ilmu2hrd.blogspot.com

Pages

Saturday, August 22, 2026

Seleksi Pegawai Disiplin

 

Disiplin 

Kedisiplinan = Konsisten taat aturan, tepat waktu, tanggung jawab, bisa mengendalikan diri*  

Kalau tidak digali dari awal → telat, mangkir, kerja asal2an, susah diatur.

Ciri utama disiplin pegawai adalah konsistensi dalam menghargai waktu, menuntaskan tanggung jawab sesuai sasaran, serta patuh pada kode etik tanpa perlu berlebihan secara ketat.

Karakteristik Utama

Tepat waktu: 

Tepat waktu: Hadir dan memulai rapat sesuai jadwal.

Manajemen kerja: 

Manajemen kerja: Menyelesaikan tugas sebelum batas waktu.

Fokus penuh: 

Meminimalkan gangguan pribadi saat jam kerja.

SOP Taat: 

mengikuti prosedur kerja secara konsisten.

Mandiri: 

Bekerja produktif tanpa perlu pengawasan ketat.

Rapi: 

Mengelola dokumen dan area kerja dengan teratur.

Dampak Positif di Kantor

Kepercayaan: 

Menjadi waktu Anda untuk proyek penting.

Efisiensi: 

Mengurangi waktu yang terbuang sia-sia.

Karier: 

Membuka peluang promosi jabatan lebih cepat.


ALAT PSIKOTES UNTUK UKUR KEDISIPLINAN*

No Nama Tes Yang Diukur / Bendera Merah Kenapa Penting Waktu

**1** **PAPI Kostick** `Tinggi R = Aturan` + `Tinggi C = Ketelitian` + `Tinggi D = Disiplin` Taat aturan, teratur, kepatuhan prosedur 45 menit

**2** **Lima Besar / NEO PI-R** `C = Kehati-hatian Tinggi` + `N = Neuroticism Rendah` Kunci disiplin: rapi, tanggung jawab, kontrol diri 30 menit

**3** **Kraepelin / Pauli** `Grafik stabil + Error rendah + Tidak drop` Daya tahan, teliti, tidak ceroboh 30 menit

**4** **EPPS** `Tinggi Ord = Order` + `Tinggi Ach = Achievement` + `Rendah Play` Suka keteraturan, suka target, tidak main2 30 menit

**5** **Ujian D2** `Kecepatan tinggi + Konsentrasi tinggi + Sedikit salah` Fokus, tidak ceroboh, disiplin detail 15 menit

**6** **Army Alpha / IST** `Bagian "Aturan & Logika" skor tinggi` Paham aturan & bisa ikut sistem 40 menit

*Paket Wajib HR*: `PAPI + Kraepelin + Lima Besar C`  

*Paket Pabrik/Operasional*: Tambah `Ujian D2


DAFTAR PUSTAKA*

1. *Manual PAPI*  

    Kostick, M. (2003). _PAPI: Inventaris Kepribadian dan Preferensi_. Psikodaya.

2. *Lima Besar & Ketelitian*  

    Barrick, MR, & Mount, MK (1991). _Lima Dimensi Kepribadian Besar dan Kinerja Pekerjaan_. Psikologi Personalia.

3. *Tes Kraepelin*  

    Kraepelin, E. (1895). _Über Ermüdungsmessungen_. Arsipkan untuk Psikologi.




Seleksi Pegawai Demotivasi

 



Ciri Pegawai yang menyesal diri atau kera

Manusia adalah makhluk yang selalu punya tujuan dan keinginan,dan juga punya keinginan untuk menjalankan tugas hidupnya yakni melanjutkan dari generasi ke generasi,namun kadang salah antisipasi dalam kesempatan untuk meraih cita cita sehingga bayangan kebahagiaan hidupnya lepas dari genggaman,dan menjadikan perasaan menyesal,dan mengeluh merasa gagal atau kera nasibnya.

Demotivasi = Faktor yang membuat semangat kerja turun: bosan, burnout, tidak bersemangat, konflik. Kalau tidak digali dari awal, yang terjadi: mangkir, kinerja turun, resign, toxic.

Dalam dunia kerja, pegawai yang merasa menyesal (misalnya karena salah memilih karir atau tempat kerja) dan pegawai yang terkesan “apes” (kurang beruntung) sering menunjukkan ciri-ciri khas melalui pola pikir, sikap, dan kinerja mereka.


Ciri Pegawai yang Menyesal


Sering Mengeluh dan Membandingkan:

 Mengagungkan perusahaan/pekerjaan sebelumnya atau tempat kerja teman, serta menganggap pekerjaan saat ini sebagai keputusan yang buruk.


Demotivasi dan Berhenti Tenang :

 Hanya melakukan tugas minimal sesuai kualifikasi dasar tanpa inisiatif, semangat, atau keinginan untuk belajar hal baru.


Fokus pada Dampak Negatif: 

Memandang setiap perubahan, tugas, atau kebijakan baru sebagai beban tambahan daripada peluang untuk berkembang.


Menarik Diri dari Lingkungan Sosial: 

Jarang berinteraksi aktif dengan rekan kerja dalam kegiatan di luar tugas utama dan terkesan menutup diri.


Ciri Pegawai yang Terkesan "Kera" (Sial)


Manajemen Waktu yang Buruk: 

Sering kali terjebak dalam situasi darurat (batas waktu mepet, salah jadwal) karena perencanaan yang kurang matang, bukan semata-mata faktor nasib.


Komunikasi Kurang Cermat: 

Sering mengalami salah paham ( miscommunication ) dengan atasan atau tim, yang berujung pada kesalahan kerja atau pelimpahan tanggung jawab.


Kurang Antisipatif:

 Jarang menyiapkan rencana cadangan (Plan B), sehingga ketika terjadi kendala teknis atau perubahan mendadak, hasilnya berdampak langsung pada kinerja mereka.


Sering Menjadi "Korban" Keadaan:

 Cenderung memiliki locus of control eksternal , yaitu menyalahkan faktor luar (nasib, sistem, atau orang lain) atas kegagalan yang dialami.


ALAT PSIKOTES UNTUK DETEKSI DEMOTIVASI

No Nama Tes Yang Diukur / Red Flag Demotivasi Kenapa Penting Waktu

1 **PAPI Kostick** `

Rendah N = Perlu Berprestasi` + `Rendah E = Kekuatan Ego` + `Tinggi D = Butuh Dukungan` Gampang nyerah, butuh disuapin terus 45 menit

2 **MMPI-2 / PAI**

`Skor Tinggi Skala Depresi, Kelelahan, Sinisme` Tanda awal burnout & sinis ke perusahaan 60 menit

3 **MBI - Inventarisasi Burnout Maslach**

3 Aspek: Kelelahan Emosional + Depersonalisasi + Prestasi Pribadi Rendah` Alat emas untuk mengukur burnout` 15 menit

4 **JDS - Survei Diagnostik Pekerjaan**

5 Faktor: Keanekaragaman Keterampilan, Otonomi, Umpan Balik. Kalau rendah = Bosan`Periksa apakah pekerjaan yang bikin demotivasi 20 menit

5 **EPPS** `

Def Tinggi = Rasa Hormat` + `Rendah Ach, Dom` Penurut, tidak berani, tidak ada permulaan 30 menit

6 **Tes D2 / Kraepelin**

`Grafik turun drastis + Banyak error` Tidak ada daya tahan. Mudah capek mental 30 menit

7 **WMS - Skala Motivasi Kerja**

`Motivasi Ekstrinsik saja. Intrinsik = 0` "Kalau tidak ada bonus saya tidak kerja" 15 menit

*Paket HR Wajib*: `MBI + PAPI + JDS`  

*Paket Deep*: Tambah `MMPI-2` untuk kritik posisial

30 menit

DAFTAR PUSTAKA


1. *Manual Inventarisasi Burnout Maslach*  

    Maslach, C., & Jackson, SE (1986). _MBI: Maslach Burnout Inventory_. Consulting Psychologists Press.

2. *Survei Diagnostik Pekerjaan*  

    Hackman, JR, & Oldham, GR (1980). _Perancangan Ulang Pekerjaan_. Addison-Wesley.

3. *Manual PAPI*  

    Kostick, M. (2003). _PAPI: Inventaris Kepribadian dan Preferensi_. Psikodaya.

4. *Demotivasi di Tempat Kerja*  

    Herzberg, F. (2003). _Sekali Lagi: Bagaimana Anda Memotivasi Karyawan?_. Harvard Business Review.





Thursday, August 20, 2026

Seleksi Berdaya Echievment tinggi

 

Daya Motivasi Pegawai 

Orang yang memiliki motivasi tinggi umumnya menunjukkan dorongan internal yang kuat untuk mencapai tujuan dan tidak mudah menyerah. Berikut adalah ciri-ciri utamanya:

**Perilaku & Pola Pikir Utama**

 * **Orientasi pada Target (Goal-Oriented):** Memiliki tujuan hidup atau kerja yang spesifik, terukur, dan realistis, serta fokus menyusun langkah-langkah untuk mencapainya.

 * **Proaktif dan Inisiatif:** Tidak menunggu perintah atau kesempatan datang; mereka aktif mencari peluang dan menyelesaikan masalah sebelum membesar.

 * **Ketahanan Tinggi (Resilience):** Memandang kegagalan atau tantangan sebagai pelajaran, bukan akhir dari segalanya, sehingga cepat bangkit (*bangkit kembali*).

 * **Disiplin dan Konsisten:** Tetap bekerja dan berkomitmen pada tujuan bahkan ketika rasa malas datang atau antusiasme awal mulai mereda.

 * **Haus Belajar & Pengembangan Diri:** Selalu ingin meningkatkan keterampilan, menerima kritik yang membangun dengan terbuka, dan tidak cepat puas dengan pencapaian saat ini.

**Ciri-Ciri Tambahan**

 * **Manajemen Waktu yang Baik:** Paham memprioritaskan dan mampu mengelola waktu secara efisien untuk hal-hal yang produktif.

 * **Energi dan Antusiasme Positif:** Menunjukkan fokus yang mendalam (*flow*) dan semangat saat mengerjakan tugas yang selaras dengan tujuan.

 * **Tanggung Jawab Penuh:** Memiliki *internal locus of control*—meyakini bahwa keberhasilan maupun kegagalan berada di bawah kendali dan usaha mereka sendiri, bukan menyalahkan keadaan atau orang lain.

ALAT PSIKOTES PALING EFEKTIF UNTUK MOTIVASI*

No Nama Tes Yang Diukur Red Flag Motivasi Waktu Rendah

**1** **PAPI Kostick** `Motivasi Berprestasi, Kekuasaan, Afiliasi` Rendah di: N = Perlu Berprestasi, L = Kepemimpinan, E = Ego 45 menit

**2** **TEP / Tes Apersepsi Tematik** `Motif Bawah Sadar: Prestasi, Afiliasi, Kekuasaan` Cerita pasif, tidak ada target, banyak tantangan 60 menit

**3** **EPPS - Preferensi Pribadi Edwards** `15 Kebutuhan McClelland` Rendah di Ach, Dom. Tinggi di Def, Ord 30 menit

**4** **MBTI** `Sumber Energi & Gairah Kerja` Tipe I + P tinggi = Mudah bosan, butuh dorongan 20 menit

**5** **Lima Besar** `Kehati-hatian + Ekstraversi` Rendah di C = Malas, tidak disiplin. Rendah E = Tidak Inisiasi 30 menit

**6** **Skala Motivasi Kerja / WMS** `Motivasi Intrinsik vs Ekstrinsik` Hanya mau kerja kalau ada bonus. Tidak ada gairah belajar 15 menit

**7** **Kraepelin / Pauli** `Ketahanan & Semangat Kerja` Grafik turun terus. Menyerah di tengah 30 menit

*Paket SDM Minimal*: `PAPI + WMS + Kraepelin`  

*Paket Dalam*: Tambah `TEP + EPPS` untuk Manajer posisi ke atas


DAFTAR PUSTAKA*

1. *PAPI Manual*  

    Kostik, M. (2003). _PAPI: Inventaris Kepribadian dan Preferensi_. Psikodaya.

2. *Teori McClelland*  

    McClelland, DC (1987). _Motivasi Manusia_. Cambridge University Press.

3. *Manual EPPS*  

    Edwards, AL (1959). _Jadwal Preferensi Pribadi Edwards_. Psychological Corporation.

4. *Skala Motivasi Kerja*  

    Gagné, M., dkk. (2015). _Skala Motivasi Ekstrinsik dan Intrinsik Kerja_. Jurnal Ilmu Perilaku Kanada.

5. *Buku HR Indonesia*  

    Robbins, SP, & Judge, TA (2019). _Perilaku Organisasi_. Pearson. Bab: Mo

tivasi


Wednesday, August 19, 2026

Cara tahu Pegawai Emosian

 

Emosi Meledak ledak 

Seleksi pegawai dengan kecenderungan mengganggu (perilaku impulsif, meluapkan emosi secara ekstrem, atau melanggar norma saat stres) fokus pada evaluasi kontrol diri, kecerdasan emosional (EQ), dan riwayat perilaku.

Berikut adalah tahapan dan metode seleksi yang paling efektif untuk mendeteksi kecenderungan tersebut:

1. Psikotes Terstruktur (Pemutaran Awal)


Tes kepribadian (MMPI/CPI): 
Efektif mengukur kestabilan emosi, tingkat impulsivitas, dominansi, dan potensi penyimpangan perilaku.

Testif (Wartegg / Kraepelin / Pauli): Mengukur daya tahan terhadap tekanan, daya fokus, serta diri saat di bawah beban kerja bertubi-tubi.

Tes Kecerdasan Emosional: 
Mengukur tingkat kesadaran diri ( self-awareness ) dan emosi emosi ( self-regulation ).

TAT (Tes Appersepsi Tematik): 
Melihat bagaimana subjek memproyeksikan konflik, frustrasi, dan regulasi emosi melalui narasi gambar cerita.

2. Wawancara Berbasis Perilaku ( Behavioral Event Interview - BEI) 


Gunakan teknik STAR (Situation, Task, Action, Result) untuk menggali kejadian nyata di masa lalu. 

Pertanyaan tentang situasi bertekanan tinggi:"
Ceritakan pengalaman saat Anda sangat marah atau kecewa terhadap keputusan atasan/rekan kerja. Apa yang Anda lakukan saat itu?""Bagaimana cara Anda merespons ketika diberi umpan balik yang sangat kritis atau tidak adil?"

3. Tes Penilaian Situasional (SJT) & Bermain PeranSimulasi Konflik ( Role Play ):


 Hadapkan kandidat pada skenario provokatif (misal: menghadapi klien yang marah atau rekan tim yang menolak bekerja sama). Amati bahasa tubuh, suara, dan kontrol emosinya secara langsung.

SJT (Studi Kasus): Berikan skenario krisis dan permintaan kandidat menjelaskan langkah-langkah penyelesaiannya secara tertulis/lisan. Kandidat yang bertindak cenderung memilih solusi yang defensif atau konfrontatif.

4. Pemeriksaan Referensi ( Pemeriksaan Referensi ) 


Lakukan verifikasi ke manajer atau divisi HRD di perusahaan kandidat sebelumnya dengan pertanyaan spesifik:"Bagaimana kandidat mengelola emosi dan tempat kerja?""Apakah kandidat pernah menunjukkan reaksi emosional yang berlebihan saat di bawah tekanan tinggi?""Bagaimana kandidat menerima saran atau teguran dari atasan?" ketidaksetujuan.Berbicara dengan nada khusus tentang mantan atasan atau tempat kerja terdahulu

Istilah psikologi untuk emosi yang meledak-ledak secara tiba-tiba dan di luar kendali adalah Intermittent Explosive Disorder (IED) atau Gangguan yang dipicu Amarah Intermiten. Selain itu, ada beberapa istilah lain yang juga berkaitan dengan kondisi ini tergantung pada konteks dan tingkat keparahannya. 

Istilah Terkait dalam Psikologi

Anger Issues: Masalah mengelola amarah di mana seseorang sering marah secara berlebihan pada hal-hal kecil.

Disregulasi Emosional : Ketidakmampuan otak untuk mengatur atau mengontrol intensitas emosi yang dirasakan.

Pemicu Emosi: Luka atau kenangan masa lalu yang belum pulih dan memicu ledakan emosi saat merespons situasi tertentu.

Impulsif: Perilaku bertindak cepat tanpa berpikir panjang, termasuk saat melampiaskan amarah. 


 .




Sumber Pustaka:


Wikipedia

Gangguan eksplosif intermiten - Wikipedia

Diterjemahkan — ICD-11. ... Dengan diberlakukannya ICD-11 pada tahun 2022, Gangguan eksplosif intermiten dicantumkan sebagai gangguan terpisah untuk pertama kalinya. Gangguan aku...