Rekrutmen dan Psikotes dan Rekrutmen di AKABRI
Psikotes di AKABRI (yang sekarang menjadi Akademi TNI meliputi Akmil, AAL, dan AAU) adalah tahapan seleksi mental, kepribadian, dan kecerdasan dengan nilai minimal kelulusan sebesar 61 dari rentang nilai 0–100.
Materi Utama Psikotes
• Tes Kecerdasan / Penalaran/ Tes IQ :
Mengukur kemampuan verbal (persamaan/lawan kata, analogi, silogisme), angka (deret angka, hitung cepat, perbandingan), serta penalaran abstrak dan spasial.
• Tes Kepribadian:
Menilai stabilitas emosi, pengendalian diri, penyesuaian diri, dan kepercayaan diri melalui metode tertulis (seperti EPPS) maupun tes proyeksi menggambar (pohon, orang, dan tes Wartegg).
• Tes Kecermatan / Kecepatan Kerja:
Menguji ketahanan kerja di bawah tekanan waktu dan tingkat ketelitian yang tinggi, seperti tes koran (Pauli/Kraepelin) dan hitung simbol/angka.
• Faktor Minat & Kepemimpinan:
Menilai karakter kepemimpinan, keberanian, kemanusiaan, serta orientasi pelayanan sosial.Psikotes Akabri (sekarang Akademi TNI & Akpol) itu beda level sama BUMN / PT. Ini bukan tes IQ saja, tapi tes seleksi prajurit untuk jadi perwira - jadi cari mental tempur, stabilitas emosi, dan jiwa kepemimpinan.
Namanya sekarang: AKMIL, AAL, AAU, AKPOL.
Alur Psikotes Akabri (Sistem Terbaru 2024-2025)
Psikotes ada di 2 tahap:
Tahap 1:
Psikotes Daerah (Panda) - di Kodam/Polda masing-masing
Tahap 2:
Psikotes Pusat (Panpus) - di Magelang (Akmil), Surabaya (AAL), Jogja (AAU), Semarang (Akpol)
Kalau gugur di psikotes Panda, tidak lanjut pusat.
Total waktu: 1 hari full, jam 07.00 - 16.00, tanpa HP.
7 Jenis Psikotes Akabri (Urutan Asli)
1. Tes Kecerdasan Umum (TIU) - CFIT / IST
- 100-150 soal, waktu 60 menit
- Logika angka, logika gambar, sinonim-antonom, penalaran
- Passing grade: IQ minimal 100 (Akpol 105).Di bawah itu langsung gugur.
2. Tes Kraepelin / Pauli (Koran)
- Kertas besar penuh angka, jumlahkan dari bawah ke atas 30-45 menit non-stop
- Yang dinilai: Daya tahan kerja, kecepatan, kelelahan, emosi dan tanggung jawab.
Kalau grafiknya naik turun drastis = emosi tidak stabil = gugur.
- Tips Akabri: Harus stabil dan naik di 10 menit terakhir. Jangan ngedrop.
3. Tes Wartegg (8 Kotak)
- 8 kotak ada titik/garis, kamu lanjutkan jadi gambar.
- Ini tes kepemimpinan & karakter perwira. Kotak 1-8 ada artinya:
- Kotak 1,2 = ambisi, leadership
- Kotak 4,5 = cara atasi masalah
- Kotak 7,8 = empati, sosial
- Jangan gambar bunga-bunga semua. Harus ada yang tegas (gedung, senjata, bendera) + ada yang manusiawi.
4. Tes BAUM (Pohon) & DAP (Gambar Orang)
- Gambar pohon (bukan kelapa, bukan pisang). Gambar orang lengkap dengan detail.
- Pohon: Dari batang, akar, ranting kelihatan kepribadian. Pohon kokoh, akar jelas = mental kuat.
- Orang: Gambar perwira lengkap (tidak boleh stickman). Dari situ kelihatan harga diri.
5. Tes PAPI Kostick / EPPS (Kepribadian - 250 soal)
- Pilih A atau B, tidak ada benar salah.
- Yang dicari Akabri:
- Dominance tinggi, Leadership tinggi, Emotional Stability tinggi
- Aggressiveness terkontrol (tidak brutal tapi berani)
- Tidak boleh: need bantuan tinggi, need order terlalu tinggi (manja)
6. Tes Wawancara Psikologi (1-on-1 dengan Psikolog TNI/Polri)
- 15-20 menit, setelah hasil tes jadi.
- Mereka sudah pegang semua grafikmu.
- Pertanyaan jebakan:
- "Kenapa mau jadi Tentara/Polisi? Kalau tidak lolos mau jadi apa?"
- "Pernah tawuran? Pernah bohong ke orang tua?"
- "Kalau temanmu diajak desersi (kabur dari kesatuan), kamu ikut?"
- "Kalau diperintah atasan tapi perintahnya salah menurut agama, kamu lakukan?"
- "Punya pacar? Sudah pernah hubungan intim?"
7. Tes MMPI (540 soal) - Khusus Panpus Akabri
- Di pusat, tambah MMPI untuk cek gangguan jiwa.
- Ada skala L (bohong), F (berlebihan), K (defensif).
- Kalau skala bohong tinggi = gugur.
Kriteria Gugur Psikotes Akabri (Yang Tidak Ditulis di Brosur)
1. IQ <100 (Akpol 105)
2. Kraepelin ngedrop di akhir >20% = tidak tahan tekanan
3. Wartegg kosong atau gambar aneh (tengkorak, darah, senjata sadis)
4. PAPI: Aggressiveness terlalu tinggi + Emotional Stability rendah = berbahaya pegang senjata
5. MMPI: Depresi, Paranoid, Skizofrenia tinggi
6. Wawancara: Motivasi karena disuruh orang tua, atau karena ingin kaya / gagah-gagahan
wawancara di Akabri itu bukan 1, tapi 3 jenis wawancara yang beda panel dan beda tujuan.Kalau kamu cuma siap 1, pasti gugur.
Di Akabri (Akmil, AAL, AAU, Akpol) urutannya:
1. Wawancara Mental Ideologi (MI) - Tahap Awal di Panda
Panel: Pamen TNI/Polri + Kesbangpol + Intel
Waktu: 10-15 menit
Tujuan: Cek kamu Pancasila atau tidak, radikal atau tidak.
Contoh:
*Pertanyaan asli 2024:*
- "Sebutkan Pancasila sila ke-1 sampai 5, jelaskan maknanya menurut kamu sebagai calon perwira!"
- "Apa pendapatmu tentang khilafah? Kalau ada teman ajak gabung HTI, kamu gimana?"
- "Kalau disuruh pilih, selamatkan teman atau selamatkan bendera merah putih yang jatuh ke jurang?"
- "Kamu sholat 5 waktu? Kalau ada latihan perang pas waktu sholat Jumat, kamu pilih mana?"
- "Apa itu Wawasan Nusantara? Apa itu Sumpah Prajurit? Coba ucapkan!"
- "Orang tua kamu ormas apa? Pernah ikut demo 212 / demo anarkis?"
- "Media sosial kamu apa? Pernah like/share konten radikal, pornografi, anti-pemerintah?"
*Jawaban gugur:* Ragu soal Pancasila, jawab "khilafah bagus kalau...", tidak hafal Pancasila, jawab "pilih teman daripada bendera".
*Jawaban lolos:* Tegas, Pancasila harga mati, hafal Sumpah Prajurit / Tri Brata / Catur Prasetya di luar kepala.
2. Wawancara Psikologi - Setelah Psikotes (Ini Penentu Utama)
*Panel:* Psikolog TNI/Polri (Mayor/Letkol)
*Waktu:* 20-30 menit, 1 lawan 1
*Dia sudah pegang semua hasil Wartegg, Baum, PAPI, Kraepelin kamu.*
Ini interogasi, bukan wawancara kerja.
*Pertanyaan jebakan asli:*
- "Kenapa mau masuk Akabri? Jujur saja, mau gagah? Mau kaya? Disuruh orang tua?"
- "Punya pacar? Sudah pernah cium? Pernah hubungan badan? Jujur, kami cek nanti."
- "Pernah berantem sampai berdarah? Pernah tawuran? Pernah minum alkohol, narkoba?"
- "Kalau kamu jadi DanTon, anak buahmu menolak perintah karena perintahmu salah, kamu tembak atau kamu dengarkan?"
- "Kalau atasan suruh kamu pukul tahanan, kamu lakukan?"
- "Kamu lebih sayang ibu atau negara? Kalau negara perintahkan kamu perang dan ibu kamu sakit keras mau meninggal, kamu pilih mana?"
- "Pernah bohong ke orang tua? Soal apa?"
*Teknik mereka:* Sengaja diam lama 10 detik setelah kamu jawab, untuk lihat kamu gugup atau tidak. Kadang dibentak: "KAMU BOHONG!"
*Kunci lolos:*
- Konsisten dengan hasil psikotes. Kalau di PAPI kamu tulis tidak pernah bohong, tapi di wawancara ngaku pernah bohong = gugur (skala L tinggi).
- Jawaban harus *tegas, tidak berbelit, mata tatap mata.* Calon perwira tidak boleh menunduk.
- Motivasi harus pengabdian, bukan gaji/gagah.
3. Wawancara Panitia Pusat (Panpus) - Tahap Akhir di Akmil/Akpol
*Panel:* 7-8 Jenderal (bisa ada Gubernur Akmil/Akpol, Danjen Kopassus, Wakapolri)
*Waktu:* 3-5 menit saja per orang, tapi paling menentukan. 1.000 orang antri.
Kamu masuk ruangan, sikap sempurna, lapor.
*Pertanyaan kilat:*
- "Nomor peserta berapa? Asal mana? Anak siapa? Bapak kerja apa?"
- "Kenapa kamu pantas jadi perwira TNI/Polri dari 1000 orang ini?"
- "Kalau tidak lolos, mau apa?"
- "Siapa nama Panglima TNI / Kapolri / KSAD sekarang? Siapa Dan Kodam kamu?"
- "Coba teriakkan yel-yel! Coba sikap sempurna 1 menit!"
- Kadang: "Push up 10x sekarang!"
*Yang dinilai:* Postur, suara lantang, percaya diri, tidak grogi di depan jenderal. Banyak yang pingsan di sini karena mental drop.
Simulasi Wawancara Panpus Akabri - Aku Jadi Jenderal
Aku jadi Ketua Panitia. Kamu masuk, lapor. Aku tanya langsung:
> *"Calon! Kamu dari Depok, dekat Jakarta. Kenapa kamu tidak daftar kuliah di UI saja jadi orang kaya, malah mau masuk lumpur di Akmil Magelang digembleng 4 tahun tidak pegang HP? Apa kamu kuat? Buktikan 30 detik!"*
Jawab dengan format militer:
"Lapor! Siap! Ijin menjawab Jenderal! ..."
Sumber Pustaka:
James D Ogdon, Psikodiasnotik dan asesmen personal at work,1968
Meta AI.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar