ilmu2hrd.blogspot.com

Pages

Selasa, 06 Oktober 2026

Rekrutmen dan Psikotes Anggota TNI

Psikotes rekrutmen Anggota TNI

Tugas utama TNI mempertahankan kedaulatan negara dari ancaman luar, sesuai Tap MPR no VIi tahun 2000. Psikotes prajurit TNI (Tamtama & Bintara) beda sama Akabri. Kalau Akabri cari pemimpin, Tamtama/Bintara cari prajurit yang patuh, tahan banting, emosi stabil, dan tidak berbahaya pegang senjata.

Contoh ini format resmi Rekrutmen TNI AD/AL/AU Tamtama, Bintara PK, Bintara Reguler 2024-2025.

Alur & Lokasi Psikotes Prajurit

Psikotes ada di tahap ke-4 setelah Admin, Kesehatan 1, dan Jasmani awal.

Lokasi: Di Ajendam / Lantamal / Lanud Panda masing-masing Kodam. Tidak langsung ke pusat kayak Akabri.

Durasi: Sehari full jam 07.00 - 15.00

-Sistem:  Gugur. Gugur psikotes = pulang hari itu juga.

6 Tes Psikotes Prajurit TNI (Urutan Hari-H)

1. IST / CFIT (Tes IQ) - 100 Soal
- Logika angka, logika gambar, sinonim.
- Passing Grade:
    - Tamtama: IQ minimal 90
    - Bintara: IQ minimal 100
    - Di bawah itu auto TMS.
Yang digali kemampuan analisa sintesa, penyelesaian diri, bertanggung jawab dan keseimbangan logika dgn perasaan.

2. Kraepelin / Pauli (Tes Koran) - 45 Menit
- Kertas koran angka, jumlahin terus.
- Ini paling banyak gugurkan Tamtama/Bintara.
- Yang dilihat: Kecepatan, ketelitian, daya tahan, grafik emosi, daya konsentrasi.
- Pola lolos Tamtama:  Grafik harus STABIL, tidak naik turun kayak gunung. Kalau 10 menit terakhir anjlok = dianggap cepat lelah / tidak tahan tekanan tugas jaga.
- Tips TNI AD: Jangan ngebut di awal. Total benar 1500-2000 sudah aman untuk Tamtama.

3. Wartegg Test (8 Kotak)
- 8 kotak ada titik/garis, lanjutkan jadi gambar.
- Untuk Tamtama/Bintara: Jangan gambar aneh-aneh.
- Yang aman:
    - Kotak 1: Bendera / Pedang / Pohon kelapa
    - Kotak 2,7,8: Rumah, manusia, pemandangan (menunjukkan sosial)
    - Jangan gambar: Tengkorak, darah, senjata sadis, simbol setan = langsung TMS Psikologi. Tes ini menggali kreatifitas dan kecenderungan logika dgn perasaan,dan adaptasi.

4. Tes Gambar Pohon (BAUM) & Gambar Orang
- Pohon: Gambar pohon beringin / mangga. Batang lurus kokoh, akar jelas, jangan pohon pisang / kelapa (dianggap rapuh).
- Orang: Gambar orang lengkap (TNI lengkap pakai topi, bukan stickman). Ini cek harga diri. Tes ini yang digali kemampuan adaptasi,sifat introvert dan ekstrovet, kemandirian.

5. Tes Kepribadian EPPS / PAPI (200-250 Soal)
- Pilih A atau B, tidak ada benar salah.
- Profil prajurit yang dicari TNI:
    - Kepatuhan (Obedience) TINGGI
    - Daya tahan kerja TINGGI
    - Emosi STABIL
    - Agresif TERKONTROL (tidak brutal)
    - Yang gugur: Need bantuan tinggi (manja), suka menyendiri ekstrem, agresif tinggi + emosi labil.

6. Wawancara Psikologi 1-on-1 (15 Menit)
Setelah semua kertas dikoreksi, dipanggil satu-satu ke psikolog (Mayor/Letkol).

Pertanyaan asli Panda 2024:

- "Kenapa mau jadi TNI? Jujur, karena nganggur atau pengabdian?"

- "Bapak/ibu kerja apa? Anak ke berapa? Ekonomi keluarga gimana?"

- "Pernah berkelahi? Pernah ditahan polisi? Pernah narkoba, mabuk, judi online?"

- "Punya tato? Punya pacar? Pernah hubungan badan?"

- "Kalau disuruh atasan jaga pos 24 jam tanpa tidur, hujan, kamu kabur atau tetap jaga?"

- "Kalau teman satu pos ajak kabur / desersi, kamu ikut atau lapor?"

- "Pernah bohong ke orang tua?"

*Jawaban gugur: "Masuk TNI biar gagah, biar kaya, disuruh bapak", "Pernah narkoba coba-coba", "Kalau capek ya istirahat".

Perbedaan Psikotes Tamtama vs Bintara vs Akabri
Aspek Tamtama Bintara PK Akabri (Perwira)
IQ Minimal 90 100 110
Kraepelin Yang penting stabil, tidak ngedrop Stabil + cepat Harus naik di akhir
Kepribadian Patuh, tahan banting Patuh + bisa mimpin tim kecil Leadership tinggi
Wartegg Sederhana, rapi Lebih detail Harus ada simbol leadership

3 Penyebab Gugur Terbanyak Psikotes Prajurit (Data Panda Jaya 2023)

1. Kraepelin anjlok 30% di 10 menit terakhir - dianggap tidak tahan jaga malam

2. Skala Kebohongan (L) tinggi di EPPS- jawab "saya tidak pernah marah" / "saya tidak pernah bohong" = dianggap bohong

3. Wawancara bilang pernah tato, pernah narkoba, atau motivasi karena paksaan orang tua

Sumber Pustaka:
James D Ogdon, Psikodiasnotik dan asesmen personal at work,1968

Tidak ada komentar: