ilmu2hrd.blogspot.com

Pages

Selasa, 26 November 2019

Ilmu Ciri -Ciri bisa kerjasama

Ciri -Ciri Pegawai bisa kerjasama


 Kerjasama Tim Baru saja kabinet Merah Putih  atau kabinet kerja terbentuk, Dan Bapak Presiden  berpesan anggota Kabinet bekerja secara Tim. Berikut tingkatan dari kemauan bekerja sama atau team work dari level terendah sampai tertinggi :
a. Level 1 Pasif Kerjasama. 
Level ini cirinya suka bersitegang dengan rekan kerja, lebih suka berkerja sendiri dan tidak mampu mengerjakan tugas secara mandiri. 

b.  Level 2 Cukup aktif berperan Kerjasama. 
Cirinya menjalankan peran dan fungsi kerjasama dengan baik, menerima dan mendukung keputusan kelompok, berkontribusi, membantu dan terlibat dalam target kelompok.

c.  Level 3. Peran aktif yang tinggi. 
Cirinya adalah membagi informasi yang berguna dan relevan pada kelompok, peka dan menindaklanjuti keobutuhan anggota atau unit kerja yang lain, menghargai masukan, kontribusi dan keahlian orang lain, memberdayakan anggota kelompok untuk mencapai hasil terbaik. 

d.  Level 4 adanya kemampuan sangat tinggi dalam kerjasama. 
Cirinya adalah memfasilitasi berbagai kepentingan berbeda beda pada masing masing anggota maupun unit kerja yang lain. 

e. Level 5 sangat ekspert dalam kerjasama. 
Mempunyai ciri mengelola konflik, menyelesaikan konflik lintas fungsi dalam organisasi. 

f. Level 6 level tertinggi dalam bekerjasama atau team work level. 
Kemampuan mengembangkan semangat kebersamaan, menciptakan suasana kooperatif antar lintas fungsi dalam organisasi, menciptakan dan mengembangkan identitas dalam menjaga kelangsungan hidup organisasi, mengembangkan citra positif organisasi dalam hubungan dan proses kegiatan. 

Dalam sebuah tim, bagian otak yang paling berperan untuk mengatur kerjasama, empati, dan koordinasi adalah Otak Besar (Cerebrum), khususnya pada bagian-bagian berikut:

1. Lobus Frontalis (Prefrontal Cortex)

Ini adalah "Manajer Utama" atau manajer eksekutif otak. Bagian ini bertanggung jawab atas:

  • Pengambilan Keputusan: Menentukan strategi dan membagi tugas dalam tim.

  • Pengendalian Diri: Menahan emosi negatif atau ego saat terjadi perbedaan pendapat.

  • Perencanaan & Pemecahan Masalah: Menyusun rencana kerja bersama.

2. Sistem Limbik (Khususnya Amigdala & Girus Singulat)

Ini adalah "Pusat Empati dan Emosi".

  • Empati: Membantu kita memahami perasaan dan sudut pandang rekan tim.

  • Membangun Kepercayaan: Mengelola rasa aman psikologis agar anggota tim berani berpendapat.

3. Sel Saraf Cermin (Mirror Neurons)

Jaringan sel saraf ini bekerja ketika kita mengamati orang lain.

  • Koordinasi & Komunikasi: Membantu kita meniru, memahami aksi, serta membaca bahasa tubuh rekan tim secara spontan.

Kesimpulan Singkat: Jika tim diibaratkan sebuah perusahaan, Prefrontal Cortex adalah CEO-nya yang mengatur strategi. 

Sistem Limbik dan Mirror Neurons adalah HRD/Humas-nya yang menjaga hubungan dan kekompakan antar-anggota!

 

Aspek yang DigaliContoh Pertanyaan WawancaraIndikator Jawaban Positif (Green Flags)
Kolaborasi & Kontribusi"Ceritakan pengalaman Anda saat harus bekerja sama dalam tim untuk menyelesaikan proyek yang sulit."Menekankan kata "kami", menghargai kontribusi orang lain, fokus pada tujuan bersama.
Penanganan Konflik"Pernahkah Anda berbeda pendapat secara tajam dengan rekan tim? Bagaimana Anda menyelesaikannya?"
Mendengarkan aktif, tidak emosional, mencari solusi win-win, mengutamakan profesionalisme.
Fleksibilitas & Adaptasi"Bagaimana sikap Anda jika ada anggota tim yang tidak menjalankan tugasnya dengan baik?"
Menawarkan bantuan terlebih dahulu, berkomunikasi secara terbuka, tidak langsung menyalahkan

Menghargai Keberagaman"Ceritakan saat Anda harus bekerja dengan seseorang yang memiliki gaya kerja sangat berbeda dari Anda."Menunjukkan empati, toleransi, dan kemauan untuk beradaptasi demi kelancaran tugas.


Sumber Pustaka  : Gerry Dessler, Management of Fundamental, 1982 

Tidak ada komentar: