ilmu2hrd.blogspot.com

Pages

Friday, May 17, 2019

Karakter Narsistik

Ringkasan Karakter Personal Narsistik 
Ini gangguan kepribadian Cluster B di DSM-5-TR. Intinya: pola kebutuhan dikagumi + kurang empati yg berlangsung lama.

1. Karakter Kognitif
Karakter terhadap pengetahuan melihat diri sebagai superior, lebih mampu atau berharga daripada yang lain.Orang lain dianggap tidak tahu apa apa sedang dirinya merasa serba tahu segala hal.
Grandiose** Merasa paling hebat, paling pintar, paling penting. Cerita prestasi dilebih2kan.
2. Karakter Emosi Kararakter sikap bangga diri dan ekspansif .Sikapnya menganggap dirinya punya nilai lebih, dan Orang lain dianggap tidak bernilai.
Butuh Kaguman** Haus pujian. Kalau gak disorot = marah/tersinggung.
3. Karakter Relasi dgn Orang
Sikap Tegas dan dominan, mencari orang lain yang mengikuti jejaknya.Kalau Orang lain tidak penurut atau mengikuti kemauan dan pendapatnya, maka dia hindari dalam pergaulannya.
Eksploitatif** Manfaatin orang buat naik. Setelah dapat, ditinggal.
Empati** Gak bisa/ gak mau ngerti perasaan orang. "Lebay amat sih"
PENYEBAB & PENANGANAN SINGKAT*
*Penyebab:* Kombinasi genetik + pola asuh. Misal: dipuja berlebihan OR dihina sejak kecil  
*Penanganan:* Psikoterapi jangka panjang. Jenisnya: _Schema Therapy, TFP_. Obat hanya untuk gejala cemas/depresi penyerta.  
*Kunci:* Orang NPD jarang datang berobat karena "merasa gak ada masalah".

*LEMBAR SKRINING CEPAT 9 PERTANYAAN*

Skor 0=Tidak, 1=Kadang, 2=Sering. Skor >12 = perlu asesmen profesional
1.  Saya merasa saya lebih spesial dari kebanyakan orang
2.  Saya butuh orang lain mengagumi saya
3.  Saya pantas dapat perlakuan khusus
4.  Saya sering memanfaatkan orang untuk tujuan saya
5.  Saya sulit memahami perasaan orang lain
6.  Saya sering iri atau merasa orang iri pada saya
7.  Saya marah besar kalau dikritik
8.  Saya punya fantasi tentang sukses/kekuasaan luar biasa
9.  Saya merasa berhak dapat yg terbaik


*Total: ___ / 18*

*NPD = Narcissistic Personality Disorder / Gangguan Kepribadian Narsistik*

Catatan penting dulu ya: `Hanya Psikolog Klinis/Psikiater yg boleh mendiagnosis NPD`. Kita di Pansel/Organisasi cuma bisa "menggali ciri" dan "menangani dampaknya".


NPD bukan = sombong. NPD = `butuh kekaguman berlebihan + tidak punya empati + merasa berhak istimewa`

Pakai metode `BEI + Observasi`. Jangan tanya "Apakah anda NPD?" 

*9 CIRI UTAMA NPD - DSM-5 TR 2022* 
Kalau ada 5 dari 9 ini + mengganggu fungsi kerja = perlu rujukan psikolog
Ciri Pertanyaan Penggali Red Flag Jawaban
**1. GRANDIOSITAS**
"Ceritakan prestasi terbesar Anda. Peran orang lain?" "Itu semua karena saya. Tim tidak ada peran"
**2. FANTASI KEKUASAAN**
"5 tahun ke depan Anda bayangkan jadi apa?" "Saya akan mengubah total Organisasi . Saya satu2nya yg bisa"
**3. MERASA ISTIMEWA**
"Kenapa kami harus pilih Anda, bukan 500 pelamar lain?" "Karena saya beda. Orang biasa tidak paham visi saya"
**4. BUTUH KAGUMAN**
"Feedback paling berharga yg pernah Anda dapat?" "Semua orang muji saya. Kritik = mereka iri"
**5. HAK ISTIMEWA**
"Ceritakan saat aturan tidak adil buat Anda" "Aturan boleh dilanggar kalau untuk tujuan mulia"
**6. EKSPLOITASI**
"Ceritakan saat Anda minta tolong tim lembur" "Mereka harusnya bangga bantu saya"
**7. TIDAK EMPATI**
"Tim Anda gagal. Reaksi Anda?" "Itu bodoh. Kenapa saya harus peduli perasaan mereka"
**8. IRI DENGKI**
"Rekan dapat penghargaan. Anda?" "Dia dapat karena main belakang"
**9. SOMBONG/ANGKU**
"Kelemahan Anda?" "Saya terlalu perfeksionis. Terlalu kerja keras"



PENANGANAN JIKA ADA CIRI NPD DI LINGKUNGAN KERJA

`Tujuan: Melindungi organisasi, bukan "menyembuhkan"`

SAAT REKRUTMEN - PENCEGAHAN
1.  *Gugur Halus*
- Pakai data: "Skor integritas rendah, skor empati rendah di psikotes"
2.  *Cek Referensi 360°*
- Tanya bawahan, bukan hanya atasan. NPD biasanya disukai atasan, dibenci bawahan
3.  *Tes Kelompok*
- Lihat gimana dia perlakukan orang "yg tidak berkuasa" seperti OB

JIKA SUDAH JADI PEJABAT
NPD tidak "sembuh" dgn teguran. Tapi perilaku bisa dikelola.
Masalah Teknik Penanganan Contoh Kalimat
**1. MENGAMBIL KREDIT**
Dokumentasi jelas. Puji di depan tim "Keberhasilan ini kerja tim. Terutama bagian A dari Bu X"
**2. TIDAK EMPATI**
Aturan yg jelas + konsekuensi "SOP kita: setiap pengaduan harus dijawab 1x24 jam"
**3. MUDAH TERSINGGUNG**
Kasih feedback "sandwich" + data "Data bagus. Di bagian B ada catatan. Overall kita lanjutkan"
**4. MANIPULATIF**
Semua komunikasi tertulis. 2 saksi "Baik Pak, saya rangkum hasil rapat via email ya"
**5. MELEDAK MARAH**
Jangan dilawan. Tenang + batasan "Saya mau diskusi kalau kita sama2 tenang. Kita lanjut 30 menit lagi"
*Aturan Emas*: `Jangan kasih umpan`. NPD cari perhatian, pujian, dan konflik. Kalau dikasih, dia makin jadi.

UNTUK DIRI SENDIRI JIKA KERJA DGN NPD
1.  *Batasi Kontak*
- Seperlunya, via email
2.  *Jangan Berharap Empati*
- Dia tidak bisa
3.  *Fokus Fakta & Aturan*
- Jangan debat perasaan
4.  *Jaga Batasan*
- "Saya bisa bantu sampai jam 5"
5.  *Lapor ke Atasan/HR* - Kalau sudah pelecehan/psikis


APA YANG TIDAK BOLEH DILAKUKAN

1.  *Jangan label "Kamu NPD"*
- Itu diagnosis. Bisa dituntut
2.  *Jangan berharap dia berubah karena "disadarkan"*
- NPD tidak merasa salah
3.  *Jangan adu argumen*
- Dia harus "menang"
4.  *Jangan percaya janji kosong*
- Lihat tindakan

Narsistik ada hubungannya dengan kinerja otak terutama tidak berkembangnya Syaraf otak yg berperan terhadap rasa empathy yakni : 
Area Otak Utama yang Terlibat
Anterior Insula (Insula Depan)
● Fungsi: Mengolah empati emosional (kemampuan merasakan apa yang dirasakan orang lain) dan
kesadaran emosi tubuh.
● Kaitan dengan Narsisme: Penelitian menunjukkan bahwa penderita NPD memiliki volume gray
matter (stabilitas sel saraf) yang lebih tipis/sedikit di area insula. Hal ini berdampak langsung pada
penurunan kapasitas empati mendalam terhadap orang lain.
Prefrontal Cortex (PFC)
Khususnya area Ventromedial Prefrontal Cortex (vmPFC) dan Dorsolateral Prefrontal Cortex (dlPFC).
● Fungsi: Mengatur kontrol emosi, pembuatan keputusan, serta pemrosesan moral dan kesadaran diri.
● Kaitan dengan Narsisme:
○ Volume sel saraf yang berkurang di vmPFC berhubungan dengan kesulitan mengevaluasi
dampak perilaku sendiri terhadap orang lain.
○ Lemahnya regulasi dari PFC membuat individu rentan bertindak impulsif saat merasa harga
dirinya terancam (narcissistic rage).
Anterior Cingulate Cortex (ACC)
● Fungsi: Mengendalikan koreksi kesalahan, regulasi konflik emosional, dan pemrosesan rasa sakit
emosional/penolakan sosial.
● Kaitan dengan Narsisme: Kerusakan atau penurunan aktivitas di ACC membuat seseorang sangat
sensitif terhadap kritik atau penolakan. Saat dikritik, otak membaca ancaman tersebut seperti rasa
sakit fisik yang ekstrem, memicu pertahanan diri yang agresif.


SUMBER PUSTAKA

1.  *DSM-5-TR. American Psychiatric Association. 2022* - Kriteria Diagnosis NPD Kode 301.81
2.  *ICD-11. WHO. 2019* - Kode 6D10.1 Personality Disorder
3.  *Buku: "Disarming the Narcissist" - Wendy Behary* - Teknik komunikasi
4.  *Buku: "Psikopatologi" - Davison & Neale* - Bab Gangguan Kepribadian
5.  *Pedoman Pencegahan Kekerasan di Tempat Kerja - Kemnaker RI*
6. *Millon, Personality of Carracteristic, 1956*

Thursday, May 16, 2019

Pegawai Histeria cara menanganinya



Histrionic
*Histrionic* = Gangguan Kepribadian Histrionik / _Histrionic Personality Disorder_ HPD

Ini salah satu gangguan kepribadian cluster B. Ciri utamanya: *butuh jadi pusat perhatian + emosi yg dramatis + ekspresif banget*

1. Karakteristik Kognitif 
Seseorang yang berciri hidup menjadi membosankan tanpa stimulasi konstan.
Ganti kerjaan, ganti pacar, ganti hobi terus
- Butuh hal baru biar tetap "hidup"
2. Karakter Emosi Seseorang alami  gangguan tingkah laku/hiperemosional, dramatik/bersikap drama.EMOSI DRAMATIS & CEPAT BERUBAH*
- Hari ini nangis kejer, 10 menit lagi ketawa lepas
- Ekspresi berlebihan. "Ini Kiamat!" padahal masalah sepele

3. Karakter relasi 
Sikapnya mencari perhatian, memiliki hubungan sementara tetapi sangat terlibat
Istilahnya sok akrab padahal baru kenal sekali misalnya.
Harus jadi pusat perhatian di ruangan. Kalau gak, dia bikin cara biar diliat.
CARA MENGHADAPI TEMAN/KOLEGA HISTRIONIC*
1.*Kasih apresiasi spesifik*  "Presentasimu bagian data tadi bagus" bukan cuma "kamu keren"
2. *Kasih batasan* 
 "Oke ceritanya cukup, sekarang kita fokus kerja ya"
3. *Jangan diladenin dramanya* 
Tetap tenang, jangan ikut panik.
4. *Diberikan panggung yang positif *
Kalau lagi kumpul bareng dimintakan pendapat tentang masalah yang lagi dibicarakan misalnya politik atau olahraga yang lagi trending

secara historis dan medis, "histeria" bukan lagi merupakan diagnosis medis resmi. Dalam dunia psikiatri modern (seperti dalam panduan DSM-5), kondisi yang dulunya disebut histeria kini dikategorikan sebagai Gangguan Gejala Somatik (Somatic Symptom Disorder) atau Gangguan Konversi (Conversion Disorder / Functional Neurological Symptom Disorder).

Namun, jika dilihat dari sudut pandang neurosains mengenai gejala-gejala yang menyerupai histeria (seperti ledakan emosi yang intens, kehilangan kendali fungsi tubuh sementara, atau kecemasan ekstrem), ada beberapa bagian otak utama yang paling berperan:

1. Sistem Limbik (Pusat Emosi)

Sistem limbik adalah jaringan di dalam otak yang mengatur emosi, memori, dan dorongan dasar. Dua struktur utamanya:

  • Amigdala: Ini adalah "pusat alarm" otak. Amigdala memproses rasa takut, kecemasan, dan emosi yang kuat. Ketika seseorang mengalami tekanan emosional ekstrem, amigdala menjadi sangat hiperaktif.

  • Hipokampus: Mengatur memori implisit dan ingatan terkait trauma.

2. Korteks Prefrontal / Prefrontal Cortex (Pusat Kendali Diri)

Korteks prefrontal berada di bagian paling depan otak dan bertugas untuk berpikir rasional, mengambil keputusan, serta mengerem/mengontrol emosi yang dihasilkan oleh amigdala.

  • Pada kondisi reaksi histeris atau gangguan konversi, terjadi gangguan komunikasi antara korteks prefrontal dan amigdala.

  • Korteks prefrontal gagal meredam atau mengendalikan respons emosional amigdala yang berlebihan, sehingga emosi meledak tanpa kendali logis.

3. Korteks Insular dan Anterior Cingulate Cortex (ACC)

  • Korteks Insular (Insula): Berperan dalam interosepsi (kemampuan otak untuk merasakan apa yang terjadi di dalam tubuh, seperti detak jantung atau rasa sakit).

  • ACC: Terlibat dalam memproses emosi dan respons terhadap rasa sakit.

  • Ketidakseimbangan pada area ini sering kali memicu timbulnya gejala fisik tanpa penyebab medis yang jelas (gejala somatisasi), seperti tiba-tiba merasa sesak, gemetar, atau lumpuh sementara saat emosi memuncak.

Ringkasan Mekanisme

Gagalnya "Rem" Otak: Gejala histeria terjadi ketika Amigdala (pusat emosi) bekerja terlalu aktif (overaktif) karena tekanan emosional atau trauma, sementara Korteks Prefrontal (pusat kendali diri) tidak mampu menekan atau mengontrol lonjakan emosi tersebut.

Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sering mengalami episode ledakan emosi yang tidak terkontrol atau gejala fisik akibat stres berat, berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater dapat membantu menemukan penanganan yang tepat.


Sumber Pustaka : Millon T, Modern Phycopathology, 1969.




Monday, May 13, 2019

Cara atasi Pegawai Schizoid




Ciri-ciri karakter Schizoprane  berdasarkan Millon

Sebagai  HRD juga perlu tahu karakteristik kepribadian tidak melalui psikotes, dengan pengamatan sikap yg nampak.

Schizoid
    a. Karakter kognitif
Kurangnya kemampuan dan minat dalam berkomunikasi dan memahami orang lain.
 b. Karakteriistik Emosi Sikapnya apatis, tidak emosional ,tidak peduli
c. Karakteristik Interpersonal
Dalam relasi tidak memiliki teman, berhubungan dengan cara yang jauh

*CARA MENGIDENTIFIKASI KARYAWAN DENGAN CENDERUNG "SKIZOID" & EFEKNYA BAGI ORGANISASI*

Catatan penting dulu ya:  
`Skizoid = Gangguan Kepribadian`. Kita sebagai HR/Pemimpin *tidak boleh mendiagnosis*.  
Yang bisa kita lakukan: mengamati `pola perilaku di tempat kerja` yang berdampak ke tim.  
Kalau memang curiga, rujukannya ke Psikolog Klinis / Psikiater.

Kita pakai istilah: *"Karyawan dengan pola menarik diri & minim koneksi sosial"*

---

*1. 8 CIRI PERILAKU KERJA YANG SERING MUNCUL*

Ini diamati selama 3-6 bulan, bukan dari 1-2 kejadian.
Area Ciri yang Sering Terlihat Contoh di Kantor
**1. Sosial** Sangat minim interaksi. Makan siang sendiri. Tidak ikut arisan/grup WA Ditanya "weekend ngapain?" jawab "di rumah" lalu diam
**2. Emosi** Ekspresi datar. Jarang tertawa/marah. Pujian/kritik tidak bereaksi Dikasih target tembus, cuma "oh iya"
**3. Hubungan** Tidak punya teman dekat di kantor. Tidak curhat. Tidak minta tolong Ada masalah pribadi tidak cerita ke siapa2
**4. Motivasi** Bekerja karena tugas, bukan karena tim/visi. Tidak ambisi jabatan "Gaji lancar aja cukup pak"
**5. Komunikasi** To the point, kering, tidak ada basa-basi. Email 2 kata "File sudah. Tks"
**6. Konflik** Menghindar total. Dipojokkan malah diam/tutup diri Saat rapat ribut, dia melamun
**7. Kreativitas** Bagus di kerja individual, analitis, detail Cocok jadi data analyst, programmer, arsip
**8. Kepemimpinan** Tidak suka memimpin orang. Tidak nyaman pidato/motivasi tim Ditunjuk jadi ketua tim → stres
*Kunci Bedanya dengan Introvert*:  
`Introvert`: Butuh waktu sendiri buat recharge, tapi tetap mau relasi baik  
`Pola Skizoid`: Tidak butuh relasi, tidak peduli ada relasi atau tidak

---

*2. EFEK BAGI ORGANISASI*

Tergantung posisi dan bagaimana dikelola. Ada 2 sisi.

*A. DAMPAK NEGATIF KALAU DI POSISI SALAH*

1.  *Kerja Tim Hancur*: Tidak mau koordinasi. Info mentok di dia
2.  *Budaya Dingin*: Tim jadi ikut kaku. Tidak ada "perekat" 
3.  *Manajemen Krisis Lemah*: Saat butuh empati ke tim/bawahan, dia tidak bisa
4.  *Turnover*: Bawahan merasa "tidak dianggap manusia" lalu resign
5.  *Citra dan Layanan Publik*: Kalau di Pemerintahan, warga merasa dilayani robot

`Posisi Berbahaya`: HRD, Humas, Customer Service, Trainer

*B. DAMPAK POSITIF KALAU DI POSISI YANG TEPAT*

Justru bisa jadi aset. Karena fokus, tidak baperan, tidak main politik kantor.

1.  *Akurasi Tinggi*: Bagus di data, audit, hukum, IT, arsip
2.  *Tidak Terpengaruh Tekanan*: Tidak gampang disogok/ditekan karena tidak butuh disukai
3.  *Stabil saat Krisis*: Tidak panik, tidak drama
4.  *Netral*: Bagus jadi juri, auditor, compliance

`Posisi Cocok`: Analis Data , Legal, IT , Arsip, Riset

---

*3. TEKNIK "MENGGALI" SAAT WAWANCARA / PENILAIAN*

Tujuan: Validasi apakah dia bisa kerja tim atau tidak. Bukan untuk vonis.

*5 PERTANYAAN PENGGALI*

*1. "Ceritakan tim terbaik yg pernah Anda ikuti. Peran Anda apa?"*  
`Merah`: "Saya kerja sendiri. Tim ngerepotin"  
`Kuning`: "Saya bagian data. Saya lapor ke ketua"

*2. "Kalau ada rekan kerja curhat masalah keluarga ke Anda, Anda?"*  
`Merah`: "Suruh ke HR"  
`Bagus`: "Saya dengar, lalu arahkan ke yg bisa bantu"

*3. "Apa yg membuat Anda semangat kerja?"*  
`Merah`: "Gaji tepat waktu"  
`Bagus`: "Hasil kerja saya dipakai dan akurat"

*4. "Gimana cara Anda minta bantuan ke orang lain?"*  
`Merah`: "Saya tidak pernah minta bantuan"  
`Bagus`: "Saya email + jelaskan kebutuhannya"

*5. "Bayangkan 5 tahun lagi. Anda mau dikenang tim sebagai apa?"*  
`Merah`: "Tidak tahu / yang penting kerja beres"  
`Bagus`: "Orang yg bisa diandalkan di bidang X"

*TES SIMULASI 10 MENIT*
Kasih kasus: "Anggota tim kamu drop karena masalah keluarga, deadline besok"  
Amati: Apakah dia menawarkan bantuan, delegasi, atau "itu urusan dia"

---

*4. STRATEGI MENGELOLA DI ORGANISASI*

Kalau sudah terlanjur jadi pegawai dan kompeten di teknis:
Masalah Solusi
**1. Komunikasi** Pakai sistem: SOP, Email, Ticket. Jangan andalkan "ngobrol"
**2. Kerja Tim** Pasangkan dengan 1 "jembatan sosial" di tim. Job: dia teknis, temannya koordinasi
**3. Motivasi** Jangan pakai "yuk team building". Pakai: "Target ini butuh akurasi kamu"
**4. Feedback** Langsung, data, tanpa basa-basi. "Laporan ada 3 error di baris 10, 15, 20"
**5. Pengembangan** Arahkan ke pelatihan teknis, bukan leadership training
*YANG JANGAN DILAKUKAN:*
1.  Memaksa ikut gathering/game
2.  Menuduh "kamu antisosial" di depan umum
3.  Menaruh di posisi wajib "manusiawi" seperti HRD, Humas

---

*5. KAPAN HARUS DIRUJUK KE PROFESIONAL*

Rujuk ke Psikolog Industri / EAP jika: 
1.  Menarik diri total 2 minggu, tidak mau kerja
2.  Ada tanda depresi: tidak mandi, tidak makan
3.  Mengganggu produktivitas tim secara signifikan

---

*RINGKASAN UNTUK KEPUTUSAN SDM*
Jika Posisi Rekomendasi
**Butuh Pimpinan/Frontliner** Hati-hati. Perlu coaching intensif
**Butuh Teknis/Akurasi** Bisa jadi bintang. Beri ruang kerja sendiri
**Sudah Menjabat** Pindahkan ke staf ahli / bukan manajerial
Intinya: *Bukan orangnya yg salah. Tapi "orang vs posisi" yg harus tepat.

Sumber Pustaka : Millon, Personality of Carracteristic, 1956



/

Saturday, May 11, 2019

Psikotes Grafis

Psikotes Grafis 




1. Kiri Atas
    - Kekanak-kanakan
    - kawatir
    - menyendiri
    - pasif



2. Kanan Atas

    -  Keinginan untuk menekan masa lalu yang tidak menyenangkan dengan optimisme berlebihan tentang masa depan
3. Pada sisi bawah kertas
- Ketergantungan/kurang mandiri
- Menghindari pengalaman baru
- Takut mengambil keputusan secara mandiri


4. Sudut bawah
- rendah diri
5. Sudut kiri bawah
- depresi dengan selalu mengenang masa lalu




*APA YANG DIGALI DARI PSIKOTES


GAMBAR* `

Tujuan: Melihat "isi kepala" kamu yang tidak bisa diucapkan`

Psikotes gambar = tes proyektif. Kamu disuruh gambar/menjawab gambar, lalu psikologi lihat kepribadian kamu dari cara kamu menggambar/menjawab.

Di KPU/BUMN/CPNS yg paling sering keluar 3 jenis ini: ---

*BAGIAN 1:3 JENIS PSIKOTES GAMBAR + APA YANG DIGALI*

*1. WARTEGG TEST* `8 Kotak Gambar` `Paling sering dipakai untuk seleksi pemimpin` *Cara*: Ada 8 kotak berisi garis/acakan. Kamu lanjutkan jadi gambar + kasih judul. *Yang digali 8 hal:* Kotak Menggali Gambar "Bagus"

Bendera Merah

**1** `Inisiatif & Cara memulai kerja` Bentuk rapi, jadi rumah/orang Coretan, kosong

**2** `Sikap thd orang lain / Sosial` Gambar 2 orang, jabatan tangan Gambar senjata, tengkorak

**3** `Emosi & Kontrol diri` bentuk beraturan, garis menyeluruh, acak2an

**4** `Cara dengan` jadi tangga, jalan jadi jadi, tembok

**5 `Imajinasi & Kreativitas` Gambar unik tapi masuk akal Gambar aneh2 tidak jelas

**6** `Sikap thd lawan jenis /` Bunga, kupu2, wajah Gambar alat kelamin

**7** `Sikap thd bawahan / otoritas` Tangga, gunung Gambar api, ledakan

**8** `Sikap thd atasan / masa depan` Matahari, jalan lurus gelap Gambar, kuburan `Yang dinilai`: Kelengkapan, kerapian, urutan gambar, tema, judul

*2. TES KRAEPELIN / PAULI* `Tes Koran` `Paling sering untuk stamina & kejujuran` *Cara*: Jumlahkan 2 angka bersebelahan selama 30 menit. Tiap 3 menit ganti baris.

*Yang digali:

*1. *Daya Tahan Kerja* → Grafik harus naik atau datar. Kalau turun = cepat menyerah

2. *Ketelitian* → Banyak salah = kelalaian

3. *Kejujuran* → Ada pola angka sama terus = curang

4. *Stabilitas Emosi* → Banyak coretan = panik saat ditekan

5. *Kecepatan* → Cocok untuk batas waktu kerja seperti di KPU

*3. UJI BAUM - GAMBAR POHON* `Menggali: Karakter dasar & Ego` *Cara*: Gambar 1 pohon di kertas kosong. Bebas pohon apa. *Yang digali:* Bagian Pohon Menggali "Bagus" untuk Pemimpin

**Akar** Pondasi, harga diri Ada akar, kuat

**Batang** Kekuatan, kontrol diri Batang lurus, tebal sedang **Cabang** Cara bersosialisasi Cabang simetris, banyak

**Daun** Produktivitas, ide Ada daun, tidak botak

**Ukuran** Rasa percaya diri sedang, tidak terlalu kecil/besar **Posisi** Optimis/Pesimis Di tengah kertas `

Bendera Merah`: Pohon tumbang, tidak ada daun, akar di atas, batang bolong ---

*BAGIAN 2:5 PRINSIP PENILAIAN PSIKOLOGI*

Psikolog tidak lihat "bagus jelek gambarnya". Tapi lihat:

1. *KEKUATAN TEKANAN* → Tekanan kuat = tegas. Terlalu kuat = agresif. Terlalu lemah = tidak punya pendirian

2. *KELENGKAPAN* → Selesai semua = tanggung jawab. Banyak yang kosong = menghindar

3. *KETERATURAN* → Rapi = disiplin. Berantakan = impulsif

4. *TEMA* → Temanya positif: kerja, keluarga, alam = sehat. Temanya negatif: kematian, kekerasan = waspada

5. *KOSISTENSI* → Hasil gambar harus nyambung sama hasil tes tulis & wawancara ---

*BAGIAN 3:TIPS BIAR LULUS PSIKOTES GAMBAR* `Ingat: Tidak ada jawaban yang benar.Tapi ada "yang dipercayakan instansi"`

*Untuk WARTEGG*

1. *Selesaikan semua 8 kotak* → Walau jelek. Kosong = nilai 0

2. *Tema: Kerja, Bantuan, Positif* → Rumah, jembatan, orang kerja, pohon

3. *Hindari*: Senjata, darah, kuburan, alat kelamin, gambar abstrak tidak jelas

4. *Judul singkat & positif*: "Menanam pohon", "Gotong royong"

*Untuk PAULI/KRAEPELIN* 1. *Utamakan benar dulu, baru cepat* → 1 baris salah semua = fatal

2. *Jangan lompat baris* → Konsisten

3. *Latihan dulu 3 hari* → Biar tangan & otak sinkron

*Untuk BAUM*

1. *Gambar pohon utuh*: Ada akar, batang, cabang, daun

2. *Ukuran sedang di tengah* → Menampilkan percaya diri & realistis

3. *Hindari*: Pohon mati, natal, pohon buah terlalu detail ---

*BAGIAN 4: APA YANG TIDAK DIGALI* Psikotes gambar `TIDAK BISA` diukur:

1. IQ / Kepintaran → Itu tugas TPA & IST

2. Keterampilan teknis → Itu tugas tes praktik

3. Agama, Suku, Politik → Dilarang Fungsinya hanya: `Mendeteksi risiko karakter & kepatuhan` ---

*KESIMPULAN 1 KALIMAT* `Psikotes gambar spesies: "Bagaimana kamu saat tidak ada yg nyuruh". Apakah kamu berinisiatif, stabil, jujur, dan bisa kerja tim.` --- Mau aku kirimin *"Contoh 8 Kotak Wartegg + Contoh Jawaban Lulus"*

*SUMBER PUSTAKA TES GAMBAR / PROYEKTIF* 
`Untuk acuan ilmiah, skripsi, atau penyusunan tes di instansi`

Tes gambar termasuk "Tes Proyektif". Di Indonesia yang diakui untuk seleksi kerja & pendidikan mengacu pada sumber ini:

---

*BAGIAN 1: BUKU PUSTAKA UTAMA DI INDONESIA*
No Buku / Sumber Penulis Isi yg Digali Dipakai untuk
**1** **Pedoman Administasi & Skoring Wartegg Test** Himpsi - Ikatan Psikologi Klinis 8 kotak, cara skoring, norma Indonesia Seleksi TNI, Polri, BUMN, KPU
**2** **Tes BAUM - Interpretasi Psikologis Gambar Pohon** Karl Koch Arti batang, akar, cabang, daun Seleksi Manajer, Assessment Center
**3** **HTP - Orang Rumah Pohon** John N. Buck Gambar Rumah, Pohon, Orang Menggali kepribadian & trauma
**4** **Tes Kraepelin / Pauli Manual** Emil Kraepelin Skoring kecepatan, ketelitian, grafik kerja Seleksi kerja lembur, operator
**5** **Modul Psikodiagnostiktif Proyek** Fakultas Psikologi UI / UGM Teori + Etika + Interpretasi Kuliah S1 Psikologi, Profesi
`Catatan`: Di Indonesia tes ini wajib dipegang & diinterpretasi oleh *Psikolog* yg punya SIPP. HR biasa tidak dapat menafsirkannya sendiri.

---

*BAGIAN 2: REFERENSI INTERNASIONAL / JURNAL*

Kalau buat skripsi atau akreditasi, bisa pakai ini:

1. *Koch, K. (1952). _Tes Pohon: Tes Menggambar Pohon sebagai Alat Bantu dalam Psikodiagnosis*_  
    `Buku dasar Tes BAUM`. Menjelaskan makna tiap goresan pohon.
2. *Wartegg, E. (1939). _Tes Psikologi Gestaltung*_  
    `Buku dasar Wartegg`. Teori 8 stimulus & menyatukannya dengan kepribadian.
3. *Anastasi, A., & Urbina, S. (1997). _Pengujian Psikologis Edisi ke-7*_  
    `Bab 13: Tes Proyektif`. Bahas validitas & reliabilitas Wartegg, HTP, BAUM.
4. *APA - Asosiasi Psikologi Amerika. _Prinsip-Prinsip Etika Psikolog*_  
    Aturan etika penggunaan & interpretasi tes gambar.
5. *Himpsi. (2017). _Kode Etik Psikologi Indonesia*_  
    Aturan di Indonesia: Tes hanya boleh dilakukan oleh psikolog.

---

*BAGIAN 3: APA YANG DIUKUR BERDASARKAN PUSTAKA*

Berdasarkan Himpsi & Koch, ini indikator resmi penilaian:

*UJI WARTEGG - 15 Aspek*
Sumber: `Manual Himpsi 2015`
1. *Inisiatif* - Kotak 1
2. *Stabilitas Emosi* - Kotak 3  
3. *Sikap Sosial* - Kotak 2
4. *Cara Menghadapi Masalah* - Kotak 4
5. *Kreativitas* - Kotak 5
6. *Hubungan dengan Lawan Jenis* - Kotak 6
7. *Perlindungan terhadap Otoritas* - Kotak 7
8. *Orientasi Masa Depan* - Kotak 8
9. *Integritas* - dilihat dari kerapian & kelengkapan
10. *Kontrol Diri* - tekanan garis
11. *Keteraturan* - urutan mengerjakan
12. *Imajinasi* - variasi gambar
13. *Kepercayaan Diri* - ukuran gambar
14. *Agresivitas* - tema gambar
15. *Depresi* - tema gelap/kosong

*B. UJI BAUM - 4 Komponen Ego* 
Sumber: `Karl Koch, 1952`
1. *Akar* = Rasa Aman & Harga Diri
2. *Batang* = Kekuatan Ego & Kontrol Diri  
3. *Cabang* = Hubungan Sosial & Kontak dengan Lingkungan
4. *Daun/Mahkota* = Produktivitas & Imajinasi

*C. KRAEPELIN/PAULI*
Sumber: `Tes Manual Pauli, Rost & Hans Huber`
Mengukur: `Kurva Kerja, Daya Tahan, Konsistensi, Ketelitian`

---

*

*BAGIAN 5 : FORMAT PENULISAN DAFTAR 
*Buku:*
Koch, K. (1952). _Tes pohon: Tes menggambar pohon sebagai alat bantu dalam psikodiagnosis_. Verlag Hans Huber.

*Manual Indonesia:*
Himpunan Psikologi Indonesia. (2015). _Manual administrasi dan skoring Tes Wartegg_. Jakarta: Himpsi.

*Jurnal:*
Anastasi, A. (1997). Validitas tes proyektif. _Jurnal Penilaian Kepribadian_, 68(2), 219-232.

---

*KESIMPULAN 1 KALIMAT*
`Sumber utama tes gambar di Indonesia = Manual Himpsi untuk Wartegg, Buku Karl Koch untuk BAUM, dan Buku Anastasi untuk landasan teori. Semua harus diinterpretasi psikolog.`


---