ilmu2hrd.blogspot.com

Pages

Selasa, 06 Oktober 2026

Psikotes rekrutmen dan wawancara di Kejaksaan

Psikotes dan wawancara rekrutmen di Kejaksaan 


Psikotes & Wawancara di Kejaksaan RI paling berbeda dari TNI/Polri/BUMN. Kalau TNI/Polri cari mental tempur, Kejaksaan cari Integritas + Anti Suap + Tahan Tekanan Perkara Korupsi.

Ini contoh format terbaruCPNS Kejaksaan RI 2023/2024, PPPK Kejaksaan, dan Pengamanan Rekrutmen Jaksa.

Kejaksaan ada 2 jalur:

1. Calon Jaksa (S1 Hukum) - paling ketat
2. Tata Usaha / Pengawal Tahanan / pengemudi / Pranata Barang Bukti (SMA/S1)

ALUR SELEKSI KEJAKSAAN


SKD (TWK, TIU, TKP) -> 
SKB (Psikotes + Wawancara + Kesehatan + Praktek Kerja) ->
 Pantukhir Kejagung

Bobot: SKD 40% + SKB 60% (Psikotes & Wawancara = 60% penentu lolos )

1. PSIKOTES KEJAKSAAN (2 Hari)

Lokasi: Pusdiklat Kejaksaan, Ragunan / di Kejati masing-masing. 
Diuji langsung oleh Pusat Psikologi TNI AD / HIMPSI (bukan psikolog swasta).

Tesnya:

A. Tes Kecerdasan & Daya Tahan (Hari 1 Pagi)
- IST (Tes Intelligenz Struktur): 9 subtes, 120 soal. Versi lebih susah dari TKD BUMN. Ada analogi hukum.

Kraepelin/Pauli: 45 menit. Sama kayak TNI. 

-Grafik harus stabil naik. Jaksa yang tidak tahan baca berkas 500 halaman = gugur.

 CEFIT/ Wartegg / Baum / DAP:
 Gambar pohon + orang + 8 kotak. Sama kayak TNI/Polri.

B. Tes Kepribadian & Integritas (Hari 1 Siang - Ini Kuncinya)

- *MMPI-2 (567 soal) + PAPI Kostick + EPPS: Cari 3 hal:

  1. Integritas & Anti Korupsi:
 Skala L (bohong), Skala Kejujuran, anti suap
   
 2. Stabilitas Emosi:
Jaksa sidang lawan pengacara hebat, harus tidak mudah emosi
    
3. Dominasi & Ketegasan:
Tidak boleh minder di depan koruptor

- Tes Korupsi / Grafis (Khusus Kejaksaan): 

Kadang ada soal cerita:
  > "Kamu Jaksa. Tersangka korupsi kasih kamu 1 Miliar supaya tuntutan ringan. Keluargamu butuh uang untuk operasi ibu. Apa yang kamu lakukan?"

Jawaban "Saya tolak" saja tidak cukup. Harus menyebut UU Tipikor, Kode Etik Jaksa, dan lapor ke Jamwas.

C. Diskusi Kelompok Tanpa Pemimpin (LGD) - Khusus Calon Jaksa

- 6 orang diskusi kasus: "Bagaimana menangani kasus korupsi dana desa 500 juta dengan bukti minimal?"

- Dinilai: Logika hukum, etika, tidak memotong orang, kepemimpinan.

2. WAWANCARA KEJAKSAAN (2 Jenis)

Wawancara 1: Wawancara Psikologi (30 Menit - 1 on 1 dengan Psikolog)

Sudah memegang hasil MMPI kamu.

Contoh Pertanyaan asli 2023:

- "Kenapa mau jadi Jaksa / di Kejaksaan? Mau kaya dari perkara?"

- "Pernah nyontek? Pernah berbohong ke orang tua? Pernah pungli?"

- "Kalau atasan (Kajari) suruh kamu hentikan kasus korupsi karena pelakunya teman Kajari, kamu ikut atau lawan?"

- "Punya utang pinjol / judi online? Punya pacar? Pernah hubungan intim di luar nikah? Kami cek BI Checking & sosmed."

- "Kalau kamu menangani kasus keluarga kamu sendiri yang korupsi, kamu mundur atau tetap tangani?"

- "Apa kelemahanmu? Jangan jawab 'perfeksionis' - itu jawaban bohong."

Jawaban GUGUR:
- Motivasi "Gaji besar, gagah pakai seragam Jaksa"

- Jawab "Saya akan mengikuti perintah atasan meski salah" = gugur (Jaksa harus punya kemerdekaan)

- Ada riwayat pinjol, judol, perselingkuhan = TMS Keutuhan.

Jawaban LOLOS (Tri Krama Adhyaksa):

> "Saya ingin menegakkan hukum dengan Tri Krama Adhyaksa: 
Satya, Adhi, Wicaksana. Jika ada perintah yang bertentangan dengan hukum, saya akan laporkan ke Jamwas sesuai Perja No. 067/2007 tentang Kode Perilaku Jaksa."

Wawancara 2: 

Wawancara Pengguna / Pantukhir Kejaksaan Agung (Panel 5-6 Jaksa Senior)

Panel:*
Jaksa Agung Muda (JAM), Kepala Kejati, Kabag Kepegawaian, Jaksa Senior
Waktu: 10-15 menit
Bahasa: Campur hukum + etika

Contoh Pertanyaan Asli:

1. Hukum Pidana:

        - "Apa bedanya Jaksa dan Hakim? Apa itu Surat Dakwaan?"

        - "Sebutkan asas-asas hukum pidana! Apa itu asas legalitas?"

        - "Apa itu Restorative Justice menurut Perja 15/2020?"

        - "Kasus korupsi di bawah 50 juta, bisa RJ tidak?"

2. Integritas & Tekanan:

        - "Tersangka adalah anggota DPR, dia telepon Jaksa Agung untuk bebaskan dia. Kamu sebagai Jaksa bawahan diintimidasi, bagaimana?"

        - "Berapa gaji Jaksa pertama? Cukup tidak? Kalau ditawari suap 100 juta, cukup tidak gaji kamu?"

3. Wawasan Kejaksaan:

        - "Siapa Jaksa Agung sekarang? Apa program Kejaksaan sekarang? Apa itu Jaksa Masuk Sekolah?"

        - "Apa bedanya Kejaksaan dan KPK? Kenapa tidak daftar KPK saja?"

        - "Siap ditempatkan di daerah terpencil, Papua, perbatasan?"

Bocoran 3 Kasus Gugur Terbanyak di Kejaksaan 2023

1. MMPI Skala L Tinggi (Bohong):
 Ngaku tidak pernah marah, tidak pernah berbohong = dianggap tidak jujur ​​= TMS

2. BI Checking jelek:
Ada pinjol, judol, paylater nunggak = TMS Integritas (dianggap mudah disuap)

3. Wawancara: 
Tidak paham Restorative Justice & tidak hafal Tri Krama Adhyaksa + Doktrin Jaksa

Tri Krama Adhyaksa (Wajib Hafal Luar Kepala):
SATYA - ADHI - WICAKSANA

Doktrin Kejaksaan:
"Pancasila adalah dasar negara dan Jaksa adalah pelaksana penegakan hukum yang merdeka"

Simulasi Wawancara Kejaksaan - Aku Jadi JAM Pidum

Aku sidang kamu:

> "Saudara A, sarjana hukum. Saudara tahu gaji Jaksa pertama cuma 5-6 juta, tapi menangani kasus korupsi triliunan. Teman saudara jadi pengacara koruptor, penghasilan 200 juta per. Saudara menangani kasus, teman saudara datang bawa koper isi 500 juta minta tuntutan ringan. Koper itu bisa buat lunas rumah ibu saudara. Apa yang saudara lakukan dalam 1 menit? menjelaskan dasar hukum dan kode etiknya!"

Ini soal yang membuat 40% calon Jaksa gugur. Jawab "saya tolak" saja tidak cukup.

Jawab harus lengkap disertakan Penyediaan pasal dan kode etik.

Sumber Pustaka:
James D Ogdon, Psikodiasnotik dan asesmen personal at work,1968.


Rekrutmen dan Psikotes Anggota TNI

Psikotes rekrutmen Anggota TNI

Tugas utama TNI mempertahankan kedaulatan negara dari ancaman luar, sesuai Tap MPR no VIi tahun 2000. Psikotes prajurit TNI (Tamtama & Bintara) beda sama Akabri. Kalau Akabri cari pemimpin, Tamtama/Bintara cari prajurit yang patuh, tahan banting, emosi stabil, dan tidak berbahaya pegang senjata.

Contoh ini format resmi Rekrutmen TNI AD/AL/AU Tamtama, Bintara PK, Bintara Reguler 2024-2025.

Alur & Lokasi Psikotes Prajurit

Psikotes ada di tahap ke-4 setelah Admin, Kesehatan 1, dan Jasmani awal.

Lokasi: Di Ajendam / Lantamal / Lanud Panda masing-masing Kodam. Tidak langsung ke pusat kayak Akabri.

Durasi: Sehari full jam 07.00 - 15.00

-Sistem:  Gugur. Gugur psikotes = pulang hari itu juga.

6 Tes Psikotes Prajurit TNI (Urutan Hari-H)

1. IST / CFIT (Tes IQ) - 100 Soal
- Logika angka, logika gambar, sinonim.
- Passing Grade:
    - Tamtama: IQ minimal 90
    - Bintara: IQ minimal 100
    - Di bawah itu auto TMS.
Yang digali kemampuan analisa sintesa, penyelesaian diri, bertanggung jawab dan keseimbangan logika dgn perasaan.

2. Kraepelin / Pauli (Tes Koran) - 45 Menit
- Kertas koran angka, jumlahin terus.
- Ini paling banyak gugurkan Tamtama/Bintara.
- Yang dilihat: Kecepatan, ketelitian, daya tahan, grafik emosi, daya konsentrasi.
- Pola lolos Tamtama:  Grafik harus STABIL, tidak naik turun kayak gunung. Kalau 10 menit terakhir anjlok = dianggap cepat lelah / tidak tahan tekanan tugas jaga.
- Tips TNI AD: Jangan ngebut di awal. Total benar 1500-2000 sudah aman untuk Tamtama.

3. Wartegg Test (8 Kotak)
- 8 kotak ada titik/garis, lanjutkan jadi gambar.
- Untuk Tamtama/Bintara: Jangan gambar aneh-aneh.
- Yang aman:
    - Kotak 1: Bendera / Pedang / Pohon kelapa
    - Kotak 2,7,8: Rumah, manusia, pemandangan (menunjukkan sosial)
    - Jangan gambar: Tengkorak, darah, senjata sadis, simbol setan = langsung TMS Psikologi. Tes ini menggali kreatifitas dan kecenderungan logika dgn perasaan,dan adaptasi.

4. Tes Gambar Pohon (BAUM) & Gambar Orang
- Pohon: Gambar pohon beringin / mangga. Batang lurus kokoh, akar jelas, jangan pohon pisang / kelapa (dianggap rapuh).
- Orang: Gambar orang lengkap (TNI lengkap pakai topi, bukan stickman). Ini cek harga diri. Tes ini yang digali kemampuan adaptasi,sifat introvert dan ekstrovet, kemandirian.

5. Tes Kepribadian EPPS / PAPI (200-250 Soal)
- Pilih A atau B, tidak ada benar salah.
- Profil prajurit yang dicari TNI:
    - Kepatuhan (Obedience) TINGGI
    - Daya tahan kerja TINGGI
    - Emosi STABIL
    - Agresif TERKONTROL (tidak brutal)
    - Yang gugur: Need bantuan tinggi (manja), suka menyendiri ekstrem, agresif tinggi + emosi labil.

6. Wawancara Psikologi 1-on-1 (15 Menit)
Setelah semua kertas dikoreksi, dipanggil satu-satu ke psikolog (Mayor/Letkol).

Pertanyaan asli Panda 2024:

- "Kenapa mau jadi TNI? Jujur, karena nganggur atau pengabdian?"

- "Bapak/ibu kerja apa? Anak ke berapa? Ekonomi keluarga gimana?"

- "Pernah berkelahi? Pernah ditahan polisi? Pernah narkoba, mabuk, judi online?"

- "Punya tato? Punya pacar? Pernah hubungan badan?"

- "Kalau disuruh atasan jaga pos 24 jam tanpa tidur, hujan, kamu kabur atau tetap jaga?"

- "Kalau teman satu pos ajak kabur / desersi, kamu ikut atau lapor?"

- "Pernah bohong ke orang tua?"

*Jawaban gugur: "Masuk TNI biar gagah, biar kaya, disuruh bapak", "Pernah narkoba coba-coba", "Kalau capek ya istirahat".

Perbedaan Psikotes Tamtama vs Bintara vs Akabri
Aspek Tamtama Bintara PK Akabri (Perwira)
IQ Minimal 90 100 110
Kraepelin Yang penting stabil, tidak ngedrop Stabil + cepat Harus naik di akhir
Kepribadian Patuh, tahan banting Patuh + bisa mimpin tim kecil Leadership tinggi
Wartegg Sederhana, rapi Lebih detail Harus ada simbol leadership

3 Penyebab Gugur Terbanyak Psikotes Prajurit (Data Panda Jaya 2023)

1. Kraepelin anjlok 30% di 10 menit terakhir - dianggap tidak tahan jaga malam

2. Skala Kebohongan (L) tinggi di EPPS- jawab "saya tidak pernah marah" / "saya tidak pernah bohong" = dianggap bohong

3. Wawancara bilang pernah tato, pernah narkoba, atau motivasi karena paksaan orang tua

Sumber Pustaka:
James D Ogdon, Psikodiasnotik dan asesmen personal at work,1968

Senin, 05 Oktober 2026

Rekrutmen dan Psikotes Anggota Polri

Seleksi Anggota Polri.

Pemisahan Polri dari TNI yang sebelumnya merupakan ABRI didasarkan pada Tap MPR no VI dan VIi tahun 2000, dimana ada perbedaan fungsi yakni Polri adalah menjaga keamanan dan ketertiban dalam negeri, sedang TNI dipisahkan bertugas menjaga pertahanan negara dari ancaman dari luar negeri.
Rekrutmen anggota Polri (Kepolisian Negara Republik Indonesia) menggunakan sistem gugur berjenjang, di mana tes psikologi atau psikotes menjadi salah satu tahap penentu utama kelulusan kandidat. 

Tahapan Utama Rekrutmen Polri


1. Pendaftaran & Verifikasi Online:

 Pendaftaran awal melalui portal resmi penerimaan Polri.

2. Pemeriksaan Administrasi Awal (Rikmin Awal):

 Seleksi dokumen persyaratan fisik dan administratif.

3. Pemeriksaan Kesehatan Tahap I (Rikkes I): 

Cek kesehatan fisik bagian luar.

4. Tes Psikologi Tahap I (CAT Psikologi): 

Ujian tertulis menggunakan komputer (Computer Assisted Test) untuk mengukur aspek intelektual dan kepribadian.

5. Uji Akademik & Jasmani: 

Tes pengetahuan umum, kesamaptaan fisik, dan antropometri.

6. Pemeriksaan Kesehatan Tahap II (Rikkes II): 

Cek kesehatan internal dan laboratorium.

7. Tes Psikologi Tahap II (Wawancara):

 Pendalaman mental, kepribadian, dan kestabilan emosi secara tatap muka.

8.Sidang Akhir: 

Penentuan kelulusan akhir menjadi taruna/bintara/tamtama Polri. 

Komponen Materi Psikotes Polri


Tes Kecerdasan (Inteligensi): 

Menguji kemampuan penalaran verbal ( adaptasi), deret angka( fokus) , logika berhitung( analisis sintesis), dan penalaran gambar/spasial( Pemecahan masalah).

Tes Kepribadian: 

Menggunakan metode seperti EPPS,PF 16, PAPI Kostik, gambar pohon (Baum Test), gambar orang (Draw a Person), atau House-Tree-Person untuk menilai stabilitas emosi dan penyesuaian diri. 

Tes Kecermatan / Ketahanan: 

Menguji konsentrasi dan ketelitian tingkat tinggi melalui tes koran (Pauli/Kraepelin) atau lembar angka/simbol hilang. Tahapan ini menggali kemampuan bekerja dalam tekanan dan tanggung jawab.

Nilai batas minimal kelulusan (Memenuhi Syarat/MS) untuk tes psikologi umumnya berada di angka 61 dari skala 0–100

Adapun tes Wawancara sebagai berikut.


Wawancara Polri (Tamtama, Bintara, Akpol) itu paling beda sama TNI. Kalau TNI = Tegas & Siap Mati, Polri = Humanis, PRESISI, dan anti-sombong. Salah ngomong dikit "Siap mati" malah dianggap tidak paham Polri.

Contoh: 

Ini format terbaru Rekrutmen Bintara Polri & Akpol 2024-2025.

Alur Wawancara Polri ada 2 Tahap

1. Wawancara Mental Ideologi (MI) / PMK (Penelusuran Mental Kepribadian)

2. Pantukhir / Wawancara Akhir di Polda (di depan Kapolda + Karo SDM + Psikolog)

Lolos MI baru bisa ikut Pantukhir.


TAHAP 1: 
Wawancara PMK / Mental Ideologi Polri

Panel: 3-4 orang: Kombes SDM, Psikolog Polda, Intelkam, Binmas, Pengawas Eksternal (Kompolnas)
Waktu: 15-20 menit, 1 lawan 4
Ruangan:  CCTV nyala, semua direkam.

Ini bukan wawancara biasa, ini SIDANG PMK.  Mereka sudah pegang hasil psikotes, SKCK, dan hasil penelusuran kamu di kampung (Ketua RT/RW ditanya).

Pertanyaan Asli PMK Bintara Polri 2024 (Polda Metro Jaya):

A. Ideologi & Anti Radikal (40%):

- "Sebutkan Pancasila, Tri Brata, Catur Prasetya! Apa maknanya buat kamu sebagai polisi?"

- "Apa pendapatmu tentang polisi yang pungli? Kalau teman seangkatan kamu pungli 50 ribu di jalan, kamu lapor atau diam?"

- "Kalau ada demo mahasiswa teriak 'Polisi pembunuh', kamu emosi atau gimana?"

- "Medsos kamu apa? Pernah hujat institusi Polri di TikTok/IG? Pernah share hoaks?"

- "Ikut ormas apa? HTI, FPI, Khilafah setuju tidak?"

B. Integritas & Sogok (Paling Banyak Gugur di Sini):

- "Keluarga kamu bayar berapa untuk lolos Polri? Ada yang janji bisa loloskan? Siapa calo-nya? Sebut!"

- "Kalau orang tua kamu suruh jadi polisi supaya bisa bekingi bisnis, kamu mau?"

- "Kalau nanti kamu tilang ibumu sendiri melanggar lampu merah, kamu tilang atau lepaskan?"


C. Mental Kepribadian & Sosial:

- "Punya pacar? Sudah pernah hubungan intim? Pernah hamili / dihamili?"

- "Pernah mabuk, narkoba, judi online, pinjol? Jujur, kami tes urine dan cek HP!"

- "Pernah berkelahi, tawuran, ditahan polisi? Pernah tato, tindik?"

- "Kalau masyarakat maki-maki kamu saat tugas, kamu pukul balik atau bagaimana?"

Sumber Pustaka:
James D Ogdon, Psikodiasnotik dan asesmen of personal at work,1968
Meta AI 

Rekrutmen dan Psikotes di AKABRI

Rekrutmen dan Psikotes dan Rekrutmen di AKABRI 

Psikotes di AKABRI (yang sekarang menjadi Akademi TNI meliputi Akmil, AAL, dan AAU) adalah tahapan seleksi mental, kepribadian, dan kecerdasan dengan nilai minimal kelulusan sebesar 61 dari rentang nilai 0–100.

Materi Utama Psikotes


• Tes Kecerdasan / Penalaran/ Tes IQ : 


Mengukur kemampuan verbal (persamaan/lawan kata, analogi, silogisme), angka (deret angka, hitung cepat, perbandingan), serta penalaran abstrak dan spasial.

• Tes Kepribadian: 


Menilai stabilitas emosi, pengendalian diri, penyesuaian diri, dan kepercayaan diri melalui metode tertulis (seperti EPPS) maupun tes proyeksi menggambar (pohon, orang, dan tes Wartegg).

• Tes Kecermatan / Kecepatan Kerja: 


Menguji ketahanan kerja di bawah tekanan waktu dan tingkat ketelitian yang tinggi, seperti tes koran (Pauli/Kraepelin) dan hitung simbol/angka.

• Faktor Minat & Kepemimpinan:


 Menilai karakter kepemimpinan, keberanian, kemanusiaan, serta orientasi pelayanan sosial.Psikotes Akabri (sekarang Akademi TNI & Akpol) itu beda level sama BUMN / PT. Ini bukan tes IQ saja, tapi tes seleksi prajurit untuk jadi perwira - jadi cari mental tempur, stabilitas emosi, dan jiwa kepemimpinan.

Namanya sekarang: AKMIL, AAL, AAU, AKPOL.

Alur Psikotes Akabri (Sistem Terbaru 2024-2025)

Psikotes ada di 2 tahap:

Tahap 1: 
Psikotes Daerah (Panda) - di Kodam/Polda masing-masing

Tahap 2: 
Psikotes Pusat (Panpus) - di Magelang (Akmil), Surabaya (AAL), Jogja (AAU), Semarang (Akpol)

Kalau gugur di psikotes Panda, tidak lanjut pusat.

Total waktu: 1 hari full, jam 07.00 - 16.00, tanpa HP.

7 Jenis Psikotes Akabri (Urutan Asli)

1. Tes Kecerdasan Umum (TIU) - CFIT / IST
- 100-150 soal, waktu 60 menit
- Logika angka, logika gambar, sinonim-antonom, penalaran
- Passing grade: IQ minimal 100 (Akpol 105).Di bawah itu langsung gugur.

2. Tes Kraepelin / Pauli (Koran)
- Kertas besar penuh angka, jumlahkan dari bawah ke atas 30-45 menit non-stop
- Yang dinilai: Daya tahan kerja, kecepatan, kelelahan, emosi dan tanggung jawab.
Kalau grafiknya naik turun drastis = emosi tidak stabil = gugur.
- Tips Akabri: Harus stabil dan naik di 10 menit terakhir. Jangan ngedrop.

3. Tes Wartegg (8 Kotak)
- 8 kotak ada titik/garis, kamu lanjutkan jadi gambar.
- Ini tes kepemimpinan & karakter perwira. Kotak 1-8 ada artinya:
    - Kotak 1,2 = ambisi, leadership
    - Kotak 4,5 = cara atasi masalah
    - Kotak 7,8 = empati, sosial
- Jangan gambar bunga-bunga semua. Harus ada yang tegas (gedung, senjata, bendera) + ada yang manusiawi.

4. Tes BAUM (Pohon) & DAP (Gambar Orang)
- Gambar pohon (bukan kelapa, bukan pisang). Gambar orang lengkap dengan detail.
- Pohon: Dari batang, akar, ranting kelihatan kepribadian. Pohon kokoh, akar jelas = mental kuat.
- Orang: Gambar perwira lengkap (tidak boleh stickman). Dari situ kelihatan harga diri.

5. Tes PAPI Kostick / EPPS (Kepribadian - 250 soal)
- Pilih A atau B, tidak ada benar salah.
- Yang dicari Akabri:
    - Dominance tinggi, Leadership tinggi, Emotional Stability tinggi
    - Aggressiveness terkontrol (tidak brutal tapi berani)
    - Tidak boleh: need bantuan tinggi, need order terlalu tinggi (manja)

6. Tes Wawancara Psikologi (1-on-1 dengan Psikolog TNI/Polri)
- 15-20 menit, setelah hasil tes jadi.
- Mereka sudah pegang semua grafikmu.
- Pertanyaan jebakan:
    - "Kenapa mau jadi Tentara/Polisi? Kalau tidak lolos mau jadi apa?"
    - "Pernah tawuran? Pernah bohong ke orang tua?"
    - "Kalau temanmu diajak desersi (kabur dari kesatuan), kamu ikut?"
    - "Kalau diperintah atasan tapi perintahnya salah menurut agama, kamu lakukan?"
    - "Punya pacar? Sudah pernah hubungan intim?"

7. Tes MMPI (540 soal) - Khusus Panpus Akabri
- Di pusat, tambah MMPI untuk cek gangguan jiwa.
- Ada skala L (bohong), F (berlebihan), K (defensif).
- Kalau skala bohong tinggi = gugur.

Kriteria Gugur Psikotes Akabri (Yang Tidak Ditulis di Brosur)

1. IQ <100 (Akpol 105)
2. Kraepelin ngedrop di akhir >20% = tidak tahan tekanan
3. Wartegg kosong atau gambar aneh (tengkorak, darah, senjata sadis)
4. PAPI: Aggressiveness terlalu tinggi + Emotional Stability rendah = berbahaya pegang senjata
5. MMPI: Depresi, Paranoid, Skizofrenia tinggi
6. Wawancara: Motivasi karena disuruh orang tua, atau karena ingin kaya / gagah-gagahan

wawancara di Akabri itu bukan 1, tapi 3 jenis wawancara yang beda panel dan beda tujuan.Kalau kamu cuma siap 1, pasti gugur.

Di Akabri (Akmil, AAL, AAU, Akpol) urutannya:

1. Wawancara Mental Ideologi (MI) - Tahap Awal di Panda
Panel:  Pamen TNI/Polri + Kesbangpol + Intel
Waktu:  10-15 menit
Tujuan:  Cek kamu Pancasila atau tidak, radikal atau tidak.
Contoh:

*Pertanyaan asli 2024:*

- "Sebutkan Pancasila sila ke-1 sampai 5, jelaskan maknanya menurut kamu sebagai calon perwira!"
- "Apa pendapatmu tentang khilafah? Kalau ada teman ajak gabung HTI, kamu gimana?"
- "Kalau disuruh pilih, selamatkan teman atau selamatkan bendera merah putih yang jatuh ke jurang?"
- "Kamu sholat 5 waktu? Kalau ada latihan perang pas waktu sholat Jumat, kamu pilih mana?"
- "Apa itu Wawasan Nusantara? Apa itu Sumpah Prajurit? Coba ucapkan!"
- "Orang tua kamu ormas apa? Pernah ikut demo 212 / demo anarkis?"
- "Media sosial kamu apa? Pernah like/share konten radikal, pornografi, anti-pemerintah?"

*Jawaban gugur:* Ragu soal Pancasila, jawab "khilafah bagus kalau...", tidak hafal Pancasila, jawab "pilih teman daripada bendera".

*Jawaban lolos:* Tegas, Pancasila harga mati, hafal Sumpah Prajurit / Tri Brata / Catur Prasetya di luar kepala.

2. Wawancara Psikologi - Setelah Psikotes (Ini Penentu Utama)
*Panel:* Psikolog TNI/Polri (Mayor/Letkol)
*Waktu:* 20-30 menit, 1 lawan 1
*Dia sudah pegang semua hasil Wartegg, Baum, PAPI, Kraepelin kamu.*

Ini interogasi, bukan wawancara kerja.

*Pertanyaan jebakan asli:*

- "Kenapa mau masuk Akabri? Jujur saja, mau gagah? Mau kaya? Disuruh orang tua?"
- "Punya pacar? Sudah pernah cium? Pernah hubungan badan? Jujur, kami cek nanti."
- "Pernah berantem sampai berdarah? Pernah tawuran? Pernah minum alkohol, narkoba?"
- "Kalau kamu jadi DanTon, anak buahmu menolak perintah karena perintahmu salah, kamu tembak atau kamu dengarkan?"
- "Kalau atasan suruh kamu pukul tahanan, kamu lakukan?"
- "Kamu lebih sayang ibu atau negara? Kalau negara perintahkan kamu perang dan ibu kamu sakit keras mau meninggal, kamu pilih mana?"
- "Pernah bohong ke orang tua? Soal apa?"

*Teknik mereka:* Sengaja diam lama 10 detik setelah kamu jawab, untuk lihat kamu gugup atau tidak. Kadang dibentak: "KAMU BOHONG!"

*Kunci lolos:* 
- Konsisten dengan hasil psikotes. Kalau di PAPI kamu tulis tidak pernah bohong, tapi di wawancara ngaku pernah bohong = gugur (skala L tinggi).
- Jawaban harus *tegas, tidak berbelit, mata tatap mata.* Calon perwira tidak boleh menunduk.
- Motivasi harus pengabdian, bukan gaji/gagah.

3. Wawancara Panitia Pusat (Panpus) - Tahap Akhir di Akmil/Akpol
*Panel:* 7-8 Jenderal (bisa ada Gubernur Akmil/Akpol, Danjen Kopassus, Wakapolri)
*Waktu:* 3-5 menit saja per orang, tapi paling menentukan. 1.000 orang antri.

Kamu masuk ruangan, sikap sempurna, lapor.

*Pertanyaan kilat:*

- "Nomor peserta berapa? Asal mana? Anak siapa? Bapak kerja apa?"
- "Kenapa kamu pantas jadi perwira TNI/Polri dari 1000 orang ini?"
- "Kalau tidak lolos, mau apa?"
- "Siapa nama Panglima TNI / Kapolri / KSAD sekarang? Siapa Dan Kodam kamu?"
- "Coba teriakkan yel-yel! Coba sikap sempurna 1 menit!"
- Kadang: "Push up 10x sekarang!"

*Yang dinilai:* Postur, suara lantang, percaya diri, tidak grogi di depan jenderal. Banyak yang pingsan di sini karena mental drop.

Simulasi Wawancara Panpus Akabri - Aku Jadi Jenderal

Aku jadi Ketua Panitia. Kamu masuk, lapor. Aku tanya langsung:

> *"Calon! Kamu dari Depok, dekat Jakarta. Kenapa kamu tidak daftar kuliah di UI saja jadi orang kaya, malah mau masuk lumpur di Akmil Magelang digembleng 4 tahun tidak pegang HP? Apa kamu kuat? Buktikan 30 detik!"*

Jawab dengan format militer:

"Lapor! Siap! Ijin menjawab Jenderal! ..."

Sumber Pustaka:
James D Ogdon, Psikodiasnotik dan asesmen personal at work,1968
Meta AI.

Minggu, 04 Oktober 2026

Rekrutmen dan Psikotes di Bio Farma Grup

Grup Rekrutmen dan Psikotes Bio Farma Group 

Holding BUMN FarmasiolehPT Bio Farma (Persero)sebagai induk perusahaan yang menuaungi anggota holding lainnya. 
Anggota Holding BUMN Farmasi
1.  PT Bio Farma (Persero) :
 Induk holding yang fokus pada sektor vaksin, serum, dan produk life science berstandar global.
2. PT Kimia Farma Tbk : 
Perusahaan industri farmasi dan ritel kesehatan dengan jaringan apotek, klinik, serta laboratorium luas di Indonesia .
3. PT Indofarma Tbk : 
Perusahaan farmasi yang memproduksi obat generik, alat kesehatan, dan produk ekstrak bahan alam.
4. PT Inuki (Persero) : 
Badan usaha yang bergerak di bidang industri radiofarmaka (tetapkan menjadi anggota holding sejak 2022). 

Rekrutmen Psikotes 

Jenis-Jenis Tes Psikotes BUMN Farmasi

Tes Kemampuan Dasar (TKD) & Logika: Mengukur kemampuan verbal, numerik, penalaran, dan analisis pola, untuk menggali kemampuan menganalisis dan mengadaptasi.

Tes kepribadian: Menilai karakter, stabilitas emosi, dan kesesuaian dengan budaya kerja BUMN (seperti metode EPPS, Big Five, PAPI Kostik atau MBTI).

Tes Koran / Pauli / Kraepelin: Menguji konsistensi, ketahanan, dan kecepatan kerja di bawah tekanan, tanggung jawab.

Tes Grafis: Meliputi Wartegg Test, menggambar pohon, atau menggambar orang untuk menilai struktur kepribadian,ekstrover dan introvert.

Wawancara Mendalam (Wawancara Psikologis): Sesi tanya jawab individu dengan psikolog selama 15–30 menit untuk menggali pengalaman dan cara mengatasi tantangan kerja, mendalami alat Rekrutmen yg lain seperti Tes IQ, Materi CV dan Lamaran Kerja.

Tes Wawancara 

Tahapan tes wawancara Farmasi BUMN lain lagi — ini gabungan 3 dunia: Farmasi + BUMN AKHLAK + CPOB/CPOTB (Cara Pembuatan Obat yang Baik).

Anak Farmasi BUMN yang sekarang holdingnya Bio Farma Group:
- Bio Farma. (vaksin, induk holding - Bandung)
- Kimia Farma. (apotek, pabrik obat, klinik - Jakarta)
- IndoFarma (generik - Bekasi)

Alur Rekrutmen Bio Farma Grup 2024-2025

1. Seleksi Admin di http://rekrutmen.biofarma.co.id / FHCI BUMN

2. Tes TKD + AKHLAK + Wawasan Kebangsaan (Online)

3. Tes Teknis Farmasi + Bahasa Inggris (TOEFL 450)

4. Psikotes + MMPI (360 soal)

5. Wawancara HR + Wawancara Pengguna (Apoteker Penanggung Jawab / QA / R&D) + Direksi

6. MCU + Tes Narkoba + Tes Buta Warna (wajib tidak buta warna untuk QC)

Format Panel Wawancara Farmasi BUMN

Waktu: 30-45 menit
*Panel:* 4-6 orang:

1. HRD Holding
2. Pengguna: Manajer QA/QC / Apoteker Penanggung Jawab (APA) / R&D / Produksi
3. Apoteker Senior (yang punya STRA)
4. Psikolog
5. AVP GMP / CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik)

5 Klaster Pertanyaan (Bocoran Asli Kimia Farma & Bio Farma 2024)

KLASTER 1: 
AKHLAK BUMN + ETIKA FARMASI (30%)

- "Kalau atasan suruh kamu loloskan batch obat yang hasil QC-nya di luar spec sedikit, tapi kalau tidak lolos, pabrik rugi 2 Miliar dan 100 karyawan tidak dapat THR. Apa yang kamu lakukan? Istri kamu lagi hamil."

- "Pasien datang ke apotek Kimia Farma bawa resep dokter yang jelas salah dosis (overdosis 10x). Dokternya teman baik kamu. Kamu layani atau tolak?"

- "Apa arti Amanah kalau kamu memegang akses ke stok morfin dan psikotropika di apotek?"

Jawaban salah:"Saya tolak karena etika"
Jawaban benar Farmasi BUMN:"Sesuai Kode Etik Apoteker Indonesia Pasal 12 dan CPOB 2018 Bab 1, saya wajib tolak dan melakukan CAPA, laporkan ke QA Head dan BPOM dalam 1x24 jam, dan lakukan penyelidikan OOS (Di Luar Spesifikasi)..."

KLASTER 2: 
CPOB / CPOTB / GMP (30% - Ini Penentu Lolos/Tidak)

Ini jantungnya. 90% pelamar gugur di sini karena hafal farmakologi tapi tidak hafal CPOB.

- "Apa bedanya Validasi dan Kualifikasi? refleksi 4 jenis kualifikasi alat!"

- "Apa itu CAPA? Ceritakan kapan kamu pernah membuat CAPA?"

- "Apa bedanya OOS dan OOT?"

- "Jika di area produksi steril ada partikel melebihi batas, apa langkahmu? Apa itu Grade A, B, C, D di cleanroom?"

- "Apa itu integritas data ALCOA+ di farmasi? Jika analis QC menghapus data, apa yang kamu lakukan?"

- "Untuk apotek: Apa itu 3-pemeriksaan resep menurut Permenkes?"

KLASTER 3: 
TEKNIS FARMASI SESUAI POSISI (20%)

Untuk QA/QC (Kimia Farma/Bio Farma):
- "Jelaskan prinsip kerja HPLC dan GC. Apa kesesuaian sistem itu?"

- "Bagaimana cara menangani deviasi di lab QC?"

- "Apa itu LOD dan LOQ?"

Untuk Produksi:
- "Apa itu kontrol dalam proses di tablet?"

- "Bagaimana cara kalibrasi timbangan analitik?"

Untuk Apotek (Kimia Farma Apotek):

- "Konseling pasien DM dengan 5 obat, bagaimana cara komunikasi agar pasien patuh?"
- "Apa itu PIO dan KIE?"
- "Bedanya obat generik dan generik bermerek?"

*Untuk Litbang Bio Farma (Vaksin):*
- "Apa bedanya vaksin inactivated dan mRNA? menjelaskan vaksin rantai dingin"


KLASTER 4: 

PERATURAN BPOM & UU (10%)

- "Apa itu UU No 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan yang baru?"
- "Apa sanksi jika apotek tidak ada Apotek saat buka?"
- "Apa itu Farmakovigilans? Pernah lapor efek samping obat?"

KLASTER 5: 

MOTIVASI & BAHASA INGGRIS (10%)

- "Kenapa mau masuk BUMN Farmasi, bukan di RS swasta/industri PMA yang gajinya lebih tinggi?"

- "Bersedia ditempatkan di pabrik Banjaran yang bau dan jauh? Atau di apotek di Papua?"

- Switch Inggris: "Tolong jelaskan apa itu GMP dalam bahasa Inggris dalam 2 menit"

Simulasi Jebakan Farmasi BUMN Paling Mematikan

Saya jadi QA Head Bio Farma, jawab ini:

> "Kamu QC Analyst di Kimia Farma Plant Jakarta. Jam 4 sore, batch Paracetamol 500mg 1 juta tablet mau dikirim ke 500 apotek besok pagi. Hasil uji disolusi kamu OOS (dibawah spec). Production Manager bilang 'ah, alatnya lagi error, besok kalibrasi aja, loloskan dulu, ini pesanan Kemenkes'. Kalau tidak kirim, kamu yang dimarahi langsung. Apa keputusanmu dalam 10 menit? Tuliskan langkah CAPA-nya."

Ini 70% pelamar Kimia Farma gugur. Jawab "loloskan" = langsung DO dan bisa dipidana UU Kesehatan.

Sumber Pustaka:
James D Ogdon, Psikodiasnotik dan asesmen pribadi di tempat kerja,1968.