ilmu2hrd.blogspot.com

Pages

Monday, August 17, 2026

Cara atasi pegawai Infantil/Kekanak kanakan

 

Ciri-ciri pegawai infantil/Tantrum dan menangani


Respon: Pegawai dengan kecenderungan perilaku infantil (kekanak-kanakan di tempat kerja) biasanya menunjukkan ketidakmatangan emosional dan profesionalitas yang rendah, yang dapat mengganggu produktivitas serta keharmonisan tim.


Ciri-Ciri Pegawai Infantil


Impulsif & Tantrum Emosional: 

Sulit mengendalikan emosi, mudah marah, merajuk, atau menyendiri ketika keinginan atau pendapatnya tidak dituruti.

Enggan Bertanggung Jawab ( Pengalihan kesalahan ): 

Sering melontarkan kesalahan kepada rekan kerja, keadaan, atau atasan saat terjadi hambatan atau kegagalan.

Hambatan Memproses Kritik:

 Menganggap kritik atau masukan konstruktif sebagai serangan pribadi ( pertahanan ).

Ke tergantungan Tinggi: 

Membutuhkan Arah yang mendalam hingga hal-hal detail (micromanagement) dan kurang memiliki inisiatif atau kemandirian.

Mencari Perhatian & Validasi Lebih Lanjut:

 Ingin selalu dipuji, diakui, atau diistimewakan tanpa kontribusi yang sebanding.

Drama Sikap & Mengabaikan Batasan: 

Suka memicu drama antarkaryawan, menyebarkan rumor, atau tidak menghormati norma komunikasi profesional.

Cara Mengatasi & Mengelolanya


Tetapkan Batasan & Ekspektasi Jelas ( Set Clear Boundaries ) Buat aturan kerja, tanggung jawab, dan batasan waktu ( batas waktu ) secara tertulis dan diukur agar tidak ada alasan untuk menghindar.

Fokus pada Fakta dan Data, Bukan Emosi Saat memberikan umpan balik ( feedback ), hindari menilai kepribadiannya. Gunakan fakta konkret mengenai kinerja atau tindakan spesifik yang perlu diperbaiki.

Jangan Melayani "Tantrum" atau Drama Jika pegawai merajuk atau bersikap defensif, tetap tenang dan bersikap tegas. Jangan memberikan respon emosional agar perilaku tersebut tidak tereskalasi.

Dorong Kemandirian ( Pemecahan Masalah ) Saat pegawai datang membawa masalah tanpa solusi, minta mereka menyusun 1–2 opsi penyelesaian terlebih dahulu sebelum Anda membuat keputusan.

Dokumentasikan Performa & Terapkan Cerdas Konsisten Catat rekam jejak perilaku dan kinerjanya. Terapkan konsekuesi atau teguran secara terukur jika perilaku kekanak-kanakan tersebut mulai merugikan dinamika tim.

ALAT PSIKOTES PALING EFEKTIF*
No Nama Tes Yang Diukur Ciri Infantil yg Keluar Waktu
**1** **16 PF**
16 Faktor kepribadian `Faktor C` Rendah: Emosional labil. `Faktor Q3` Rendah: Tidak disiplin. `Faktor F` Tinggi: Ceria berlebihan 35-50 menit
**2** **MMPI-2 / MMPI-3**
Kualitas klinis `Skala 4 Pd` tinggi: Egois, salahkan orang. `Skala 9 Ma` tinggi: Impulsif, cari perhatian 60-90 menit
**3** **MCMI-IV**
Gangguan kepribadian `Skala 4` Histrionik: Drama, cari perhatian. `Skala 5` Narsis: Merasa istimewa 30 menit
**4** **NEO PI-R / Lima Besar**
5 Faktor besar `Kehati-hatian` Rendah: Tidak tanggung jawab. `Neurotisme` Tinggi: Cengeng. `Agreeableness` Rendah: Egois 45 menit

*Paling sering dipakai HR*: `16 PF + IQ +  Wawancara Behavioral`  

*Paling jelas*: `MCMI` bisa bedakan Histrionik vs Narsis vs Dependent

DAFTAR PUSTAKA*


1. Manual MMPI-2 / MMPI-3

Ben-Porath, YS, & Tellegen, A. (2020). Minnesota Multiphasic Personality Inventory-3_. University of Minnesota Press

2. Manual MCMI-IV

Millon, T. (2015). _Manual Inventaris Multiaxial Klinis Millon-IV_. Pearson.

3. Manual 16 PF

 Cattell, RB, & Mead, AD (2008). _Kuesioner Enam Belas Faktor Kepribadian_. IPAT.

4. Buku Psikologi Kepribadian
 
Feist, J., Feist, GJ, & Roberts, TA (2018). _Teori Kepribadian_. McGraw-Hill. Bab: Teori Sifat & Ketidakdewasaan.

5. Buku HR Indonesia

Suryani, E. (2019). _Psikodiagnostik untuk Praktik HRD_. Jakarta: Salemba Empat.

No comments: