Tata Letak Gambar Pohon Dan Orang
Dalam tulisan ini banyak membahas tes kepribadian, karena dengan prosedur seleksi yang benar akan mendapat pegawai yang disiplin.
Namun tampilan interretasi gambar tidak lengkap Psikologi Klinis, karena hanya konten yang ada sangkut pautnya Psikologi Industri, tidak bersifat klinis atau kelainan kepribadian.
1. Pas Ditengah : kaku, tidak aman dalam hubungan interpersonal
2. Arah Kekanan ; relatif stabil
- Introvert/ tertutup
- Orientasi ke masa depan
- kontrol intelektual mungkin terhambat secara emosional
3. Arah Kekiri
- bertindak, kepuasan emosional langsung dari motif
- orientasi diri
- sikap tidak pasti
4. Arah keatas
– mendorong penggerak energi tinggi atau tingkat energi rendah dengan konservasi
- optimisme
- mengawang
- fantasi
- tidak yakin dengan pembentukan reaksi
5. Arah Kebawah
- pengalah
- fokus
- kalem/ stabil
*GUNA TES BAUM & DAP + SUMBER PUSTAKA*
`2 Tes Gambartif Proyek paling sering dipakai di Seleksi & Klinis`
---
*BAGIAN 1: TES BAUM - "TES GAMBAR POHON"*
`Penemu: Karl Koch, 1952`
*1. GUNA / TUJUAN*
Menggali *"Ego dan Struktur Kepribadian Dasar"* seseorang. Pohon = simbol diri sendiri.
Aspek yg Digali Simbol di Pohon Contoh Interpretasi
**1. Harga Diri & Kepercayaan Diri** **Ukuran Pohon** Besar = Percaya diri. Kecil = Ragu, minder
**2. Kekuatan Ego & Kontrol Diri** **Batang** Lurus tebal = Stabil. Tipis/bolong = Labil, impulsif
**3. Pondasi & Rasa Aman** **Akar** Ada akar = Punya pondasi. Tidak ada = Mudah goyah
**4. Hubungan Sosial** **Cabang** Simetris banyak = Komunikatif. Patah 1 arah = Konflik
**5. Produktivitas & Kreativitas** **Daun/Mahkota** Rimbun = Produktif. Botak = Depresi, kelelahan
**6. Orientasi Masa Depan** **Posisi di kertas** Tengah = Realistis. Atas = Idealis. Bawah = Pesimis
**7. Agresivitas** **Duri, cabang runcing** Ada = Tegas. Berlebihan = Agresif
*Dipakai untuk*: Seleksi kerja, penilaian pemimpin, konseling, evaluasi kesehatan mental
*2. SUMBER PUSTAKA BAUM*
1. *Buku Utama*:
Koch, K. (1952). _Tes Pohon: Tes Menggambar Pohon sebagai Alat Bantu dalam Psikodiagnosis_. Bern: Verlag Hans Huber.
`Ini buku dasar. Semua interpretasi BAUM merujuk ke sini`
2. *Buku Indonesia*:
Suryabrata, S. (2018). _Psikologi kepribadian_. Jakarta: Raja Grafindo. Bab Tes Proyektif
`Jelaskan adaptasi BAUM di Indonesia`
3. *Manual Himpsi*:
Himpunan Psikologi Indonesia. (2017). _Pedoman Penggunaan Tes Proyektif di Indonesia_. Jakarta: Himpsi.
`Standar etika & skoring di Indonesia`
4. *Jurnal*:
Lilienfeld, SO, Kayu, JM, & Garb, HN (2000). Status ilmiah teknik proyektif. _Ilmu Psikologi untuk Kepentingan Umum_, 1(2), 27-66.
---
*BAGIAN 2: TES DAP - "GAMBAR ORANG" / GAMBAR ORANG*
`Penemu: Karen Machover, 1949. Disempurnakan: Goodenough-Harris, 1963`
*1. GUNA / TUJUAN*
Menggali *"Konsep Diri, Citra Tubuh, dan Hubungan dengan Orang Lain"*. Orang yg digambar = simbol diri sendiri.
Bagian Tubuh Aspek yg Digali Contoh Interpretasi
**A. Kepala** **Intelek & Kontrol Diri** Besar = Ego tinggi. Kecil = Merasa bodoh
**B. Mata** **Cara melihat dunia** Besar meloto = Curiga. Tidak ada = Menghindar
**C. Mulut** **Komunikasi** Tebal = Banyak bicara. Dicoret = Pendam emosi
**D. Tangan** **Hubungan dengan lingkungan** Besar = Aktif. Disembunyikan = Menarik diri
**e. Kaki** **Stabilitas & Pondasi** Kuat = Stabil. Tipis = Tidak punya pegangan
**f. Kelamin** **Identitas Seksual** Ditebalkan = Konflik seksual. Dihapus = Penyangkalan
**g. Detail Pakaian** **Citra diri sosial** Rapi = Peduli penampilan. Berantakan = Acuh
**h. Penghapusan berulang** **Kecemasan** Banyak penghapusan = Cemas, perfeksionis
*Dipakai untuk*: Psikologi klinis anak, trauma, gangguan kepribadian, seleksi SDM untuk melihat konsep diri
*2. SUMBER PUSTAKA DAP*
1. *Buku Utama*:
Machover, K. (1949). _Proyeksi kepribadian dalam Menggambar Sosok Manusia_. Springfield: Penerbit Charles C Thomas.
`Buku dasar DAP. 55 indikator interpretasi`
2. *Buku Penyempurna*:
Haris, DB (1963). _Gambar Anak-Anak sebagai Ukuran Kematangan Intelektual_. New York: Penjepit Harcourt.
`Untuk skoring DAP anak`
3. *Buku Indonesia*:
Azwar, S. (2016). _Tes Prestasi: Fungsi dan Pengembangan Pengukuran Prestasi Belajar_. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
`Bab validitas tes proyektif di Indonesia`
4. *Manual Himpsi*:
Himpunan Psikologi Indonesia. (2019). _Standar Kompetensi Psikolog Klinis: Penggunaan Tes Proyektif_. Jakarta: Himpsi.
5. *Jurnal*:
Swami, V. (2005). Lengan yang Hilang: Tes Menggambar Orang dan Citra Tubuh. _Psikolog_, 18(2), 92-93.
---
*BAGIAN 3: PERBEDAAN BAUM vs DAP*
Aspek
**BAUM - Pohon** **DAP - Gambar Orang**
**Fokus** Struktur Ego & Kekuatan Diri Konsep Diri & Hubungan Sosial
**Pertanyaan inti** "Seberapa kuat kamu?" "Siapa kamu?"
**Dipakai saat** Seleksi pemimpin, cek stamina Cek trauma, gangguan, kecocokan tim
**Red Flag utama** Pohon tumbang, tidak ada akar Orang tidak punya tangan/kepala
Psikolog sering pakai bareng: `BAUM + DAP + WARTEGG` = "Paket Tes Proyektif Lengkap"
*BAGIAN 4: ETIKA PENGGUNAAN BERDASARKAN PUSTAKA*
Berdasarkan `Kode Etik Psikologi Indonesia - Himpsi 2017`:
1. *Hanya bisa dilakukan Psikolog* yg punya SIPP
2. *Hasil tidak boleh disebar* ke orang awam
3. *Wajib ada informed consent* sebelum tes
4. *Interpretasi harus triangulasi* dengan tes lain + wawancara
---
*BAGIAN 5 : FORMAT DAFTAR PUSTAKA APA 7*
*Buku:*
Koch, K. (1952). _Tes pohon: Tes menggambar pohon sebagai alat bantu dalam psikodiagnosis_. Verlag Hans Huber.
Machover, K. (1949). _Proyeksi kepribadian dalam menggambar sosok manusia_. Charles C Thomas.
Himpunan Psikologi Indonesia. (2017). _Kode etik psikologi_. Jakarta: Himpsi.
*Jurnal:*
Lilienfeld, SO, Wood, JM, & Garb, HN (2000). Status ilmiah teknik proyektif. _Ilmu Psikologi untuk Kepentingan Umum, 1_(2), 27–66. https://doi.org/10.1111/1529-1006.002
*KESIMPULAN 1 KALIMAT*





