ilmu2hrd.blogspot.com

Pages

Monday, August 24, 2026

Seleksi pegawai yang gunakan logika


Pegawai Logika 

Manusia ada yg lebih condong menggunakan logika namun ada yang lebih menggunakan perasaan dalam hidupnya, tidak ada yang kelainan, karena itu diperankan oleh Neuroplacytis dalam Otak yg ditentukan multifaktor yakni genetik, lingkungan hidup dan pola asuh saat berkembang. Demikian juga Pegawai,ada pekerjaan lebih cocok ditempati Orang lebih condong logika seperti Akunting,Jaksa,Advocat dst,ada yang lebih cocok ditempati oleh orang berperasaan seperti pekerja Sosial,Guru,Psikolog dll.

Pegawai yang selalu menggunakan logika bercirikan cara berpikir yang rasional, objektif, dan terstruktur saat memecahkan masalah atau mengambil keputusan. 

Berikut adalah ciri-ciri pegawai utama yang mengandalkan logika di tempat kerja:

1. Berpikir Objektif dan Berdasarkan Data

Tidak baper: Keputusan diambil berdasarkan fakta, validitas data, dan analisis situasi, bukan karena emosi atau perasaan pribadi.

Fokus pada masalah: Saat terjadi konflik atau kendala, mereka fokus mencari akar masalah, bukan menyalahkan orang lain.

2. Analitis dan Terstruktur

Sistematis: Menyelesaikan tugas dengan tahapan yang jelas dan masuk akal.

Melihat sebab-akibat: Mampu membayangkan konsekuensi atau dampak dari suatu tindakan sebelum melangkah.

3. Kritis dalam Bertanya

Tidak asal terima: Sering mengajukan pertanyaan yang tajam dan relevan untuk memastikan kejelasan informasi.

Mengecek validitas: Senang memverifikasi kebenaran data atau proses sebelum mengerjakannya. 


4. Realistis dan Efisien

Masuk akal: Menetapkan target atau rencana kerja yang benar-benar dapat dicapai dengan sumber daya yang ada.

Hemat waktu: Menyukai cara kerja yang praktis dan langsung pada sasaran tanpa prosedur yang berbelit-belit. 


Perekrutan yang Menyamar —

5. Tenang di Bawah Tekanan

Tidak panik: Saat menghadapi krisis, mereka tetap tenang karena menggunakan pikiran jernih untuk menentukan solusi darurat. 


Mungkin maksud Anda adalah: Ciri Pegawai yg selalu menggunakan logika


PSIKOTES UNTUK UKUR LOGIKA & PENALARAN*

**1** **IST - Tes Struktur Intelligenz** `

9 Subtes`: Penalaran verbal, numerik, spasial, logika

Skor <70 = Lambat proses pengambilan 9

**2** **CFIT - Pameran Budaya Tes IQ**

Penalaran non-verbal`. Tidak butuh bahasa kosong Banyak = Lemah analisa pola

**3** **Tes Wartegg**

`8 Kotak`. Lihat cara berpikir & kreativitas Gambar asal2an, tidak runtut

**4** **EPPS** 

`Tinggi Aut = Otonomi` + `Tinggi Int = Pemahaman` Rendah = Ikut2an, tidak mau mikir

**5** **Angkatan Darat Alpha / TKD BUMN**

`Sinonim, Antonim, Aritmatika, Deret, Logika` Deret & Logika <50% = Lemah

**6** **Matriks Raven** 

`Melengkapi pola gambar` Salah >40% = Lemah problem solver

**7** **Tes Logika Aritmatika**

`Soal cerita, perbandingan, peluang` Tidak bisa pecah masalah

*Paket Wajib*: `IST Subtes Logika + CFIT + TKD Logika`  

*Paket Cepat 30 menit*: `Matriks Raven + 10 Soal Logika Cerita`


DAFTAR PUSTAKA*


1.  *IST Manual*  

    Amthauer, R. (1953). _Intelligenz-Struktur-Test_. Hogrefe.

2.  *Raven’s Progressive Matrices*  

    Raven, J. (1936). _Guide to Using the Progressive Matrices_. HK Lewis.

3.  *Critical Thinking*  

    Facione, P.A. (1990). _Critical Thinking: A Statement of Expert Consensus_. APA.





 












No comments: