ilmu2hrd.blogspot.com

Pages

Saturday, January 4, 2020

Personality Tipe Introvert dan Ekstravert

Sifat Introvert Dan Ekstrovert

Sikap jiwa ada 2 jenis yaitu sikap Tipe Ekstrovert dan sikap Tipe Introvert. 

a.  Tipe Ekstrovert

Orang yang Ekstravert terutama dipengaruhi oleh Dunia Objektif atau dunia lingkungan luar dari dirinya. Orientasi dan pandangan sekilas di luar. Misalnya fikiran berorientasi pada ke luar menerima pendapat orang lain meskipun mungkin bertentangan dengan pendapatnya sendiri. Akhirnya tindakan jarang mempertahan pendapat dan lebih mempertahankan pendapat jika berselisih. 

 1. Sikap Positif 

Selalu berpikiran positif terhadap masyarakatnya, tidak pernah curiga terhadap orang lain, terbuka dalam permasalahan dan mudah menyesuaikan diri dengan orang lain. Orang Ekstrovert mudah termotivasi sangat cocok sebagai Sales atau pekerjaan humas, hadapan orang baik perorangan atau umum. 

  2. Kelemahan

Apabila ikatan dengan dunia luar terlalu kuat, maka akan kehilangan dirinya sendiri atau tenggelam dalam pengaruh luar, misalnya anak lebih percaya kepada teman temannya untuk nongkrong di luar pada malam hari meskipun suhu malam mengganggu kesehatannya. 

 b. Sikap Tipe Introvert. 

Orang yang Introvert adalah orang yang dipengaruhi Subjektif atau dirinya sendiri semua diperhitungkan dengan kepentingan, kenyamanan dirinya sendiri. Tindakan, fikiran dan perasaan selalu berorientasi ke dalam meskipun mungkin tidak lazim menurut pandangan masyarakatnya. Orang Introvert misalnya dia tahu bahwa saluran yang ada dipan rumahnya sudah menjadi milik umum, tetapi tetap dibangun dan ditutup untuk menambah area parkir pribadi mobilnya, bahkan disertai atap yang digabung dengan bangunan rumah. 

1. Kebaikannya

Orang Introvert selalu hati hati dalam bertindak selalu memperhitungkan untung dan ruginya dengan dirinya sendiri atau pengaruh subyektifnya. Fikiran perasaan, tindakan mempengaruhi faktor subjektif meskipun tidak masuk diakal lazimnya di masyarakatnya. 

2. Kelemahan

Orang Introvert susah bergaul karena susah menyesuaikan diri, tertutup jiwa sehingga susah untuk diajak diskusi, susah berhubungan dengan orang lain. Apabila terlalu tenggelam dalam subyektifitasnya sehingga lepas dari dunia obyektifitasnya tentu akan merugikan masyarakatnya, dan kemungkinan terjadinya depresi yang lebih besar. 

Orang Introvert lebih cocok bekerja sendiri tanpa libatkan orang lain seperti ahli IT, Peneliti atau Laborat. 
Respon: Perbedaan antara ekstrovert dan introvert tidak disebabkan oleh satu bagian otak tunggal,
melainkan perbedaan aktivitas, struktur, dan jalur kimiawi (neurotransmiter) di beberapa area otak
tertentu.
Berikut adalah bagian-bagian otak dan sistem saraf utama yang paling berperan dalam menentukan sifat
ekstrovert dan introvert:

1. Sistem Aktivasi Retikuler (RAS)

RAS adalah bagian di batang otak yang mengatur tingkat kesadaran, fokus, dan stimulasi (rangsangan)
yang diterima otak. Menurut teori psikologi kepribadian Hans Eysenck:
● Introvert memiliki tingkat stimulasi basal (cortical arousal) yang lebih tinggi secara alami. Otak
mereka mudah terstimulasi, sehingga mereka cenderung menghindari keramaian atau lingkungan
yang terlalu bising agar tidak merasa penasaran (overstimulated).

● Ekstrovert memiliki tingkat stimulasi basal yang lebih rendah. Otak mereka membutuhkan lebih banyak
banyak rangsangan dari luar (seperti bersosialisasi, petualangan, atau keramaian) untuk mencapai
tingkat stimulasi yang nyaman.

2. Korteks Prefrontal (Prefrontal Cortex)

Korteks prefrontal terletak di bagian depan otak dan bertanggung jawab atas perencanaan, pemikiran
mendalam, analisis, dan pengambilan keputusan.
● Penelitian menunjukkan bahwa orang introvert memiliki aliran darah dan volume neuron yang lebih
tinggi di area korteks prefrontal. Ini menjelaskan mengapa introvert lebih suka berpikir secara
mendalam sebelum berbicara dan memproses informasi secara internal.
● Pada orang ekstrovert, aktivitas di area ini relatif lebih rendah saat beristirahat dibandingkan
introvert, karena otak mereka lebih berorientasi pada penerjemahan sensorik luar secara cepat.

3. Ventral Striatum & Amigdala (Sistem Imbalan Otak)

Area ini merupakan bagian penting dari sistem reward (imbalan) dan pemrosesan emosi di dalam otak.
● Ekstrovert memiliki respon yang jauh lebih kuat di ventral striatum dan amigdala ketika
mendapatkan rangsangan sosial atau hadiah eksternal (seperti pujian, lingkungan.

Sumber Pustaka : Sumadi Suryabroto, Psikologi Perkembangan cetakan IV oleh Rake Sarasin PO Box 83 Yogyakarta, 1990

Saturday, December 21, 2019

Ciri ciri Technical Expertise

Keterampilan Teknis 


Ciri ciri ahli teknis
Dalam rekrutmen ahli teknis terkadang salah mendapat pegawai yang benar-benar dibutuhkan. Apakah seseorang mempunyai kapasistas penguasaan teknik dilihat sbb :

1. Sangat Terampil dlm bidangnya
Hal ini tentunya bisa kita amati dengan kemampuan visual motoriknya, akan terlihat perpaduan antara kecepatan, presisi dan gerakan gerakan dalam melakukan pekerjaannya. 

2. Menguasai keahliaannya
Penguasaan yang dimiliki berupa penguasaan aspek kognitif, yakni teori pengetahuan yang mendasari keterampilan teknisnya. Bagi misal ahli teknis mesin tentu menguasai teori fisika kinetik yang mendasari kinerja mesin. 

3. Tidak tergantung arah diatasnya
Apabila ada kendala dari kinerja teknis misal ada hambatan bisa berkreasi memecahkan dan menemukan solusi perbaikan sendiri, bisa mandiri tidak tergantung atasan berkenaan ketrampilannya 

4. Menyadari kebutuhan mengembangkan keahliannya
Dalam menghadapi dinamika kemajuan teknologi, maka untuk bisa selalu bertahan dalam bidangnya aktif belajar mengikuti perkembangan zaman. Ini bisa mengikuti seminar seminar, atau mencari jurnal jurnal ilmiah yang berkaitan dengan keahlian yang menjadi bidangnya, bahkan masuk studi kelanjutan di Universitas yang ada prodi keahliannya.

Untuk mengujinya ada beberapa metode yakni :


A. Ujian tentang keilmuawannya. 

Dasar teori yang mencakup keterampilan teknis perlu diuji layaknya ujian sekolah, sebagai misal ahli otomotif diuji dengan soal soal dasar mekanik, kalau ahli teknis akunting diuji tentang masalah keuangan dsb.

B. Uji Praktik 

Ujian ini menggali tentang visual motorik, yakni koordinasi antara syraf mata, otot yang berperan. Sebagai misal ahli ketik harus diuji kecepatan dia mengetik dengan rapi. 

C. Psikotes.

Psikotes yang bisa digunakan adalah alat yang dikembangkan Wechsler dimana ada subtes Puzzle,Maze,Coding,dan Blog Design ,skor tinggi dari subtes ini menunjukkan skill teknis yang ekspert. 






Bagian Otak yang berperan dalam keterampilan teknis


Respon: Keterampilan teknis (technical skill)—seperti menulis kode pemograman, mengoperasi mesin, mengetik cepat, melakukan prosedur medis, atau memainkan instrumen musik—melibatkan koordinasi antara kontrol motorik yang kompleks, menghafal prosedural, dan memecahkan masalah secara logistik.

Berikut adalah bagian-bagian otak utama yang berperan dalam menguasai dan menjalankan keterampilan teknis:

1. Sistem Kontrol Motorik & Gerakan Teknis
Korteks Motorik ( Motor Cortex ): terletak di lobus frontalis, bagian ini bertanggung jawab untuk mengkontrol, mengontrol, dan mengeksekusi gerakan tubuh secara sadar. Setiap jari, tangan, atau koordinasi fisik yang digunakan dalam tugas teknis dikontrol langsung oleh area ini.
Serebelum ( Cerebellum / Otak Kecil): Berperan sangat krusial dalam menyempurnakan gerakan motorik, keseimbangan, serta koordinasi presisi tinggi. Serebelum menyimpan "memori otot" ( memori otot ) sehingga tindakan teknis yang sering dibor (seperti mengetik tanpa melihat keyboard atau memegang alat bedah) dapat dilakukan secara otomatis dan lancar.
Ganglia Basalis ( Basal Ganglia ): mengatur inisiasi gerakan, menghambat gerakan yang tidak diperlukan, serta memfasilitasi pembelajaran kebiasaan dan otomatisasi tindakan secara bertahap.
2. Sistem Memori & Prosedur Pembelajaran
Striatum (Bagian dari Ganglia Basalis): Merupakan pusat utama memori prosedural (procedural memory ), yaitu jenis memori jangka panjang untuk mengingat cara melakukan sesuatu secara teknis tanpa harus mengetik secara sadar.
Hipokampus ( Hippocampus ): Sangat aktif pada tahap awal pembelajaran keterampilan teknis baru untuk mengkonsolidasikan informasi prosedural kasar menjadi memori jangka panjang.
3. Pemrosesan Kognitif, Logika, & Pemecahan Masalah
Korteks Prefrontal ( Prefrontal Cortex ): Berperan sebagai "pusat kendali" atau fungsi eksekutif otak. Bagian ini bertanggung jawab atas penalaran logistik, analisis data, pemecahan masalah (problem-solving), perencanaan langkah-langkah kerja teknis, serta fokus dan pengambilan keputusan saat menghadapi kendala.
Lobus Parietalis (Parietal Cortex): Mengolah informasi spasial dan pemahaman visual-spasial. Bagian ini penting untuk keterampilan teknis yang membutuhkan orientasi ruang, seperti teknik sipil, desain teknis, mekanik, atau memvisualisasikan struktur objek 3D.
Ringkasan Alur Kerja Otak
Tahap Belajar (Pemula): Korteks Prefrontal dan Hipokampus bekerja sangat keras untuk memahami aturan, logika, dan koordinasi dasar.
Tahap Latihan & Penyempurnaan: Serebelum dan Korteks Motorik menyesuaikan presisi gerakan/tindakan.
Tahap Ahli (Otomatisasi): Ganglia Basalis (Striatum) mengambil alih sehingga keterampilan teknis tersebut dapat dieksekusi secara refleks tanpa beban mental yang tinggi.


Sumber Pustaka : Dale S Beach, Psikodianotik dan penilaian orang-orang di tempat kerja, 1968.

Saturday, December 14, 2019

Jenjang Tingkatan Kapasitas Kinerja

Kamus Kompetensi 


Kerangka Perjenjangan
Sebagai HRD/ SDM untuk memudahkan penempatan harus tahu kerangka perjenjangan karir
Ada 6 level yg bisa dinilai :

Level 1 : dalam aktivitas Pasif, tindakan belum afa tindakan
Kurang memiliki kapasitas untuk menghasilkan kinerja sesuai target. 

Level 2 : Sudah nyata. Bertindak sesuai standar
Telah mempunyai kapasitas kinerja yang dapat mencapai target yang ditetapkan. Cocok ditugaskan sebagai staf. 

Level 3 : Proaktif, berusaha melampau standar jenjang seksi.
Memunyai kapasitas mampu melampaui target yang ditetapkan, bisa menetapkan target mandiri dan selalu melebihi target standar. pengawas yang cocok.

Level 4 : Inisiatif terkait sistem, tindakan sistematis, struktur bagian 
Sudah punya kapasitas menggunakan pendekatan baru dan memanfaatkan sumber daya, dan cocok sebagai Head

Level 5. Kebijakan yang terkait antar fungsi
Kemampuan bekerja secara komprehensif, mampu mengubah kinerja sistem dan memastikan kesiapan fungsi yang lain. Cocok jadi Group Head. 

Tingkat 6. Berani membangun budaya
Kemampuan membangun kinerja dilingkup organisasi untuk berkembang sesuai visi dan misi. Cocok sebagai Direktur. 

Standar penilaian ini digunakan agar adil dalam memberikan kenaikan jabatan suatu organisasi, dan biasanya dibentuk dalam buku pedoman khusus yang disebut Kamus Kompetensi, dan disosialisasikan kepada semua pekerja tanpa kecuali. 
Adapun manfaatnya sebagai berikut :
a. Menjamin Keadilan 
Dalam kenaikan jabatan semua bisa melakukan ases bagaimana bisa punya kesempatan untuk mendapatkan jabatan tinggi. 
b. Memotivasi Berprestasi 
Dengan mengetahui poin-poin yang disyaratkan setiap tingkatan, maka akan selalu mengembangkan diri agar dapat memenuhi syarat kenaikan jabatan. 
c. Untuk fungsi Kontrol
Bahwa kinerja yang efektif dan efisien adalah yang dibutuhkan agar tercapainya tujuan organisasi. Dengan adanya standar kompetensi tiap jenjang maka memudahkan fungsi pengawasan kwalitas kinerja, sehingga semua tingkat jabatan dijamin bekerja secara produktif.


*OTAK & KEMAMPUAN KINERJA / KINERJA*


Kerja bagus itu bukan hanya "rajin". Itu hasil 8 sistem otak jalan bareng. 

Bayangin otak = `Tim Kantor`. Kalau 1 divisi lemah, kinerja perusahaan turun.

---

*BAGIAN 1:8 SISTEM OTAK PENGARUH KINERJA*
No Bagian Otak Julukan di Kantor Fungsi untuk Kinerja Kalau Lemah Jadinya
**1** **KORTEKS PREFRONTAL**
`Lobus Frontal Depan` `CEO / Manager` Fokus, Perencanaan, Ambil Keputusan, Kontrol Impuls, Disiplin Prokrastinasi, mudah mengalihkan perhatian, tidak ada arah
**2** **SISTEM DOPAMIN**
`Basal Ganglia + VTA` `Tim Motivasi` Semangat, Drive, Reward, "Mau kerja" Mager, tidak ada inisiatif, menunggu disuruh
**3** **AMIGDALA** `Tim Security + HR` Atur emosi, Atur stress, Keberanian ambil risiko Cemas berlebihan, panik, atau malah cuek
**4** **HIPPOCAMPUS** `Tim Arsip` Ingatan, Belajar hal baru, Tidak mengulang kesalahan Lupa SOP, kerjaan diulang2, tidak pelatihan masuk
**5** **LOBUS PARIETAL** `Tim Analisa & Ops` Angka, Logika, Multitasking, Koordinasi Salah hitung, kerja berantakan, lemot
**6** **LOBUS TEMPORAL** `Tim Komunikasi` Bahasa, Pendengaran, Paham proses Salah paham, komunikasi miskom
**7** **CEREBELLUM** `Tim QC` Ketelitian, Kecepatan, Koordinasi motorik Ceroboh, salah ketik, kerja tidak rapi
**8** **CINGULATE CORTEX / ACC** `Tim Audit` Deteksi kesalahan, Fleksibilitas, Adaptasi Keras kepala, tidak mau menerima kritik
---

*BAGIAN 2 : 5 TIPE KINERJA BERDASARKAN OTAK DOMINAN*
Tipe Karyawan Otak Dominan Kelebihan Kelemahan Posisi Cocok
**1. THE EXECUTOR** `Frontal + Dopamin kuat` Disiplin, inisiatif, capai target Keras, kaku Leader, Sales, Project Manager
**2. THE ANALYST** `Parietal + Frontal kuat` Teliti, data-driven, logis Lama ambil keputusan Finance, QA, Data, Akuntan
**3. THE CREATIVE** `Temporal Kanan + Dopamin` Ide banyak, out of the box Tidak konsisten, tenggat waktu yang sulit Pemasaran, Desain, R&D
**4. THE PEOPLE PERSON** `Amigdala + Temporal Kiri + Insula` Empati tinggi, jago komunikasi Gampang baper, susah tegas HRD, CS, Trainer
**5. PENSTABILIZER** `Hippocampus + Cerebellum` Konsisten, hafal SOP, cepat Takut perubahan Admin, GA, Operator
---

*BAGIAN 3:4 MUSUH KINERJA DARI DALAM OTAK*
Musuh Bagian Otak yang Kena Ciri di Kerja Solusi Cepat
**1. DISTRAKSI** `Frontal lemah` Buka HP tiap 5 menit Teknik Pomodoro 25 menit
**2. BURNOUT** `Kortisol tinggi hajar Hippocampus` Otak kosong, lupa, tidak semangat Tidur 7 jam + olahraga
**3. PROCRASTINASI** `Dopamin rendah + Amigdala takut gagal` "Nanti aja" terus Pecah tugas jadi 5 menit pertama
**4. OVERTHINKING** `ACC + Amigdala overaktif` Takut salah, tidak jadi eksekusi Aturan 70% cukup, langsung jalan
---

*BAGIAN 4: CARA "UPGRADE" OTAK UNTUK KINERJA*

Ini ibarat `Gym untuk Otak`

*1. UNTUK FOKUS = LATIH DEPAN*
`Olahraga 30 menit`. Naikkan BDNF = pupuk otak.  
`Matikan notifikasi`. Tiap notifikasi = CEO otak kepotong.

*2. UNTUK MOTIVASI = ATUR DOPAMIN*
`Kerja 90 menit, istirahat 15 menit`. Dopamin naik turun secara alami.  
`Kasih pahala kecil`. Selesai 1 tugas = ngopi. Otak jadi nagih kerja.

*3. UNTUK INGATAN = JAGA HIPPOCAMPUS*
`Tidur 7-8 jam`. Saat tidur otak memindahkan file ke arsip.  
`Ulangi dalam 24 jam`. Biar masuk memori jangka panjang.

*4. UNTUK STRES = KALIBER AMIGDALA*
`Napas 4-7-8`. 4 detik tiba, 7 tahan, 8 buang. Turunkan kortisol.  
`Tulis 3 hal bersyukur`. Geser otak dari mode "ancaman" ke "aman".

*5. UNTUK KREATIVITAS = KONEKSI SEMENTARA + DEPAN*
`Jalan kaki tanpa HP`. Otak DMN menyala = muncul ide.  
`Baca di luar bidangmu`. Biar otak bikin koneksi baru.

---

*BAGIAN 5: MENURUT NEUROSAINS RUMUS KINERJA*
\text{Kinerja Tinggi} = \frac{(\text{Fokus} \times \text{Motivasi} \times \text{Keterampilan})}{\text{Stress}}
Penjelasan:
1. *Fokus* = Depan
2. *Motivasi* ​​​​= Dopamin  
3. *Keterampilan* = Hipokampus + Serebelum
4. *Stres* = Kortisol dari Amigdala. Kalau stres tinggi, semua bagian habis

---

*BAGIAN 6: TES MANDIRI 30 DETIK*

Jawab jujur, mana yang paling sering kamu alami:
1. *Susah mulai kerja* → Dopamin lemah
2. *Gampang lupa & salah* → Hippocampus/Cerebellum lemah  
3. *Gampang panik saat batas waktu* → Amigdala selesai
4. *Susah fokus, pikiran kemana2* → Frontal lemah

---

*KESIMPULAN 1 KALIMAT*
`Kinerja tinggi = Frontal untuk eksekusi + Dopamin untuk semangat + Hippocampus untuk skill + Amigdala tenang. Latih 4 ini = naik 2x lipat produktivitas.`

*PLAN 14 HARI UPGRADE OTAK UNTUK KINERJA* 
`Fokus: Frontal + Dopamin + Hippocampus + Amigdala Tenang`

Aturannya: 30-45 menit/hari doang. Nggak bikin burnout. 
Target: Hari 15 kamu ngerasa `lebih fokus, lebih semangat, lebih anti-lupa`

---

*BAGIAN 1: RUMUS HARIAN 4 PILAR*

Setiap hari lakuin 4 hal ini = `FDMH Formula`
Pilar Target Otak Durasi Contoh Aktivitas
**F = FOKUS** `Frontal Cortex` 15 menit Deep Work tanpa gangguan
**D = DOPAMIN** `Sistem Reward` 10 menit Olahraga / Target kecil
**M = MEMORY** `Hippocampus` 10 menit Ulangi & Catat
**H = HATI TENANG** `Amigdala` 5 menit Napas + Jurnal
Total: `40 menit/hari`

---

*BAGIAN 2: JADWAL 14 HARI*

*MINGGU 1: BANGUN FONDASI `Hari 1-7`*

*HARI 1-2: RESET OTAK*
- *F*: Deep Work 15 menit. 1 tugas paling penting. HP jauh, notifikasi mati
- *D*: Jalan kaki 10 menit + 10 squat. Dopamin naik
- *M*: Tulis 3 hal yg dipelajari hari ini
- *H*: Napas 4-7-8 x 3 kali sebelum tidur

*HARI 3-4: LATIH FOKUS*
- *F*: Teknik Pomodoro 25-5. Kerjain 1 tugas sampai selesai
- *D*: Bikin "To-do 3 saja". Centang = dopamin
- *M*: Ajarkan 1 hal ke teman. Ngajar = ingat 90%
- *H*: Tulis "Apa yg bikin stress hari ini" + 1 solusi

*HARI 5-6: LATIH MEMORI*
- *F*: Single tasking. Kalau ada ide baru, tulis dulu jangan dikerjain
- *D*: Reward diri: Selesai kerja = nonton 1 episode
- *M*: Review catatan minggu ini 10 menit
- *H*: Jalan kaki sore tanpa HP. Turunkan kortisol

*HARI 7: EVALUASI*
Libur kerja, tapi tetap: 
Olahraga 20 menit + Review: "Apa yg paling susah minggu ini?" + Tidur 8 jam

*MINGGU 2: NAIK LEVEL `Hari 8-14`*

*HARI 8-10: POWER FOKUS*
- *F*: Deep Work 2x25 menit. Jeda 5 menit
- *D*: Set target harian + kasih hadiah kalau tercapai
- *M*: Pakai teknik "Feynman": Jelaskan kerjaanmu seakan ke anak 5 tahun
- *H*: Meditasi 5 menit. Fokus ke napas

*HARI 11-12: ANTI STRESS*
- *F*: Kerjain tugas tersulit duluan jam 9 pagi. Frontal masih segar
- *D*: Musik 120-140 BPM saat kerja. Naikkan energi
- *M*: Mindmap 1 proyek. Otak suka gambar
- *H*: Tulis 3 hal bersyukur. Geser otak dari "kurang" ke "cukup"

*HARI 13: SIMULASI HARI SIBUK*
Kerjain semua pilar tapi dipadetin jadi 30 menit. Latih otak di bawah tekanan

*HARI 14: RESET & KOMITMEN*
Evaluasi: Skor 1-10 untuk Fokus, Semangat, Ingatan, Tenang  
Tentukan 2 kebiasaan yg mau diteruskan 30 hari ke depan

---

*BAGIAN 3: ATURAN PENTING BIAR OTAK NAIK*
No Aturan Kenapa
**1** **Tidur 7-8 jam** Saat tidur Hippocampus mindahin data ke hardisk
**2** **Air putih 2 Liter** Dehidrasi 2% = Fokus turun 20%
**3** **Protein + Sayur di Sarapan** Bahan bakar Frontal + Dopamin
**4** **Jauhi Scroll 1 Jam Pertama** Dopamin habis buat reels = kerjaan terasa berat
**5** **Matahari 10 menit pagi** Setting jam biologi + Serotonin naik
---

*BAGIAN 4: TRACKER SEDERHANA*

Copy ini ke catatan HP kamu tiap malam:
Hari ke-___ 
F: [ ] D: [ ] M: [ ] H: [ ]
Skor Kinerja Hari Ini 1-10: ___
1 Kemenangan kecil hari ini: ___
Kalau 10 dari 14 hari kamu centang = Otak kamu sudah naik 1 level

---

*BAGIAN 5: TANDA OTAK KAMU SUDAH NAIK*

Hari 7: Lebih mudah memulai kerja  
Hari ke-10: Lebih sedikit lupa  
Hari 14: Lebih tenang saat tenggat waktu + ide lebih banyak

---

*KESIMPULAN 1 KALIMAT*
`40 menit x 14 hari = Frontal lebih kuat, Dopamin lebih stabil, Ingatan lebih tajam, Stres lebih rendah.`



Sumber Pustaka : Garry Dessler, Manajemen Teori dan Praktek, 1982.