ilmu2hrd.blogspot.com

Pages

Saturday, August 29, 2026

Seleksi Pegawai / Pejabat yang Dominan Sebagai Manusia Ekonomi

 Tipe Pegawai Manusia Ekonomi.

Tipe Manusia Ekonomi adalah segala sesuatu yang dipikirkan,atau dilakukan untuk kepentingan ekonomi, dimana lebih dominan untuk selalu menerapkan prinsip prinsip ekonomi,dan ada kemungkinan bisa membantu kesuksesan Perusahaan jika kita menapatkan calon Pegawai yang Dominan tipe Ekonomi.

Karakteristik Utama Homo Economicus (Teori Klasik)

Bertindak Rasional: 

Selalu menggunakan logika dan pertimbangan untung-rugi sebelum mengambil keputusan.

Memaksimalkan Keuntungan/Utilitas:

 Berusaha mendapatkan hasil terbaik sebagai konsumen (kepuasan maksimal) maupun produsen (keuntungan maksimal).

Kepentingan Pribadi (Kepentingan Pribadi):

 Didorong oleh keinginan untuk memenuhi kebutuhan dan kepentingan diri sendiri.

Informasi Sempurna: 

Dianggap memiliki kapasitas dan data yang cukup untuk menimbang berbagai pilihan secara tujuan.

PSIKOTES UNTUK UKUR TIPE EKONOMI

Setiap Instansi atau Perusahaan membutuhkan tipe Manusia Ekonomi seperti bagian Keuangan untuk efisiensi pembiayaan, bagian Penjualan untuk meningkatkan pendapatan.

Adapun alat psikotes yang bisa digunakan untuk Rekrutmen Pegawai berTipe ekonomi diantaranya:

PAPI Kostick `

G = Orientasi Tujuan Tinggi` = Target uang/karir

`R = Orientasi Peran Rendah` = Fleksibel demi hasil

`D = Ketegasan Tinggi` = Tegas ambil keputusan

`C = Ketelitian Tinggi` = Disiplin mencapai target

2 EPPS `

Ach = Prestasi Tinggi` = Prestasi Haus

`Mat = Materialisme` = Orientasi materi

`Ord = Pesanan Tinggi` = Efisien, tidak buang2 waktu

`End = Daya Tahan Tinggi` = Kerja keras demi uang

3 Lima Besar/ Lima Besar

C = Ketelitian Tinggi` = Disiplin

`N = Neuroticism Rendah` = Stabil saat rugi

`E = Extraversion Sedang-Tinggi` = Jago negosiasi


4 TPA / IST

`Logika Numerik + Analisis Kasus Bisnis` Skor < 50% = Lemah hitung untung rugi

5 Tes Minat Bakat / SDS Belanda

 Tipe E = Enterprising` = Jiwa bisnis, jualan, negosiasi

6 Tes SJT - Penilaian Situasional

Pilih skenario: keuntungan perusahaan vs etika`

*Paket Wajib Sales/Finance*: `PAPI G+D + EPPS Ach + TPA Numerik + Wawancara Kasus`  

*Paket Wirausaha*: `EPPS Ach + Lima Besar C + Tes SDS E`

Pengusaha itu bukan "paling pintar". Tapi paling ambil `tahan sakit + keputusan cepat + kreatif`

Berdasarkan penelitian Neuroscience of Entrepreneurship Bagian Otak Fungsi untuk Pengusaha Ciri Orang Aktif di Bagian Ini 

1 Korteks Prefrontal (PFC)

`Pengambilan Keputusan, Perencanaan, Kontrol Impuls` Bisa menahan godaan, mikir jangka panjang

2 Nukleus Akumbens

`Sistem Hadiah. Haus peluang & untung` Termotivasi target, semangat cari cuan

3 Amigdala

`Manajemen Takut & Risiko` `Pengusaha bagus`: Takut ada tapi tetap maju. `Bukan`: nekat buta

Korteks Cingulate Anterior (ACC)

 Deteksi Kesalahan + Fleksibilitas` Pivot cepat saat gagal. "Gagal = data"

5    Insula

Intuisi / "Firasat Bisnis"` Bisa "ngeh" ada peluang sebelum ada data

6 Hemisfer Kanan

 Kreativitas, Pola, Visi Besar` Lihat gambaran besar, bukan detail

7 Belahan Bumi Kiri

`Logika, Angka, Eksekusi` Bisa eksekusi kunjungan jadi SOP + laporan

Rumus Otak Pengusaha: `Kanan untuk Visi + Kiri untuk Eksekusi + PFC untuk Kontrol`


Berikut adalah cara efektif untuk melatih otak Anda agar memiliki ketajaman berpikir ala manusia ekonomi:

1. Kuasai Konsep Biaya Peluang (Opportunity Cost)Setiap pilihan selalu mengorbankan pilihan lain.

 Saat membeli barang seharga Rp1 juta, tanyakan: "Jika uang ini diinvestasikan, berapa ruginya 5 tahun lagi?"Evaluasi: Selalu menghitung nilai dari waktu yang Anda buang.

2. Penghapusan Sunk Cost FallacyManusia ekonomi tidak terjebak pada kerugian masa lalu yang tidak bisa kembali.

Jika film di bioskop membosankan, segera keluar. Jangan bertahan hanya karena "sayang tiketnya sudah dibeli". Prinsip: Fokus pada keuntungan masa depan, bukan kerugian masa lalu.

3. Berpikir di Ambang Batas (Marginal Thinking)Keputusan analisis ekonomi terbaik dibuat berdasarkan kegunaan tambahan (marginal utility).

Saat makan, tanyakan: Apakah sesendok es krim tambahan ini memberi kebahagiaan yang sepadan dengan kalorinya? .Berhenti bertindak saat biaya tambahan mulai melebihi keuntungan tambahan.

4. Gunakan Analisis Biaya-Manfaat (Cost-Benefit Analysis) Rasionalisasikan keputusan besar dengan angka dan data, bukan intuisi semata.

 Buat tabel dua kolom saat memilih keputusan (misal: pindah kerja). Beri bobot nilai angka pada aspek non-materi seperti tingkat stres atau waktu luang.

5. Kurangi Bias Emosional (Loss Aversion)Manusia psikologis takut kehilangan secara berlebihan. Manusia melihat risiko ekonomi secara statistik.

Otak latih menerima kerugian kecil demi potensi keuntungan jangka panjang yang masuk akal.Kontrol: emosi takut (FOMO) dan serakah (keserakahan) dengan sistem atau aturan tertulis.

6. Rutin Melatih Logika dan AngkaOtak ekonomi membutuhkan kemampuan kuantitatif yang tajam.

 Mainkan catur, sudoku, atau permainan strategi ekonomi (seperti Monopoly atau SimCity).

 Baca buku tentang perilaku ekonomi (Behavioral Economics) seperti Thinking, Fast and Slow karya Daniel Kahneman untuk mengenali kelemahan berpikir Anda sendiri. 

Kesimpulan 

Manusia Ekonomi selalu kaya gagasan gagasan yang praktis, kurang memperhatikan bentuk tindakan yang dilakukan sebab perhatiannya terutama tertuju pada hasil daripada tindakan, hasil pada dirinya sendiri, seluruh nilai-nilai kehidupan ditujukan menguasai benda benda.

Daftar Pustaka:

Sumardi Suryabrata,Drs.,MA.,pH.D, Psikologi kepribadian,Penerbit CV Rajawali Jakarta,1982.


Friday, August 28, 2026

Seleksi Pegawai yg tipe manusia politik dan melatihnya

 Homo Politicus 

Manusia politik (homo politicus) adalah individu yang aktif, peduli, serta melibatkan diri dalam proses kekuasaan, pengambilan keputusan, dan pengaturan kehidupan bermasyarakat atau bernegara.

Berikut adalah ciri-ciri utama manusia politik:

1. Kesadaran dan Kepedulian TinggiPaham isu publik: 

Memiliki minat yang besar untuk mengikuti, memahami, dan menganalisis perkembangan berita serta kebijakan politik. 

Kesadaran hak dan kewajiban: Mengerti peran mereka sebagai bagian dari suatu sistem sosial atau negara.

2. Aktif BerpartisipasiKeterlibatan nyata:

 Tidak hanya menjadi penonton, tetapi aktif dalam kegiatan seperti pemilihan umum, diskusi publik, organisasi, atau pergerakan sosial.

Kontribusi terhadap keputusan: Meyakini bahwa suara atau tindakan mereka dapat membawa perubahan pada sistem yang berjalan.

3. Berorientasi pada Kekuasaan dan PengaruhPeka terhadap dinamika kekuasaan:

 Mampu mengenali yang memegang kendali, bagaimana suatu keputusan dibuat, dan cara bernegosiasi dalam suatu kelompok atau organisasi.

Strategi: Pandai membaca situasi dan menyusun langkah-langkah atau persuasi untuk mencapai tujuan bersama maupun kelompok.

4. Kritis dan RasionalDaya Analisis:

 Cenderung menilai suatu kebijakan atau figur berdasarkan logika, dampak sosial, dan nilai keselarasan, bukan sekedar emosi pada saat itu.

Terbuka pada dialog: Bersedia berdiskusi atau berdebat secara sehat untuk mempertahankan argumen atau mencari titik temu.

ALAT PSIKOTES WAJIB UNTUK CALON POLITIK


1 The Big Five / NEO PI-R `E=Ekstrovert Tinggi` = Jago sosialisasi

`N=Neuroticism Rendah` = Tahan serangan

`A=Agreeableness Sedang` = Diplomatis tapi tegas

`C=Ketelitian Tinggi` = Komitmen


2    PAPI Kostick

`I=Kemerdekaan` = Punya pendirian

`L=Kepemimpinan` = Jiwa pemimpin

`W=Bekerja dengan Orang Lain` = Bisa membangun kedamaian


3.  IST / CFIT `

IQ, Logika, Analisis Masalah` IQ >100

4 EPPS `

Ach=Prestasi` = Ambisi membangun

`Dom=Dominance` = Pengaruh

`Nur= Pengasuhan` = Peduli rakyat

`Aba=Abasement Rendah` = Tidak mudah diintimidasi

5   Tes Integritas / PPI

`Kejujuran, Korupsi, Gratifikasi, Loyalitas`

6   Tes Grafis: DAP BAUM 

`Kepemimpinan, Ego, Kontrol Diri, Citra Diri`

Paket Capres/Cakada: `Lima Besar + PAPI + IST + Tes Integritas + Panel Wawancara`

Paket Kader/Relawan: `Lima Besar + PAPI + Kuesioner Politik`

CARA LATIHAN HARIAN JADI MANUSIA POLITIK


1. LATIH "BACA RUANGAN" - 10 MENIT/HARI

Latihan: Masuk ke 1 ruangan. Tebak dalam 3 menit:

1. Siapa pemimpin yang tidak resminya ?

2. Siapa yang tidak akur dengan siapa?

3. Siapa yang butuh validasi?  

`Tujuan`: Asah intuisi politik. Cek tebakanmu dengan ngobrol.


2. LATIH NEGOSIASI MIKRO - TIAP HARI

Latihan: Tiap hari nego 1 hal kecil

Contoh: "Mas, bisa porsi ayamnya ditambah dikit?"  

`Rumus`: ` Puji + Minta + Kasih Alasan + Kasih Jalan Keluar`  

"Tolong ya mas, saya lagi diet protein. Nanti saya kasih tip lebih banyak"


3. BERBICARA DI DEPAN UMUM & MEMBINGKAI LATIH

Latihan 3 menit/hari: Rekam diri ngomong isu. 

`Rumus Framing Politik`: ` Masalah + Musuh + Solusi + Harapan`  

Contoh: "Macet = Masalah. Yang bikin = aturan tidak tegas. Solusinya = tilang. Harapannya = jalan lancar"


4. LATIH BANGUN JARINGAN - "ATURAN 3x3"

Aturan: Setiap minggu kenal 3 orang baru, dan tindak lanjuti 3 orang lama.  

`Pertanyaan pembuka politik`: "Menurut bapak/ibu, masalah terbesar di sini apa?"  

`Tujuan`: Punya data + punya orang


5. LATIH MANAJEMEN KONFLIK

Latihan: Saat ada 2 orang berantem, jadi penengah.  

`Rumus`: ` Validasi 22 nya + Cari musuh bersama + Kasih jalan tengah`  

"Kalian 22nya bener. Musuhnya menunda waktu. Gimana kalau kita bagi gini?"


6. LATIH KONTROL EMOSI SAAT DISERANG

Latihan: Minta teman kritik kamu 1 menit. Kamu cuma boleh menjawab: "Oke, terima kasih masukannya"  

`Tujuan`: Latih amigdala biar tidak defensif. Politisi ditusuk tiap hari.


7. LATIH BACA BERITA & ANALISA KEPENTINGAN

Latihan 15 menit/hari: Baca 1 berita politik. Tanya: 

`Siapa yang untung? Siapa yang rugi? Siapa pemain di belakangnya?`  

Ini melatih otak melihat "papan catur" bukan hanya bidaknya.

Kesimpulan;

Manusia Politik adalah tipe manusia kuasa, bertujuan mengejar kesenangan sendiri dan kesadaran akan kekuasaan sendiri. Dorongan pokoknya adalah ingin berkuasa, segala nilai nilai kehidupan ditujukan untuk berkuasa terhadap manusia lain,atau memerintah manusia lain.

Sumber Pustaka : Sumadi Suryabroto, Psikologi Perkembangan cetakan IV oleh Rake Sarasin PO Box 83 Yogyakarta, 1990