya ingin diperhatikan
39 a. Saya suka menyenangkan hati orang yang memimpin saya
b. Saya tertarik menjadi anggota dari suatu kelompok
40 a. Saya senang mengikuti aturan secara tertib
b. Saya suka orang-orang mengenal saya benar-benar
41 a. Saya mencoba sekuat tenaga
b. Saya sangat menyenangkan
42 a. Orang lain beranggapan bahwa saya adalah seorang pemimpin yang baik
b. Saya berpikir jauh ke depan dan terinci
42 a. Seringkali saya memanfaatkan peluang
b. Saya senang memperhatikan hal-hal sampai sekecil-kecilnya
43 a. Orang lain menganggap saya bekerja cepat
b. Orang lain menganggap saya dapat melakukan penataan yang rapi dan
teratur
44 a. Saya menyukai permainan-permainan dan olahraga
b. Saya sangat menyenangkan
45 a. Saya senang bila orang-orang dapat intim dan bersahabat
b. Saya selalu berusaha menyelesaikan apa yang telah saya mulai
46 a. Saya suka bereksperimen dan mencoba sesuatu yang baru
b. Saya suka mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang sulit dengan baik
47 a. Saya senang diperlakukan secara adil
b. Saya senang mengajari orang lain bagaimana caranya mengerjakan
sesuatu
48 a. Saya suka mengerjakan apa yang diharapkan dari saya
b. Saya suka menarik perhatian
49 a. Saya suka petunjuk-petunjuk terinci dalam melakukan sesuatu pekerjaan
b. Saya senang berada bersama dengan orang-orang lain
50 a. Saya selalu berusaha mengerjakan tugas secara sempurna
b. Orang lain menganggap, saya tidak mengenal lelah, dalam kerja seharihari
51 a. Saya tergolong tipe pemimpin
b. Saya mudah berteman
52 a. Saya memanfaatkan peluang-peluang
b. Saya banyak berfikir
53 a. Saya bekerja dengan kecepatan yang mantap dan cepat
b. Saya senang mengerjakan hal-hal yang detail
54 a. Saya memliki banyak energi untuk permainan-permainan dan olahraga
b. Saya menempatkan segala sesuatunya secara rapih dan teratur
55 a. Saya bergaul baik dengan semua orang
b. Saya pandai mengendalikan diri
56 a. Saya ingin berkenalan dengan orang-orang baru dan mengerjakan hal
baru
b. Saya selalu ingin menyelesaikan pekerjaan yang sudah saya mulai
57 a. Biasanya saya bersikeras mengenai apa yang saya yakini
b. Biasanya saya suka bekerja keras
58 a. Saya menyukai saran-saran dari orang-orang yang saya kagumi
b. Saya senang mengatur orang lain
59 a. Saya biarkan orang-orang lain mepengaruhi saya
b. Saya suka menerima banyak perhatian
60 a. Biasanya saya bekerja sangat keras
b. Biasanya saya bekerja cepat
61 a. Bila saya berbicara, kelompok akan mendengarkan
b. Saya terampil mempergunakan alat-alat kerja
62 a. Saya lambat membina persahabatan
b. Saya lambat dalam mengambil keputusan
63 a. Biasanya saya makan secara cepat
b. Saya suka membaca
64 a. Saya menyukai pekerjaan yang memungkinkan saya berkeliling
b. Saya menyukai pekerjaan yang harus dilakukan secara teliti
65 a. Saya berteman sebanyak mungkin
b. Saya dapat menemukan hal-hal yang telah saya pindahkan
66 a. Perencanaan saya jauh ke masa depan
b. Saya selalu menyenangkan
67 a. Saya merasa bangga akan nama baik saya
b. Saya tetap menekuni satu permasalahan sampai ia terselesaikan
68 a. Saya suka menyenangkan hati orang-orang yang saya kagumi
b. Saya suka menjadi seorang yang berhasil
69 a. Saya senang bila orang-orang lain mengambil keputusan untuk
kelompok
b. Saya suka mengambil keputusan untuk kelompok
70 a. Saya selalu berusaha sangat keras
b. Saya cepat dan mudah mengambil keputusan
71 a. Biasanya kelompok saya mengerjakan hal-hal yang saya inginkan
b. Biasanya saya tergesa-gesa
72 a. Saya seringkali merasa lelah
b. Saya lambat dalam mengambil keputusan
73 a. Saya bekerja secara cepat
b. Saya mudah mendapat kawan
74 a. Biasanya saya bersemangat atau bergairah
b. Sebagian besar waktu saya untuk berpikir
75 a. Saya sangat hangat kepada orang-orang
b. Saya menyukai pekerjaan yang menuntut ketepatan
76 a. Saya banyak berpikir dan merencana
b. Saya meletakkan segala sesuatu pada tempatnya
77 a. Saya suka tugas yang perlu ditekuni sampai kepada hal sedetilnya
b. Saya tidak cepat marah
78 a. Saya senang mengikuti orang-orang yang saya kagumi
b. Saya selalu menyelesaikan pekerjaan yang saya mulai
79 a. Saya menyukai petunjuk-petunjuk yang jelas
b. Saya suka bekerja keras
80 a. Saya mengejar apa yang saya inginkan
b. Saya adalah seorang pemimpin yang baik
81 a. Saya membuat orang lain bekerja keras
b. Saya adalah seorang yang gampangan (tak banyak pertimbangan)
82 a. Saya membuat keputusan-keputusan secara cepat
b. Bicara saya cepat
83 a. Biasanya saya bekerja tergesa-gesa
b. Secara teratur saya berolahraga
84 a. Saya tidak suka bertemu dengan orang-orang
b. Saya cepat lelah
85 a. Saya mempunyai banyak sekali teman
b. Banyak waktu saya untuk berfikir
86 a. Saya suka bekerja dengan teori
b. Saya suka bekerja sedetil-detilnya
87 a. Saya suka bekerja sampai sedetil-detilnaya
b. Saya suka mengorganisir pekerjaan saya
88 a. Saya meletakkan segala sesuatu pada tempatnya
b. Saya selalu menyenangkan
89 a. Saya senang diberi petunjuk mengenai apa yang harus saya lakukan

b. Saya harus menyelesaikan apa yang sudah saya mulai




yang dilingkari jawaban  calon pegawai, kemudian dijumlah berdasar arah panah lalu dihitung jumlah di isikan di kotak kosong.





Cara Menjawab
Perhatikan terdapat dua anak panah (di atas dan di bawah) di masing-masing nomor.
Setiap anak panah selalu mengarah dan berakhir di huruf. Misalnya, soal nomor 24, dengan
melihat arah anak panah ke kanan, melewati nomor 14, 4, arah diagonal ke bawah melewati
soal nomor 5, 16, 27, 38, 49, 60 dan berakhir di huruf X di bawah lembar jawaban.
Penjelasan huruf-huruf
G = PERAN PEKERJA KERAS (Hard Intense Worked)

 Skor 3-4: bekerja untuk kesenangan saja, bukan hasil optimal
 Skor 4-7: kemauan bekerja keras tinggi
L = PERAN – PEMIMPIN (Leadership Role)

 Skor 5-9: memproyeksikan dirinya sebagai pemimpin suatu tingkat dimana,
menggunakan orang lain untuk tujuannya.
 Skor 4-0: cendurung tidak secara aktif menggunakan orang lain dalam bekerja
I = PERAN – MEMBUAT KEPUTUSAN (Ease in Decision Making)

 Skor 0-2: ragu – menolak mengambil keputusan
 Skor 3-4: berhati hati membuat keputusan
 Skor 5-7: berhati hati – lancar dan mudah mengambil keputusan
 Skor 8-9: tidak ragu dalam mengambil keputusan
T = PERAN SIBUK (Pace)

 Skor <4: melakukan segala sesuatu menurut kemauannya sendiri
 Skor 4-6: tergolong aktif secara internal dan mental
V = PERAN PENUH SEMANGAT (Vigorous Type)

 Skor <5: cenderung pasif
 Skor 5-7: aktif secara fisik, cenderung sportif
S = PERAN HUBUNGAN SOSIAL (Social Extension)

 Skor <6: perhatian rendah terhadap hubungan social, kurang percaya pada orang lain
 Skor 6-9: kepercayaan tinggu dalam hubungan social, suka interaksi social
R = PERAN ORANG YANG TEORITIS (Theoretical Type)

 Skor 0-4: kurang perhatian, bersifat praktis
 Skor 5-9: nilai nilai penalaran tergolong tinggi
D = PERAN BEKERJA DENGAN HAL – HAL RINCI (Interest in Working With Details)

 Skor 0-3: menyadari kebutuhan akan kecermatan, tetapi tidak berminat bekerja detail
 Skor 4-9: minat tinggi untuk bekerja secara detail
C = PERAN MENGATUR (Organized Type)

 Skor 0-2: fleksibel – tidak teratur
 Skor 3-5: teratur tetapi tidak tergolong fleksibel
 Skor 6-9: keteraturan tinggi cenderung kaku
E = PERAN PENGENDALIAN EMOSI (Emotional Resistant)

 Skor <2: terbuka, cepat bereaksi, tidak normative
 Skor 2-3: terbuka
 Skor 4-6: punya pendekatan emosional seimbang ,mampu mengendalikan
 Skor > 6: sangat normative, kebutuhan pengendalian diri yang berlebihan
N = KEBUTUHAN MENYELESAIKAN TUGAS SECARA MANDIRI (Need to Finish
Task)

 Skor <3: menunda atau menghindari pekerjaan
 Skor 3-4: berhati hati atau ragu dalam bekerja
 Skor 4-6: cukup bertanggung jawab pada pekerjaan
 Skor 6-9: tekun, tanggung jawab tinggi
A = KEBUTUHAN BERPRESTASI (Need to Achieve)

 Skor 0-5: ketidakpastian tujuan, kepuasan dalam suatu pekerjaan, tidak ada usaha
lebih
 Skor 6-9: tujuan jelas, kubutuhan sukses dan ambisi tinggi
P = KEBUTUHAN – MENGATUR ORANG LAIN (Need to Control Others)

 Skor 5-9: tingkat kebutuhan untuk menerima tanggung jawab orang lain, menjadi
orang yang bertanggung jawab.
 Skor 4-0: menurunnya keinginan untuk bertanggung jawab pada pekerjaan dan
tindakan orang lain.
X = KEBUTUHAN UNTUK DIPERHATIKAN (Need to be Noticed)

 Skor <2: cenderung pemalu
 Skor 2-3: rendah hati, tulus
 Skor 4-5: memiliki pola perilaku yang unik
 Skor 6-9: membutuhkan perhatian nyata
B = KEBUTUHAN DITERIMA DALAM KELOMPOK (Need to Belong to Groups)

 Skor 0-3: selektif
 Skor 4-5: butuh diterima, tapi tidak mudah dipengaruhi kelompok
 Skor 6-9: butuh disukai dan diakui, mudah dipengaruhi
O = KEBUTUHAN KEDEKATAN DAN KASIH SAYANG (Need for Closeness and
Affection)

 Skor <3: tidak suka hubungan perorangan
 Skor 3-4: sadar akan hubungan perorangan, tapi tidak terlalu tergantung
 Skor 5-9: sangat tergantung, butuh penerimaan diri
Z = KEBUTUHAN UNTUK BERUBAH (Need for Change)

 Skor 0-2: tidak suka berubah
 Skor 3-4: tidak suka perubahan jika dipaksakan
 Skor 5-6: mudah menyesuaikan diri
 Skor 6-7: membuat perubahan yang selektif, berfikir jauh kedepan
 Skor 8-9: mudah gelisah, frustasi, karena segala sesuatu tidak berjalan fantastis
K = KEBUTUHAN UNTUK AGRESIF (Need to be Forceful)

 Skor 0-2: menhindari masalah, menulak, untuk mengenali situasi sebagai masalah
 Skor 3-4: suka lingkungan tanang, menghindari konflik
 Skor 5: keras kepala
 Skor 6-7: agresi berhubungan dengan kerja, dorongan semangat bersaing
 Skor 8-9: agresif, cendering defensive
F = KEBUTUHAN – MEMBANTU ATASAN (Need to Support Authority)

 Skor 6-9: bersikap setia dan membantu, kemungkinan bantuannya bersifat politis
 Skor 4-5: setia terhadap perusahaan
 Skor 2-3: mengurus kepentingan sendiri
 Skor <2: cenderung egois, kemungkinan bisa memberontak
W = KEBUTUHAN MENGIKUTI ATURAN DAN PENGAWASAN (Need for Rules and
Supervision)

 Skor <4: berorientasi pada tujuan, mandiri
 Skor 4-5: kebutuhan akan pengarahan dan harapan yang dirumuskan untuknya
 Skor 6-9: meningkatnya orientasi terhadap tugas dan membutuhkan instruksi yang

jelas