Rekrutmen di Lembaga Pemasyarakatan
Psikotes & wawancara di Lembaga Pemasyarakatan (CPNS Kemenkumham / Kemenimipas) berbeda dengan rekrutmen perusahaan biasa. Di Lapas yang dites bukan pintar saja, tapi *mental tahan banting dan tidak bisa disuap.*
Ini bocoran pola lengkapnya biar lolos:
1. PSIKOTES REKRUTMEN LAPAS
Biasanya 1 hari penuh, gugur di tempat. Ada 6 alat tes:
A. Kraepelin / Pauli (Koran)
- Deretan angka 0-9 harus dijumlahkan ke atas secepatnya selama 20-30 menit.
- Yang dinilai: Daya tahan, kecepatan, emosi stabil, kekuatan memori. Jangan anjlok di menit akhir.
- *Tips Lapas:* Grafik harus stabil naik, jangan awal kencang akhir drop. Itu dibaca sebagai "mudah stres di tekanan Lapas".
b. Army Alpha
- Tes instruksi: "Coret angka ganjil, lingkari angka genap" dengan instruksi yang sangat cepat.
- Yang dinilai: Konsentrasi di bawah tekanan atasan, cepat bertindak dan konsentrasi
. Situasi serupa di Lapas dapat perintah tiba-tiba.
- *Tips:* Salah dengar = gugur. Fokus, jangan lihat teman.
C. Tes Wartegg (8 Kotak Gambar)
- 8 kotak ada titik, garis, lengkung. Kamu lanjutkan jadi gambar bebas.
- Yang dinilai: Karakter, emosi, ada kelainan atau tidak, ada kecenderungan agresif, bertindak dengan logika atau perasaan
- Celana di Lapas: Jangan gambar senjata tajam, darah, tengkorak, orang dipenjara.
Langsung TMS (Tidak Memenuhi Syarat). Gambarlah benda netral: bunga, rumah, perahu.
D. Tes BAUM (Gambar Pohon) & DAP ( Menggambar Seseorang)
- Disuruh gambar pohon dan gambar orang.
- Yang dinilai: Kematangan, ego, cara pandang terhadap otoritas.
- Tips Lapas:Pohon harus lengkap: akar, batang, mengomel, daun, buah. Jangan gambar pohon mati, tumbang, atau tanpa akar. Gambar orang harus lengkap, rapi, pakaian dinas (jangan gambar orang aneh).
2. Tahap Wawancara
Wawancara dalam rekrutmen instansi pemasyarakatan biasanya dilakukan oleh tim penguji (bisa dari psikolog, pejabat internal kementerian/lapas).
Poin-poin yang sering digali meliputi:
• Motivasi dan Integritas:
• Pertanyaan: "Mengapa Anda ingin bekerja sebagai petugas lembaga pemasyarakatan?" atau "Apa yang Anda ketahui tentang instansi ini?"
• Poin penilaian: Komitmen terhadap rehabilitasi sosial, bukan sekadar mencari pekerjaan atau status Pegawai Negeri Sipil (PNS).
• Manajemen Stres dan Kendali Emosi:
• Pertanyaan: "Bagaimana Anda mengatasi stres pekerjaan?" atau "Bagaimana Anda menghadapi individu/narapidana yang agresif?"
• Poin penilaian: Kemampuan de-eskalasi (meredam konflik tanpa kekerasan yang tidak perlu), kesabaran, dan ketenangan.
• Ketegasan dan Keadilan:
• Pertanyaan: "Ceritakan situasi ketika Anda harus menegakkan aturan secara adil kepada orang yang tidak Anda sukai," atau skenario meredakan konflik antar-narapidana.
• Poin penilaian: Kemampuan bersikap tegas namun tetap menjunjung tinggi aturan dan HAM.
• Penampilan dan Sikap (Attitude):
• Sikap tubuh yang tegap, sopan santun, tidak gugup berlebihan, kerapian berpakaian, serta kecakapan dalam bertutur kata menjadi penilaian krusial.
Sumber Pustaka:
James D Ogdon, Psikodiasnotik dan asesmen personal at work,1968
Tidak ada komentar:
Posting Komentar