ilmu2hrd.blogspot.com

Pages

Wednesday, August 19, 2026

Cara tahu Pegawai Emosian

 

Emosi Meledak ledak 

Seleksi pegawai dengan kecenderungan mengganggu (perilaku impulsif, meluapkan emosi secara ekstrem, atau melanggar norma saat stres) fokus pada evaluasi kontrol diri, kecerdasan emosional (EQ), dan riwayat perilaku.

Berikut adalah tahapan dan metode seleksi yang paling efektif untuk mendeteksi kecenderungan tersebut:

1. Psikotes Terstruktur (Pemutaran Awal)


Tes kepribadian (MMPI/CPI): 
Efektif mengukur kestabilan emosi, tingkat impulsivitas, dominansi, dan potensi penyimpangan perilaku.

Testif (Wartegg / Kraepelin / Pauli): Mengukur daya tahan terhadap tekanan, daya fokus, serta diri saat di bawah beban kerja bertubi-tubi.

Tes Kecerdasan Emosional: 
Mengukur tingkat kesadaran diri ( self-awareness ) dan emosi emosi ( self-regulation ).

TAT (Tes Appersepsi Tematik): 
Melihat bagaimana subjek memproyeksikan konflik, frustrasi, dan regulasi emosi melalui narasi gambar cerita.

2. Wawancara Berbasis Perilaku ( Behavioral Event Interview - BEI) 


Gunakan teknik STAR (Situation, Task, Action, Result) untuk menggali kejadian nyata di masa lalu. 

Pertanyaan tentang situasi bertekanan tinggi:"
Ceritakan pengalaman saat Anda sangat marah atau kecewa terhadap keputusan atasan/rekan kerja. Apa yang Anda lakukan saat itu?""Bagaimana cara Anda merespons ketika diberi umpan balik yang sangat kritis atau tidak adil?"

3. Tes Penilaian Situasional (SJT) & Bermain PeranSimulasi Konflik ( Role Play ):


 Hadapkan kandidat pada skenario provokatif (misal: menghadapi klien yang marah atau rekan tim yang menolak bekerja sama). Amati bahasa tubuh, suara, dan kontrol emosinya secara langsung.

SJT (Studi Kasus): Berikan skenario krisis dan permintaan kandidat menjelaskan langkah-langkah penyelesaiannya secara tertulis/lisan. Kandidat yang bertindak cenderung memilih solusi yang defensif atau konfrontatif.

4. Pemeriksaan Referensi ( Pemeriksaan Referensi ) 


Lakukan verifikasi ke manajer atau divisi HRD di perusahaan kandidat sebelumnya dengan pertanyaan spesifik:"Bagaimana kandidat mengelola emosi dan tempat kerja?""Apakah kandidat pernah menunjukkan reaksi emosional yang berlebihan saat di bawah tekanan tinggi?""Bagaimana kandidat menerima saran atau teguran dari atasan?" ketidaksetujuan.Berbicara dengan nada khusus tentang mantan atasan atau tempat kerja terdahulu

Istilah psikologi untuk emosi yang meledak-ledak secara tiba-tiba dan di luar kendali adalah Intermittent Explosive Disorder (IED) atau Gangguan yang dipicu Amarah Intermiten. Selain itu, ada beberapa istilah lain yang juga berkaitan dengan kondisi ini tergantung pada konteks dan tingkat keparahannya. 

Istilah Terkait dalam Psikologi

Anger Issues: Masalah mengelola amarah di mana seseorang sering marah secara berlebihan pada hal-hal kecil.

Disregulasi Emosional : Ketidakmampuan otak untuk mengatur atau mengontrol intensitas emosi yang dirasakan.

Pemicu Emosi: Luka atau kenangan masa lalu yang belum pulih dan memicu ledakan emosi saat merespons situasi tertentu.

Impulsif: Perilaku bertindak cepat tanpa berpikir panjang, termasuk saat melampiaskan amarah. 


 .




Sumber Pustaka:


Wikipedia

Gangguan eksplosif intermiten - Wikipedia

Diterjemahkan — ICD-11. ... Dengan diberlakukannya ICD-11 pada tahun 2022, Gangguan eksplosif intermiten dicantumkan sebagai gangguan terpisah untuk pertama kalinya. Gangguan aku...








Tuesday, August 18, 2026

Cara atasi Pegawai yg tidak fokus

Pegawai gagal fokus 

 Distractibility adalah kondisi atau kecenderungan seseorang yang mudah kehilangan fokus dan perhatian pada tugas yang sedang dikerjakan akibat adanya rangsangan kecil dari luar, seperti suara, gerakan, atau hal lain yang tidak penting.

Ciri-Ciri Distractibility

Sulit bertahan lama pada satu kegiatan.

Mudah dialihkan oleh suara atau pemandangan di sekitar.

Sering terlihat rasa tidak nyaman saat bekerja atau bekerja.

Cepat merasa bosan dengan tugas yang sedang berjalan.

Penyebab UmumFaktor kelelahan atau kurang tidur.Kondisi seperti stres atau memang karakteristiknya.


Penempatan bagi Pegawai yg gagal fokus.

1. *Pecah tugas jadi kecil* → "Kerjakan 30 menit, lalu istirahat 5 menit"

2. *Minim gangguan* → Meja pojok, pakai headphone, matikan notif

3. *Daftar Periksa & Pengingat* → Daftar tugas harian, alarm

4. *Feedback singkat & sering* → Jangan menunggu 1 bulan

5. *Posisi cocok*: Sales lapangan, Event, Kreatif. `Hindari`: Kasir, Auditor


Alat Psikotes untuk Rekrutmen Distractibility.

a. Aritmatika dan Digit Spane dalam tes IQ

Bila skor rendah berarti memori lemah.

b  Kreeplin atau Pauli 

Jika banyak salah maka tidak bisa fokus.




DAFTAR PUSTAKA


1. *Panduan Tes D2*  

    Brickenkamp, ​​​​R. (2002). _Tes d2: Tes-Aufmerksamkeits-Belastungs_. Hogrefe.

2. *Manual WAIS-IV*  

    Wechsler, D. (2008). _Skala Kecerdasan Dewasa Wechsler – Edisi Keempat_. Pearson.

3. *Manual CPT-3*  

    Conners, CK (2014). _Tes Kinerja Berkelanjutan Conners Edisi ke-3_. MHS.

4. *ASRS v1.1*  

    SIAPA. (2005). _Skala Laporan Diri ADHD Dewasa_. Organisasi Kesehatan Dunia.

5. *Buku HR*  

 Suryani, E. (2019). _Psikodiagnostik untuk Praktik HRD_. Salemba Empat. Bab: Tes Atensi & Konsentrasi.

Monday, August 17, 2026

Cara diagnosa pegawai sadisme dan manfaatnya


Ciri ciri pegawai sadisme dan cara memanfaatkannya


Tanggapan: Istilah "pegawai sadisme" dalam konteks dunia kerja umumnya merujuk pada rekan kerja atau atasan yang memiliki kecenderungan kepribadian sadis ( sadistic Personality trait ) atau budaya kerja beracun ( toxic work culture ). Orang dengan kecenderungan ini merasa puas atau mendapatkan keuntungan emosional/posisi dari penderitaan, kegagalan, atau tekanan yang dialami orang lain.


Ciri-Ciri Pegawai Sadisme

Suka Mempermalukan di Depan Umum: Mengritik, mengejek, atau menjatuhkan rekan kerja di depan banyak orang untuk merusak reputasi korban dan menunjukkan dominasi.

Manipulatif dan Suka Mengadu Domba ( Gaslighting & Politics ): Memutarbalikkan fakta, menyebarkan rumor, atau menciptakan konflik antar-pegawai demi mengendalikan situasi.

Menahan Informasi Penting ( Penimbunan Informasi ): Sengaja tidak memberikan data atau instruksi yang diperlukan rekan kerja agar rekan tersebut gagal menyelesaikan tugas.

Mengklaim Hasil Kerja Orang Lain: Mengambil kredit atas ide atau pencapaian bawahan/rekan kerja, tetapi melimpahkan kesalahan saat terjadi masalah.

Menikmati Kegagalan Orang Lain: Menunjukkan kepuasan eksplisit atau implisit saat melihat rekan kerja membuat kesalahan atau sanksi.

Eksploitasi dan Mikro-Manajemen Berlebihan: Memberikan beban kerja di luar batas wajar dengan batas waktu tidak realistis hanya untuk melihat korban ketakutan atau permintaan.

Cara Manfaatkan / Mengelola Situasi ( Memanfaatkan Situasi )

Meningkatkan kewaspadaan dan memanfaatkan karakteristik mereka untuk melindungi diri serta menguntungkan posisi profesional Anda dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut:


Manfaatkan Kebutuhan Mereka akan Kontrol untuk Tugas Detail

Cara: Arahkan orang tersebut ke tugas-tugas yang membutuhkan ketelitian tinggi, evaluasi risiko, atau audit. Ambisi mereka untuk mencari kesalahan orang lain bisa berguna untuk mendeteksi celah/kekurangan dalam proyek sebelum diluncurkan.

Gunakan Sebagai Tameng/Ekssekutor Keputusan Sulit

Cara: Jika Anda dalam posisi manajerial, libatkan mereka dalam tugas yang membutuhkan ketegasan ekstra (seperti banyak negosiasi atau penegakan aturan ketat) di mana sikap tidak kenal membahayakan mereka memberikan keuntungan operasional.

Jadikan Bahan Pembelajaran Strategi Kebugaran Politik Office

Cara: Amati pola interaksi dan manipulasi mereka untuk memahami dinamika politik kantor. Ini membantu Anda membangun imunitas emosional dan melatih keterampilan diplomasi tingkat tinggi.

Dokumentasikan Semua Interaksi untuk Amunisi Profesional

Cara: Selalu gunakan komunikasi tertulis (email, chat resmi) untuk setiap proses dan kesepakatan. Dokumentasi yang rapi tidak hanya melindungi Anda, tetapi juga dapat menjadi bukti kuat jika perlu dilaporkan ke HR/Manajemen puncak.

Bangun Aliansi Kuat di Luar Lingkaran Mereka

Cara: Karakter sadis biasanya dibenci banyak orang. Manfaatkan situasi ini untuk menggalang dukungan dan membangun hubungan yang solid dengan rekan kerja lain yang membutuhkan perlindungan atau kerja sama yang sehat.


ALAT PSIKOTES PALING EFEKTIF UNTUK DETEKSI


Wajib bekerja + diinterpretasi psikolog. HR tidak bisa membaca sendiri.
No Nama Tes Yang Diukur Terkait Sadisme Red Flag Tinggi Waktu
**1** **MMPI-2-RF / MMPI-3** `RC4` Antisosial, `RC9` Hipomanik, `BXD` Perilaku Eksternalisasi Agresif, tidak empati, suka aturan 45-60 menit
**2** **PAI** `AGG` Agresi, `DOM` Dominasi, `ANT` Antisosial Marah, suka kontrol, tidak peduli orang 45 menit
**3** **MCMI-IV** `Skala 6A` Sadis, `Skala 6B` Antisosial Menikmati kekuasaan, menghukum, memberi 30 menit
**4** **PPI-R / SRP-4** Inventarisasi kepribadian Psikopat Tidak empati, manipulatif, suka mendominasi 40 menit
**5** **BPAQ** Kuesioner Agresi Buss-Perry Agresi fisik, verbal, marah, permusuhan 10 menit
*Paling sering dipakai HR*: `PAI + Wawancara Perilaku + Pemeriksaan Referensi`  
*Paling spesifik*: `MCMI Skala 6A Sadis` tapi wajib psikologi klinis

*Tes tambahan*: `Empathy Quotient EQ` skor rendah = bahaya. `Tes Triad Gelap` = Narsis + Machiavellian + Psikopat + IQ Verbal dengan Non Verbal

CIRI WAJAH YANG SERING DIKAITKAN SADISME / DOMINASI TINGGI*

Ini dari buku fisiognomi klasik Cina, Yunani, dan observasi psikologi forensik.
No Area Wajah Ciri yg Sering Disebut Psikologi Dibaliknya
**1** **Mata** `Tatapan tajam, dingin, tidak berkedip`. Murid kecil saat marah Minim empati. "Tatapan predator". Suka mengontrol
**2** **Alis** `Alis tebal, lurus, turun di ujung luar`. Jarak alis dekat Mudah curiga, dominan, suka berkuasa
**3** **Dahi** `Dahi sempit + banyak kerutan vertikal di tengah` Keras kepala, tidak fleksibel, suka memukul
**4** **Hidung** `Hidung mancung, tulang hidung menonjol, lubang hidung mengecil saat marah` Ambisius, suka kontrol, tidak mau kalah
**5** **Rahang** `Rahang kotak, otot rahang kuat, sering mengatup` Agresif, keras, tidak mau mengalah
**6** **Mulut/Bibir** `Bibir tipis, ujung bibir turun`. `Senyum sinis 1 sisi` Kurang hangat, suka ketegaran, sinis
**7** **Dagu** `Dagu panjang + menonjol ke depan` Butuh dominasi, keras kepala, balas dendam
**8** **Telinga** `Telinga menempel di kepala, daun telinga kecil` Tertutup, tidak suka kritik, ego tinggi
**9** **Ekspresi Umum** `Wajah datar saat orang lain sedih`. `Mimik senang saat melihat orang susah` Tidak ada empati = red flag utama
*Kombinasi paling "diwaspadai"*: `Mata tajam + Rahang kuat + Bibir tipis + Senyum sinis`



"9 CIRI WAJAH YANG PERLU DIWASPADAI DALAM REKRUTMEN"* 
Bisa kamu print A3 dan tempel di ruang HR buat pengingat saat wawancara.

*Poster Isi:*
1. *Mata* = menatap tajam dingin, tidak berkedip
2. *Alis* = Tebal, lurus, turun di ujung
3. *Dahi* = Sempit + kerutan vertikal banyak
4. *Hidung* = Mancung, tulang menonjol
5. *Rahang* = Kotak, otot kuat, sering mengatup
6. *Mulut* = Bibir tipis + senyum sinis 1 sisi
7. *Dagu* = Panjang menonjol ke depan
8. *Telinga* = Menempel ke kepala
9. *Ekspresi* = Datar saat orang sedih

Ada disclaimer di bawah: `Bukan diagnosis. Wajib dikonfirmasi dengan psikotes + perilaku`

---


Daftar Pustaka:
Kelinci, RD (2003). _Daftar Periksa Psikopati Hare-Revisi_. Toronto: Sistem Multi-Kesehatan.  
 Suryani, E. (2019). _Psikodiagnostik untuk Praktik HRD_. Jakarta: Salemba Empat. Bab: Asesmen Sifat Gelap.

Cara atasi pegawai Infantil/Kekanak kanakan

 

Ciri-ciri pegawai infantil/Tantrum dan menangani


Respon: Pegawai dengan kecenderungan perilaku infantil (kekanak-kanakan di tempat kerja) biasanya menunjukkan ketidakmatangan emosional dan profesionalitas yang rendah, yang dapat mengganggu produktivitas serta keharmonisan tim.


Ciri-Ciri Pegawai Infantil


Impulsif & Tantrum Emosional: 

Sulit mengendalikan emosi, mudah marah, merajuk, atau menyendiri ketika keinginan atau pendapatnya tidak dituruti.

Enggan Bertanggung Jawab ( Pengalihan kesalahan ): 

Sering melontarkan kesalahan kepada rekan kerja, keadaan, atau atasan saat terjadi hambatan atau kegagalan.

Hambatan Memproses Kritik:

 Menganggap kritik atau masukan konstruktif sebagai serangan pribadi ( pertahanan ).

Ke tergantungan Tinggi: 

Membutuhkan Arah yang mendalam hingga hal-hal detail (micromanagement) dan kurang memiliki inisiatif atau kemandirian.

Mencari Perhatian & Validasi Lebih Lanjut:

 Ingin selalu dipuji, diakui, atau diistimewakan tanpa kontribusi yang sebanding.

Drama Sikap & Mengabaikan Batasan: 

Suka memicu drama antarkaryawan, menyebarkan rumor, atau tidak menghormati norma komunikasi profesional.

Cara Mengatasi & Mengelolanya


Tetapkan Batasan & Ekspektasi Jelas ( Set Clear Boundaries ) Buat aturan kerja, tanggung jawab, dan batasan waktu ( batas waktu ) secara tertulis dan diukur agar tidak ada alasan untuk menghindar.

Fokus pada Fakta dan Data, Bukan Emosi Saat memberikan umpan balik ( feedback ), hindari menilai kepribadiannya. Gunakan fakta konkret mengenai kinerja atau tindakan spesifik yang perlu diperbaiki.

Jangan Melayani "Tantrum" atau Drama Jika pegawai merajuk atau bersikap defensif, tetap tenang dan bersikap tegas. Jangan memberikan respon emosional agar perilaku tersebut tidak tereskalasi.

Dorong Kemandirian ( Pemecahan Masalah ) Saat pegawai datang membawa masalah tanpa solusi, minta mereka menyusun 1–2 opsi penyelesaian terlebih dahulu sebelum Anda membuat keputusan.

Dokumentasikan Performa & Terapkan Cerdas Konsisten Catat rekam jejak perilaku dan kinerjanya. Terapkan konsekuesi atau teguran secara terukur jika perilaku kekanak-kanakan tersebut mulai merugikan dinamika tim.

ALAT PSIKOTES PALING EFEKTIF*
No Nama Tes Yang Diukur Ciri Infantil yg Keluar Waktu
**1** **16 PF**
16 Faktor kepribadian `Faktor C` Rendah: Emosional labil. `Faktor Q3` Rendah: Tidak disiplin. `Faktor F` Tinggi: Ceria berlebihan 35-50 menit
**2** **MMPI-2 / MMPI-3**
Kualitas klinis `Skala 4 Pd` tinggi: Egois, salahkan orang. `Skala 9 Ma` tinggi: Impulsif, cari perhatian 60-90 menit
**3** **MCMI-IV**
Gangguan kepribadian `Skala 4` Histrionik: Drama, cari perhatian. `Skala 5` Narsis: Merasa istimewa 30 menit
**4** **NEO PI-R / Lima Besar**
5 Faktor besar `Kehati-hatian` Rendah: Tidak tanggung jawab. `Neurotisme` Tinggi: Cengeng. `Agreeableness` Rendah: Egois 45 menit

*Paling sering dipakai HR*: `16 PF + IQ +  Wawancara Behavioral`  

*Paling jelas*: `MCMI` bisa bedakan Histrionik vs Narsis vs Dependent

DAFTAR PUSTAKA*


1. Manual MMPI-2 / MMPI-3

Ben-Porath, YS, & Tellegen, A. (2020). Minnesota Multiphasic Personality Inventory-3_. University of Minnesota Press

2. Manual MCMI-IV

Millon, T. (2015). _Manual Inventaris Multiaxial Klinis Millon-IV_. Pearson.

3. Manual 16 PF

 Cattell, RB, & Mead, AD (2008). _Kuesioner Enam Belas Faktor Kepribadian_. IPAT.

4. Buku Psikologi Kepribadian
 
Feist, J., Feist, GJ, & Roberts, TA (2018). _Teori Kepribadian_. McGraw-Hill. Bab: Teori Sifat & Ketidakdewasaan.

5. Buku HR Indonesia

Suryani, E. (2019). _Psikodiagnostik untuk Praktik HRD_. Jakarta: Salemba Empat.