Rekruitmen, wawancara dan coaching di industri farmasi
Industri Farmasi membutuhkan tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis, tetapi skill konsep yang menghadapi kelangkaan bahan baku juga skill humanis agar tidak membawa keracunan berbagai produk baik, obat, kosmetik maupun makanan , penting untuk mendapatkan tenaga yang kualitasnya baik dengan langkah rekrutmen yang tepat juga teknik coaching yang efektif.
Proses rekrutmen di industri farmasi umumnya meliputi tahap psikotes dan wawancara (HRD, User, hingga Direksi), yang dirancang untuk mengukur kemampuan kognitif, stabilitas emosi, serta kompetensi teknis.
1. Tahapan Psikotes Industri Farmasi
Psikotes di industri farmasi tidak jauh berbeda dengan perusahaan umum, namun sering kali ditambah dengan tes kepribadian atau kecermatan yang ketat karena standar industri yang tinggi (terutama terkait regulasi dan ketelitian).
Tes Kemampuan Verbal dan Numerik:
Mengukur logika bahasa, sinonim/antonim, analogi, serta hitungan dasar atau deret angka, menggali kecerdasan kognitif dimana memiliki kemampuan mengolah informasi yang tepat.Bagian numerik penting untuk bidang farmasi yang erat kaitannya dengan kalkulasi dosis atau data statistik.
Tes Logika dan Penalaran:
Meliputi tes penalaran gambar, odd-one-out, dan tes logika analitik. Untuk menggali kemampuan visual motorik sehingga proses pembuatan produk lebih efektif.
Tes Koran (Pauli / Kraepelin):
Menguji ketahanan kerja, konsistensi, ketelitian, dan pengelolaan stres di bawah tekanan, memori dan konsentrasi.
Tes Proyektif dan Kepribadian:
Wartegg Test:
Menguji cara seseorang menyelesaikan masalah dalam kreativitas,adaptasi, dan keteraturan ,
Baum Tree & HTP (House-Tree-Person):
Menganalisis karakter, kestabilan emosi, dan proyeksi diri.
DISC / PAPI Kostick / Big Five:
Menilai gaya kerja, kepemimpinan, dan kecocokan dengan budaya tim.
2. Jenis dan Materi Wawancara
Wawancara biasanya dibagi menjadi dua atau tiga lapis: Wawancara HRD, Wawancara User (Kepala Bagian terkait seperti QA, QC, R&D, atau Produksi), dan terkadang Direksi.
A. Wawancara HRD
Tujuan: Menggali latar belakang, motivasi kerja, culture fit, dan ekspektasi gaji.
Pertanyaan umum:
"Ceritakan tentang diri Anda dan latar belakang pendidikan/karier Anda."
"Mengapa Anda tertarik melamar di industri farmasi dan di perusahaan kami?"
"Bagaimana cara Anda menghadapi tekanan kerja atau tenggat waktu yang ketat?"
B. Wawancara User (Teknis)
Pertanyaan disesuaikan dengan divisi atau posisi yang dilamar:
Quality Assurance (QA) / Quality Control (QC):
Pemahaman tentang CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik), sanitasi, higiene, dokumentasi, dan validasi.
Cara menangani Deviation (penyimpangan proses), OOS (Out of Specification), atau hasil uji yang tidak memenuhi syarat.
Research and Development (R&D):
Pengalaman formulasi, metode uji stabilitas produk, dan skala scale-up laboratorium ke produksi.
Pemahaman regulasi terkait pengembangan produk baru.
Apoteker / Pelayanan / Produksi:
Manajemen stok dengan prinsip FIFO (First In, First Out) dan FEFO (First Expired, First Out).
Penanganan efek samping obat, kepatuhan regulasi BPOM, serta pembaruan ilmu dari literatur medis/farmasi.
Tips Menghadapi Seleksi Farmasi
Kuasai Dasar Regulasi: Pahami konsep dasar CPOB, regulasi BPOM, serta istilah teknis yang relevan dengan posisi Anda.
Gunakan Metode STAR (Situation, Task, Action, Result) saat menjawab pertanyaan pengalaman kerja atau studi kasus.
Tunjukkan Sikap Teliti dan Disiplin:
Industri farmasi sangat mengutamakan zero mistake (kesalahan nol) terutama dalam hal dokumen dan kualitas produk.
12 Contoh Tes Wawancara Apoteker dan Jawabannya
29 Jul 2025 —
1. Coba Perkenalkan Diri Anda?
2. Apa yang Membuat Anda Tertarik Bekerja di Bidang Farmasi?
3. Bagaimana Cara Kamu Tetap Up-to-Date ...
Orang lain juga bertanya
Bagaimana contoh pertanyaan wawancara kuliah farmasi dan jawabannya?
Psikotes rekrutmen apa saja?
Siapakah 3 personel kunci di industri farmasi?
Apa saja yang ditanyakan saat wawancara psikotes?
Coaching di perusahaan farmasi itu *paling ketat SOP di semua industri.*
Kalau di PTDI salah baut pesawat jatuh, di farmasi salah 1 mg dosis - pasien mati, pabrik ditutup BPOM, direksi masuk penjara, izin edar dicabut.
Dan coaching di farmasi itu ada *2 dunia yang beda total:*
*DUNIA 1: DI PABRIK (CPOB/GMP)* - Coaching soal PRESISI & KEPATUHAN
*DUNIA 2: DI LAPANGAN (MEDICAL REP)* - Coaching soal PENJUALAN & ETIKA
Salah coaching 1 dunia = perusahaan rugi miliaran.
Ini framework yang dipakai *Kalbe, Dexa Medica, Sanbe, Kimia Farma, Bio Farma, dan standar BPOM + CPOB 2024.*
1. COACHING DI PABRIK - CPOB & QUALITY (No.1 - Izin Hidup Mati)
CPOB = Cara Pembuatan Obat yang Baik. Ini hukum, bukan pilihan.
*A. Coaching ALCOA+ & Data Integrity (Paling Sering Gagal Audit BPOM)*
Banyak pabrik farmasi Indonesia dapat Warning Letter BPOM karena data dipalsukan.
*5 Kesalahan yang Bikin Pabrik Ditutup:*
1. *Backdating:* Catat hasil QC jam 10 pagi, padahal ngetes jam 3 sore.
2. *Lap top / lap kasar:* Data asli di kertas buram, yang bersih ditulis ulang biar cantik.
3. *Delete data:* Kromatografi HPLC gagal, di-delete, tes lagi sampai lulus.
4. *Password sharing:* 1 password dipakai 10 orang.
5. *Tidak catat deviasi:* Mesin suhu naik 2°C, tidak dicatat.
*Coaching CPOB:*
Bukan ceramah. Langsung di lab & produksi:
- Coach: "Coba tunjukkan data HPLC kamu kemarin yang OOS (Out of Spec)? Apa yang kamu lakukan?"
- Jawaban BENAR: Lapor, investigasi, CAPA.
- Jawaban SALAH: Tes ulang diam-diam sampai lulus.
Tools: *Coaching dengan FDA 483 & Warning Letter asli.* Tampilkan surat BPOM yang pabrik lain ditutup karena data integrity.
*B. Coaching 6 Sistem CPOB (Wajib BPOM)*
1. *Sistem Mutu:* QRM, CAPA, Change Control
2. *Personil:* Higiene, baju steril, tidak boleh pakai make up di produksi steril.
3. *Bangunan & Fasilitas:* Coaching alur personil & barang, beda tekanan ruangan.
4. *Peralatan:* Kalibrasi, kualifikasi IQ/OQ/PQ
5. *Produksi:* Batch Record harus diisi real-time, bukan di akhir shift.
6. *Pengawasan Mutu:* Lab harus jujur.
*Metode: On-the-Job Coaching 15 Menit Tiap Shift*
Seperti di PTDI, di pabrik farmasi ada briefing:
" Hari ini kita produksi Paracetamol 500mg, batch 123. Potensi bahaya: cross contamination dengan Amoxicillin kemarin. Apa yang harus dicek? Cleaning validation, line clearance."
2. COACHING DI LAPANGAN - MEDICAL REP & MARKET ACCESS (No.2 - Uang)
Ini yang hasilkan uang. 1 Medrep pegang omzet 500 juta - 2 Miliar per bulan.
*Masalah Klasik Medrep Indonesia:*
- Dokter bilang: "Jangan bawa brosur, saya sibuk."
- Medrep baru: Cuma bisa baca brosur, tidak bisa jawab pertanyaan dokter.
- Apoteker: "Obat kamu mahal, yang generik ada."
*Modul Coaching Medrep - Model GROW + SPIN (Dipakai Kalbe & Dexa)*
*A. Pre-Call Planning (Sebelum Ketemu Dokter)*
Jangan asal datang.
Coach tanya: "Hari ini mau ketemu Dr. Siti SpPD, tujuannya apa? Data terakhir dia resep obat kita berapa? Kompetitornya apa? Apa objection minggu lalu?"
Kalau tidak ada plan = tidak boleh keluar.
*B. In-Call Coaching (Saat di Depan Dokter - Roleplay)*
*Jangan:* "Dok, ini obat diabetes baru kami, bagus lho Dok, sudah ada penelitian..."
Dokter langsung tinggal.
*Pakai SPIN:*
- *S (Situation):* "Dok, untuk pasien diabetes dengan komplikasi ginjal, Dok biasanya pakai apa ya?"
- *P (Problem):* "Apakah Dok sering ketemu pasien yang gula turun tapi kreatinin naik?"
- *I (Implication):* "Kalau kreatinin naik, kan harus cuci darah, biaya besar ya Dok?"
- *N (Need-Payoff):* "Bagaimana kalau ada obat yang gula turun tapi aman ginjal?"
Baru masuk produk. Ini yang bikin dokter dengerin.
*C. Coaching Anti Suap & Kode Etik (No.1 Paling Berbahaya)*
Ini yang bikin banyak perusahaan farmasi kena kasus KPK & BPOM.
*Yang TIDAK BOLEH (Kode Etik IPMG & IFPMA):*
- Kasih uang cash ke dokter biar resep obat kita.
- Kasih fee resep: "Setiap resep dapat Rp 50 ribu"
- Sponsori dokter jalan-jalan ke Bali dengan kedok seminar, padahal tidak ada seminar.
- Kasih hadiah mahal: iPhone, laptop.
*Yang BOLEH:*
- Sponsori seminar ilmiah yang ada SKP, ada pembicara, ada materi ilmiah.
- Kasih sampel obat untuk evaluasi (terbatas, dicatat).
- Kasih buku / jurnal medis.
*Coaching:* Tampilkan kasus: Perusahaan farmasi di India & Indonesia kena denda 300 Miliar karena suap dokter.
*D. Post-Call Coaching (Setelah Ketemu Dokter)*
Wajib 10 menit di mobil / apotek:
Coach (Sales Manager) tanya:
- "Tadi yang bagus apa?"
- "Apa yang bisa lebih baik?"
- "Objection dokter apa? Next visit mau jawab gimana?"
Bukan marah-marah: "Kenapa tidak closing?"
METODE COACHING FARMASI YANG BERHASIL
*1. Field Coaching (70% di Lapangan, 30% di Kelas)*
Manager tidak boleh di kantor. Harus ikut Medrep 3 hari seminggu. Lihat langsung cara ngomong ke dokter.
*2. Coaching dengan Data IMS / IQVIA*
Jangan pakai feeling. Tampilkan data:
"Dr. Siti bulan lalu resep obat diabetes merk X 100 resep, merk kita cuma 10. Kenapa? Apa yang dia butuhkan?"
*3. Coaching Lab OOS & Deviasi (Untuk Pabrik)*
Pakai data asli pabrik: "Bulan lalu ada 5 OOS di lab Mikrobiologi. Kenapa? Ayo investigasi bareng."
CONTOH RENCANA COACHING 1 BULAN (Untuk Sales Manager Farmasi)
Minggu Fokus Metode Target
1 Pre-Call & SPIN Selling Roleplay dokter sulit Call quality naik
2 Kode Etik & Anti Suap Case study KPK Zero pelanggaran
3 Objection Handling & Closing Field coaching di RS Market share naik 2%
4 Product Knowledge Baru Ujian lisan, bukan tertulis Medrep bisa jawab 90% pertanyaan dokter
Untuk Pabrik: Ganti dengan ALCOA+, Deviasi, CAPA.
---
Sumber Pustaka:
James D Ogdon, Psikodiasnotik dan asesmen of the personal at work,1968
-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar