Berbeda dengan wechsleer dikembangkan lebih kearah diagnosa klinis alat tes ini dikembangkan ahli dari Jerman Rudolf H memang untuk seleksi kepegawain instansi atau Pemerintah.
Interpretasi IST banyak digunakan dalam psikotes dekade ini. Para praktisi HRD tentu sangat ingin tahu tentang kemungkinan keberhasilan Pegawainya, setelah melakukan tes IST, karena alat ini sangat lengkap untuk memprediksi bakat dalam kecocokan dalam pekerjaan.
IST singkatan dari Intelligenz Struktur Test, yang dicipta oleh Rudolf Amthauer, dan yang diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa dan dibuat norma adalah IST 70. Walau dekade ini telah terjadi perkembangan, terutama adalah adanya penambahan subtes tentang Memori.
IST singkatan dari Intelligenz Struktur Test, yang dicipta oleh Rudolf Amthauer, dan yang diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa dan dibuat norma adalah IST 70. Walau dekade ini telah terjadi perkembangan, terutama adalah adanya penambahan subtes tentang Memori.
1. Mengetahui berpikir teoritis
Menunjukan profil M dibuat nilai dari 4 subtes pertama yang terdiri lembah-bukit, menunjukan adanya bakat Teoritis atau Bahasa .
2. Berbakat Praktis atau berpikir praktis.
Kebalikan dari grafik diatas, adalah Profil W dari nilai 4 subtes yang terdiri bukit-lembah, menunjukan adanya Bakat lebih Praktis.
Untuk bakat-bakat Pekerjaan yang lain tentu harus mempertimbangkan subtes-subtes yang lain, dimana dalam IST terdiri dari 9 subtes yang masing-masing mengungkap profil kecerdasan tertentu.
a. SE ( satzergaenzung )
Subtes ini mengukur judgement subyek apakah berpikir mandiri atau ketergantungan pada orang lain.
b. WA ( wortauswahl )
Subtes ini mengukur kemampuan Bahasa secara induktif, rasa empaty.
c. AN ( Analogien )
Subtes ini mengukur kemampuan analisis sekaligus kesimpulan, menerapkan hasil penemuanya dengan dua pengertian yang lain.
d. GE ( Gemeinsamkeiten )
Subtes ini mengukur kemampuan abstraksi dalam bahasa.
e. RA ( Rechenaufgaben )
Subtes ini mengukur kemampuan Praktis dalam berhitung, bersama dengan bahasa menunjukan kemampuan skolastik.
f. ZR ( Zahlenrcihen )
Subtes ini mengukur kemampuan berhitung secara teoritis, fleksibilitas, dan kreatifitas.
g. FA ( Figurenauswhal )
Subtes ini mengukur imijinasi berupa visual, yang digabungkan menjadi kesimpulan, ini menunjukan kreatifitas dalam merekrontuksi.
h. WU( wuerfelaufgaben)
Subtes ini mengukur kreatifitas dan fleksibilitas berpikir.
i ME( merkaufgaben)
Subtes ini mengukur kemampuan mengingat atau memori.
Dari ungkapan tesebut, seandainya subyek walau IQ tinggi dan adanya bebakat Teoritis, namun jika abstraksi nilai rendah, tentu tidak akan berbakat menjadi Guru.
Sumber Pustaka : Rudolf Amthaeur, IST Manual, 1970
