ilmu2hrd.blogspot.com

Pages

Saturday, May 11, 2019

Tata Letak Tes Grafis lanjutan

Tata Letak Tes Grafis lanjutan



1. Kiri Atas
    - Kekanak-kanakan
    - kawatir
    - menyendiri
    - pasif



2. Kanan Atas

    - keinginan untuk menekan masa lalu yang tidak menyenangkan dengan optimisme berlebihan tentang masa depan
3. Pada sisi bawah kertas
- Ketergantungan/kurang mandiri
- menghindari pengalaman baru
- takut ambil keputusan secara independen


4. Sudut bawah
- rendah diri
5. Sudut kiri bawah
- depresi dengan selalu mengenang masa lalu

Sumber Pustaka :

Friday, May 10, 2019


Tata Letak Gambar Pohon Dan Orang

Dalam tulisan ini banyak bahas tes kepribadian, karena dengan prosedur seleksi yang benar akan mendapat pegawai yang disiplin.

Namun tinjauan interretasi gambar tidak selengkap Psikolog Klinis, karena hanya content yang ada sangkut pautnya Psikologi Industri, bukan bersifat klinis atau kelainan kepribadian.

1. Pas Ditengah : kaku, tidak aman dalam hubungan interpersonal



2. Arah Kekanan ; relative stabil
- Introvert/ tertutup
- Orientasi ke masa depan
- kontrol intelektual mungkin menghambat secara emosional



3. Arah Kekiri
- bertindak, kepuasan emosional langsung dari motif
- orientasi diri


- sikap tidak pasti


4. Arah keatas
- ingkat drive tinggi atau tingkat energi rendah dengan pertahanan kompensasi

optimisme
- mengawang
- fantasi
- tidak yakin dengan pembentukan reaksi

5. Arah Kebawah
-  pengalah
- fokus
- kalem/ stabil


Monday, May 6, 2019

Wawancara Behavioral Questionaire


Contoh Pertanyaan Behavior Quistionaire



Behavioral Quistionaire adalah interview menggali pengalaman kandidat dalam menghadapi situasi tertentu masa lalu yang akan dilakukan di masa akan datang dalam situasi yang sama. Performance seseorang masa lalu yang sukses juga akan bisa diterapkan terhadap pemecahan masalah yang akan datang. 

1. Ceritakan pengalaman paling sukses anda dalam bekerja ?

2. Ceritakan pengalaman kegagalan anda dalam bekerja ?

3..Ceritakan salah satu pengalaman anda ketika ada seseorang yang meminta untuk melakukan sesuatu yang bertentangan peraturan yang anda yakini ?


4. Ceritakan pengalaman anda keetika mengambil keputusan tersulit yang berdampak yang besar dalam pekerjaan anda ?

5.Ceritakan sasaran karir anda ?

6. Sebutkan motivasi anda untuk menjajagi peluang bergabung pada perusahaan ini ?.

7. Ceritakan lingkungan kerja yang anda harapkan ?

8. Ceritakan lingkungan terburuk yang pernah anda hadapi ?

Dalam wawancara behavioral yang digali sifat dan sikap yang bisa menghambat produktifitas seperti sikap Integritas, Tanggung Jawab dan Kejujuran. 

Sumber Pustaka : Gerry Dessler ,Management Fundamentals Modern and Practics  ,1982






Thursday, May 2, 2019








PAPI KOSTICK TEST








PAPI KOSTICK TEST

Alat Psikotes mengekplorasi  tentang sikap kerja,  bukan  hanya faktor kecerdasan saja dalam mencari pegawai dalam institusi supaya mendapat  the rigt man of the right  job.

Soal-soal dalam PAPI KOSTICK TEST
No Soal
1 a. Saya seorang pekerja keras
   b. Saya bukan seorang pemurung
2 a. Saya suka bekerja lebih baik dari orang lain
   b. Saya suka mengerjakan apa yang sedang saya kerjakan, sampai selesai
3 a. Saya suka menunjukkan caranya melaksanakan sesuatu hal
   b. Saya ingin bekerja sebaik mungkin
4 a. Saya suka berkelakar
   b. Saya senang mengatakan kepada orang lain, apa yang harus
dilakukannya
5 a. Saya suka menggabungkan diri dengan kelompok-kelompok
   b. Saya suka diperhatikan oleh kelompok-kelompok
6 a. Saya senang bersahabat intim dengan seseorang
   b. Saya senang bersahabat dengan sekelompok orang
7 a. Saya cepat berubah bila hal itu diperlukan
   b. Saya berusaha untuk intim dengan teman-teman
8 a. Saya suka membalas dendam bila saya benar-benar disakiti
   b. Saya suka melakukan hal-hal yang baru dan berbeda
9 a. Saya ingin atasan saya menyukai saya
   b. Saya suka mengatakan kepada orang lain, bila mereka salah
10 a. Saya suka mengikuti perintah-perintah yang diberikan kepada saya
   b. Saya suka menyenangkan hati orang yang memimpin saya
11 a. Saya mencoba sekuat tenaga
     b. Saya seorang yang tertib
12 a. Saya membuat orang lain melakukan apa yang saya inginkan
     b. Saya bukan seorang yang cepat gusar
13 a. Saya suka mengatakan kepada kelompok, apa yang harus dilakukan
     b. Saya menekuni satu pekerjaan sampai selesai
14 a. Saya ingin tampak bersemangat dan menarik
    b. Saya ingin menjadi sangat sukses
15 a. Saya suka menyelaraskan diri dengan kelompok
    b. Saya suka membantu orang lain menentukan pendapatnya
16 a. Saya cemas kalau orang lain tidak menyukai saya
     b. Saya senang kalau orang-orang memperhatikan saya
17 a. Saya suka mencoba sesuatu yang baru
     b. Saya lebih suka bekerja bersama orang-orang daripada bekerja sendiri
18 a. Kadang-kadang saya menyalahkan orang lain bila tejadi sesuatu
         kesalahan
      b. Saya cemas bila seseorang tidak menyukai saya
19 a. Saya suka menyenangkan hati orang yang memimpin saya
     b. Saya suka mencoba pekerjaan-pekerjaan yang baru dan berbeda
20 a. Saya menyukai petunjuk yang terinci untuk melakukan sesuatu
         pekerjaan
     b. Saya suka mengatakan kepada orang lain bila mengganggu saya
21 a. Saya selalu mencoba sekuat tenaga
     b. Saya senang bekerja dengan sangat cermat dan hati-hati
22 a. Saya adalah seorang pemimpin yang baik
     b. Saya mengorganisir tugas-tugas secara baik
23 a. Saya mudah menjadi gusar
     b. Saya seorang yang lambat dalam membuat keputusan
24 a. Saya senang mengerjakan beberapa pekerjaan pada waktu yang
         bersamaan
     b. Bila di dalam kelompok, saya lebih suka diam
25 a. Saya senang bila diundang
     b. Saya ingin melakukan sesuatu lebih baik dari orang lain
26 a. Saya suka berteman intim dengan teman-teman saya
     b. Saya suka memberi nasihat kepada orang lain
27 a. Saya suka melakukan hal-hal yang baru dan berbeda
b. Saya suka menceritakan keberhasilan saya dalam mengerjakan tugas
28 a. Bila saya benar, saya suka mempertahankannya mati-matian
b. Saya suka bergabung ke dalam suatu kelompok
29 a. Saya tidak mau berbeda dengan orang lain
b. Saya berusaha untuk sangat intim dengan orang-orang
30 a. Saya suka diajari mengenai caranya mengerjakan suatu pekerjaan
b. Saya mudah merasa jemu (bosan)
31 a. Saya bekerja keras
b. Saya banyak berpikir dan berencana
32 a. Saya memimpin kelompok
b. Hal-hal yang kecil (detail) menarik hati saya
33 a. Saya cepat dan mudah mengambil keputusan
b. Saya melakukan segala sesuatu secara rapih dan teratur
34 a. Tugas-tugas saya kerjakan secara cepat
b. Saya jarang marah atau sedih
35 a. Saya ingin menjadi bagian dari kelompok
b. Pada suatu waktu tertentu, saya hanya ingin mengerjakan satu tugas saja
36 a. Saya berusaha untuk intim dengan teman-teman saya
b. Saya berusaha keras untuk menjadi yang terbaik
37 a. Saya menyukai mode baju baru dan tipe-tipe mobil baru
b. Saya ingin menjadi penanggung jawab bagi orang-orang lain
38 a. Saya suka berdebat
b. Saya ingin diperhatikan
39 a. Saya suka menyenangkan hati orang yang memimpin saya
b. Saya tertarik menjadi anggota dari suatu kelompok
40 a. Saya senang mengikuti aturan secara tertib
b. Saya suka orang-orang mengenal saya benar-benar
41 a. Saya mencoba sekuat tenaga
b. Saya sangat menyenangkan
42 a. Orang lain beranggapan bahwa saya adalah seorang pemimpin yang baik
b. Saya berpikir jauh ke depan dan terinci
42 a. Seringkali saya memanfaatkan peluang
b. Saya senang memperhatikan hal-hal sampai sekecil-kecilnya
43 a. Orang lain menganggap saya bekerja cepat
b. Orang lain menganggap saya dapat melakukan penataan yang rapi dan
teratur
44 a. Saya menyukai permainan-permainan dan olahraga
b. Saya sangat menyenangkan
45 a. Saya senang bila orang-orang dapat intim dan bersahabat
b. Saya selalu berusaha menyelesaikan apa yang telah saya mulai
46 a. Saya suka bereksperimen dan mencoba sesuatu yang baru
b. Saya suka mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang sulit dengan baik
47 a. Saya senang diperlakukan secara adil
b. Saya senang mengajari orang lain bagaimana caranya mengerjakan
sesuatu
48 a. Saya suka mengerjakan apa yang diharapkan dari saya
b. Saya suka menarik perhatian
49 a. Saya suka petunjuk-petunjuk terinci dalam melakukan sesuatu pekerjaan
b. Saya senang berada bersama dengan orang-orang lain
50 a. Saya selalu berusaha mengerjakan tugas secara sempurna
b. Orang lain menganggap, saya tidak mengenal lelah, dalam kerja seharihari
51 a. Saya tergolong tipe pemimpin
b. Saya mudah berteman
52 a. Saya memanfaatkan peluang-peluang
b. Saya banyak berfikir
53 a. Saya bekerja dengan kecepatan yang mantap dan cepat
b. Saya senang mengerjakan hal-hal yang detail
54 a. Saya memliki banyak energi untuk permainan-permainan dan olahraga
b. Saya menempatkan segala sesuatunya secara rapih dan teratur
55 a. Saya bergaul baik dengan semua orang
b. Saya pandai mengendalikan diri
56 a. Saya ingin berkenalan dengan orang-orang baru dan mengerjakan hal
baru
b. Saya selalu ingin menyelesaikan pekerjaan yang sudah saya mulai
57 a. Biasanya saya bersikeras mengenai apa yang saya yakini
b. Biasanya saya suka bekerja keras
58 a. Saya menyukai saran-saran dari orang-orang yang saya kagumi
b. Saya senang mengatur orang lain
59 a. Saya biarkan orang-orang lain mepengaruhi saya
b. Saya suka menerima banyak perhatian
60 a. Biasanya saya bekerja sangat keras
b. Biasanya saya bekerja cepat
61 a. Bila saya berbicara, kelompok akan mendengarkan
b. Saya terampil mempergunakan alat-alat kerja
62 a. Saya lambat membina persahabatan
b. Saya lambat dalam mengambil keputusan
63 a. Biasanya saya makan secara cepat
b. Saya suka membaca
64 a. Saya menyukai pekerjaan yang memungkinkan saya berkeliling
b. Saya menyukai pekerjaan yang harus dilakukan secara teliti
65 a. Saya berteman sebanyak mungkin
b. Saya dapat menemukan hal-hal yang telah saya pindahkan
66 a. Perencanaan saya jauh ke masa depan
b. Saya selalu menyenangkan
67 a. Saya merasa bangga akan nama baik saya
b. Saya tetap menekuni satu permasalahan sampai ia terselesaikan
68 a. Saya suka menyenangkan hati orang-orang yang saya kagumi
b. Saya suka menjadi seorang yang berhasil
69 a. Saya senang bila orang-orang lain mengambil keputusan untuk
kelompok
b. Saya suka mengambil keputusan untuk kelompok
70 a. Saya selalu berusaha sangat keras
b. Saya cepat dan mudah mengambil keputusan
71 a. Biasanya kelompok saya mengerjakan hal-hal yang saya inginkan
b. Biasanya saya tergesa-gesa
72 a. Saya seringkali merasa lelah
b. Saya lambat dalam mengambil keputusan
73 a. Saya bekerja secara cepat
b. Saya mudah mendapat kawan
74 a. Biasanya saya bersemangat atau bergairah
b. Sebagian besar waktu saya untuk berpikir
75 a. Saya sangat hangat kepada orang-orang
b. Saya menyukai pekerjaan yang menuntut ketepatan
76 a. Saya banyak berpikir dan merencana
b. Saya meletakkan segala sesuatu pada tempatnya
77 a. Saya suka tugas yang perlu ditekuni sampai kepada hal sedetilnya
b. Saya tidak cepat marah
78 a. Saya senang mengikuti orang-orang yang saya kagumi
b. Saya selalu menyelesaikan pekerjaan yang saya mulai
79 a. Saya menyukai petunjuk-petunjuk yang jelas
b. Saya suka bekerja keras
80 a. Saya mengejar apa yang saya inginkan
b. Saya adalah seorang pemimpin yang baik
81 a. Saya membuat orang lain bekerja keras
b. Saya adalah seorang yang gampangan (tak banyak pertimbangan)
82 a. Saya membuat keputusan-keputusan secara cepat
b. Bicara saya cepat
83 a. Biasanya saya bekerja tergesa-gesa
b. Secara teratur saya berolahraga
84 a. Saya tidak suka bertemu dengan orang-orang
b. Saya cepat lelah
85 a. Saya mempunyai banyak sekali teman
b. Banyak waktu saya untuk berfikir
86 a. Saya suka bekerja dengan teori
b. Saya suka bekerja sedetil-detilnya
87 a. Saya suka bekerja sampai sedetil-detilnaya
b. Saya suka mengorganisir pekerjaan saya
88 a. Saya meletakkan segala sesuatu pada tempatnya
b. Saya selalu menyenangkan
89 a. Saya senang diberi petunjuk mengenai apa yang harus saya lakukan

b. Saya harus menyelesaikan apa yang sudah saya mulai




yang dilingkari jawaban  calon pegawai, kemudian dijumlah berdasar arah panah lalu dihitung jumlah di isikan di kotak kosong.





Cara Menjawab
Perhatikan terdapat dua anak panah (di atas dan di bawah) di masing-masing nomor.
Setiap anak panah selalu mengarah dan berakhir di huruf. Misalnya, soal nomor 24, dengan
melihat arah anak panah ke kanan, melewati nomor 14, 4, arah diagonal ke bawah melewati
soal nomor 5, 16, 27, 38, 49, 60 dan berakhir di huruf X di bawah lembar jawaban.
Penjelasan huruf-huruf
G = PERAN PEKERJA KERAS (Hard Intense Worked)

 Skor 3-4: bekerja untuk kesenangan saja, bukan hasil optimal
 Skor 4-7: kemauan bekerja keras tinggi
L = PERAN – PEMIMPIN (Leadership Role)

 Skor 5-9: memproyeksikan dirinya sebagai pemimpin suatu tingkat dimana,
menggunakan orang lain untuk tujuannya.
 Skor 4-0: cendurung tidak secara aktif menggunakan orang lain dalam bekerja
I = PERAN – MEMBUAT KEPUTUSAN (Ease in Decision Making)

 Skor 0-2: ragu – menolak mengambil keputusan
 Skor 3-4: berhati hati membuat keputusan
 Skor 5-7: berhati hati – lancar dan mudah mengambil keputusan
 Skor 8-9: tidak ragu dalam mengambil keputusan
T = PERAN SIBUK (Pace)

 Skor <4: melakukan segala sesuatu menurut kemauannya sendiri
 Skor 4-6: tergolong aktif secara internal dan mental
V = PERAN PENUH SEMANGAT (Vigorous Type)

 Skor <5: cenderung pasif
 Skor 5-7: aktif secara fisik, cenderung sportif
S = PERAN HUBUNGAN SOSIAL (Social Extension)

 Skor <6: perhatian rendah terhadap hubungan social, kurang percaya pada orang lain
 Skor 6-9: kepercayaan tinggu dalam hubungan social, suka interaksi social
R = PERAN ORANG YANG TEORITIS (Theoretical Type)

 Skor 0-4: kurang perhatian, bersifat praktis
 Skor 5-9: nilai nilai penalaran tergolong tinggi
D = PERAN BEKERJA DENGAN HAL – HAL RINCI (Interest in Working With Details)

 Skor 0-3: menyadari kebutuhan akan kecermatan, tetapi tidak berminat bekerja detail
 Skor 4-9: minat tinggi untuk bekerja secara detail
C = PERAN MENGATUR (Organized Type)

 Skor 0-2: fleksibel – tidak teratur
 Skor 3-5: teratur tetapi tidak tergolong fleksibel
 Skor 6-9: keteraturan tinggi cenderung kaku
E = PERAN PENGENDALIAN EMOSI (Emotional Resistant)

 Skor <2: terbuka, cepat bereaksi, tidak normative
 Skor 2-3: terbuka
 Skor 4-6: punya pendekatan emosional seimbang ,mampu mengendalikan
 Skor > 6: sangat normative, kebutuhan pengendalian diri yang berlebihan
N = KEBUTUHAN MENYELESAIKAN TUGAS SECARA MANDIRI (Need to Finish
Task)

 Skor <3: menunda atau menghindari pekerjaan
 Skor 3-4: berhati hati atau ragu dalam bekerja
 Skor 4-6: cukup bertanggung jawab pada pekerjaan
 Skor 6-9: tekun, tanggung jawab tinggi
A = KEBUTUHAN BERPRESTASI (Need to Achieve)

 Skor 0-5: ketidakpastian tujuan, kepuasan dalam suatu pekerjaan, tidak ada usaha
lebih
 Skor 6-9: tujuan jelas, kubutuhan sukses dan ambisi tinggi
P = KEBUTUHAN – MENGATUR ORANG LAIN (Need to Control Others)

 Skor 5-9: tingkat kebutuhan untuk menerima tanggung jawab orang lain, menjadi
orang yang bertanggung jawab.
 Skor 4-0: menurunnya keinginan untuk bertanggung jawab pada pekerjaan dan
tindakan orang lain.
X = KEBUTUHAN UNTUK DIPERHATIKAN (Need to be Noticed)

 Skor <2: cenderung pemalu
 Skor 2-3: rendah hati, tulus
 Skor 4-5: memiliki pola perilaku yang unik
 Skor 6-9: membutuhkan perhatian nyata
B = KEBUTUHAN DITERIMA DALAM KELOMPOK (Need to Belong to Groups)

 Skor 0-3: selektif
 Skor 4-5: butuh diterima, tapi tidak mudah dipengaruhi kelompok
 Skor 6-9: butuh disukai dan diakui, mudah dipengaruhi
O = KEBUTUHAN KEDEKATAN DAN KASIH SAYANG (Need for Closeness and
Affection)

 Skor <3: tidak suka hubungan perorangan
 Skor 3-4: sadar akan hubungan perorangan, tapi tidak terlalu tergantung
 Skor 5-9: sangat tergantung, butuh penerimaan diri
Z = KEBUTUHAN UNTUK BERUBAH (Need for Change)

 Skor 0-2: tidak suka berubah
 Skor 3-4: tidak suka perubahan jika dipaksakan
 Skor 5-6: mudah menyesuaikan diri
 Skor 6-7: membuat perubahan yang selektif, berfikir jauh kedepan
 Skor 8-9: mudah gelisah, frustasi, karena segala sesuatu tidak berjalan fantastis
K = KEBUTUHAN UNTUK AGRESIF (Need to be Forceful)

 Skor 0-2: menhindari masalah, menulak, untuk mengenali situasi sebagai masalah
 Skor 3-4: suka lingkungan tanang, menghindari konflik
 Skor 5: keras kepala
 Skor 6-7: agresi berhubungan dengan kerja, dorongan semangat bersaing
 Skor 8-9: agresif, cendering defensive
F = KEBUTUHAN – MEMBANTU ATASAN (Need to Support Authority)

 Skor 6-9: bersikap setia dan membantu, kemungkinan bantuannya bersifat politis
 Skor 4-5: setia terhadap perusahaan
 Skor 2-3: mengurus kepentingan sendiri
 Skor <2: cenderung egois, kemungkinan bisa memberontak
W = KEBUTUHAN MENGIKUTI ATURAN DAN PENGAWASAN (Need for Rules and
Supervision)

 Skor <4: berorientasi pada tujuan, mandiri
 Skor 4-5: kebutuhan akan pengarahan dan harapan yang dirumuskan untuknya
 Skor 6-9: meningkatnya orientasi terhadap tugas dan membutuhkan instruksi yang

jelas

Saturday, April 27, 2019

Karasteristik Kepribadian berdasarkan urutan kela...


Karasteristik Kepribadian berdasarkan urutan kelahiran


Penting bagi kita untuk tahu, adakah pengaruh urutan kelahiran terhadap karasteritik kepribadian seseorang ?. Adler mengemukakan ada pengaruhnya, karena faktor perhatian orang tua jadi penentu  terutama Ibu.
1.Anak pertama
Anak Pertama memperoleh perhatian yang tidak terbagi,kehilangan perhatian ketika adiknya lahir, Harus rela melepas untuk adiknya, ini menyebabkan punya rasa melindungi dan perhatian, namun juga ada kejelekannya yakni hostile/memusuhi , takut tidak nyaman, kurang bisa adaptasi,pesimis, konservatif, taat aturan, sebagian besar anak bikin masalah.
Contoh :Veronika Yasinta Anak Sulung yg sukses jadi PM

2.Anak Tengah 
Berapapun jumlahnya anak terlahir diantara anak pertama dengan anak terakhir termasuk anak tengah. 
Dalam perhatian berebut dengan kakaknya seperti perlombaan ,harus berbagi dengan kakaknya, hal ini menyebabkkan punya sikap ambisius, bisa lebih punya sosial dan penyesuaian diri dari kakaknya. Kejelekannya suka memberontak, irihati, tidak mau kalah, susah jadi orang taat  aturan.


3.Anak terakhir
Anak terakhir biasanya  banyak mendapat perhatian apalagi jika punya kelebihan fisik dari kakak kakaknya, banyak dilindungi, manja. Kebaikannya jika banyak belajar dan dilatih kecakapannya bisa  lebih unggul dari kakak-kakaknya. Kejelekannya merasa inferior dari orang lain, sebagian besar bermasalah dan kurang adaptasi.

4.Anak Tunggal
 Anak Tunggal adalah Anak satu satunya yang tidak punya saudara kandung, perhatian orang tua tidak dibagi, tidak punya saingan Ayah sebagai saingannya. Hal ini menyebabkan selalu ingin jadi pusat perhatian, malas berkompetisi, selalu merasa benar dan susah menyesuaikan diri.

Manfaat bagi SDM adalah untuk menjadi pertimbangan dalam menempatkan pekerjaan yang cocok. Sebagai contoh Anak Pertama cocok menjadi Pemimpin karena sifat melindungi, namun butuh staff yang membantu supaya ada yang mengendalikan sifat yang tidak produktif seperti dorongan sifat hostile. 


Sumber Pustaka : Alfred Adler's, Personality Character as a function of Birth Order,1950.


Friday, April 26, 2019

Panduan Wawancara 1


PANDUAN  WAWANCARA 1


1. Problem Solving/pemecahan masalah
Kemampuan akar sumber masalah dan  memecahkan masalah yang hadapi secara logis dan praktis.


   
 Contoh  : Apa saja yang menjadi pertimbangan anda dalam menentukan   topik masalah ?

2. Analytical Thingking


Kemampuan melakukan analisa permasalahan
Contoh : Darimana saja anda mengetahui sumber permasalahan tsb ?

3. Planning Organising / kemampuan menyusun sistimatika kerja.
Kemampuan merencanakan tata cara kerja atau metode yang diambil dalam mencapai tujuan. 

Contoh : Bagaimana hasilnya terhadap kelangsungan proses kerja ditempat kerja anda ?

4. Manage Execution
Kemampuan mengelola dan mengendalikan kerja,dalam fungsi manajerial adalah kapasistas leadership atau Leading. 
Contoh : Seberapa sering anda memeriksa kembali hasil pekerjaan anda ?

5. Decision making

Kemampuan kandidat dalam mengambil keputusan
Contoh : Ceritakan situasi dimana anda membuat keputusan yang tidak populer ?

6. Managing People
Gali kemampuan memimpin atau fungsi skill humanisme. 
Contoh : Bagaimana anda mendelegasikan tugas-tugas tersebut ?

7. Personal effectiveness
Gali kemampuan komunikasi yang efektif, pengetahuan bisnis, achievmeent,dan adaptasi
Contoh : bagaimana volume suara ketika bicara ?
Contoh : Apa yang diharapkan dari anda oleh perusahaan ?
Contoh : Apakah anda sudah merasa puas dengan target tercapai selama ini ? Sebutkan alasannya





Thursday, April 25, 2019

Psikilogi Industri




Pengaruh Latar Belakang Keluarga dlm Rekrutmen

Dasar yg mensituasikan dalam lingkungan keluarga sangat mempengaruhi personelity seseorang, apakah temperamen tidak, halus tidak juga emosi.

Ada beberapa hal yg perlu kita telaah jika kita ingin rekrut calon yakni :

1. Orang Tua Calon
    Hal ini situasi dasar perilaku orang tua, tetap ada yang terekam
    dan bisa suatu saat muncul, baik berupa sifat,motivasi dan skill.
2. Urutan Kelahiran
     Dasarnya adalah perhatian orang tuaa  terhadap anak, Anak
     dibedakan anak sulung,anak tengah, anak terakhir dan anak
     tunggal. Nah karena dasar adalah perhatian, terutama dari Ibu
    maka akan memiliki sifat,sikap dan kepribadian tidak sama.

Sebagai HRD kita perlu  membuat form yang bisa ungkap hal-
hal diatas, karena pegawai nanti bekerja di dalam organisasi.

Friday, January 15, 2016

Psikotes dalam Rekrutmen

Psikotes


Dalam langkah SDM mengalami berbagai tahap yakni: Analisa Jabatan. Spesifikasi Jabatan, Rekruitmen. Penilaian Karyawan dan Training beserta Pengembangan Karyawan.

Dalam langkah Rekruitmen, setelah mengetahui akan kebutuhan karyawan kadang perlu menggunakan Psikotes, untuk mengetahui Bakat dan kepribadian calon cocok tidak dengan jabatan yang akan diemban. Memang kadang ada pekerjaan yang cara rekrut cukup dengan mengasses skill yang dimiliki seperti tenaga operator, sehingga tidak perlu adanya Psikotes, namun untuk jajaran manajerial perlu dilakukan Psikotes karena kemampuan manajerial perlu adanya aspek-aspek psikologis yang tepat.

Dalam Psikotes banyak kalangan berpandangan skeptis, dengan argumen alat tes yang dipakai sudah layak dan mudah ditebak, hal ini karena orang awan tidak mengerti bagaimana suatu aspek psikologi itu di intepretasi.
Memang Psikotes banyak yang lakukan bimbingan belajar namun tidak bisa sempurna benar benar persis yang dikembangkan, terutama tes graphologi dengan aturan yang benar yakni maksimal waktu 12 menit, baik DAP, Warteg tes maupun Baum Tes. 

Sebagai ilustrasi, tes IQ kadang orang awan berpandangan tidak ada kolerasinya antara nilai subtes IQ dengan kepribadian, sehingga kalau mau dianggap kepribadian lulus cukup dengan merekayasa tes kepribadian seperti gambar grafis yang detil, dan segala macam trik yang hanya berdasarkan logika analisa masing-masing. Padahal seorang Psikolog yang berpengalaman dalam melakukan intepretasi batery tes, bisa cek and crossing diantara alat yang dipakai, dalam arti bahwa alat tes IQ nilai skor aspek subtes sebenarnya bisa untk interpretasi kepribadian, demikian sebaliknya alat tes Kepribadia seperti DAP ( gambar Orang ) bisa untuk interpretasi IQ seseorang, itulah kenapa kalau melakukan Tes IQ tidak hanya 1 batery Tes karena supaya hasil mendekati valid akan dilihat dari berbagai alat Tes.

Sebagai contoh apa yang diungkapkan oleh Prof Donald P.,Ogdon,Ph.D., bahwa anak yang nakal bisa diinterpretasi dari berbagai alat tes karena bisa ada perbandingan antara IQ Verbal dengan IQ Perfomance yang menyolok, juga disertai kemampuan Aritmatikanya, juga ada tidak kecenderungan di dalam gambar orang.

Itulah kenapa dalam profesi Manajerial, Jabatan-jabatan Strategis dan bagian Pelayanan perlu dilengkapi Psikotes bukan semata dari Skill atau pengalaman. sebagai gambaran seorang Marketing dalam spesifikasinya harus pandai komunikasi, harus ulet dalam arti tahan terhadap tekanan, harus bisa mengendalikan emosi, harus bermotivasi tinggi, hal-hal ini bisa diinterpretasi dalam cara diassesmen lewat Psikotes, sehingga kita bisa menempatkan suatu pekerjaan marketing harus sesuai spesifikasi yang dipenuhi.

Memang banyak cara assesment dalam merekrut karyawan bisa dari wawancara, bisa dari track record hidupnya, namun Psikotes adalah salah satu sisi yang penting yang tersembunyi, karena didapat dari pengalaman selama perkembangannya akan keluar kemampuan tersebut ketika mendapatkan tantangan dan pemecahan masalah.
Aspek aspek Psikotes yang diungkap :

A.  Inteligency atau IQ
IQ adalah kapasitas mental seseorang dalam memahami, menghadapi kehidupan. Orang yang BerIQ normal dan diatas rata rata normal mempunyai kemampuan beradaptasi sesuai masyarakat sekitarnya, mampu mengkanalisasi mana perilaku yang disyaratkan oleh lingkungannya agar mendapat bagian peran dengan lingkungan, berbeda dengan yang berIQ rendah sangat sulit untuk bisa memahami tuntutan dunia luar dari dirinya, maka sering alami keterbelakangan mental. Banyak faktor yang menentukan kesehatan IQ seseorang diantaranya genetik, gizi saat dalam kandungan dan pola asuh baik keluarga dan lingkungan sekitarnya. 

B. Aspek Sistimatika Kerja. 
Aspek ini menggali bakat dan kapasitas dalam bekerja secara efektif dan produktifnya, baik cara berpikir, dan visual motorik seseorang. Faktor ketrampilan sistematik bisa dilatih terutama gerakan motorik karena lebih ke arah beban kerja otot otot fisik seseorang, walau juga faktor genetik juga menyumbang bakat seseorang. 

C. Kepribadian
Kepribadian atau Trait seseorang adalah karakter atau sifat yang membentuk perilaku atau sifat, tentunya yang digali adalah terbatas pada sifat yang ada hubungan dengan produktifitas kinerja. Sifat Mandiri, mudah menyesuaikan diri, kreatifitas adalah sifat -sifat yang membantu seseorang berProduktif

D. Minat 
Bahwa setiap orang punya minat berbeda beda walau kadang juga sama karena pengaruh lingkungan ,ini perlu digali dalam psikotes karena minat adalah bahan dasar dari motivasi seseorang, dimana merupakan dorongan dari dalam diri seseorang untuk berbuat, bersikap, berperilaku untuk mencapai tujuan. Dalam dunia kerja itu motivasi memegang faktor separo dari keberhasilan kinerja, dimana sesuai Formula :// f=mxA, dimana (f) sebagai perfomce kinerja, (m) sebagai faktor motivasi dan (A) sebagai Bakat seseorang. 

*KEGUNAAN PSIKOTES DALAM REKRUTMEN*  
Singkatnya: `Wawancara ngukur "apa yg dia katakan". Psikotes ngukur "apa yg dia sebenarnya"`


7 KEGUNAAN UTAMA PSIKOTES SAAT REKRUTMEN
Kegunaan Diukur Apa Contoh di KPU
**1. VALIDASI KOMPETENSI**
Cocok tidak dengan jabatan Tes Ketelitian untuk Divisi Teknis Pemilu
**2. DETEKSI RISIKO**
Integritas, kejujuran, potensi pelanggaran Tes Kepribadian: rawan suap/tidak
**3. LIHAT POTENSI**
Bakat yg belum kelihatan di CV IQ + Penalaran untuk calon analis data
**4. PREDIKSI KINERJA**
Konsistensi, stres, cara kerja Tes Kraepelin: tahan lembur saat rekap?
**5. PEMETAAN TIM**
Gaya kerja & konflik tim Introvert/Ekstrovert. Cocok jadi Manajer atau Anggota?
**6. HEMAT WAKTU & BIAYA**
Saring 500 pelamar jadi 50 500 orang wawancara = 1 bulan. Psikotes = 1 hari
**7. BUKTI OBJEKTIF**
Bela Pansel kalau digugat "Nilai psikotes C, jadi tidak lolos" ada datanya


JENIS PSIKOTES YG BIASA DIPAKAI UNTUK PEMIMPIN.

*A. TES KEMAMPUAN / INTELEGENSI*
1.  *Tes IQ / IST / CFIT*: Daya nalar, logika, pecah masalah  
    `Gunanya`: Lihat bisa tidak bedah Peraturan  yg rumit
2.  *Tes Angka & Logika*: Ketelitian  
    `Gunanya`: Cocok untuk Divisi Keuangan

*B. TES KEPRIBADIAN*
1.  *PAULI / KRAEPELIN*: Kecepatan, ketahanan, konsistensi  
    `Gunanya`: Tahan banting atau tidak
2.  *BIG FIVE / DISC / MBTI*: Sifat dasar  
    `Gunanya`: Deteksi: Disiplin, Teliti, Agresif, Jujur
3.  *EPPS / TAT*: Motif tersembunyi  
    `Gunanya`: Butuh pengakuan, butuh kekuasaan, takut gagal

*C. TES INTEGRITAS & MINAT*
1.  *Tes Grafis / Wartegg*: Proyeksi diri, emosi  
    `Gunanya`: Lihat agresi, labilitas emosi
2.  *Tes Minat Bakat*: Cocok di divisi apa  
    `Gunanya`: Jangan taruh orang sosial ke divisi hukum



 KELEBIHAN PSIKOTES

1.  *Objektif
Tidak bisa "akting" 3 jam tes seperti saat wawancara 15 menit
2.  *Prediktif
Riset: Gabungan wawancara + psikotes akurasinya 70%. Wawancara doang 30%
3.  *Hukum
 Jadi dasar kuat kalau calon protes "saya kok tidak lolos"
4.  *Ungkap "Blind Spot"* 
 Ada orang pinter tapi tidak stabil emosi. Ketahuan di tes


 KETERBATASAN PSIKOTES - JANGAN DEWAKAN

1.  *Bukan penentu tunggal* - Harus gabung dgn wawancara + rekam jejak + kesehatan
2.  *Bisa "dilatih"* - Ada bimbel psikotes. Makanya soal harus ganti2
3.  *Tergantung alat & psikolog* - Kalau yg ngetes asal2an, hasilnya sampah
4.  *Budaya* - Beberapa tes buatan barat kurang cocok dgn budaya Indonesia


*5. CONTOH 
Hasil Tes Artinya Tindakan Pansel
**IQ Tinggi + Konsistensi Rendah** Pinter tapi tidak teliti Jangan taruh di Divisi Teknis
**Integritas Rendah** Rawan konflik kepentingan Gugur, walau pengalaman bagus
**Stres Tinggi + Ekstrovert** Bagus saat kampanye, drop saat krisis Taruh di Divisi 
**Kepemimpinan Tinggi + Empati Rendah** Komando kuat, tim takut Butuh pembinaan
---

*6. ALUR IDEAL REKRUTMEN DGN PSIKOTES*

`Administrasi` → `CAT` → `Psikotes` → `Wawancara 4F` → `Kesehatan` → `Wawancara Akhir`

Kenapa psikotes sebelum wawancara?  
Biar saat wawancara Pansel bisa nanya: "Di tes tertulis Anda skor ketelitian rendah. Kasih contoh kapan Anda teliti?"

Jadi wawancara lebih tajam.



*KESIMPULAN 1 KALIMAT*
`Psikotes bukan untuk mencari "orang sempurna". Tapi untuk menghindari "orang yg salah" masuk ke posisi yg salah.`



Sumber Pustaka : Dale S Beach, Pyichodianostic and Assessment of The Personnel of Work, 1968.

Friday, April 17, 2015

Interpretasi IST sederhana

 Inteligency Structure Tes 



Berbeda dengan wechsleer dikembangkan lebih kearah diagnosa klinis  alat tes ini dikembangkan ahli dari Jerman Rudolf A memang untuk seleksi kepegawain instansi atau Pemerintah. 
Interpretasi IST banyak digunakan dalam psikotes dekade ini.    Para praktisi HRD tentu sangat ingin tahu tentang kemungkinan keberhasilan Pegawainya, setelah melakukan tes IST, karena alat ini sangat lengkap untuk memprediksi bakat dalam kecocokan dalam pekerjaan.
IST singkatan dari Intelligenz Struktur Test, yang dicipta oleh Rudolf Amthauer, dan yang diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa dan dibuat norma adalah IST 70. Walau dekade ini telah terjadi perkembangan, terutama adalah adanya penambahan subtes tentang Memori. 

 1. Mengetahui berpikir teoritis 
Menunjukan profil M dibuat nilai dari 4 subtes pertama yang terdiri lembah-bukit, menunjukan adanya bakat Teoritis atau Bahasa .

2. Berbakat Praktis atau berpikir praktis. 
Kebalikan dari grafik diatas, adalah Profil W dari nilai 4 subtes yang terdiri bukit-lembah, menunjukan adanya Bakat lebih Praktis.

 Untuk bakat-bakat Pekerjaan yang lain tentu harus mempertimbangkan subtes-subtes yang lain, dimana dalam IST terdiri dari 9 subtes yang masing-masing mengungkap profil kecerdasan tertentu. 
a.  SE ( satzergaenzung )
Subtes ini mengukur judgement subyek apakah berpikir mandiri atau ketergantungan pada orang lain. 

b.  WA ( wortauswahl )
Subtes ini mengukur kemampuan Bahasa secara induktif, rasa empaty. 

c.  AN ( Analogien )
Subtes ini mengukur kemampuan analisis sekaligus kesimpulan, menerapkan hasil penemuanya dengan dua pengertian yang lain. 

d.  GE ( Gemeinsamkeiten ) 
Subtes ini mengukur kemampuan abstraksi dalam bahasa. 

 e. RA ( Rechenaufgaben )
Subtes ini mengukur kemampuan Praktis dalam berhitung, bersama dengan bahasa menunjukan kemampuan skolastik. 

 f. ZR ( Zahlenrcihen )
Subtes ini  mengukur kemampuan berhitung secara teoritis, fleksibilitas, dan kreatifitas.

g.  FA ( Figurenauswhal )
Subtes ini mengukur imijinasi berupa visual, yang digabungkan menjadi kesimpulan, ini menunjukan kreatifitas dalam merekrontuksi.

 h. WU( wuerfelaufgaben)
Subtes ini mengukur kreatifitas dan fleksibilitas berpikir. 

i ME( merkaufgaben)
Subtes ini  mengukur kemampuan mengingat atau memori. 

 Dari ungkapan tesebut, seandainya subyek walau IQ tinggi dan adanya bebakat Teoritis, namun jika abstraksi nilai rendah, tentu tidak akan berbakat menjadi Guru.
Dalam praktek penggunaan IST tidak berdiri sendiri, terutama untuk rekrutmen dikombinasikan dengan alat lain seperti kreeplin atau pauli untuk memperkuat fungsi menggali tanggung jawab bersama deret angka dan aritmatika. 
Demikian juga bantuan tes grafis seperti tes Warteg untuk memadukan dengan subtes bahasa dalam menggali pola berpikir seseorang yang lebih condong berperasaan atau tidak. 

Meskipun tidak ada satu tanda tunggal pada pemindaian otak (brain scan) yang secara instan menunjukkan "orang ini jenius", neurosains modern (menggunakan fMRI, EEG, atau PET scan) telah menemukan beberapa struktur dan pola aktivitas otak yang khas pada individu dengan kecerdasan di atas rata-rata.

Berikut adalah tanda-tanda utama pada pemindaian otak yang berkorelasi dengan kecerdasan tinggi:

1. Konektivitas Jaringan Otak yang Sangat Efisien

  • Efisiensi Neural (Neural Efficiency Hypothesis): Ketika menyelesaikan masalah rumit, otak orang cerdas justru menunjukkan aktivitas metabolic/glukosa yang lebih rendah di daerah tertentu. Otak mereka bekerja secara efisien—hanya mengaktifkan "sirkuit" yang benar-benar dibutuhkan tanpa membuang-buang energi.

  • Konektivitas Jarak Jauh: Pemindaian fMRI menunjukkan bahwa bagian-bagian otak yang letaknya berjauhan (seperti lobus frontal dan parietal) terhubung dengan sangat kuat dan dapat berkomunikasi dengan sangat cepat.

2. Integrasi Parieto-Frontal (Teori P-FIT)

Teori utama dalam neurosains kecerdasan adalah P-FIT (Parieto-Frontal Integration Theory). Pemindaian orang cerdas umumnya menunjukkan integrasi dan koordinasi yang sangat solid antara dua area utama:

  • Korteks Prefrontal: Bertanggung jawab atas perencanaan, pemecahan masalah, fungsi eksekutif, dan logika.

  • Korteks Parietal: Bertanggung jawab untuk memproses informasi sensorik, pengenalan pola, dan pemrosesan spasial.

3. Volume dan Ketebalan Substansi Kelabu (Gray Matter)

  • Substansi Kelabu yang Lebih Padat: Pemindaian MRI struktural menunjukkan volume atau kepadatan gray matter yang lebih tinggi di area-area penting (terutama lobus frontal dan parietal). Gray matter berisi badan sel saraf yang memproses informasi.

  • Korelasi: Volume gray matter yang lebih besar sering dikaitkan dengan memori kerja (working memory) dan kecepatan pemrosesan informasi yang lebih baik.

4. Integritas Substansi Putih (White Matter) yang Tinggi

  • "Kabel" Komunikasi yang Kuat: White matter berfungsi seperti kabel serat optik yang menghubungkan berbagai area otak. Melalui pemindaian Diffusion Tensor Imaging (DTI), individu berintelegensi tinggi menunjukkan struktur white matter yang lebih tebal dan terlindungi (myelinated), memungkinkan transmisi sinyal listrik yang jauh lebih cepat.

5. Mikrostruktur Dendrit yang Lebih Efisien

  • Penelitian terbaru menunjukkan bahwa orang dengan skor IQ tinggi memiliki sel saraf (neuronal) yang lebih jarang tetapi memiliki percabangan dendrit yang lebih panjang dan terorganisasi. Pemindaian mikro-MRI melihat bahwa struktur ini meminimalkan "kebisingan" (noise) sinyal listrik di otak.

Catatan Penting: Pemindaian otak saat ini digunakan untuk penelitian kecerdasan secara umum dan populatif, bukan sebagai alat diagnosis IQ individual. Kecerdasan adalah hasil interaksi kompleks antara faktor genetik, lingkungan, fleksibilitas saraf (neuroplasticity), serta berbagai jenis kecerdasan (emosional, kreatif, maupun logis).

Menurut riset bahwa keberhasilan ist untuk  rekrutmen menyumbang 40%, sedang lainnya harus disertai potensi akademik dan wawancara agar mencapai 100% kevaliditasnya. 

Sumber Pustaka : Rudolf Amthaeur, IST Manual, 1970

Tuesday, April 7, 2015

Perhitungan Gaji Pokok Sederhana

Perhitungan Gaji sederhana Ada beberapa Faktor suatu Perusahaan bisa berjalan dan produktif, diantaranya adalah faktor ekonomi terutama Upah atau gaji Pegawainya. Dasar dan perhitungan Upah banyak jenis dan caranya, namun yang paling diabdopsi adalah Point System. Disini akan kita ilustrasikan secara sederhana yang diabdopsi dari Halsey Plan, dimana harus kita masukan faktor2 dalam analisa jabatan supaya memudahkan perhitungan point yang kita terapkan, faktor-faktor tersebut misalnya kita batasi hanya 5, yakni : Pendidikan, Pengalaman, Tanggung Jawab, Sosial Relation dan Resiko. 
a. Faktor Pendidikan : 1. SMA Point : 10 2. D3 Point : 20 3. S1 Point : 30 4. D IV Point : 40 5. S2 Point : 50

b.  Faktor Pengalaman : 1. 0-1 Th Point : 10 2. 2-5 Th Point : 20 3. 6-8 Th Point : 30 4. 9-14 Th Point : 40 5. 15 th > Point : 50 

c.  Faktor Tanggung Jawab : 1. Belum ada tanggung jawab karena sebatas Pelaksana Point : 10 2. Bertanggung Jawab terhadap Pegawai Groupnya Point : 20 3. Bertanggung Jawab terhadap bawahan / Supervisor : 30 4. Bertanggung Jawab terhadap para Manajer Point : 40 5. bertanggung Jawab Para Direktur Umum dan Teknik Point : 50 

d.  Sosial Relation: 1. Relasi sesama Pegawai kelompok 1 tingkat Point : 10 2. Relasi Anak buah tingkat Penyelia Point : 20 3. Relasi Anak Buah Supervisor dan sesama Manajer Point : 30 4. Relasi Anak Buah dan sesama Direktur Point : 40 5. Relasi Dirum, Direktur Teknik, Stockholder dan Pemerintah Point : 50

e.  Resiko: 1. Tidak ada Resiko Point : 10 2. Ada Resiko sederhana Point : 20 3. Resiko Cukup berat Point : 30 4. Resiko Berat Point : 40 5. Resiko Sangat Berat : 50 Karena Upah sudah ditetapkan oleh Pemerintah berupa Upah Minimum, misalkan diambil contoh Rp 2.500.000,- kita ambil jumlah Point yang paling kecil yakni jumlah Point 50, maka tiap Point dihitung = 2.500.000:50 = Rp 50.000,-. Seandainya Direktur Utama ; maka gaji pokok sbb. point Pendidkan : 50, point Pengalaman : 50, point Tanggung Jawab : 50, Point Relasi : 50, Point Resiko : 50, Jumlah : 250, Gaji Pokoknya adalah sebagai Direktur Utama : 250 X Rp. 50.000,- = Rp.12.500.000,-. tentang Bonus atau tunjangan diperhatungkan tersendiri, namun tidak boleh melebihi 50 % dari UMK, namun untuk tingkat Manajerial biasanya banyak tunjangan-tunjangan yang kemungkinan gaji Kotor sangat besar karena sesuai Pengetahuan, Pengalaman dan Resiko Tanggung Jawabnya.
 
Sumber Pustaka : Dale S Beach, The Psikodiagnosis and assesment people at Work,1968