Psikotes di Pendidikan dan Kantor
Dale S Beach dalam bukunya The Management at Work mengungkapkan psikotes sebagai pendidikan yang berguna untuk :
1. Seleksi Manusia Unggul
Sekolah Manusia Unggul atau MAUNG baru ini dibuka di Provinsi Jawa Barat, dimana setiap Kota atau Kabupaten diberikan satu Sekolah, baik SMAN maupun SMKN.
Dalam Psikotes Siswa Sekolah Maung ada tiga kategori aspek yakni aspek akademik dan aspek visual motorik.
A. Aspek Akademik, meliputi aspek verbal atau bahasa yang dikendalikan oleh bagian otak lobus Temporal dan aspek numerikal yang berperan bagian otak lobus parietal. Ini yang menyebabkan seseorang unggul dalam bahasa maupun hitungan angka angka.
Selain itu juga aspek non verbal yang menggali kreatifitas.
B. Aspek Visual Motorik yaitu kinerja antara visual -motorik-otot yang diperankan oleh otak bagian lobus oksipetal, menyebabkan mempunyai keunggulan sebagai Atlit, Penari dan pemain peralatan musik.
C. Aspek kosentrasi tugas ,yakni aspek fokus dan tanggung jawab terhadap kinerja kerja, selalu menjaga konsistensinya bahkan selalu termotivasi berprestasi tanpa henti ( Prestasi). Psikotes ini untuk Sekolah Maung diminta Psikolog yang mempunyai SIPP dari HIMPSI dan standar IQ skala Wechsler, karena subtes lengkap menggali aspek ketiga utama diatas.
2 Penjurusan
Hasil psikotes digunakan bimbingan dalam memilih jurusan IPA atau IPS di Indonesia (IQ Bakat dan Minat ). Alat yang digunakan tes numerik, desain blog, potongan gambar ruang bidang untuk jurusan IPA, sedang IPS perpaduan Analog Verbal, Informasi ,Pengetahuan Umum, Dan Sinonim - Antonim.
3. Bimbingan Pemilihan Karir Pekerjaan Kejuruan yang cocok
Hasil Psikotes siswa SMK digunakan kurang bakat minat kejuruan untuk pemilihan program studinya. ( IQ, Bakat, Papi Kostik / EPPS dan Minat)
4. Bimbingan kelanjutan studi
Bagi yang melanjutkan studi ke Perguruan tinggi ada syarat beberapa Perguruan Tinggi memilih fakultas sesuai dengan standar IQ minimal seperti Universitas Kemenhan yang bersyarat IQ minimal angka 120. ( IQ,Bakat dan Minat Vakasional) ..
5. Bimbingan anak yang mengalami hambatan proses belajar
Baik yang IQ-nya tinggi tetapi hasil belajarnya rendah atau underechiever maupun yang IQ rata rata juga alami problem belajar dimana korelasi IQ di atas angka 110 rata rata belajar mata pelajaran nilai kurang berarti prestasi bawah kapasitas yang dicarikan metode yg sesuai kadar IQ agar tidak terjadi perbedaan prestasi (IQ dengan Alat Tes TKD).
6. Kemudian era sekarang psikotes juga untuk bantuan kesehatan mental bagi anak berkebutuhan khusus
Termasuk yang mempunyai IQ dibawah skor normal IQ kurang dari angka 70 atau keterbelakangan mental dengan diberikan ekstrakurikuler yang dapat mampu menyesuaikan diri dan ikhlas menerima kekurangan ( IQ dan Kecerdasan Intrapersonal ).
7. Demikian untuk Bimbingan gaya belajar siswa.
Dimana dapat dibedakan 3 jenis gaya belajar yakni Auditiory, Audio Visual dan Kinetetis. Gaya belajar ini dikemukakan oleh Walter B Barbe dan kawannya tahun 1979 dikenal teori VAK, yakni
A. Visual belajar peka atau daya tangkap lebih efektif dengan visualisasi seperti gambar, televisi dll karena indera penglihatan. Guru harusnya menyajikan pembelajaran disertai gambar, grafik dan media visual lainnya.
B. Pendengaran yaitu sensitif atau daya tangkap efektif dengan indera pendengaran dimana siswa butuh suasana tenang, tidak banyak suara gaduh baru bisa fokus belajarnya atau sering duduk paling depan, atau Guru dalam bersuara dibuat menarik, mungkin nada dan volume diubah ubah dalam menjelaskan materi atau melakukan diskusi kelompok, juga KBM bermain peran atau Role Playing lebih efektif.
C. Kinetetis yaitu kepekaan daya tangkap lebih efektif dengan indera perasa atau dengan sensitif dengan gerakan motorik, bisa belajar bila disertai latihan gerakan motorik. Guru harus sering mengamati mana siswa yang tidak bisa diam lalu disuruh maju ke papan tulis mengerjakan soal, atau membuat bermain peran jika pelajaran kepribadian. Alat ukur gaya belajar berupa soal Kuesioner, dimana ditentukan dari gaya yang lebih dominan, meskipun setiap individu semua bisa.
8. Howard Gurdner mengemukakan bahwa manusia memiliki kecerdasan yang majemuk yaitu :
A. Kecerdasan Visual ,aspek kemampuan persepsi visual mudah dipahami dengan bantuan visual atau Image Smart
B. Kecerdasan Linguistik atau linguage smart yakni aspek kemampuan bahasa terdiri dari kosa kata, vocabyulary anonim, antonim .
D. Kecerdasan Tubuh Kinetetis yaitu aspek kemampuan gerakan motorik contohnya untuk Olahragawan.
e. Kecerdasan Interpersonal atau interpersonal yang cerdas yaitu aspek kemampuan berinteraksi dengan orang lain atau adaptif
F. Kecerdasan Intrapersonal atau kecerdasan interpersonal yaitu aspek kemampuan mawas diri, berintrokpeksi kelemahan dan kelebihan diri.
G. Kecerdasan numerikal yakni aspek kemampuan dalam matematika, perhitungan angka angka.
H. Kecerdasan Musikal atau Artistik Musikal Cerdas yaitu aspek kecerdasan dalam bermain musik dan mencipta lagu.
Saya. Kecerdasan Naturalistik ( Alam) atau Natural Smart yakni aspek kecerdasan terhadap ilmu pengetahuan alam.
Alat tes berupa Multiple Inteligency Quistionary yang terdiri 80 soal, manfaatnya adalah untuk modifikasi kecerdasan dengan mempertahankan aspek menonjol dan merangsang aspek belajar yang lemah.
Dengan diketahui Multiple Inteligensi siswa atau Mahasiswa, maka dapat mengarahkan jenis ekstrakurikuler yang cocok, dan bisa sebagai cadangan prestasi akademik.
9. Alat kontrol keberhasilan modifikasi bakat setelah belajar
Hal ini bakat seseorang dapat diubah sesuai minatnya dengan melakukan Psikotes ulang terutama aspek IQ dan kepribadiannya dengan jarak minimal 6 bulan dari Psikotes sebalumnya, biasanya sekolah adakan pada saat kelas awal dan dilakukan 2 tahun kemudian ( Dra. Sri Suherni, Biro Psikologi Solusi) . Pada awalnya berbakat IPS, tetapi anak ingin jurusan IPA, sedang untuk syarat jurusan IPA nilai pelajaran Matematika, Fisika, Kimia dan Biologi harus diatas nilai IPS, maka selama minimal 6 bulan, si Anak menguasai belajar maka Bakat bisa berubah.
10. Merubah Kepribadian
Dalam Psikotes secara ilmiah akan terbaca berbagai kepribadian yang tersembunyi, misalnya introvert dan ekstrovert , stabilitas emosi kreatifitas dll. Dengan adanya perilaku dasar manusia adalah belajar agar diterima dan dapat peran di masyarakatnya maka pendidikan di arahkan untuk mendorong pribadi yang tidak produktif, dan mengembangkan sikap sesuai norma yang harus ditaati. Kemudian diakhiri dengan selesainya pendidikan, seseorang dapat berperan sebagai anggota masyarakatnya. Menurut ahli Neuropsikologi otak manusia bersifat neuroplastik dimana bisa mengubah dirinya akibat pengalaman.
11. Mengukur Kemampuan Skolastik
Kemampuan Skolastik adalah pemahaman nalar, logika, tata bahasa dan analisa sintesa, dimana ini sangat dibutuhkan dalam studi di Perguruan Tinggi. Demikian juga di dunia kerja, sangat berarti untuk pemecahan masalah, penelitian atau penelitian, komunikasi efektif dll. Kemampuan skolastik ini diukur dari kemampuan atau hasil subtes informasi dan aritmatika, orang skor tinggi dalam tes informasi atau pengetahuan umum digabung dengan hasil skor tes aritmatika mengindikasikan Scolastice Attitude yang baik (Wheschler).
12. Mengetahui Motivasi Siswa.
Dalam dunia kerja sama atau analog juga dalam dunia pendidikan atau psikolearning, dimana motivasi untuk belajar bisa disinkronkan dengan minatnya, karena minat adalah dasar utama dari motivasi seseorang atau siswa. Orang yang tertarik jadi dokter tentunya akan semakin termotivasi belajar biologi dan kimia karena itu sebagai bahan pengetahuan kedokteran.
13. Mengetahui sifat Tanggung Jawab.
Tanggung jawab adalah sikap berani mengambil risiko dan menerima beban akibat perbuatannya. Sifat ini terintepretasi dari tes Warteg, tes Papi Kostik dan Aritmatik secara gabungan atau perpaduannya.
14. Mengetahui Motorik Visual
Visual Motorik adalah kemampuan koordinasi antara indera visual dengan gerakan motorik otot, keterampilan ini sangat membantu tenaga laboratorium, farmasi, teknik , dokter bedah,pilot dan atlit olahraga. Aspek ini diintepretasi blogdesign, tes warteg dan tes grafis.
15. Untuk Pemetaan Kelas.
Ada sekolah memetakan siswa berdasarkan IQ atau Potensi Dasar sehingga ada visibilitas yang berbeda IQnya, ini bukan diskriminasi tetapi lebih digunakan untuk keefektifan Kegiatan Belajar Mengajar. Siswa yang berIQ tinggi pendekatannya lebih banyak diberikan pengayaan dan tugas karena daya tangkapnya lebih cepat, berbeda yang berIQ rendah perlu dilakukan berulang kali agar target penguasaan materi pelajaran tercapai.
16. Manfaat bagi Orang Tua atau Wali Murid .
Orang Tua biasanya memaksakan kemauan atau tuntutan terhadap anaknya, kurang memperhatikan bakat dan minat serta kemampuan anak. Sebagai misal dalam penjurusan selalu memaksa agar anak-anaknya memilih jurusan IPA, padahal hasil psikotes menunjukkan bakat yang berbeda yakni lebih ke jurusan IPS. Bercermin dengan hasil psikotes maka seharusnya menerima dengan lapang dada, agar anaknya memilih jurusan sesuai bakat dan minatnya, jika dipaksakan berakibat kurang maksimal hasil belajarnya, bahkan malah bisa berakibat berakibat klinis baik fisiologis maupun psikologis.
17. Seleksi Tenaga Pendidik
Pendidik atau Guru adalah profesi yang berat, karena tidak hanya memiliki kemampuan mengajar tetapi juga kemampuan mendidik perilaku mana yang diperbolehkan atau tidak. Sehingga siswa dapat mempercepat kanalisasi perilaku yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakatnya, maka Pendidik harus memberi contoh. Apa yang penting dari Psikotes bagi Pendidik adalah :
a. Stabilitas Emosi
Menghadapi siswa yang datang dari berbagai latar belakang yang heterogen maka Guru perlu sabar dan tenang, emosi harus stabil.
b. Kreatif
Harus memiliki kemampuan daya kreatif terutama menciptakan kegiatan belajar mengajar yang efektif.
c. Komunikasi
Kemampuan berkomunikasi diperlukan saat adu argumentasi dengan siswa berguna meningkatkan pengembangan intelektual Siswa.
d. Punya sifat kepemimpinan.
Tenaga Pendidik harus punya kemampuan memimpin dalam kelas, agar kelas bisa mencapai tujuan belajar yakni menguasai ilmu teknologi sekaligus punya kepuribadian Bangsa Indonesia. Diperlukan keterampilan kepemimpinan yang meliputi :
1. Keterampilan Teknis
Keterampilan teknis Tenaga Guru adalah metode mengajar yang efektif, bagaimana siswa dapat memahami materi pelajaran yang diberikan.
2. Keterampilan Humanis
Skill ini kecakapan menghadapi siswanya secara personal, sehingga siswa merasa nyaman belajar tanpa diskriminatif atau ketakutan.
3. Keterampilan Konsep
Keterampilan ini menerapkan tujuan pengajaran yang bermanfaat bagi masa depan siswanya, mempunyai bekal IMTEK sehingga bisa berperan bagi masyarakat nantinya, entah saat masih belajar menjadi siswa atau setelah lulus nanti.
18. Deteksi Dini Karakteristik Gangguan Mental.
Dalam perkembangan manusia tidak ada yang sempurna, hal ini dipengaruhi beberapa faktor yakni genetik, gizi makanan dan pendidikan keluarga. Gangguan psikologis seperti skizofrenia ,psikosis atau Gila, Paranoid, exiting out, Psikopath, dan Narsistik bisa didiagnose dari hasil Psikotes baik dari IQ yang tidak seimbang aspek aspeknya, juga psikotes grafis seperti gambar pohon dan gambar manusia,merupakan tahap diagnosa awal psikologi klinis maupun psikiatry baik .
“**Bagi guru BK dengan mengetahui ketimpangan antara skor aspek Verbal dengan aspek Non Verbal menurut D Ogdon mengindikasikan gangguan psikologis, sehingga perlu ditekankan tingkatkan rasa empati bagi Psikopath, tingkatkan rasa percaya orang lain bagi Schizoprane, tingkatkan rasa mencakup realita bagi Psikosis dan tingkatkan intropeksi diri bagi Narsistik**”.
19. Dapat mengetahui Perkembangan kesehatan Otak
Skoring hasil subtes bahasa rendah misalnya bisa terindikasi kurang maksimal perkembangan otak kiri,atau lobus temporal kiri tidak berkembang.
BAGIAN 1: PEMETAAN 4 JENIS KECERDASAN KE OTAK*
*1. KECERDASAN BAHASA / LINGUISTIK*
`Area Otak: Lobus Temporal Kiri + Frontal Kiri`
Bagian Otak Fungsi Kalau Kuat
**Area Broca** `Frontal Kiri` Ngomong, bikin kalimat, tata bahasa Jago presentasi, debat, nulis
**Area Wernicke** `Temporal Kiri` Memahami bahasa, arti kata Cepat nangkap maksud orang
**Gyrus Angularis** `Parietal-Temporal` memuat huruf-bunyi-makna Jago baca, nulis, belajar bahasa baru
**Corpus Callosum** Jembatan kanan-kiri Bisa menjelaskan hal rumit dengan bahasa sederhana
*2. KECERDASAN ANGKA / LOGIKA-MATEMATIK*
`Area Otak: Lobus Parietal + Frontal`
Bagian Otak Fungsi Kalau Kuat
**Sulkus Intraparietal** `Parietal` Ngerti jumlah, angka, perbandingan Jago hitung cepat, statistik
**Gyrus Angularis** `Parietal Kiri` Simbol angka, rumus, perkalian Hafal rumus, jago akuntansi
**DLPFC** `Frontal` Pemecahan masalah, logika, strategi Jago analisa data, coding
**Prefrontal** Langkah perencanaan Bisa memecahkan masalah besar jadi kecil
*3. KECERDASAN TEKNIK / SPASIAL-MEKANIK*
`Area Otak: Kanan Parietal + Frontal + Serebelum`
Bagian Otak Fungsi Kalau Kuat
**Lobus Parietal Kanan** Bayangin 3D, rotasi benda, peta Jago gambar teknik, desain, baca blueprint
**Korteks Motorik + Serebelum** Koordinasi tangan, praktik Jago bongkar-pasang, las, setting mesin
**DLPFC + ACC** Pemecahan masalah, sistematis Bisa urutkan penyebab kerusakan
**Hipokampus** Memori prosedur Hafal SOP, langkah kerja teknik
*4. KECERDASAN SENI / KREATIVITAS*
`Area Otak: Lobus Temporal Kanan + Frontal + Jaringan Mode Default`
Bagian Otak Fungsi Kalau Kuat
**Lobus Temporal Kanan** Nada, musik, emosi dalam seni Jago musik, denger nada fals
**Lobus Oksipital** Warna, bentuk, visual Jago desain, lukis, fotografi
**Jaringan Mode Default** Mikir bebas, ide pembohong Banyak ide, di luar kotak
**Insula + Limbik** Rasa, estetika, "feel" Punya selera seni, bisa menyentuh perasaan
Cara memperdayakan Otak yang bersifat Neuroplastisitas.
-Mempelajari hal baru: Mencoba hobi baru, bahasa asing, atau memainkan alat musik memaksa otak membentuk jaringan saraf baru.
-Olahraga teratur: Aktivitas fisik melancarkan aliran darah dan merangsang produksi zat kimia BDNF (Brain-Derived Neurotrophic Factor) untuk regenerasi sel saraf.
Sumber Pustaka : Dale S, Profesor Personal Management, Universitas Negeri Lowa, 1973.