Psikotes rekrutmen Anggota TNI
Tugas utama TNI mempertahankan kedaulatan negara dari ancaman luar, sesuai Tap MPR no VIi tahun 2000. Psikotes prajurit TNI (Tamtama & Bintara) beda sama Akabri. Kalau Akabri cari pemimpin, Tamtama/Bintara cari prajurit yang patuh, tahan banting, emosi stabil, dan tidak berbahaya pegang senjata.
Contoh ini format resmi Rekrutmen TNI AD/AL/AU Tamtama, Bintara PK, Bintara Reguler 2024-2025.
Alur & Lokasi Psikotes Prajurit
Psikotes ada di tahap ke-4 setelah Admin, Kesehatan 1, dan Jasmani awal.
Lokasi: Di Ajendam / Lantamal / Lanud Panda masing-masing Kodam. Tidak langsung ke pusat kayak Akabri.
Durasi: Sehari full jam 07.00 - 15.00
-Sistem: Gugur. Gugur psikotes = pulang hari itu juga.
6 Tes Psikotes Prajurit TNI (Urutan Hari-H)
1. IST / CFIT (Tes IQ) - 100 Soal
- Logika angka, logika gambar, sinonim.
- Passing Grade:
- Tamtama: IQ minimal 90
- Bintara: IQ minimal 100
- Di bawah itu auto TMS.
Yang digali kemampuan analisa sintesa, penyelesaian diri, bertanggung jawab dan keseimbangan logika dgn perasaan.
2. Kraepelin / Pauli (Tes Koran) - 45 Menit
- Kertas koran angka, jumlahin terus.
- Ini paling banyak gugurkan Tamtama/Bintara.
- Yang dilihat: Kecepatan, ketelitian, daya tahan, grafik emosi, daya konsentrasi.
- Pola lolos Tamtama: Grafik harus STABIL, tidak naik turun kayak gunung. Kalau 10 menit terakhir anjlok = dianggap cepat lelah / tidak tahan tekanan tugas jaga.
- Tips TNI AD: Jangan ngebut di awal. Total benar 1500-2000 sudah aman untuk Tamtama.
3. Wartegg Test (8 Kotak)
- 8 kotak ada titik/garis, lanjutkan jadi gambar.
- Untuk Tamtama/Bintara: Jangan gambar aneh-aneh.
- Yang aman:
- Kotak 1: Bendera / Pedang / Pohon kelapa
- Kotak 2,7,8: Rumah, manusia, pemandangan (menunjukkan sosial)
- Jangan gambar: Tengkorak, darah, senjata sadis, simbol setan = langsung TMS Psikologi. Tes ini menggali kreatifitas dan kecenderungan logika dgn perasaan,dan adaptasi.
4. Tes Gambar Pohon (BAUM) & Gambar Orang
- Pohon: Gambar pohon beringin / mangga. Batang lurus kokoh, akar jelas, jangan pohon pisang / kelapa (dianggap rapuh).
- Orang: Gambar orang lengkap (TNI lengkap pakai topi, bukan stickman). Ini cek harga diri. Tes ini yang digali kemampuan adaptasi,sifat introvert dan ekstrovet, kemandirian.
5. Tes Kepribadian EPPS / PAPI (200-250 Soal)
- Pilih A atau B, tidak ada benar salah.
- Profil prajurit yang dicari TNI:
- Kepatuhan (Obedience) TINGGI
- Daya tahan kerja TINGGI
- Emosi STABIL
- Agresif TERKONTROL (tidak brutal)
- Yang gugur: Need bantuan tinggi (manja), suka menyendiri ekstrem, agresif tinggi + emosi labil.
6. Wawancara Psikologi 1-on-1 (15 Menit)
Setelah semua kertas dikoreksi, dipanggil satu-satu ke psikolog (Mayor/Letkol).
Pertanyaan asli Panda 2024:
- "Kenapa mau jadi TNI? Jujur, karena nganggur atau pengabdian?"
- "Bapak/ibu kerja apa? Anak ke berapa? Ekonomi keluarga gimana?"
- "Pernah berkelahi? Pernah ditahan polisi? Pernah narkoba, mabuk, judi online?"
- "Punya tato? Punya pacar? Pernah hubungan badan?"
- "Kalau disuruh atasan jaga pos 24 jam tanpa tidur, hujan, kamu kabur atau tetap jaga?"
- "Kalau teman satu pos ajak kabur / desersi, kamu ikut atau lapor?"
- "Pernah bohong ke orang tua?"
*Jawaban gugur: "Masuk TNI biar gagah, biar kaya, disuruh bapak", "Pernah narkoba coba-coba", "Kalau capek ya istirahat".
Perbedaan Psikotes Tamtama vs Bintara vs Akabri
Aspek Tamtama Bintara PK Akabri (Perwira)
IQ Minimal 90 100 110
Kraepelin Yang penting stabil, tidak ngedrop Stabil + cepat Harus naik di akhir
Kepribadian Patuh, tahan banting Patuh + bisa mimpin tim kecil Leadership tinggi
Wartegg Sederhana, rapi Lebih detail Harus ada simbol leadership
3 Penyebab Gugur Terbanyak Psikotes Prajurit (Data Panda Jaya 2023)
1. Kraepelin anjlok 30% di 10 menit terakhir - dianggap tidak tahan jaga malam
2. Skala Kebohongan (L) tinggi di EPPS- jawab "saya tidak pernah marah" / "saya tidak pernah bohong" = dianggap bohong
3. Wawancara bilang pernah tato, pernah narkoba, atau motivasi karena paksaan orang tua
Sumber Pustaka:
James D Ogdon, Psikodiasnotik dan asesmen personal at work,1968
Tidak ada komentar:
Posting Komentar