Homo Politicus
Manusia politik (homo politicus) adalah individu yang aktif, peduli, serta melibatkan diri dalam proses kekuasaan, pengambilan keputusan, dan pengaturan kehidupan bermasyarakat atau bernegara.
Berikut adalah ciri-ciri utama manusia politik:
1. Kesadaran dan Kepedulian TinggiPaham isu publik:
Memiliki minat yang besar untuk mengikuti, memahami, dan menganalisis perkembangan berita serta kebijakan politik.
Kesadaran hak dan kewajiban: Mengerti peran mereka sebagai bagian dari suatu sistem sosial atau negara.
2. Aktif BerpartisipasiKeterlibatan nyata:
Tidak hanya menjadi penonton, tetapi aktif dalam kegiatan seperti pemilihan umum, diskusi publik, organisasi, atau pergerakan sosial.
Kontribusi terhadap keputusan: Meyakini bahwa suara atau tindakan mereka dapat membawa perubahan pada sistem yang berjalan.
3. Berorientasi pada Kekuasaan dan PengaruhPeka terhadap dinamika kekuasaan:
Mampu mengenali yang memegang kendali, bagaimana suatu keputusan dibuat, dan cara bernegosiasi dalam suatu kelompok atau organisasi.
Strategi: Pandai membaca situasi dan menyusun langkah-langkah atau persuasi untuk mencapai tujuan bersama maupun kelompok.
4. Kritis dan RasionalDaya Analisis:
Cenderung menilai suatu kebijakan atau figur berdasarkan logika, dampak sosial, dan nilai keselarasan, bukan sekedar emosi pada saat itu.
Terbuka pada dialog: Bersedia berdiskusi atau berdebat secara sehat untuk mempertahankan argumen atau mencari titik temu.
ALAT PSIKOTES WAJIB UNTUK CALON POLITIK
1 The Big Five / NEO PI-R `E=Ekstrovert Tinggi` = Jago sosialisasi
`N=Neuroticism Rendah` = Tahan serangan
`A=Agreeableness Sedang` = Diplomatis tapi tegas
`C=Ketelitian Tinggi` = Komitmen
2 PAPI Kostick
`I=Kemerdekaan` = Punya pendirian
`L=Kepemimpinan` = Jiwa pemimpin
`W=Bekerja dengan Orang Lain` = Bisa membangun kedamaian
3. IST / CFIT `
IQ, Logika, Analisis Masalah` IQ >100
4 EPPS `
Ach=Prestasi` = Ambisi membangun
`Dom=Dominance` = Pengaruh
`Nur= Pengasuhan` = Peduli rakyat
`Aba=Abasement Rendah` = Tidak mudah diintimidasi
5 Tes Integritas / PPI
`Kejujuran, Korupsi, Gratifikasi, Loyalitas`
6 Tes Grafis: DAP BAUM
`Kepemimpinan, Ego, Kontrol Diri, Citra Diri`
Paket Capres/Cakada: `Lima Besar + PAPI + IST + Tes Integritas + Panel Wawancara`
Paket Kader/Relawan: `Lima Besar + PAPI + Kuesioner Politik`
CARA LATIHAN HARIAN JADI MANUSIA POLITIK
1. LATIH "BACA RUANGAN" - 10 MENIT/HARI
Latihan: Masuk ke 1 ruangan. Tebak dalam 3 menit:
1. Siapa pemimpin yang tidak resminya ?
2. Siapa yang tidak akur dengan siapa?
3. Siapa yang butuh validasi?
`Tujuan`: Asah intuisi politik. Cek tebakanmu dengan ngobrol.
2. LATIH NEGOSIASI MIKRO - TIAP HARI
Latihan: Tiap hari nego 1 hal kecil .
Contoh: "Mas, bisa porsi ayamnya ditambah dikit?"
`Rumus`: ` Puji + Minta + Kasih Alasan + Kasih Jalan Keluar`
"Tolong ya mas, saya lagi diet protein. Nanti saya kasih tip lebih banyak"
3. BERBICARA DI DEPAN UMUM & MEMBINGKAI LATIH
Latihan 3 menit/hari: Rekam diri ngomong isu.
`Rumus Framing Politik`: ` Masalah + Musuh + Solusi + Harapan`
Contoh: "Macet = Masalah. Yang bikin = aturan tidak tegas. Solusinya = tilang. Harapannya = jalan lancar"
4. LATIH BANGUN JARINGAN - "ATURAN 3x3"
Aturan: Setiap minggu kenal 3 orang baru, dan tindak lanjuti 3 orang lama.
`Pertanyaan pembuka politik`: "Menurut bapak/ibu, masalah terbesar di sini apa?"
`Tujuan`: Punya data + punya orang
5. LATIH MANAJEMEN KONFLIK
Latihan: Saat ada 2 orang berantem, jadi penengah.
`Rumus`: ` Validasi 22 nya + Cari musuh bersama + Kasih jalan tengah`
"Kalian 22nya bener. Musuhnya menunda waktu. Gimana kalau kita bagi gini?"
6. LATIH KONTROL EMOSI SAAT DISERANG
Latihan: Minta teman kritik kamu 1 menit. Kamu cuma boleh menjawab: "Oke, terima kasih masukannya"
`Tujuan`: Latih amigdala biar tidak defensif. Politisi ditusuk tiap hari.
7. LATIH BACA BERITA & ANALISA KEPENTINGAN
Latihan 15 menit/hari: Baca 1 berita politik. Tanya:
`Siapa yang untung? Siapa yang rugi? Siapa pemain di belakangnya?`
Ini melatih otak melihat "papan catur" bukan hanya bidaknya.
Kesimpulan;
Sumber Pustaka : Sumadi Suryabroto, Psikologi Perkembangan cetakan IV oleh Rake Sarasin PO Box 83 Yogyakarta, 1990