Seleksi Anggota Polri.
Pemisahan Polri dari TNI yang sebelumnya merupakan ABRI didasarkan pada Tap MPR no VI dan VIi tahun 2000, dimana ada perbedaan fungsi yakni Polri adalah menjaga keamanan dan ketertiban dalam negeri, sedang TNI dipisahkan bertugas menjaga pertahanan negara dari ancaman dari luar negeri.
Rekrutmen anggota Polri (Kepolisian Negara Republik Indonesia) menggunakan sistem gugur berjenjang, di mana tes psikologi atau psikotes menjadi salah satu tahap penentu utama kelulusan kandidat.
Tahapan Utama Rekrutmen Polri
1. Pendaftaran & Verifikasi Online:
Pendaftaran awal melalui portal resmi penerimaan Polri.
2. Pemeriksaan Administrasi Awal (Rikmin Awal):
Seleksi dokumen persyaratan fisik dan administratif.
3. Pemeriksaan Kesehatan Tahap I (Rikkes I):
Cek kesehatan fisik bagian luar.
4. Tes Psikologi Tahap I (CAT Psikologi):
Ujian tertulis menggunakan komputer (Computer Assisted Test) untuk mengukur aspek intelektual dan kepribadian.
5. Uji Akademik & Jasmani:
Tes pengetahuan umum, kesamaptaan fisik, dan antropometri.
6. Pemeriksaan Kesehatan Tahap II (Rikkes II):
Cek kesehatan internal dan laboratorium.
7. Tes Psikologi Tahap II (Wawancara):
Pendalaman mental, kepribadian, dan kestabilan emosi secara tatap muka.
8.Sidang Akhir:
Penentuan kelulusan akhir menjadi taruna/bintara/tamtama Polri.
Komponen Materi Psikotes Polri
Tes Kecerdasan (Inteligensi):
Menguji kemampuan penalaran verbal ( adaptasi), deret angka( fokus) , logika berhitung( analisis sintesis), dan penalaran gambar/spasial( Pemecahan masalah).
Tes Kepribadian:
Menggunakan metode seperti EPPS,PF 16, PAPI Kostik, gambar pohon (Baum Test), gambar orang (Draw a Person), atau House-Tree-Person untuk menilai stabilitas emosi dan penyesuaian diri.
Tes Kecermatan / Ketahanan:
Menguji konsentrasi dan ketelitian tingkat tinggi melalui tes koran (Pauli/Kraepelin) atau lembar angka/simbol hilang. Tahapan ini menggali kemampuan bekerja dalam tekanan dan tanggung jawab.
Nilai batas minimal kelulusan (Memenuhi Syarat/MS) untuk tes psikologi umumnya berada di angka 61 dari skala 0–100
Adapun tes Wawancara sebagai berikut.
Wawancara Polri (Tamtama, Bintara, Akpol) itu paling beda sama TNI. Kalau TNI = Tegas & Siap Mati, Polri = Humanis, PRESISI, dan anti-sombong. Salah ngomong dikit "Siap mati" malah dianggap tidak paham Polri.
Contoh:
Ini format terbaru Rekrutmen Bintara Polri & Akpol 2024-2025.
Alur Wawancara Polri ada 2 Tahap
1. Wawancara Mental Ideologi (MI) / PMK (Penelusuran Mental Kepribadian)
2. Pantukhir / Wawancara Akhir di Polda (di depan Kapolda + Karo SDM + Psikolog)
Lolos MI baru bisa ikut Pantukhir.
TAHAP 1:
Wawancara PMK / Mental Ideologi Polri
Panel: 3-4 orang: Kombes SDM, Psikolog Polda, Intelkam, Binmas, Pengawas Eksternal (Kompolnas)
Waktu: 15-20 menit, 1 lawan 4
Ruangan: CCTV nyala, semua direkam.
Ini bukan wawancara biasa, ini SIDANG PMK. Mereka sudah pegang hasil psikotes, SKCK, dan hasil penelusuran kamu di kampung (Ketua RT/RW ditanya).
Pertanyaan Asli PMK Bintara Polri 2024 (Polda Metro Jaya):
A. Ideologi & Anti Radikal (40%):
- "Sebutkan Pancasila, Tri Brata, Catur Prasetya! Apa maknanya buat kamu sebagai polisi?"
- "Apa pendapatmu tentang polisi yang pungli? Kalau teman seangkatan kamu pungli 50 ribu di jalan, kamu lapor atau diam?"
- "Kalau ada demo mahasiswa teriak 'Polisi pembunuh', kamu emosi atau gimana?"
- "Medsos kamu apa? Pernah hujat institusi Polri di TikTok/IG? Pernah share hoaks?"
- "Ikut ormas apa? HTI, FPI, Khilafah setuju tidak?"
B. Integritas & Sogok (Paling Banyak Gugur di Sini):
- "Keluarga kamu bayar berapa untuk lolos Polri? Ada yang janji bisa loloskan? Siapa calo-nya? Sebut!"
- "Kalau orang tua kamu suruh jadi polisi supaya bisa bekingi bisnis, kamu mau?"
- "Kalau nanti kamu tilang ibumu sendiri melanggar lampu merah, kamu tilang atau lepaskan?"
C. Mental Kepribadian & Sosial:
- "Punya pacar? Sudah pernah hubungan intim? Pernah hamili / dihamili?"
- "Pernah mabuk, narkoba, judi online, pinjol? Jujur, kami tes urine dan cek HP!"
- "Pernah berkelahi, tawuran, ditahan polisi? Pernah tato, tindik?"
- "Kalau masyarakat maki-maki kamu saat tugas, kamu pukul balik atau bagaimana?"
Sumber Pustaka:
James D Ogdon, Psikodiasnotik dan asesmen of personal at work,1968
Meta AI
Tidak ada komentar:
Posting Komentar