ilmu2hrd.blogspot.com

Pages

Thursday, August 20, 2026

Seleksi Berdaya Echievment tinggi

 

Daya Motivasi Pegawai 

Orang yang memiliki motivasi tinggi umumnya menunjukkan dorongan internal yang kuat untuk mencapai tujuan dan tidak mudah menyerah. Berikut adalah ciri-ciri utamanya:

**Perilaku & Pola Pikir Utama**

 * **Orientasi pada Target (Goal-Oriented):** Memiliki tujuan hidup atau kerja yang spesifik, terukur, dan realistis, serta fokus menyusun langkah-langkah untuk mencapainya.

 * **Proaktif dan Inisiatif:** Tidak menunggu perintah atau kesempatan datang; mereka aktif mencari peluang dan menyelesaikan masalah sebelum membesar.

 * **Ketahanan Tinggi (Resilience):** Memandang kegagalan atau tantangan sebagai pelajaran, bukan akhir dari segalanya, sehingga cepat bangkit (*bangkit kembali*).

 * **Disiplin dan Konsisten:** Tetap bekerja dan berkomitmen pada tujuan bahkan ketika rasa malas datang atau antusiasme awal mulai mereda.

 * **Haus Belajar & Pengembangan Diri:** Selalu ingin meningkatkan keterampilan, menerima kritik yang membangun dengan terbuka, dan tidak cepat puas dengan pencapaian saat ini.

**Ciri-Ciri Tambahan**

 * **Manajemen Waktu yang Baik:** Paham memprioritaskan dan mampu mengelola waktu secara efisien untuk hal-hal yang produktif.

 * **Energi dan Antusiasme Positif:** Menunjukkan fokus yang mendalam (*flow*) dan semangat saat mengerjakan tugas yang selaras dengan tujuan.

 * **Tanggung Jawab Penuh:** Memiliki *internal locus of control*—meyakini bahwa keberhasilan maupun kegagalan berada di bawah kendali dan usaha mereka sendiri, bukan menyalahkan keadaan atau orang lain.

ALAT PSIKOTES PALING EFEKTIF UNTUK MOTIVASI*

No Nama Tes Yang Diukur Red Flag Motivasi Waktu Rendah

**1** **PAPI Kostick** `Motivasi Berprestasi, Kekuasaan, Afiliasi` Rendah di: N = Perlu Berprestasi, L = Kepemimpinan, E = Ego 45 menit

**2** **TEP / Tes Apersepsi Tematik** `Motif Bawah Sadar: Prestasi, Afiliasi, Kekuasaan` Cerita pasif, tidak ada target, banyak tantangan 60 menit

**3** **EPPS - Preferensi Pribadi Edwards** `15 Kebutuhan McClelland` Rendah di Ach, Dom. Tinggi di Def, Ord 30 menit

**4** **MBTI** `Sumber Energi & Gairah Kerja` Tipe I + P tinggi = Mudah bosan, butuh dorongan 20 menit

**5** **Lima Besar** `Kehati-hatian + Ekstraversi` Rendah di C = Malas, tidak disiplin. Rendah E = Tidak Inisiasi 30 menit

**6** **Skala Motivasi Kerja / WMS** `Motivasi Intrinsik vs Ekstrinsik` Hanya mau kerja kalau ada bonus. Tidak ada gairah belajar 15 menit

**7** **Kraepelin / Pauli** `Ketahanan & Semangat Kerja` Grafik turun terus. Menyerah di tengah 30 menit

*Paket SDM Minimal*: `PAPI + WMS + Kraepelin`  

*Paket Dalam*: Tambah `TEP + EPPS` untuk Manajer posisi ke atas


DAFTAR PUSTAKA*

1. *PAPI Manual*  

    Kostik, M. (2003). _PAPI: Inventaris Kepribadian dan Preferensi_. Psikodaya.

2. *Teori McClelland*  

    McClelland, DC (1987). _Motivasi Manusia_. Cambridge University Press.

3. *Manual EPPS*  

    Edwards, AL (1959). _Jadwal Preferensi Pribadi Edwards_. Psychological Corporation.

4. *Skala Motivasi Kerja*  

    Gagné, M., dkk. (2015). _Skala Motivasi Ekstrinsik dan Intrinsik Kerja_. Jurnal Ilmu Perilaku Kanada.

5. *Buku HR Indonesia*  

    Robbins, SP, & Judge, TA (2019). _Perilaku Organisasi_. Pearson. Bab: Mo

tivasi


Wednesday, August 19, 2026

Cara tahu Pegawai Emosian

 

Emosi Meledak ledak 

Istilah psikologi untuk emosi yang meledak-ledak secara tiba-tiba dan di luar kendali adalah Intermittent Explosive Disorder (IED) atau Gangguan yang dipicu Amarah Intermiten. Selain itu, ada beberapa istilah lain yang juga berkaitan dengan kondisi ini tergantung pada konteks dan tingkat keparahannya. 

Istilah Terkait dalam Psikologi

Anger Issues: Masalah mengelola amarah di mana seseorang sering marah secara berlebihan pada hal-hal kecil.

Disregulasi Emosional : Ketidakmampuan otak untuk mengatur atau mengontrol intensitas emosi yang dirasakan.

Pemicu Emosi: Luka atau kenangan masa lalu yang belum pulih dan memicu ledakan emosi saat merespons situasi tertentu.

Impulsif: Perilaku bertindak cepat tanpa berpikir panjang, termasuk saat melampiaskan amarah. 


Alat Tes Psikologi

Inventarisasi Kepribadian & Gejala (Laporan Mandiri)

MMPI (Minnesota Multiphasic Personality Inventory): 

Melihat kecenderungan klinis seperti impulsivitas, pemusuhan, pengendalian emosi, atau kecenderungan gangguan kepribadian melalui skala seperti Anger (ANG) dan Psychopathic Deviate (Pd) .

STAXI (Inventarisasi Ekspresi Kemarahan Berdasarkan Keadaan dan Sifat): 

Mengukur sejauh mana kemarahan yang dirasakan sebagai keadaan saat ini ( State ) vs. sifat bawaan ( Trait ), serta bagaimana emosi tersebut diungkapkan (ke luar, ke dalam, atau dikontrol).

BFI (Big Five Inventory) / NEOPIR:

 Fokus pada domain Neuroticism (terutama sub-skala Angry Hostility/Impulsiveness ) dan skor Agreeableness yang rendah.

BIS-11 (Skala Impulsivitas Barratt):

 Mengukur tingkat impulsivitas motorik, kognitif, dan ketidakmampuan merencanakan suatu tindakan.

Alat Proyektif (Menggali Bawah Sadar & Dinamika Emosi)

SSCT (Tes Penyelesaian Kalimat Sacks):

 Menggali pemicu spesifik melalui respon terhadap kalimat rumpang terkait kemarahan, ketakutan, atau hubungan interpersonal.

TAT (Thematic Apperception Test): 

Melihat bagaimana subjek memproyeksikan konflik, frustrasi, dan regulasi emosi melalui narasi gambar cerita.

 .







 



Sumber Pustaka:


Wikipedia

Gangguan eksplosif intermiten - Wikipedia

Diterjemahkan — ICD-11. ... Dengan diberlakukannya ICD-11 pada tahun 2022, Gangguan eksplosif intermiten dicantumkan sebagai gangguan terpisah untuk pertama kalinya. Gangguan aku...








Tuesday, August 18, 2026

Cara atasi Pegawai yg tidak fokus

Pegawai gagal fokus 

 Distractibility adalah kondisi atau kecenderungan seseorang yang mudah kehilangan fokus dan perhatian pada tugas yang sedang dikerjakan akibat adanya rangsangan kecil dari luar, seperti suara, gerakan, atau hal lain yang tidak penting.

Ciri-Ciri Distractibility

Sulit bertahan lama pada satu kegiatan.

Mudah dialihkan oleh suara atau pemandangan di sekitar.

Sering terlihat rasa tidak nyaman saat bekerja atau bekerja.

Cepat merasa bosan dengan tugas yang sedang berjalan.

Penyebab UmumFaktor kelelahan atau kurang tidur.Kondisi seperti stres atau memang karakteristiknya.


Penempatan bagi Pegawai yg gagal fokus.

1. *Pecah tugas jadi kecil* → "Kerjakan 30 menit, lalu istirahat 5 menit"

2. *Minim gangguan* → Meja pojok, pakai headphone, matikan notif

3. *Daftar Periksa & Pengingat* → Daftar tugas harian, alarm

4. *Feedback singkat & sering* → Jangan menunggu 1 bulan

5. *Posisi cocok*: Sales lapangan, Event, Kreatif. `Hindari`: Kasir, Auditor


Alat Psikotes untuk Rekrutmen Distractibility.

a. Aritmatika dan Digit Spane dalam tes IQ

Bila skor rendah berarti memori lemah.

b  Kreeplin atau Pauli 

Jika banyak salah maka tidak bisa fokus.




DAFTAR PUSTAKA


1. *Panduan Tes D2*  

    Brickenkamp, ​​​​R. (2002). _Tes d2: Tes-Aufmerksamkeits-Belastungs_. Hogrefe.

2. *Manual WAIS-IV*  

    Wechsler, D. (2008). _Skala Kecerdasan Dewasa Wechsler – Edisi Keempat_. Pearson.

3. *Manual CPT-3*  

    Conners, CK (2014). _Tes Kinerja Berkelanjutan Conners Edisi ke-3_. MHS.

4. *ASRS v1.1*  

    SIAPA. (2005). _Skala Laporan Diri ADHD Dewasa_. Organisasi Kesehatan Dunia.

5. *Buku HR*  

 Suryani, E. (2019). _Psikodiagnostik untuk Praktik HRD_. Salemba Empat. Bab: Tes Atensi & Konsentrasi.

Monday, August 17, 2026

Cara diagnosa pegawai sadisme dan manfaatnya


Ciri ciri pegawai sadisme dan cara memanfaatkannya


Tanggapan: Istilah "pegawai sadisme" dalam konteks dunia kerja umumnya merujuk pada rekan kerja atau atasan yang memiliki kecenderungan kepribadian sadis ( sadistic Personality trait ) atau budaya kerja beracun ( toxic work culture ). Orang dengan kecenderungan ini merasa puas atau mendapatkan keuntungan emosional/posisi dari penderitaan, kegagalan, atau tekanan yang dialami orang lain.


Ciri-Ciri Pegawai Sadisme

Suka Mempermalukan di Depan Umum: Mengritik, mengejek, atau menjatuhkan rekan kerja di depan banyak orang untuk merusak reputasi korban dan menunjukkan dominasi.

Manipulatif dan Suka Mengadu Domba ( Gaslighting & Politics ): Memutarbalikkan fakta, menyebarkan rumor, atau menciptakan konflik antar-pegawai demi mengendalikan situasi.

Menahan Informasi Penting ( Penimbunan Informasi ): Sengaja tidak memberikan data atau instruksi yang diperlukan rekan kerja agar rekan tersebut gagal menyelesaikan tugas.

Mengklaim Hasil Kerja Orang Lain: Mengambil kredit atas ide atau pencapaian bawahan/rekan kerja, tetapi melimpahkan kesalahan saat terjadi masalah.

Menikmati Kegagalan Orang Lain: Menunjukkan kepuasan eksplisit atau implisit saat melihat rekan kerja membuat kesalahan atau sanksi.

Eksploitasi dan Mikro-Manajemen Berlebihan: Memberikan beban kerja di luar batas wajar dengan batas waktu tidak realistis hanya untuk melihat korban ketakutan atau permintaan.

Cara Manfaatkan / Mengelola Situasi ( Memanfaatkan Situasi )

Meningkatkan kewaspadaan dan memanfaatkan karakteristik mereka untuk melindungi diri serta menguntungkan posisi profesional Anda dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut:


Manfaatkan Kebutuhan Mereka akan Kontrol untuk Tugas Detail

Cara: Arahkan orang tersebut ke tugas-tugas yang membutuhkan ketelitian tinggi, evaluasi risiko, atau audit. Ambisi mereka untuk mencari kesalahan orang lain bisa berguna untuk mendeteksi celah/kekurangan dalam proyek sebelum diluncurkan.

Gunakan Sebagai Tameng/Ekssekutor Keputusan Sulit

Cara: Jika Anda dalam posisi manajerial, libatkan mereka dalam tugas yang membutuhkan ketegasan ekstra (seperti banyak negosiasi atau penegakan aturan ketat) di mana sikap tidak kenal membahayakan mereka memberikan keuntungan operasional.

Jadikan Bahan Pembelajaran Strategi Kebugaran Politik Office

Cara: Amati pola interaksi dan manipulasi mereka untuk memahami dinamika politik kantor. Ini membantu Anda membangun imunitas emosional dan melatih keterampilan diplomasi tingkat tinggi.

Dokumentasikan Semua Interaksi untuk Amunisi Profesional

Cara: Selalu gunakan komunikasi tertulis (email, chat resmi) untuk setiap proses dan kesepakatan. Dokumentasi yang rapi tidak hanya melindungi Anda, tetapi juga dapat menjadi bukti kuat jika perlu dilaporkan ke HR/Manajemen puncak.

Bangun Aliansi Kuat di Luar Lingkaran Mereka

Cara: Karakter sadis biasanya dibenci banyak orang. Manfaatkan situasi ini untuk menggalang dukungan dan membangun hubungan yang solid dengan rekan kerja lain yang membutuhkan perlindungan atau kerja sama yang sehat.


ALAT PSIKOTES PALING EFEKTIF UNTUK DETEKSI


Wajib bekerja + diinterpretasi psikolog. HR tidak bisa membaca sendiri.
No Nama Tes Yang Diukur Terkait Sadisme Red Flag Tinggi Waktu
**1** **MMPI-2-RF / MMPI-3** `RC4` Antisosial, `RC9` Hipomanik, `BXD` Perilaku Eksternalisasi Agresif, tidak empati, suka aturan 45-60 menit
**2** **PAI** `AGG` Agresi, `DOM` Dominasi, `ANT` Antisosial Marah, suka kontrol, tidak peduli orang 45 menit
**3** **MCMI-IV** `Skala 6A` Sadis, `Skala 6B` Antisosial Menikmati kekuasaan, menghukum, memberi 30 menit
**4** **PPI-R / SRP-4** Inventarisasi kepribadian Psikopat Tidak empati, manipulatif, suka mendominasi 40 menit
**5** **BPAQ** Kuesioner Agresi Buss-Perry Agresi fisik, verbal, marah, permusuhan 10 menit
*Paling sering dipakai HR*: `PAI + Wawancara Perilaku + Pemeriksaan Referensi`  
*Paling spesifik*: `MCMI Skala 6A Sadis` tapi wajib psikologi klinis

*Tes tambahan*: `Empathy Quotient EQ` skor rendah = bahaya. `Tes Triad Gelap` = Narsis + Machiavellian + Psikopat + IQ Verbal dengan Non Verbal

CIRI WAJAH YANG SERING DIKAITKAN SADISME / DOMINASI TINGGI*

Ini dari buku fisiognomi klasik Cina, Yunani, dan observasi psikologi forensik.
No Area Wajah Ciri yg Sering Disebut Psikologi Dibaliknya
**1** **Mata** `Tatapan tajam, dingin, tidak berkedip`. Murid kecil saat marah Minim empati. "Tatapan predator". Suka mengontrol
**2** **Alis** `Alis tebal, lurus, turun di ujung luar`. Jarak alis dekat Mudah curiga, dominan, suka berkuasa
**3** **Dahi** `Dahi sempit + banyak kerutan vertikal di tengah` Keras kepala, tidak fleksibel, suka memukul
**4** **Hidung** `Hidung mancung, tulang hidung menonjol, lubang hidung mengecil saat marah` Ambisius, suka kontrol, tidak mau kalah
**5** **Rahang** `Rahang kotak, otot rahang kuat, sering mengatup` Agresif, keras, tidak mau mengalah
**6** **Mulut/Bibir** `Bibir tipis, ujung bibir turun`. `Senyum sinis 1 sisi` Kurang hangat, suka ketegaran, sinis
**7** **Dagu** `Dagu panjang + menonjol ke depan` Butuh dominasi, keras kepala, balas dendam
**8** **Telinga** `Telinga menempel di kepala, daun telinga kecil` Tertutup, tidak suka kritik, ego tinggi
**9** **Ekspresi Umum** `Wajah datar saat orang lain sedih`. `Mimik senang saat melihat orang susah` Tidak ada empati = red flag utama
*Kombinasi paling "diwaspadai"*: `Mata tajam + Rahang kuat + Bibir tipis + Senyum sinis`



"9 CIRI WAJAH YANG PERLU DIWASPADAI DALAM REKRUTMEN"* 
Bisa kamu print A3 dan tempel di ruang HR buat pengingat saat wawancara.

*Poster Isi:*
1. *Mata* = menatap tajam dingin, tidak berkedip
2. *Alis* = Tebal, lurus, turun di ujung
3. *Dahi* = Sempit + kerutan vertikal banyak
4. *Hidung* = Mancung, tulang menonjol
5. *Rahang* = Kotak, otot kuat, sering mengatup
6. *Mulut* = Bibir tipis + senyum sinis 1 sisi
7. *Dagu* = Panjang menonjol ke depan
8. *Telinga* = Menempel ke kepala
9. *Ekspresi* = Datar saat orang sedih

Ada disclaimer di bawah: `Bukan diagnosis. Wajib dikonfirmasi dengan psikotes + perilaku`

---


Daftar Pustaka:
Kelinci, RD (2003). _Daftar Periksa Psikopati Hare-Revisi_. Toronto: Sistem Multi-Kesehatan.  
 Suryani, E. (2019). _Psikodiagnostik untuk Praktik HRD_. Jakarta: Salemba Empat. Bab: Asesmen Sifat Gelap.