ilmu2hrd.blogspot.com

Pages

Senin, 13 Mei 2019

Cara atasi Pegawai Schizoid




Ciri-ciri karakter Schizoprane  berdasarkan Millon

Sebagai  HRD juga perlu tahu karakteristik kepribadian tidak melalui psikotes, dengan pengamatan sikap yg nampak.

Schizoid
    a. Karakter kognitif
Kurangnya kemampuan dan minat dalam berkomunikasi dan memahami orang lain.
 b. Karakteriistik Emosi Sikapnya apatis, tidak emosional ,tidak peduli
c. Karakteristik Interpersonal
Dalam relasi tidak memiliki teman, berhubungan dengan cara yang jauh

*CARA MENGIDENTIFIKASI KARYAWAN DENGAN CENDERUNG "SKIZOID" & EFEKNYA BAGI ORGANISASI*

Catatan penting dulu ya:  
`Skizoid = Gangguan Kepribadian`. Kita sebagai HR/Pemimpin *tidak boleh mendiagnosis*.  
Yang bisa kita lakukan: mengamati `pola perilaku di tempat kerja` yang berdampak ke tim.  
Kalau memang curiga, rujukannya ke Psikolog Klinis / Psikiater.

Kita pakai istilah: *"Karyawan dengan pola menarik diri & minim koneksi sosial"*

---

*1. 8 CIRI PERILAKU KERJA YANG SERING MUNCUL*

Ini diamati selama 3-6 bulan, bukan dari 1-2 kejadian.
Area Ciri yang Sering Terlihat Contoh di Kantor
**1. Sosial** Sangat minim interaksi. Makan siang sendiri. Tidak ikut arisan/grup WA Ditanya "weekend ngapain?" jawab "di rumah" lalu diam
**2. Emosi** Ekspresi datar. Jarang tertawa/marah. Pujian/kritik tidak bereaksi Dikasih target tembus, cuma "oh iya"
**3. Hubungan** Tidak punya teman dekat di kantor. Tidak curhat. Tidak minta tolong Ada masalah pribadi tidak cerita ke siapa2
**4. Motivasi** Bekerja karena tugas, bukan karena tim/visi. Tidak ambisi jabatan "Gaji lancar aja cukup pak"
**5. Komunikasi** To the point, kering, tidak ada basa-basi. Email 2 kata "File sudah. Tks"
**6. Konflik** Menghindar total. Dipojokkan malah diam/tutup diri Saat rapat ribut, dia melamun
**7. Kreativitas** Bagus di kerja individual, analitis, detail Cocok jadi data analyst, programmer, arsip
**8. Kepemimpinan** Tidak suka memimpin orang. Tidak nyaman pidato/motivasi tim Ditunjuk jadi ketua tim → stres
*Kunci Bedanya dengan Introvert*:  
`Introvert`: Butuh waktu sendiri buat recharge, tapi tetap mau relasi baik  
`Pola Skizoid`: Tidak butuh relasi, tidak peduli ada relasi atau tidak

---

*2. EFEK BAGI ORGANISASI*

Tergantung posisi dan bagaimana dikelola. Ada 2 sisi.

*A. DAMPAK NEGATIF KALAU DI POSISI SALAH*

1.  *Kerja Tim Hancur*: Tidak mau koordinasi. Info mentok di dia
2.  *Budaya Dingin*: Tim jadi ikut kaku. Tidak ada "perekat" 
3.  *Manajemen Krisis Lemah*: Saat butuh empati ke tim/bawahan, dia tidak bisa
4.  *Turnover*: Bawahan merasa "tidak dianggap manusia" lalu resign
5.  *Citra dan Layanan Publik*: Kalau di Pemerintahan, warga merasa dilayani robot

`Posisi Berbahaya`: HRD, Humas, Customer Service, Trainer

*B. DAMPAK POSITIF KALAU DI POSISI YANG TEPAT*

Justru bisa jadi aset. Karena fokus, tidak baperan, tidak main politik kantor.

1.  *Akurasi Tinggi*: Bagus di data, audit, hukum, IT, arsip
2.  *Tidak Terpengaruh Tekanan*: Tidak gampang disogok/ditekan karena tidak butuh disukai
3.  *Stabil saat Krisis*: Tidak panik, tidak drama
4.  *Netral*: Bagus jadi juri, auditor, compliance

`Posisi Cocok`: Analis Data , Legal, IT , Arsip, Riset

---

*3. TEKNIK "MENGGALI" SAAT WAWANCARA / PENILAIAN*

Tujuan: Validasi apakah dia bisa kerja tim atau tidak. Bukan untuk vonis.

*5 PERTANYAAN PENGGALI*

*1. "Ceritakan tim terbaik yg pernah Anda ikuti. Peran Anda apa?"*  
`Merah`: "Saya kerja sendiri. Tim ngerepotin"  
`Kuning`: "Saya bagian data. Saya lapor ke ketua"

*2. "Kalau ada rekan kerja curhat masalah keluarga ke Anda, Anda?"*  
`Merah`: "Suruh ke HR"  
`Bagus`: "Saya dengar, lalu arahkan ke yg bisa bantu"

*3. "Apa yg membuat Anda semangat kerja?"*  
`Merah`: "Gaji tepat waktu"  
`Bagus`: "Hasil kerja saya dipakai dan akurat"

*4. "Gimana cara Anda minta bantuan ke orang lain?"*  
`Merah`: "Saya tidak pernah minta bantuan"  
`Bagus`: "Saya email + jelaskan kebutuhannya"

*5. "Bayangkan 5 tahun lagi. Anda mau dikenang tim sebagai apa?"*  
`Merah`: "Tidak tahu / yang penting kerja beres"  
`Bagus`: "Orang yg bisa diandalkan di bidang X"

*TES SIMULASI 10 MENIT*
Kasih kasus: "Anggota tim kamu drop karena masalah keluarga, deadline besok"  
Amati: Apakah dia menawarkan bantuan, delegasi, atau "itu urusan dia"

---

*4. STRATEGI MENGELOLA DI ORGANISASI*

Kalau sudah terlanjur jadi pegawai dan kompeten di teknis:
Masalah Solusi
**1. Komunikasi** Pakai sistem: SOP, Email, Ticket. Jangan andalkan "ngobrol"
**2. Kerja Tim** Pasangkan dengan 1 "jembatan sosial" di tim. Job: dia teknis, temannya koordinasi
**3. Motivasi** Jangan pakai "yuk team building". Pakai: "Target ini butuh akurasi kamu"
**4. Feedback** Langsung, data, tanpa basa-basi. "Laporan ada 3 error di baris 10, 15, 20"
**5. Pengembangan** Arahkan ke pelatihan teknis, bukan leadership training
*YANG JANGAN DILAKUKAN:*
1.  Memaksa ikut gathering/game
2.  Menuduh "kamu antisosial" di depan umum
3.  Menaruh di posisi wajib "manusiawi" seperti HRD, Humas

---

*5. KAPAN HARUS DIRUJUK KE PROFESIONAL*

Rujuk ke Psikolog Industri / EAP jika: 
1.  Menarik diri total 2 minggu, tidak mau kerja
2.  Ada tanda depresi: tidak mandi, tidak makan
3.  Mengganggu produktivitas tim secara signifikan

---

*RINGKASAN UNTUK KEPUTUSAN SDM*
Jika Posisi Rekomendasi
**Butuh Pimpinan/Frontliner** Hati-hati. Perlu coaching intensif
**Butuh Teknis/Akurasi** Bisa jadi bintang. Beri ruang kerja sendiri
**Sudah Menjabat** Pindahkan ke staf ahli / bukan manajerial
Intinya: *Bukan orangnya yg salah. Tapi "orang vs posisi" yg harus tepat.

Sumber Pustaka : Millon, Personality of Carracteristic, 1956



/

Tidak ada komentar: