ilmu2hrd.blogspot.com

Pages

Thursday, May 16, 2019

Pegawai Histeria cara menanganinya



Histrionic
*Histrionic* = Gangguan Kepribadian Histrionik / _Histrionic Personality Disorder_ HPD

Ini salah satu gangguan kepribadian cluster B. Ciri utamanya: *butuh jadi pusat perhatian + emosi yg dramatis + ekspresif banget*

1. Karakteristik Kognitif 
Seseorang yang berciri hidup menjadi membosankan tanpa stimulasi konstan.
Ganti kerjaan, ganti pacar, ganti hobi terus
- Butuh hal baru biar tetap "hidup"
2. Karakter Emosi Seseorang alami  gangguan tingkah laku/hiperemosional, dramatik/bersikap drama.EMOSI DRAMATIS & CEPAT BERUBAH*
- Hari ini nangis kejer, 10 menit lagi ketawa lepas
- Ekspresi berlebihan. "Ini Kiamat!" padahal masalah sepele

3. Karakter relasi 
Sikapnya mencari perhatian, memiliki hubungan sementara tetapi sangat terlibat
Istilahnya sok akrab padahal baru kenal sekali misalnya.
Harus jadi pusat perhatian di ruangan. Kalau gak, dia bikin cara biar diliat.
CARA MENGHADAPI TEMAN/KOLEGA HISTRIONIC*
1.*Kasih apresiasi spesifik*  "Presentasimu bagian data tadi bagus" bukan cuma "kamu keren"
2. *Kasih batasan* 
 "Oke ceritanya cukup, sekarang kita fokus kerja ya"
3. *Jangan diladenin dramanya* 
Tetap tenang, jangan ikut panik.
4. *Diberikan panggung yang positif *
Kalau lagi kumpul bareng dimintakan pendapat tentang masalah yang lagi dibicarakan misalnya politik atau olahraga yang lagi trending

secara historis dan medis, "histeria" bukan lagi merupakan diagnosis medis resmi. Dalam dunia psikiatri modern (seperti dalam panduan DSM-5), kondisi yang dulunya disebut histeria kini dikategorikan sebagai Gangguan Gejala Somatik (Somatic Symptom Disorder) atau Gangguan Konversi (Conversion Disorder / Functional Neurological Symptom Disorder).

Namun, jika dilihat dari sudut pandang neurosains mengenai gejala-gejala yang menyerupai histeria (seperti ledakan emosi yang intens, kehilangan kendali fungsi tubuh sementara, atau kecemasan ekstrem), ada beberapa bagian otak utama yang paling berperan:

1. Sistem Limbik (Pusat Emosi)

Sistem limbik adalah jaringan di dalam otak yang mengatur emosi, memori, dan dorongan dasar. Dua struktur utamanya:

  • Amigdala: Ini adalah "pusat alarm" otak. Amigdala memproses rasa takut, kecemasan, dan emosi yang kuat. Ketika seseorang mengalami tekanan emosional ekstrem, amigdala menjadi sangat hiperaktif.

  • Hipokampus: Mengatur memori implisit dan ingatan terkait trauma.

2. Korteks Prefrontal / Prefrontal Cortex (Pusat Kendali Diri)

Korteks prefrontal berada di bagian paling depan otak dan bertugas untuk berpikir rasional, mengambil keputusan, serta mengerem/mengontrol emosi yang dihasilkan oleh amigdala.

  • Pada kondisi reaksi histeris atau gangguan konversi, terjadi gangguan komunikasi antara korteks prefrontal dan amigdala.

  • Korteks prefrontal gagal meredam atau mengendalikan respons emosional amigdala yang berlebihan, sehingga emosi meledak tanpa kendali logis.

3. Korteks Insular dan Anterior Cingulate Cortex (ACC)

  • Korteks Insular (Insula): Berperan dalam interosepsi (kemampuan otak untuk merasakan apa yang terjadi di dalam tubuh, seperti detak jantung atau rasa sakit).

  • ACC: Terlibat dalam memproses emosi dan respons terhadap rasa sakit.

  • Ketidakseimbangan pada area ini sering kali memicu timbulnya gejala fisik tanpa penyebab medis yang jelas (gejala somatisasi), seperti tiba-tiba merasa sesak, gemetar, atau lumpuh sementara saat emosi memuncak.

Ringkasan Mekanisme

Gagalnya "Rem" Otak: Gejala histeria terjadi ketika Amigdala (pusat emosi) bekerja terlalu aktif (overaktif) karena tekanan emosional atau trauma, sementara Korteks Prefrontal (pusat kendali diri) tidak mampu menekan atau mengontrol lonjakan emosi tersebut.

Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sering mengalami episode ledakan emosi yang tidak terkontrol atau gejala fisik akibat stres berat, berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater dapat membantu menemukan penanganan yang tepat.


Sumber Pustaka : Millon T, Modern Phycopathology, 1969.




Monday, May 13, 2019

Cara atasi Pegawai Schizoid




Ciri-ciri karakter Schizoprane  berdasarkan Millon

Sebagai  HRD juga perlu tahu karakteristik kepribadian tidak melalui psikotes, dengan pengamatan sikap yg nampak.

Schizoid
    a. Karakter kognitif
Kurangnya kemampuan dan minat dalam berkomunikasi dan memahami orang lain.
 b. Karakteriistik Emosi Sikapnya apatis, tidak emosional ,tidak peduli
c. Karakteristik Interpersonal
Dalam relasi tidak memiliki teman, berhubungan dengan cara yang jauh

*CARA MENGIDENTIFIKASI KARYAWAN DENGAN CENDERUNG "SKIZOID" & EFEKNYA BAGI ORGANISASI*

Catatan penting dulu ya:  
`Skizoid = Gangguan Kepribadian`. Kita sebagai HR/Pemimpin *tidak boleh mendiagnosis*.  
Yang bisa kita lakukan: mengamati `pola perilaku di tempat kerja` yang berdampak ke tim.  
Kalau memang curiga, rujukannya ke Psikolog Klinis / Psikiater.

Kita pakai istilah: *"Karyawan dengan pola menarik diri & minim koneksi sosial"*

---

*1. 8 CIRI PERILAKU KERJA YANG SERING MUNCUL*

Ini diamati selama 3-6 bulan, bukan dari 1-2 kejadian.
Area Ciri yang Sering Terlihat Contoh di Kantor
**1. Sosial** Sangat minim interaksi. Makan siang sendiri. Tidak ikut arisan/grup WA Ditanya "weekend ngapain?" jawab "di rumah" lalu diam
**2. Emosi** Ekspresi datar. Jarang tertawa/marah. Pujian/kritik tidak bereaksi Dikasih target tembus, cuma "oh iya"
**3. Hubungan** Tidak punya teman dekat di kantor. Tidak curhat. Tidak minta tolong Ada masalah pribadi tidak cerita ke siapa2
**4. Motivasi** Bekerja karena tugas, bukan karena tim/visi. Tidak ambisi jabatan "Gaji lancar aja cukup pak"
**5. Komunikasi** To the point, kering, tidak ada basa-basi. Email 2 kata "File sudah. Tks"
**6. Konflik** Menghindar total. Dipojokkan malah diam/tutup diri Saat rapat ribut, dia melamun
**7. Kreativitas** Bagus di kerja individual, analitis, detail Cocok jadi data analyst, programmer, arsip
**8. Kepemimpinan** Tidak suka memimpin orang. Tidak nyaman pidato/motivasi tim Ditunjuk jadi ketua tim → stres
*Kunci Bedanya dengan Introvert*:  
`Introvert`: Butuh waktu sendiri buat recharge, tapi tetap mau relasi baik  
`Pola Skizoid`: Tidak butuh relasi, tidak peduli ada relasi atau tidak

---

*2. EFEK BAGI ORGANISASI*

Tergantung posisi dan bagaimana dikelola. Ada 2 sisi.

*A. DAMPAK NEGATIF KALAU DI POSISI SALAH*

1.  *Kerja Tim Hancur*: Tidak mau koordinasi. Info mentok di dia
2.  *Budaya Dingin*: Tim jadi ikut kaku. Tidak ada "perekat" 
3.  *Manajemen Krisis Lemah*: Saat butuh empati ke tim/bawahan, dia tidak bisa
4.  *Turnover*: Bawahan merasa "tidak dianggap manusia" lalu resign
5.  *Citra dan Layanan Publik*: Kalau di Pemerintahan, warga merasa dilayani robot

`Posisi Berbahaya`: HRD, Humas, Customer Service, Trainer

*B. DAMPAK POSITIF KALAU DI POSISI YANG TEPAT*

Justru bisa jadi aset. Karena fokus, tidak baperan, tidak main politik kantor.

1.  *Akurasi Tinggi*: Bagus di data, audit, hukum, IT, arsip
2.  *Tidak Terpengaruh Tekanan*: Tidak gampang disogok/ditekan karena tidak butuh disukai
3.  *Stabil saat Krisis*: Tidak panik, tidak drama
4.  *Netral*: Bagus jadi juri, auditor, compliance

`Posisi Cocok`: Analis Data , Legal, IT , Arsip, Riset

---

*3. TEKNIK "MENGGALI" SAAT WAWANCARA / PENILAIAN*

Tujuan: Validasi apakah dia bisa kerja tim atau tidak. Bukan untuk vonis.

*5 PERTANYAAN PENGGALI*

*1. "Ceritakan tim terbaik yg pernah Anda ikuti. Peran Anda apa?"*  
`Merah`: "Saya kerja sendiri. Tim ngerepotin"  
`Kuning`: "Saya bagian data. Saya lapor ke ketua"

*2. "Kalau ada rekan kerja curhat masalah keluarga ke Anda, Anda?"*  
`Merah`: "Suruh ke HR"  
`Bagus`: "Saya dengar, lalu arahkan ke yg bisa bantu"

*3. "Apa yg membuat Anda semangat kerja?"*  
`Merah`: "Gaji tepat waktu"  
`Bagus`: "Hasil kerja saya dipakai dan akurat"

*4. "Gimana cara Anda minta bantuan ke orang lain?"*  
`Merah`: "Saya tidak pernah minta bantuan"  
`Bagus`: "Saya email + jelaskan kebutuhannya"

*5. "Bayangkan 5 tahun lagi. Anda mau dikenang tim sebagai apa?"*  
`Merah`: "Tidak tahu / yang penting kerja beres"  
`Bagus`: "Orang yg bisa diandalkan di bidang X"

*TES SIMULASI 10 MENIT*
Kasih kasus: "Anggota tim kamu drop karena masalah keluarga, deadline besok"  
Amati: Apakah dia menawarkan bantuan, delegasi, atau "itu urusan dia"

---

*4. STRATEGI MENGELOLA DI ORGANISASI*

Kalau sudah terlanjur jadi pegawai dan kompeten di teknis:
Masalah Solusi
**1. Komunikasi** Pakai sistem: SOP, Email, Ticket. Jangan andalkan "ngobrol"
**2. Kerja Tim** Pasangkan dengan 1 "jembatan sosial" di tim. Job: dia teknis, temannya koordinasi
**3. Motivasi** Jangan pakai "yuk team building". Pakai: "Target ini butuh akurasi kamu"
**4. Feedback** Langsung, data, tanpa basa-basi. "Laporan ada 3 error di baris 10, 15, 20"
**5. Pengembangan** Arahkan ke pelatihan teknis, bukan leadership training
*YANG JANGAN DILAKUKAN:*
1.  Memaksa ikut gathering/game
2.  Menuduh "kamu antisosial" di depan umum
3.  Menaruh di posisi wajib "manusiawi" seperti HRD, Humas

---

*5. KAPAN HARUS DIRUJUK KE PROFESIONAL*

Rujuk ke Psikolog Industri / EAP jika: 
1.  Menarik diri total 2 minggu, tidak mau kerja
2.  Ada tanda depresi: tidak mandi, tidak makan
3.  Mengganggu produktivitas tim secara signifikan

---

*RINGKASAN UNTUK KEPUTUSAN SDM*
Jika Posisi Rekomendasi
**Butuh Pimpinan/Frontliner** Hati-hati. Perlu coaching intensif
**Butuh Teknis/Akurasi** Bisa jadi bintang. Beri ruang kerja sendiri
**Sudah Menjabat** Pindahkan ke staf ahli / bukan manajerial
Intinya: *Bukan orangnya yg salah. Tapi "orang vs posisi" yg harus tepat.

Sumber Pustaka : Millon, Personality of Carracteristic, 1956



/

Saturday, May 11, 2019

Tata Letak Tes Grafis lanjutan

Tata Letak Tes Grafis lanjutan



1. Kiri Atas
    - Kekanak-kanakan
    - kawatir
    - menyendiri
    - pasif



2. Kanan Atas

    - keinginan untuk menekan masa lalu yang tidak menyenangkan dengan optimisme berlebihan tentang masa depan
3. Pada sisi bawah kertas
- Ketergantungan/kurang mandiri
- menghindari pengalaman baru
- takut ambil keputusan secara independen


4. Sudut bawah
- rendah diri
5. Sudut kiri bawah
- depresi dengan selalu mengenang masa lalu

Sumber Pustaka :

Friday, May 10, 2019


Tata Letak Gambar Pohon Dan Orang

Dalam tulisan ini banyak bahas tes kepribadian, karena dengan prosedur seleksi yang benar akan mendapat pegawai yang disiplin.

Namun tinjauan interretasi gambar tidak selengkap Psikolog Klinis, karena hanya content yang ada sangkut pautnya Psikologi Industri, bukan bersifat klinis atau kelainan kepribadian.

1. Pas Ditengah : kaku, tidak aman dalam hubungan interpersonal



2. Arah Kekanan ; relative stabil
- Introvert/ tertutup
- Orientasi ke masa depan
- kontrol intelektual mungkin menghambat secara emosional



3. Arah Kekiri
- bertindak, kepuasan emosional langsung dari motif
- orientasi diri


- sikap tidak pasti


4. Arah keatas
- ingkat drive tinggi atau tingkat energi rendah dengan pertahanan kompensasi

optimisme
- mengawang
- fantasi
- tidak yakin dengan pembentukan reaksi

5. Arah Kebawah
-  pengalah
- fokus
- kalem/ stabil


Monday, May 6, 2019

Wawancara Behavioral Questionaire


Contoh Pertanyaan Behavior Quistionaire



Behavioral Quistionaire adalah interview menggali pengalaman kandidat dalam menghadapi situasi tertentu masa lalu yang akan dilakukan di masa akan datang dalam situasi yang sama. Performance seseorang masa lalu yang sukses juga akan bisa diterapkan terhadap pemecahan masalah yang akan datang. 

1. Ceritakan pengalaman paling sukses anda dalam bekerja ?

2. Ceritakan pengalaman kegagalan anda dalam bekerja ?

3..Ceritakan salah satu pengalaman anda ketika ada seseorang yang meminta untuk melakukan sesuatu yang bertentangan peraturan yang anda yakini ?


4. Ceritakan pengalaman anda keetika mengambil keputusan tersulit yang berdampak yang besar dalam pekerjaan anda ?

5.Ceritakan sasaran karir anda ?

6. Sebutkan motivasi anda untuk menjajagi peluang bergabung pada perusahaan ini ?.

7. Ceritakan lingkungan kerja yang anda harapkan ?

8. Ceritakan lingkungan terburuk yang pernah anda hadapi ?

Dalam wawancara behavioral yang digali sifat dan sikap yang bisa menghambat produktifitas seperti sikap Integritas, Tanggung Jawab dan Kejujuran. 

Sumber Pustaka : Gerry Dessler ,Management Fundamentals Modern and Practics  ,1982






Thursday, May 2, 2019








PAPI KOSTICK TEST








PAPI KOSTICK TEST

Alat Psikotes mengekplorasi  tentang sikap kerja,  bukan  hanya faktor kecerdasan saja dalam mencari pegawai dalam institusi supaya mendapat  the rigt man of the right  job.

Soal-soal dalam PAPI KOSTICK TEST
No Soal
1 a. Saya seorang pekerja keras
   b. Saya bukan seorang pemurung
2 a. Saya suka bekerja lebih baik dari orang lain
   b. Saya suka mengerjakan apa yang sedang saya kerjakan, sampai selesai
3 a. Saya suka menunjukkan caranya melaksanakan sesuatu hal
   b. Saya ingin bekerja sebaik mungkin
4 a. Saya suka berkelakar
   b. Saya senang mengatakan kepada orang lain, apa yang harus
dilakukannya
5 a. Saya suka menggabungkan diri dengan kelompok-kelompok
   b. Saya suka diperhatikan oleh kelompok-kelompok
6 a. Saya senang bersahabat intim dengan seseorang
   b. Saya senang bersahabat dengan sekelompok orang
7 a. Saya cepat berubah bila hal itu diperlukan
   b. Saya berusaha untuk intim dengan teman-teman
8 a. Saya suka membalas dendam bila saya benar-benar disakiti
   b. Saya suka melakukan hal-hal yang baru dan berbeda
9 a. Saya ingin atasan saya menyukai saya
   b. Saya suka mengatakan kepada orang lain, bila mereka salah
10 a. Saya suka mengikuti perintah-perintah yang diberikan kepada saya
   b. Saya suka menyenangkan hati orang yang memimpin saya
11 a. Saya mencoba sekuat tenaga
     b. Saya seorang yang tertib
12 a. Saya membuat orang lain melakukan apa yang saya inginkan
     b. Saya bukan seorang yang cepat gusar
13 a. Saya suka mengatakan kepada kelompok, apa yang harus dilakukan
     b. Saya menekuni satu pekerjaan sampai selesai
14 a. Saya ingin tampak bersemangat dan menarik
    b. Saya ingin menjadi sangat sukses
15 a. Saya suka menyelaraskan diri dengan kelompok
    b. Saya suka membantu orang lain menentukan pendapatnya
16 a. Saya cemas kalau orang lain tidak menyukai saya
     b. Saya senang kalau orang-orang memperhatikan saya
17 a. Saya suka mencoba sesuatu yang baru
     b. Saya lebih suka bekerja bersama orang-orang daripada bekerja sendiri
18 a. Kadang-kadang saya menyalahkan orang lain bila tejadi sesuatu
         kesalahan
      b. Saya cemas bila seseorang tidak menyukai saya
19 a. Saya suka menyenangkan hati orang yang memimpin saya
     b. Saya suka mencoba pekerjaan-pekerjaan yang baru dan berbeda
20 a. Saya menyukai petunjuk yang terinci untuk melakukan sesuatu
         pekerjaan
     b. Saya suka mengatakan kepada orang lain bila mengganggu saya
21 a. Saya selalu mencoba sekuat tenaga
     b. Saya senang bekerja dengan sangat cermat dan hati-hati
22 a. Saya adalah seorang pemimpin yang baik
     b. Saya mengorganisir tugas-tugas secara baik
23 a. Saya mudah menjadi gusar
     b. Saya seorang yang lambat dalam membuat keputusan
24 a. Saya senang mengerjakan beberapa pekerjaan pada waktu yang
         bersamaan
     b. Bila di dalam kelompok, saya lebih suka diam
25 a. Saya senang bila diundang
     b. Saya ingin melakukan sesuatu lebih baik dari orang lain
26 a. Saya suka berteman intim dengan teman-teman saya
     b. Saya suka memberi nasihat kepada orang lain
27 a. Saya suka melakukan hal-hal yang baru dan berbeda
b. Saya suka menceritakan keberhasilan saya dalam mengerjakan tugas
28 a. Bila saya benar, saya suka mempertahankannya mati-matian
b. Saya suka bergabung ke dalam suatu kelompok
29 a. Saya tidak mau berbeda dengan orang lain
b. Saya berusaha untuk sangat intim dengan orang-orang
30 a. Saya suka diajari mengenai caranya mengerjakan suatu pekerjaan
b. Saya mudah merasa jemu (bosan)
31 a. Saya bekerja keras
b. Saya banyak berpikir dan berencana
32 a. Saya memimpin kelompok
b. Hal-hal yang kecil (detail) menarik hati saya
33 a. Saya cepat dan mudah mengambil keputusan
b. Saya melakukan segala sesuatu secara rapih dan teratur
34 a. Tugas-tugas saya kerjakan secara cepat
b. Saya jarang marah atau sedih
35 a. Saya ingin menjadi bagian dari kelompok
b. Pada suatu waktu tertentu, saya hanya ingin mengerjakan satu tugas saja
36 a. Saya berusaha untuk intim dengan teman-teman saya
b. Saya berusaha keras untuk menjadi yang terbaik
37 a. Saya menyukai mode baju baru dan tipe-tipe mobil baru
b. Saya ingin menjadi penanggung jawab bagi orang-orang lain
38 a. Saya suka berdebat
b. Saya ingin diperhatikan
39 a. Saya suka menyenangkan hati orang yang memimpin saya
b. Saya tertarik menjadi anggota dari suatu kelompok
40 a. Saya senang mengikuti aturan secara tertib
b. Saya suka orang-orang mengenal saya benar-benar
41 a. Saya mencoba sekuat tenaga
b. Saya sangat menyenangkan
42 a. Orang lain beranggapan bahwa saya adalah seorang pemimpin yang baik
b. Saya berpikir jauh ke depan dan terinci
42 a. Seringkali saya memanfaatkan peluang
b. Saya senang memperhatikan hal-hal sampai sekecil-kecilnya
43 a. Orang lain menganggap saya bekerja cepat
b. Orang lain menganggap saya dapat melakukan penataan yang rapi dan
teratur
44 a. Saya menyukai permainan-permainan dan olahraga
b. Saya sangat menyenangkan
45 a. Saya senang bila orang-orang dapat intim dan bersahabat
b. Saya selalu berusaha menyelesaikan apa yang telah saya mulai
46 a. Saya suka bereksperimen dan mencoba sesuatu yang baru
b. Saya suka mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang sulit dengan baik
47 a. Saya senang diperlakukan secara adil
b. Saya senang mengajari orang lain bagaimana caranya mengerjakan
sesuatu
48 a. Saya suka mengerjakan apa yang diharapkan dari saya
b. Saya suka menarik perhatian
49 a. Saya suka petunjuk-petunjuk terinci dalam melakukan sesuatu pekerjaan
b. Saya senang berada bersama dengan orang-orang lain
50 a. Saya selalu berusaha mengerjakan tugas secara sempurna
b. Orang lain menganggap, saya tidak mengenal lelah, dalam kerja seharihari
51 a. Saya tergolong tipe pemimpin
b. Saya mudah berteman
52 a. Saya memanfaatkan peluang-peluang
b. Saya banyak berfikir
53 a. Saya bekerja dengan kecepatan yang mantap dan cepat
b. Saya senang mengerjakan hal-hal yang detail
54 a. Saya memliki banyak energi untuk permainan-permainan dan olahraga
b. Saya menempatkan segala sesuatunya secara rapih dan teratur
55 a. Saya bergaul baik dengan semua orang
b. Saya pandai mengendalikan diri
56 a. Saya ingin berkenalan dengan orang-orang baru dan mengerjakan hal
baru
b. Saya selalu ingin menyelesaikan pekerjaan yang sudah saya mulai
57 a. Biasanya saya bersikeras mengenai apa yang saya yakini
b. Biasanya saya suka bekerja keras
58 a. Saya menyukai saran-saran dari orang-orang yang saya kagumi
b. Saya senang mengatur orang lain
59 a. Saya biarkan orang-orang lain mepengaruhi saya
b. Saya suka menerima banyak perhatian
60 a. Biasanya saya bekerja sangat keras
b. Biasanya saya bekerja cepat
61 a. Bila saya berbicara, kelompok akan mendengarkan
b. Saya terampil mempergunakan alat-alat kerja
62 a. Saya lambat membina persahabatan
b. Saya lambat dalam mengambil keputusan
63 a. Biasanya saya makan secara cepat
b. Saya suka membaca
64 a. Saya menyukai pekerjaan yang memungkinkan saya berkeliling
b. Saya menyukai pekerjaan yang harus dilakukan secara teliti
65 a. Saya berteman sebanyak mungkin
b. Saya dapat menemukan hal-hal yang telah saya pindahkan
66 a. Perencanaan saya jauh ke masa depan
b. Saya selalu menyenangkan
67 a. Saya merasa bangga akan nama baik saya
b. Saya tetap menekuni satu permasalahan sampai ia terselesaikan
68 a. Saya suka menyenangkan hati orang-orang yang saya kagumi
b. Saya suka menjadi seorang yang berhasil
69 a. Saya senang bila orang-orang lain mengambil keputusan untuk
kelompok
b. Saya suka mengambil keputusan untuk kelompok
70 a. Saya selalu berusaha sangat keras
b. Saya cepat dan mudah mengambil keputusan
71 a. Biasanya kelompok saya mengerjakan hal-hal yang saya inginkan
b. Biasanya saya tergesa-gesa
72 a. Saya seringkali merasa lelah
b. Saya lambat dalam mengambil keputusan
73 a. Saya bekerja secara cepat
b. Saya mudah mendapat kawan
74 a. Biasanya saya bersemangat atau bergairah
b. Sebagian besar waktu saya untuk berpikir
75 a. Saya sangat hangat kepada orang-orang
b. Saya menyukai pekerjaan yang menuntut ketepatan
76 a. Saya banyak berpikir dan merencana
b. Saya meletakkan segala sesuatu pada tempatnya
77 a. Saya suka tugas yang perlu ditekuni sampai kepada hal sedetilnya
b. Saya tidak cepat marah
78 a. Saya senang mengikuti orang-orang yang saya kagumi
b. Saya selalu menyelesaikan pekerjaan yang saya mulai
79 a. Saya menyukai petunjuk-petunjuk yang jelas
b. Saya suka bekerja keras
80 a. Saya mengejar apa yang saya inginkan
b. Saya adalah seorang pemimpin yang baik
81 a. Saya membuat orang lain bekerja keras
b. Saya adalah seorang yang gampangan (tak banyak pertimbangan)
82 a. Saya membuat keputusan-keputusan secara cepat
b. Bicara saya cepat
83 a. Biasanya saya bekerja tergesa-gesa
b. Secara teratur saya berolahraga
84 a. Saya tidak suka bertemu dengan orang-orang
b. Saya cepat lelah
85 a. Saya mempunyai banyak sekali teman
b. Banyak waktu saya untuk berfikir
86 a. Saya suka bekerja dengan teori
b. Saya suka bekerja sedetil-detilnya
87 a. Saya suka bekerja sampai sedetil-detilnaya
b. Saya suka mengorganisir pekerjaan saya
88 a. Saya meletakkan segala sesuatu pada tempatnya
b. Saya selalu menyenangkan
89 a. Saya senang diberi petunjuk mengenai apa yang harus saya lakukan

b. Saya harus menyelesaikan apa yang sudah saya mulai




yang dilingkari jawaban  calon pegawai, kemudian dijumlah berdasar arah panah lalu dihitung jumlah di isikan di kotak kosong.





Cara Menjawab
Perhatikan terdapat dua anak panah (di atas dan di bawah) di masing-masing nomor.
Setiap anak panah selalu mengarah dan berakhir di huruf. Misalnya, soal nomor 24, dengan
melihat arah anak panah ke kanan, melewati nomor 14, 4, arah diagonal ke bawah melewati
soal nomor 5, 16, 27, 38, 49, 60 dan berakhir di huruf X di bawah lembar jawaban.
Penjelasan huruf-huruf
G = PERAN PEKERJA KERAS (Hard Intense Worked)

 Skor 3-4: bekerja untuk kesenangan saja, bukan hasil optimal
 Skor 4-7: kemauan bekerja keras tinggi
L = PERAN – PEMIMPIN (Leadership Role)

 Skor 5-9: memproyeksikan dirinya sebagai pemimpin suatu tingkat dimana,
menggunakan orang lain untuk tujuannya.
 Skor 4-0: cendurung tidak secara aktif menggunakan orang lain dalam bekerja
I = PERAN – MEMBUAT KEPUTUSAN (Ease in Decision Making)

 Skor 0-2: ragu – menolak mengambil keputusan
 Skor 3-4: berhati hati membuat keputusan
 Skor 5-7: berhati hati – lancar dan mudah mengambil keputusan
 Skor 8-9: tidak ragu dalam mengambil keputusan
T = PERAN SIBUK (Pace)

 Skor <4: melakukan segala sesuatu menurut kemauannya sendiri
 Skor 4-6: tergolong aktif secara internal dan mental
V = PERAN PENUH SEMANGAT (Vigorous Type)

 Skor <5: cenderung pasif
 Skor 5-7: aktif secara fisik, cenderung sportif
S = PERAN HUBUNGAN SOSIAL (Social Extension)

 Skor <6: perhatian rendah terhadap hubungan social, kurang percaya pada orang lain
 Skor 6-9: kepercayaan tinggu dalam hubungan social, suka interaksi social
R = PERAN ORANG YANG TEORITIS (Theoretical Type)

 Skor 0-4: kurang perhatian, bersifat praktis
 Skor 5-9: nilai nilai penalaran tergolong tinggi
D = PERAN BEKERJA DENGAN HAL – HAL RINCI (Interest in Working With Details)

 Skor 0-3: menyadari kebutuhan akan kecermatan, tetapi tidak berminat bekerja detail
 Skor 4-9: minat tinggi untuk bekerja secara detail
C = PERAN MENGATUR (Organized Type)

 Skor 0-2: fleksibel – tidak teratur
 Skor 3-5: teratur tetapi tidak tergolong fleksibel
 Skor 6-9: keteraturan tinggi cenderung kaku
E = PERAN PENGENDALIAN EMOSI (Emotional Resistant)

 Skor <2: terbuka, cepat bereaksi, tidak normative
 Skor 2-3: terbuka
 Skor 4-6: punya pendekatan emosional seimbang ,mampu mengendalikan
 Skor > 6: sangat normative, kebutuhan pengendalian diri yang berlebihan
N = KEBUTUHAN MENYELESAIKAN TUGAS SECARA MANDIRI (Need to Finish
Task)

 Skor <3: menunda atau menghindari pekerjaan
 Skor 3-4: berhati hati atau ragu dalam bekerja
 Skor 4-6: cukup bertanggung jawab pada pekerjaan
 Skor 6-9: tekun, tanggung jawab tinggi
A = KEBUTUHAN BERPRESTASI (Need to Achieve)

 Skor 0-5: ketidakpastian tujuan, kepuasan dalam suatu pekerjaan, tidak ada usaha
lebih
 Skor 6-9: tujuan jelas, kubutuhan sukses dan ambisi tinggi
P = KEBUTUHAN – MENGATUR ORANG LAIN (Need to Control Others)

 Skor 5-9: tingkat kebutuhan untuk menerima tanggung jawab orang lain, menjadi
orang yang bertanggung jawab.
 Skor 4-0: menurunnya keinginan untuk bertanggung jawab pada pekerjaan dan
tindakan orang lain.
X = KEBUTUHAN UNTUK DIPERHATIKAN (Need to be Noticed)

 Skor <2: cenderung pemalu
 Skor 2-3: rendah hati, tulus
 Skor 4-5: memiliki pola perilaku yang unik
 Skor 6-9: membutuhkan perhatian nyata
B = KEBUTUHAN DITERIMA DALAM KELOMPOK (Need to Belong to Groups)

 Skor 0-3: selektif
 Skor 4-5: butuh diterima, tapi tidak mudah dipengaruhi kelompok
 Skor 6-9: butuh disukai dan diakui, mudah dipengaruhi
O = KEBUTUHAN KEDEKATAN DAN KASIH SAYANG (Need for Closeness and
Affection)

 Skor <3: tidak suka hubungan perorangan
 Skor 3-4: sadar akan hubungan perorangan, tapi tidak terlalu tergantung
 Skor 5-9: sangat tergantung, butuh penerimaan diri
Z = KEBUTUHAN UNTUK BERUBAH (Need for Change)

 Skor 0-2: tidak suka berubah
 Skor 3-4: tidak suka perubahan jika dipaksakan
 Skor 5-6: mudah menyesuaikan diri
 Skor 6-7: membuat perubahan yang selektif, berfikir jauh kedepan
 Skor 8-9: mudah gelisah, frustasi, karena segala sesuatu tidak berjalan fantastis
K = KEBUTUHAN UNTUK AGRESIF (Need to be Forceful)

 Skor 0-2: menhindari masalah, menulak, untuk mengenali situasi sebagai masalah
 Skor 3-4: suka lingkungan tanang, menghindari konflik
 Skor 5: keras kepala
 Skor 6-7: agresi berhubungan dengan kerja, dorongan semangat bersaing
 Skor 8-9: agresif, cendering defensive
F = KEBUTUHAN – MEMBANTU ATASAN (Need to Support Authority)

 Skor 6-9: bersikap setia dan membantu, kemungkinan bantuannya bersifat politis
 Skor 4-5: setia terhadap perusahaan
 Skor 2-3: mengurus kepentingan sendiri
 Skor <2: cenderung egois, kemungkinan bisa memberontak
W = KEBUTUHAN MENGIKUTI ATURAN DAN PENGAWASAN (Need for Rules and
Supervision)

 Skor <4: berorientasi pada tujuan, mandiri
 Skor 4-5: kebutuhan akan pengarahan dan harapan yang dirumuskan untuknya
 Skor 6-9: meningkatnya orientasi terhadap tugas dan membutuhkan instruksi yang

jelas

Saturday, April 27, 2019

Karasteristik Kepribadian berdasarkan urutan kela...


Karasteristik Kepribadian berdasarkan urutan kelahiran


Penting bagi kita untuk tahu, adakah pengaruh urutan kelahiran terhadap karasteritik kepribadian seseorang ?. Adler mengemukakan ada pengaruhnya, karena faktor perhatian orang tua jadi penentu  terutama Ibu.
1.Anak pertama
Anak Pertama memperoleh perhatian yang tidak terbagi,kehilangan perhatian ketika adiknya lahir, Harus rela melepas untuk adiknya, ini menyebabkan punya rasa melindungi dan perhatian, namun juga ada kejelekannya yakni hostile/memusuhi , takut tidak nyaman, kurang bisa adaptasi,pesimis, konservatif, taat aturan, sebagian besar anak bikin masalah.
Contoh :Veronika Yasinta Anak Sulung yg sukses jadi PM

2.Anak Tengah 
Berapapun jumlahnya anak terlahir diantara anak pertama dengan anak terakhir termasuk anak tengah. 
Dalam perhatian berebut dengan kakaknya seperti perlombaan ,harus berbagi dengan kakaknya, hal ini menyebabkkan punya sikap ambisius, bisa lebih punya sosial dan penyesuaian diri dari kakaknya. Kejelekannya suka memberontak, irihati, tidak mau kalah, susah jadi orang taat  aturan.


3.Anak terakhir
Anak terakhir biasanya  banyak mendapat perhatian apalagi jika punya kelebihan fisik dari kakak kakaknya, banyak dilindungi, manja. Kebaikannya jika banyak belajar dan dilatih kecakapannya bisa  lebih unggul dari kakak-kakaknya. Kejelekannya merasa inferior dari orang lain, sebagian besar bermasalah dan kurang adaptasi.

4.Anak Tunggal
 Anak Tunggal adalah Anak satu satunya yang tidak punya saudara kandung, perhatian orang tua tidak dibagi, tidak punya saingan Ayah sebagai saingannya. Hal ini menyebabkan selalu ingin jadi pusat perhatian, malas berkompetisi, selalu merasa benar dan susah menyesuaikan diri.

Manfaat bagi SDM adalah untuk menjadi pertimbangan dalam menempatkan pekerjaan yang cocok. Sebagai contoh Anak Pertama cocok menjadi Pemimpin karena sifat melindungi, namun butuh staff yang membantu supaya ada yang mengendalikan sifat yang tidak produktif seperti dorongan sifat hostile. 


Sumber Pustaka : Alfred Adler's, Personality Character as a function of Birth Order,1950.


Friday, April 26, 2019

Panduan Wawancara 1


PANDUAN  WAWANCARA 1


1. Problem Solving/pemecahan masalah
Kemampuan akar sumber masalah dan  memecahkan masalah yang hadapi secara logis dan praktis.


   
 Contoh  : Apa saja yang menjadi pertimbangan anda dalam menentukan   topik masalah ?

2. Analytical Thingking


Kemampuan melakukan analisa permasalahan
Contoh : Darimana saja anda mengetahui sumber permasalahan tsb ?

3. Planning Organising / kemampuan menyusun sistimatika kerja.
Kemampuan merencanakan tata cara kerja atau metode yang diambil dalam mencapai tujuan. 

Contoh : Bagaimana hasilnya terhadap kelangsungan proses kerja ditempat kerja anda ?

4. Manage Execution
Kemampuan mengelola dan mengendalikan kerja,dalam fungsi manajerial adalah kapasistas leadership atau Leading. 
Contoh : Seberapa sering anda memeriksa kembali hasil pekerjaan anda ?

5. Decision making

Kemampuan kandidat dalam mengambil keputusan
Contoh : Ceritakan situasi dimana anda membuat keputusan yang tidak populer ?

6. Managing People
Gali kemampuan memimpin atau fungsi skill humanisme. 
Contoh : Bagaimana anda mendelegasikan tugas-tugas tersebut ?

7. Personal effectiveness
Gali kemampuan komunikasi yang efektif, pengetahuan bisnis, achievmeent,dan adaptasi
Contoh : bagaimana volume suara ketika bicara ?
Contoh : Apa yang diharapkan dari anda oleh perusahaan ?
Contoh : Apakah anda sudah merasa puas dengan target tercapai selama ini ? Sebutkan alasannya