Rekrutmen dan Coaching di Kemendikdasmen
Psikotes dan wawancara di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen / dahulu Kemendikbudristek) merupakan tahapan krusial dalam berbagai proses rekrutmen. Baik dalam seleksi CPNS (SKB Non-CAT), PPPK Teknis/Dosen, Guru Penggerak, maupun rekrutmen khusus seperti Guru Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN).
Secara umum, proses ini bertujuan menguji aspek kompetensi kognitif, integritas, ketahanan mental, serta keselarasan nilai (culture fit) kandidat dengan dunia pendidikan.
Berikut adalah rincian materi, kisi-kisi, dan tips menghadapinya:
1. Tahapan Psikotes (Uji Psikologis)
Psikotes di Kemendikbudristek/Kemendikdasmen saat ini lebih sering diadakan secara online (CBT) melalui sistem internal kementerian atau pihak ketiga yang ditunjuk.
• Kemampuan Kognitif & Logika:
Meliputi tes penalaran verbal (analogi, sinonim/antonim), penalaran numerik/matematika sederhana, serta tes figural (pola gambar). Tujuannya menggali kemampuan mengolah informasi,analisa sintesa dan kemampuan adaptasi.
• Tes Karakteristik Kepribadian & Integritas
Menggunakan instrumen seperti EPPS (Edwards Personal Preference Schedule), PAPI Kostick, atau Situational Judgement Test (SJT). Tes ini mengukur aspek kerja sama, pelayanan publik, orientasi pada hasil, pengembangan diri, dan pengelolaan perubahan, manajerial kelas dan stabilitas emosi.
• Tes Ketahanan & Konsentrasi:
Tes koran seperti Kraepelin atau Pauli. Tujuannya untuk melihat konsistensi kerja, kecepatan, stabilitas emosi, dan ketahanan terhadap tekanan kerja yang monoton, ketelitian untuk gali tanggung jawab.
• Catatan Tes Grafis:
Untuk tes berbasis online murni, tes menggambar (seperti Wartegg, pohon, atau manusia) terkadang ditiadakan atau diganti formatnya, namun tetap dipertahankan jika seleksi dilakukan secara offline/blended assessment. Tujuannya kemampuan berkreasi,dan tipe ekstrovet atau instrovert.
2. Wawancara Kemendikdasmen
WAWANCARA KEMENDIKDASMEN (3 Panel - 30-45 Menit)
Wawancara 1: Wawasan Kemendikdasmen (10 Menit - Paling Banyak Gugur)
*Wajib Hafal - Kalau tidak hafal = gugur:*
*A. Pejabat & Program Baru:*
- "Siapa Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah sekarang? (Bukan Mendikbudristek lagi!)"
- "Apa itu Kurikulum Merdeka? Apa itu Profil Pelajar Pancasila? Sebutkan 6 dimensinya!"
- "Apa itu Asesmen Nasional (ANBK)? Apa bedanya dengan UN dulu?"
- "Apa itu PPDB Zonasi? Kenapa masih ribut? Gimana solusinya?"
- "Apa itu Merdeka Belajar Episode 1-26? Episode yang urus SD/SMP/SMA itu episode berapa?"
- "Bagaimana cara atasi learning loss setelah pandemi?"
- "Apa itu Pencegahan & Penanganan Kekerasan di Sekolah (PPKSP)? Permendikbudristek No berapa?"
*Jawaban Emas 6 Dimensi Profil Pelajar Pancasila (Wajib Hafal):*
1. Beriman, Bertakwa, Berakhlak Mulia
2. Mandiri
3. Bergotong Royong
4. Berkebinekaan Global
5. Bernalar Kritis
6. Kreatif
*Jawaban Gugur:* "Kurikulum Merdeka itu kurikulum bebas, siswa bebas tidak belajar" atau tidak tahu apa itu PPKSP.
*B. Isu Terkini 2024/2025:*
- "Banyak kasus bullying sampai meninggal di SMP, gimana peran Kemendikdasmen?"
- "Guru honorer demo karena tidak lolos PPPK, pendapat kamu?"
- "Anak SD kecanduan judi online & game, gimana peran sekolah?"(15 Menit - Penentu untuk Guru & Widyaprada)
Kamu disuruh ngajar 5-10 menit depan panel seolah-olah murid SD/SMP/SMA.
- "Coba ajarkan materi perkalian ke anak SD kelas 3 yang tidak bisa berhitung, dengan metode Kurikulum Merdeka, pembelajaran berdiferensiasi!"
- "Coba jelaskan apa itu bullying ke anak SMP, gimana cara kamu edukasi?"
- "Kamu jadi Widyaprada, coba jelaskan Kurikulum Merdeka ke guru senior yang kolot dan menolak perubahan!"
*Yang dinilai:* Cara buka pelajaran, ice breaking, asesmen diagnostik, pembelajaran berdiferensiasi, bukan ceramah 1 arah.
*Kesalahan fatal microteaching:* Ceramah terus, marah-marah, tidak interaktif, tidak pakai metode Merdeka Belajar.
Wawancara 3: Integritas & Etika Guru (10 Menit)
- "Kamu guru PNS, ada orang tua murid kasih kamu iPhone biar anaknya naik kelas, padahal nilai jelek. Kamu ambil?"
- "Kamu lihat guru lain mencubit murid sampai memar karena nakal. Kamu diam atau lapor? Lapor ke mana?"
- "Kamu jadi panitia PPDB, ada pejabat titip anaknya masuk SMA favorit lewat jalur belakang. Kamu gimana?"
- "Ada siswa curhat jadi korban kekerasan seksual oleh guru, dia takut lapor. Apa yang kamu lakukan?"
*Jawaban harus TEGAS + Sebut Aturan:*
> "Saya tolak gratifikasi sesuai Permendikbudristek No. 46 Tahun 2023 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Satuan Pendidikan (PPKSP) dan saya wajib lapor ke Tim PPKSP sekolah & ULT Kemendikdasmen. Guru harus jadi teladan, tidak menerima suap PPDB & tidak melakukan kekerasan."
3 Kesalahan Fatal yang Bikin Gugur di Kemendikdasmen
1. *Tidak hafal Kurikulum Merdeka + Profil Pelajar Pancasila + PPKSP:* Dianggap tidak update, padahal ini core Kemendikdasmen.
2. *Gaya mengajar otoriter / galak:* Panel lihat kamu suka membentak / menghukum fisik = gugur langsung. Kemendikdasmen anti kekerasan.
3. *Motivasi cuma "cari NIP / Gaji PNS":* Harus jiwa pendidik.
Simulasi Wawancara Kemendikdasmen - Aku Jadi Direktur Guru Kemendikdasmen
Aku sidang kamu, ini soal asli 2024:
> *"Saudara dari Depok, daftar sebagai Guru / Widyaprada di Kemendikdasmen. Saudara mengajar di SMP di pelosok NTT. Di kelas saudara ada 30 siswa, 10 di antaranya tidak bisa baca, 5 sering bolos karena bantu orang tua di sawah, 1 anak korban bullying karena disabilitas, tidak mau sekolah. Kepala sekolah bilang 'biarin saja, yang penting nilai ANBK bagus, yang tidak bisa baca biarkan saja'. Di sisi lain, orang tua murid protes karena saudara tidak kasih PR banyak. Apa yang saudara lakukan dalam 1 semester? Jelaskan pakai prinsip Kurikulum Merdeka, Pembelajaran Berdiferensiasi, dan Sekolah Aman!"*
85% peserta gugur karena jawab "saya kasih PR banyak & saya hukum yang bolos".
Tidak ada komentar:
Posting Komentar