ilmu2hrd.blogspot.com

Pages

Thursday, August 27, 2026

Seleksi Pegawai cenderung Perasaan

 Ciri cirinya pegawai lebih dominan Perasaan.

Manusia ada yang lebih condong menggunakan logika namun ada yang lebih menggunakan perasaan dalam hidupnya, tidak ada kelainan, karena itu diperankan oleh Neuroplacytis dalam Otak yang ditentukan multifaktor yaitu genetik, lingkungan hidup dan pola asuh saat berkembang. Demikian juga Pegawai,ada pekerjaan lebih cocok ditempati Orang lebih condong logika seperti Akunting,Jaksa,Advocat dst,ada yang lebih cocok ditempati oleh orang-orang yang berperasaan seperti pekerja Sosial,Guru,Psikolog dll.

Respon: Dalam dunia kerja, pegawai yang menggunakan perasaan (Feeler) umumnya lebih dominan

mengambil keputusan berdasarkan nilai-nilai kemanusiaan, empati, dan dampak hubungan antaranggota

tim, bukan sekedar logika angka atau data mentah.

Ciri-Ciri Pegawai Dominan Perasaan

● Sensitif terhadap Perasaan Orang Lain: Memiliki kepekaan tinggi untuk menangkap perubahan

suasana hati, suasana hati, atau tingkat stres rekan kerja di sekitarnya.

● Mengutamakan Keharmonisan Tim: Cenderung menghindari konflik terbuka dan selalu berusaha

menciptakan lingkungan kerja yang kondusif, damai, serta saling mendukung.

● Pengambilan Keputusan Berbasis Manusia: Ketika membuat keputusan, pertimbangan utama

adalah "Bagaimana hal ini akan mempengaruhi waktu?" bukan sekadar "Apakah ini secara teknis efisien?".

● Sangat Membutuhkan Apresiasi: Sangat terpacu oleh pujian, pengakuan atas usaha, dan kata-kata

dorongan positif dari atasan maupun rekan kerja.

● Empati Tinggi dan Pendengaran yang Baik: Tempat curhat yang nyaman di kantor karena mampu

mendengarkan dengan tulus tanpa terburu-buru menghakimi.

● Sulit Memberikan Kritik Pedas: Cenderung merasa canggung atau tidak tega saat harus

menyampaikan umpan balik negatif, menegur, atau menindak bawahan.

Cara Terbaik Berinteraksi dan Mengelolanya

● Berikan Apresiasi secara Tulus: Akui kontribusi mereka, baik secara pribadi maupun di depan tim.

● Sampaikan Kritik dengan Empati: Gunakan pendekatan "sandwich" (apresiasi – masukan –

harapan) agar mereka tidak menganggap kritik kerja sebagai serangan pribadi.

● Melibatkan dalam Manajemen Manusia: Tempatkan pada peran yang membutuhkan ketrampilan

antarpribadi, seperti sumber daya manusia, layanan pelanggan, atau ikatan tim.

ALAT PSIKOTES UNTUK UKUR STABILITAS EMOSI*


Lima Besar / NEO PI-R

`N = Neuroticism RENDAH` + `A = Agreeableness Sedang-Tinggi` N > 40 = Cemas, murung, gampang sakit hati

2   PAPI Kostick

E = Stabilitas Emosi Tinggi` + `G = Kebutuhan Perubahan Rendah-Sedang` E < 3 = Labil, mudah stres

3.  EPPS `

Aba = Abasement Rendah` + `Dom = Dominasi Sedang` + `End = Endurance Tinggi` Aba Tinggi = Gampang ngerasa salah & minder

4   MPAI / Tes Frustrasi Rosenzweig

 Reaksi saat dikritik/dipojokkan Tipe "Ego-defense" = Nyalahin orang, ngambek

5 Tes Grafis: DAP + HTP

Tekanan garis, ukuran gambar, detail Garis putus2 + gambar kecil = Tidak aman, sensitif 

*Paket Wajib*: `Lima Besar N + PAPI E + Wawancara Situasi`  

*Paket Cepat*: `Kuesioner 10 Soal Baper + Roleplay Kritik`

Sumber Pustaka:

AI Gemini 

James D Ogdon,Psikodianostik dan assessment of the People at work,1968


No comments: