APA YANG DIGALI DARI SURAT LAMARAN CALON PEGAWAI*
Surat lamaran = "Tes pertama" sebelum wawancara.
Tujuan: `Saring 80% pelamar` + `Baca kepribadian, motivasi, dan kecocokan`
Hal yang utama
Perekrut mencari tahu apakah keahlian dan latar belakang Anda cocok dengan kebutuhan posisi yang dibuka.
Keterampilan Utama:
Apakah calon pegawai memiliki keahlian teknis (hard skill) dan interpersonal (soft skill) yang dibutuhkan?
Pengalaman yang Relevan:
Sejauh mana pengalaman kerja atau proyek sebelumnya relevan dengan porsi kerja yang dilamar?
Tingkat Antusiasme dan Motivasi
HRD ingin membedakan kandidat yang benar-benar berminat dengan kandidat yang sekadar "sebar pesona" ke banyak perusahaan.
Alasan Melamar:
Mengapa Anda tertarik pada posisi tersebut dan perusahaan itu secara spesifik?
Personalisasi:
Apakah surat ditulis khusus untuk perusahaan tersebut, atau sekadar template umum yang mengubah nama perusahaannya saja?
Nilai Tambah dan Kontribusi ( Proposisi Nilai )
Tidak hanya melihat apa yang telah Anda lakukan, HRD ingin melihat apa yang bisa Anda berikan di masa depan.
Pencapaian Kunci:
Apakah kandidat menyertakan bukti keberhasilan (misalnya: meningkatkan penjualan, efisiensi waktu, atau dipromosikan)?
Solusi Masalah:
Bagaimana kandidat dapat membantu menyelesaikan tantangan atau mencapai target perusahaan?
Keterampilan Komunikasi Prosedural
Cara Anda menyusun surat mencerminkan profesionalisme Anda dalam berkomunikasi.
Struktur dan Alur:
Apakah alur tulisan runtut, jelas, dan tidak bertele-tele?
Kemampuan Bahasa:
Bahasa yang digunakan (formal, sopan, tanpa ejaan yang salah/ salah ketik ) menggambarkan ketelitian dan kerapian Anda.
Keselarasan Nilai ( Kesesuaian Budaya )
Gaya Komunikasi:
Nada bicara ( tone ) dalam tulisan bisa memberi gambaran singkat mengenai kepribadian kandidat dan apakah gaya tersebut cocok dengan budaya kerja perusahaan.
HR biasanya gali 7 hal ini dalam 30 detik pertama baca surat lamaran.
*BAGIAN 1:7 HAL YANG DIGALI DARI SURAT LAMARAN*
No Yang Digali Contoh Bendera Merah Contoh Bendera Hijau
**1. KESERIUSAN & MOTIVASI** Kenapa lamar ke perusahaan ini? Apa penelitiannya? "Kepada Yth HRD" umum. Copy-paste ke 50 perusahaan "Saya tertarik di PT ABC karena program CSR di Depok yg..."
**2. KEMAMPUAN KOMUNIKASI TULISAN** Bisa nulis rapi, runtut, to the point? Typo banyak, EYD berantakan, 2 halaman muter2 1 halaman, paragraf jelas, bahasa formal sopan
**3. KECOCOKAN DENGAN POSISI** Skill & pengalaman nyambung kan? Lulusan DKV lamar jadi Akuntan tanpa alasan "3 thn jadi Admin + jago Excel = cocok jadi Staff Finance"
**4. KARAKTER & SIKAP KERJA** Dari cara nulis ketahuan sifat Menyalahkan kantor lama: "Bos saya zalim" Bertanggung jawab: "Saya belajar banyak dari kantor lama"
**5. KETELITIAN & PROFESIONALISME** Format, alamat, nama perusahaan benar? Salah nama perusahaan. Font 5 macam. Alamat HRD salah Kop surat rapi, nama HRD + posisi + perusahaan benar
**6. EXPECTASI GAJI & REALISTIS** Dia paham level dirinya? "Saya minta gaji 20jt" padahal freshgraduate Tidak sebut gaji, atau "sesuai UMR + tanggung jawab"
**7. BENDERA MERAH KEPRIBADIAN** Narsis, putus asa, terlalu menuntut "Saya satu2nya yg bisa menyelamatkan perusahaan" "Saya ingin belajar dan berkontribusi di tim"
*BAGIAN 2: STRUKTUR SURAT LAMARAN IDEAL - APA YG HR CEK TIAP PARAGRAF*
Paragraf Yang HR Gali Pertanyaan di Kepala HR
**1. PEMBUKA** Etika + Riset "Dia tau nama saya & posisi yg dilamar gak?"
**2. ISI 1: PENGALAMAN** Kecocokan Skill "Pengalaman dia nyambung sama JD nggak?"
**3. ISI 2: KELEBIHAN** Nilai yang ditawarkan "Dia bisa kasih apa ke perusahaan kita?"
**4. ISI 3: MOTIVASI** Loyalitas & Alasan "Dia serius atau asal lamar?"
**5. PENUTUP** Inisiatif + Sopan "Dia berani ikutan nggak? Bahasanya sopan?"
*BAGIAN 3 : 12 BENDERA MERAH DARI SURAT LAMARAN*
Kalau ada 3+ ini, 90% langsung ditolak
1. *Copy-Paste Masal* → "Kepada Yth HRD di Tempat" tanpa nama perusahaan
2. *Salah ketik & Tata Bahasa Hancur* → "Saya melamar sebagi manajer"
3. *Terlalu Panjang* → 2-3 halaman. HR cuma punya 30 detik
4. *Terlalu Pendek* → "Saya mau kerja. Ttd". Terlihat tidak usaha
5. *Menyalahkan Mantan Kantor* → "Saya keluar karena bos toxic"
6. *Narsis Berlebihan* → "Saya jenius, pasti perusahaan untung"
7. *Meminta/Menuntut* → "Saya harus dapat posisi ini"
8. *Info Tidak Relevan* → Cerita hobi, golongan darah, zodiak 1 paragraf
9. *Format Berantakan* → Font, warna, emoji, gambar latar belakang
10. *Bohong Jelas* → IPK 4.00 tapi CV kosong
11. *Putus Asa* → "Tolong saya butuh kerja. Saya punya 5 anak"
12. *Salah Alamat* → Lamar jadi Marketing tapi kirim ke Email IT
*BAGIAN 4 : 6 BENDERA HIJAU - POTENSI CIRI PELAMAR*
1. *Personal* → Sebut nama HRD + nama perusahaan + posisi dengan benar
2. *Angka* → "Meningkatkan penjualan 30%" bukan "meningkatkan penjualan"
3. *Nyambung sama JD* → Sebut 2-3 skill yang diminta di iklan
4. *Bahasa Positif* → Fokus solusi, bukan keluhan
5. *Ajakan Bertindak* → "Saya bersedia wawancara kapan saja"
6. *Rapi & 1 Halaman* → Spasi 1.15, font Arial 11-12
*BAGIAN 5: TEKNIK HR MEMBACA SURAT LAMARAN - "SCANNING 30 DETIK"*
HR baca pola Z:
1. *Kiri Atas*: Nama, Alamat, Email → Profesional bukan?
2. *Tengah*: Paragraf 2 - Pengalaman → Ada yang relevan bukan?
3. *Kanan Bawah*: Penutup + TTD → Sopan dan lengkap kan?
Kalau lolos scanning → masuk ke baca detail 2 menit.
*BAGIAN 6: BEDANYA UNTUK KARAKTER TERTENTU*
Karakter Yang Dicari di Surat Lamaran
**Pasif-Agresif** Bahasa muter2, menyalahkan, tidak ada "saya bertanggung jawab"
**Anti Sosial** Merendahkan orang, tidak ada empati, sombong
**Kompulsif** Terlalu detail, 2 halaman, koreksi EYD HRD, kaku
**Narsis** "Saya", "Saya", "Saya" terus. Tidak ada kata "tim"
*KESIMPULAN 1 KALIMAT*
nulis nggak? Cocok kan? Serius kan? 30 detik pertama menentukan dia lanjut atau ditolak.`
Sumber Pustaka:
Dale S Beach, Manajemen Sumber Daya Manusia di Tempat Kerja, 1968
No comments:
Post a Comment