ilmu2hrd.blogspot.com

Pages

Friday, May 10, 2019

Psikotes Baum dan DAP


Tata Letak Gambar Pohon Dan Orang

Dalam tulisan ini banyak membahas tes kepribadian, karena dengan prosedur seleksi yang benar akan mendapat pegawai yang disiplin.

Namun tampilan interretasi gambar tidak lengkap Psikologi Klinis, karena hanya konten yang ada sangkut pautnya Psikologi Industri, tidak bersifat klinis atau kelainan kepribadian.

1. Pas Ditengah :  kaku, tidak aman dalam hubungan interpersonal



2. Arah Kekanan ; relatif stabil
- Introvert/ tertutup
- Orientasi ke masa depan
- kontrol intelektual mungkin terhambat secara emosional



3. Arah Kekiri
- bertindak, kepuasan emosional langsung dari motif
- orientasi diri


- sikap tidak pasti


4. Arah keatas
mendorong penggerak energi tinggi atau tingkat energi rendah dengan konservasi

optimisme
- mengawang
- fantasi
- tidak yakin dengan pembentukan reaksi

5. Arah Kebawah
- pengalah
- fokus
- kalem/ stabil

*GUNA TES BAUM & DAP + SUMBER PUSTAKA* 
`2 Tes Gambartif Proyek paling sering dipakai di Seleksi & Klinis`

---

*BAGIAN 1: TES BAUM - "TES GAMBAR POHON"* 
`Penemu: Karl Koch, 1952`

*1. GUNA / TUJUAN*

Menggali *"Ego dan Struktur Kepribadian Dasar"* seseorang. Pohon = simbol diri sendiri.
Aspek yg Digali Simbol di Pohon Contoh Interpretasi
**1. Harga Diri & Kepercayaan Diri** **Ukuran Pohon** Besar = Percaya diri. Kecil = Ragu, minder

**2. Kekuatan Ego & Kontrol Diri** **Batang** Lurus tebal = Stabil. Tipis/bolong = Labil, impulsif

**3. Pondasi & Rasa Aman** **Akar** Ada akar = Punya pondasi. Tidak ada = Mudah goyah

**4. Hubungan Sosial** **Cabang** Simetris banyak = Komunikatif. Patah 1 arah = Konflik

**5. Produktivitas & Kreativitas** **Daun/Mahkota** Rimbun = Produktif. Botak = Depresi, kelelahan

**6. Orientasi Masa Depan** **Posisi di kertas** Tengah = Realistis. Atas = Idealis. Bawah = Pesimis

**7. Agresivitas** **Duri, cabang runcing** Ada = Tegas. Berlebihan = Agresif
*Dipakai untuk*: Seleksi kerja, penilaian pemimpin, konseling, evaluasi kesehatan mental

*2. SUMBER PUSTAKA BAUM*

1. *Buku Utama*:  
    Koch, K. (1952). _Tes Pohon: Tes Menggambar Pohon sebagai Alat Bantu dalam Psikodiagnosis_. Bern: Verlag Hans Huber.  
    `Ini buku dasar. Semua interpretasi BAUM merujuk ke sini`

2. *Buku Indonesia*:  
    Suryabrata, S. (2018). _Psikologi kepribadian_. Jakarta: Raja Grafindo. Bab Tes Proyektif  
    `Jelaskan adaptasi BAUM di Indonesia`

3. *Manual Himpsi*:  
    Himpunan Psikologi Indonesia. (2017). _Pedoman Penggunaan Tes Proyektif di Indonesia_. Jakarta: Himpsi.  
    `Standar etika & skoring di Indonesia`

4. *Jurnal*:  
    Lilienfeld, SO, Kayu, JM, & Garb, HN (2000). Status ilmiah teknik proyektif. _Ilmu Psikologi untuk Kepentingan Umum_, 1(2), 27-66.

---

*BAGIAN 2: TES DAP - "GAMBAR ORANG" / GAMBAR ORANG*
`Penemu: Karen Machover, 1949. Disempurnakan: Goodenough-Harris, 1963`


*1. GUNA / TUJUAN*
Menggali *"Konsep Diri, Citra Tubuh, dan Hubungan dengan Orang Lain"*. Orang yg digambar = simbol diri sendiri.
Bagian Tubuh Aspek yg Digali Contoh Interpretasi

**A. Kepala** **Intelek & Kontrol Diri** Besar = Ego tinggi. Kecil = Merasa bodoh
**B. Mata** **Cara melihat dunia** Besar meloto = Curiga. Tidak ada = Menghindar
**C. Mulut** **Komunikasi** Tebal = Banyak bicara. Dicoret = Pendam emosi
**D. Tangan** **Hubungan dengan lingkungan** Besar = Aktif. Disembunyikan = Menarik diri
**e. Kaki** **Stabilitas & Pondasi** Kuat = Stabil. Tipis = Tidak punya pegangan
**f.  Kelamin** **Identitas Seksual** Ditebalkan = Konflik seksual. Dihapus = Penyangkalan
**g.  Detail Pakaian** **Citra diri sosial** Rapi = Peduli penampilan. Berantakan = Acuh
**h.  Penghapusan berulang** **Kecemasan** Banyak penghapusan = Cemas, perfeksionis
*Dipakai untuk*: Psikologi klinis anak, trauma, gangguan kepribadian, seleksi SDM untuk melihat konsep diri

*2. SUMBER PUSTAKA DAP*


1. *Buku Utama*:  
    Machover, K. (1949). _Proyeksi kepribadian dalam Menggambar Sosok Manusia_. Springfield: Penerbit Charles C Thomas.  
    `Buku dasar DAP. 55 indikator interpretasi`
2. *Buku Penyempurna*:  
    Haris, DB (1963). _Gambar Anak-Anak sebagai Ukuran Kematangan Intelektual_. New York: Penjepit Harcourt.  
    `Untuk skoring DAP anak`
3. *Buku Indonesia*:  
    Azwar, S. (2016). _Tes Prestasi: Fungsi dan Pengembangan Pengukuran Prestasi Belajar_. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.  
    `Bab validitas tes proyektif di Indonesia`
4. *Manual Himpsi*:  
    Himpunan Psikologi Indonesia. (2019). _Standar Kompetensi Psikolog Klinis: Penggunaan Tes Proyektif_. Jakarta: Himpsi.
5. *Jurnal*:  
    Swami, V. (2005). Lengan yang Hilang: Tes Menggambar Orang dan Citra Tubuh. _Psikolog_, 18(2), 92-93.

---

*BAGIAN 3: PERBEDAAN BAUM vs DAP*


Aspek
**BAUM - Pohon** **DAP - Gambar Orang**
**Fokus** Struktur Ego & Kekuatan Diri Konsep Diri & Hubungan Sosial
**Pertanyaan inti** "Seberapa kuat kamu?" "Siapa kamu?"
**Dipakai saat** Seleksi pemimpin, cek stamina Cek trauma, gangguan, kecocokan tim
**Red Flag utama** Pohon tumbang, tidak ada akar Orang tidak punya tangan/kepala
Psikolog sering pakai bareng: `BAUM + DAP + WARTEGG` = "Paket Tes Proyektif Lengkap"



*BAGIAN 4: ETIKA PENGGUNAAN BERDASARKAN PUSTAKA*


Berdasarkan `Kode Etik Psikologi Indonesia - Himpsi 2017`:
1. *Hanya bisa dilakukan Psikolog* yg punya SIPP
2. *Hasil tidak boleh disebar* ke orang awam
3. *Wajib ada informed consent* sebelum tes
4. *Interpretasi harus triangulasi* dengan tes lain + wawancara

---

*BAGIAN 5 : FORMAT DAFTAR PUSTAKA APA 7*
*Buku:*
Koch, K. (1952). _Tes pohon: Tes menggambar pohon sebagai alat bantu dalam psikodiagnosis_. Verlag Hans Huber.
Machover, K. (1949). _Proyeksi kepribadian dalam menggambar sosok manusia_. Charles C Thomas.
Himpunan Psikologi Indonesia. (2017). _Kode etik psikologi_. Jakarta: Himpsi.
*Jurnal:*
Lilienfeld, SO, Wood, JM, & Garb, HN (2000). Status ilmiah teknik proyektif. _Ilmu Psikologi untuk Kepentingan Umum, 1_(2), 27–66. https://doi.org/10.1111/1529-1006.002




*KESIMPULAN 1 KALIMAT*

`BAUM menggali "Kekuatan batin kamu seperti pohon". DAP menggali "Bagaimana kamu melihat diri sendiri". Keduanya membutuhkan psikologi untuk interpretasi.

`







Monday, May 6, 2019

Wawancara Behavioral Questionaire



Kuesioner Perilaku





Behavioral Questionaire adalah wawancara yang menggali pengalaman kandidat dalam menghadapi situasi tertentu di masa lalu yang akan dilakukan di masa akan datang dalam situasi yang sama. Kinerja seseorang masa lalu yang sukses juga akan bisa diterapkan terhadap pemecahan masalah yang akan datang. 

1. Ceritakan pengalaman paling sukses Anda dalam bekerja ?

2. Ceritakan pengalaman kegagalan anda dalam bekerja ?

3..Ceritakan salah satu pengalaman anda ketika ada seseorang yang meminta untuk melakukan sesuatu yang bertentangan dengan peraturan yang anda yakini ?


4. Ceritakan pengalaman Anda keetika mengambil keputusan tersulit yang berdampak besar dalam pekerjaan Anda ?

5.Ceritakan sasaran karir anda ?

6. Ceritakan hal yang mencerminkan motivasi anda untuk menjajagi peluang yang didapat pada perusahaan ini?.

7. Ceritakan lingkungan kerja yang Anda harapkan?

8. Ceritakan lingkungan terburuk yang pernah Anda hadapi?

Dalam wawancara behavioral yang digali sifat dan sikap yang bisa menghambat produktifitas seperti sikap Integritas, Tanggung Jawab dan Kejujuran. 



*BAGIAN 1:8 KOMPETENSI PERILAKU YANG DIGALI*


Ini yg jadi standar BKN, KPU, BUMN, dan Assessment Center
No Kompetensi Perilaku Apa yg Digali Contoh Pertanyaan BEI
**1** **INTEGRITAS**
Jujur saat tidak ada yg lihat, tahan godaan "Ceritakan saat Anda rugi karena jujur. Apa yang Anda lakukan?"

**2** **KERJASAMA TIM**
Bisa kerja bareng, bantu orang, tidak egois "Ceritakan konflik dengan rekan tim. Bagaimana Anda menyelesaikannya?"

**3** **ORIENTASI HASIL**
Fokus target, tidak banyak alasan "Target Anda meleset 30%. Langkah konkret apa yang Anda ambil?"

**4** **PELAYAN PUBLIK**
Empati, sabar menghadapi keluhan masyarakat "Ceritakan saat Anda menghadapi masyarakat yang marah. Respon Anda?"

**5** **PENGAMBILAN KEPUTUSAN** Pakai data, berani ambil risiko "Ceritakan keputusan sulit yg harus Anda ambil dengan data kurang"

**6** **KEPEMIMPINAN** Delegasi, memotivasi, membina bawahan "Anggota tim Anda underperform. Apa yang Anda lakukan?"

**7** **MANAJEMEN PERUBAHAN** Adaptif, tidak menolak SOP baru "Ceritakan saat SOP berubah tiba-tiba pada akhir waktu. Sikap Anda?"

**8** **KOMUNIKASI** 
Menyampaikan ide dengan jelas ke atasan/bawahan "Jelaskan konsep rumit ke saya seperti ke anak SD"

`Catatan`: Untuk KPU ditambah 1 lagi = *NETRALITAS & ANTI KKN*



*BAGIAN 2: TEKNIK PENGGALIAN PERILAKU - METODE BINTANG*

wawancara wajib Perilaku pakai `STAR` biar tidak mengada-ada.
Singkatan Artinya Yg Ditanya Pewawancara Yg Digali
**S - Kondisi** Kondisi "Ceritakan konteksnya. Kapan, dimana?" Detail Kejujuran
**T - Task** Tugas "Apa tanggung jawab Anda saat itu?" Inisiatif
**A - Action** Tindakan "Lalu apa yang SPESIFIK Anda lakukan?" Kompetensi inti
**R - Result** Hasil "Hasilnya apa? Diukur bagaimana?" Orientasi hasil
`Bendera Merah`: Jawaban "kami", "tim", tidak ada angka hasil = menghindar

---

*BAGIAN 3:5 HAL LAIN YANG DIGALI SAAT WAWANCARA PERILAKU*

Selain 8 kompetensi di atas, pewawancara juga diam2 menggali:

1. *MOTIVASI* → “Kenapa keluar dari kantor lama?” → Lihat loyalitas
2. *KECOCOKAN BUDAYA* → "Jam kerja di sini lembur. Siap?" → Lihat `Pas`
3. *STABILITAS EMOSI* → Ditanya berulang2 / dikonfrontasi → Lihat saat ditekan
4. *POTENSI BELAJAR* → "Skill apa yg Anda pelajari 6 bulan terakhir?" 
5. *RISIKO* → "Kelemahan terbesar Anda?" → Lihat kesadaran diri




---

*BAGIAN 4: PERILAKU WAWANCARA LEMBAR SKOR*

Ini format yang dipakai HRD resmi

`NAMA:` ........ `JABATAN:` ........
Kompetensi Pertanyaan Bukti Perilaku STAR Skor 1-5 Catatan

**Integritas** Ceritakan saat jujur​​meski rugi S: Kas lebih 500rb. J : Lapor. R : Dikembalikan 4 Konsisten

**Kerjasama** Ceritakan bantu divisi lain S: Divisi A agregat. A: Lembur bantu 5 Inisiatif

*Keterangan Skor*: 1=Tidak ada bukti, 3=Ada bukti, 5=Bukti sangat kuat & berulang



*BAGIAN 5 : 3 PERILAKU FATAL SAAT WAWANCARA*


1. *Bertanya "Bagaimana jika..."* → Itu hipotesis. Harus "Ceritakan saat..."
2. *Tidak menggali sampai "R - Result"* → Banyak cerita yg masalah tapi belum selesai
3. *Menilai dari "suka/tidak suka"* → Harus memakai rubrik & bukti






Sumber Pustaka : 
Gerry Dessler ,Dasar-Dasar Manajemen Modern dan Praktik ,1982